Berkat Notebook Slim, Si Emak Makin Keren dan Powerfull

Posted by
Maaf, sudah penuh!”…..

 Tiga tahun yang lalu, tulisan tersebut sering saya temukan di pintu masuk beberapa warnet yang hendak saya kunjungi. Nggak hanya mahasiswa yang doyan berlama-lama di warnet, ibu rumah tangga kayak saya juga rela muter-muter ke pinggiran kota mencari warnet yang kosong. Untuk apa? Mencari informasi aneka resep, sekedar menyapa teman dunia maya via fb dan twitter serta mantengin ‘gosip’ artis dan politik ter up-date.

Itu dulu, sekarang warnet malah sepi pengunjung. Banyak warnet yang gulung tikar karena serangan notebook murah dan internet gratis yang bisa ditemukan di beberapa titik lokasi. Misalnya, café, perpustakaan kota, rumah sakit, sekolah, kampus dan tempat strategis lainnya. Saya pun lebih memilih membeli notebook karena pengen yang simple dan praktis, gampang dibawa ke mana aja *termasuk nyari WiFi gratisan. hehehe... 


Pyramid Excellent Notebook for EBA (Emak Blogger Aktif)

Posted by with 14 comments
Notebook, jadi salah satu soulmate terbaik emak blogger saat mobile. Nggak heran kalau kemana-mana bawaannya tas ransel yang isinya perangkat teknologi misalnya kamera, notebook, tablet atau smartphone. Rasanya rugi banget kalau ada momen penting yang terlewatkan untuk ditulis, kemudian di-share ke blogger lainnya.

Time is money. Peribahasa ini jadi pelecut para emak yang bener-bener pengen memanfaatkan waktu. Produktif saat ngeblog, produktif pula ngurus rumah tangga. Seringkali, si emak yang doyan ngeblog jumpalitan nggak karuan karena dikejar deadline, waktu 24 jam berasa sejam. Belum lagi, secara bersamaan anak-anak minta ditemeni belajar atau harus mijitin ayah, karena capek pulang kerja. Hahaha….*seharusnya ayah bisa ngerti-lah kerjaan emak yang doyan nongkrong di depan PC. 



Korupsi di Mata Siswa Es Em Pe

Posted by with 1 comment
Usai mengulas habis soal UTS, saya coba bikin tantangan ke siswa untuk membuat ‘coretan’ mengenai korupsi. Masalah ini lagi naik daun di media mana pun. Masalah yang bikin masyarakat biasa gerah, gemes pengen berkomentar banyak. Mungkin korupsi jadi sorotan orang dewasa. Anak kecil atau remaja tak mau tahu soal beginian, mereka hanya tahu betapa asyiknya dunia mereka. Nah, rasa penasaran saya akan ‘pendapat’ para remaja soal korupsi jadi agenda khusus proses pembelajaran hari ini.

Remaja, Wujudkan Rasa Cintamu dengan Berkarya

Posted by with 1 comment


Namanya Vega, seorang remaja putri yang kini duduk di bangku SMP. Vega termasuk siswa yang cerdas di sekolahnya, saat SD ia selalu mendapatkan peringkat pertama. Ia memiliki sebuah klub, eh tapi bukan klub ala cerrybell loh yang demen sama jogetan ala Korea. Meski beranjak remaja, mereka nggak begitu ‘mendewakan’ artis remaja yang kini emang lagi hot-hot nya nge-dance. 

Anggota klub hanya terdiri dari 6 siswa, semuanya putri. Dalam klub yang dinamakan cerrysmart, mereka punya banyak program selain belajar bareng, mereka suka jalan-jalan, suka sharing, doyan makan, dan yang nggak kalah kerennya, mereka doyan ngaji. Weiiiihh….jarang banget, kan….denger remaja doyan ngaji. Mereka punya prinsip yang unik, bikin para temen cowok agak bergidik. Mereka punya yel-yel “nggak bakal pacaran!” 

Oooowwwhhh, kejem banget yak?!?! 

Nggak, fren. Ini bukan kejam, ini komitmen anggota klub yang pengen banget-banget berkarya buat Indonesia. Pengen nge-bahagiain ortu. Pengen nyenengin guru, karena berkat jasa guru mereka dapat ilmu yang nggak ternilai. Eh, satu lagi….mereka nggak ingin mati sia-sia alias punya bekal ‘karya’ yang bisa mereka bawa pulang ke AKHIRAT, “Yaa Tuhan….ini loh segala kebaikanku saat aku hidup di dunia, hanya untukMu…untukMu…… 

Semua anggota klub selalu mengingatkan tentang keikhlasan, kesabaran, kebaikan. Sebagai manusia biasanya, khilaf atau salah bahkan ujian pasti akan selalu ada, bukan hanya orang tua tapi juga remaja. 

Rasa ‘suka’ yang tiba-tiba nongol saat ketemu cowok ganteng di kelas, mall, bioskop bahkan di perpus. Bisa jadi godaan bagi anggota klub. Tapi, satu hal yang bikin mereka nggak begitu perhatian, karena mereka selalu bersaing untuk menang di ajang kompetisi. Vega pernah memenangkan Debat English Contest Se-Kediri, Aisya menggondol medali emas Math Challenges di Malaysia, Rena yang sudah nerbitin novel remaja, Fatima yang gila sama jepretannya ala fotografi dan kini tergabung dalam komunitas photography for teens se-Indonesia. Dan anggota lain masih punya segudang prestasi lainnya….



Gambar di ambil dari sini 

Hei girls and boys, bagaimana dengan kalian?

Notes : cerita di atas hanyalah fiktif, terinspirasi dari banyak komunitas. 

Buat para remaja, gaul bukan berarti ikut tren yang ada di televisi atau media. Bagi saya, gaul adalah sebuah moment dimana kalian bisa eksis menunjukkan, “who are you?” dengan karya nyata kalian, tak sekedar prestasi akademik tapi tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah remaja luar biasa. 

# Tulisan ini spesial saya persembahkan untuk seluruh siswa SMP IT BINA INSANI KEDIRI. Love you all……. 

Future or Present?

Posted by with 3 comments
Kali ini bukan bicara soal grammar, future tense atau present tense. 

Pilih mana mikir future atau present? Keduanya merupakan tipe tipikal manusia menurut pemikiran Philip Zimbardo yang tertulis di bukunya The Secret Power of Time. Manusia yang bertipe future cenderung cemas dan lebih memikirkan kondisi masa depannya. Berbeda dengan manusia yang memiliki tipe present, ia menjalani hari-hari dengan santai tanpa memikirkan masa depan. Ia sudah merasa bahagia dengan apa yang dia peroleh.



Inspirasi dari Teater Keliling

Posted by
Usai melihat tayangan Kick Andy tanggal 27 September 2013 yang bertajuk Cinta Indonesia, saya merasa takjub sekaligus menyadari betapa ‘kurangnya’ kontribusi saya pada Indonesia. Tidak perlu menjangkau skala internasional, untuk lingkungan hingga keluarga pun masih jauh dari nilai plus. Sebagai ibu urmah tangga yang lulusan Sarjana merasa tidak berguna. Eh, belum ada ukuran standar ya. Atau, mendapatkan materi untuk keluarga menjadi tolak ukur?

Bukan. Bukan ini maksudnya, tentu lebih pada karya yang bisa kita hasilkan. Lebih dari sekedar masak, mencuci, nyapu atau ngepel.

LG G2, Smartphone Ajib nan Ergonomis

Posted by with No comments
Smartphone, sekarang jadi salah satu barang yang diincar banyak orang. Tidak bisa dipungkiri, produk teknologi canggih yang satu ini memang turut andil dalam memudahkan pekerjaan kita. Terutama untuk komunikasi dan internet misalnya Call, SMS, browsing, Jejaring Sosial, Email, Messenger atau chatting, Webcam, dan Video Call.

WAFA : Ajaibnya Dongeng Saat Mengaji

Posted by with 8 comments
Anak malas mengaji? Terlebih jika anak masih duduk dibangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar? Jangan khawatir, cerita ini bisa anda jadikan tambahan referensi saat mengajar. 

Memasuki jam pelajaran Al-Quran, siswa berlarian menuju tempat kelompoknya. Saya pun sudah menenteng alat peraga dan perangkat metode pengajaran WAFA. Untuk menertibkan siswa saja saya membutuhkan waktu 10 menit, karena memang sebagian siswa termasuk anak super yang doyan banget bermain. Berlari, melamun, duduk di meja, bertingkah aneh mencuri perhatian siswa lainnya itu sudah hal biasa. Ada 1 siswa yang bikin saya gemes, namanya Azia, pasalnya sudah 2 hari ini dia mogok ngaji. Tidak ada alasan, dia hanya mengunci rapat mulutnya saat saya dan guru pendamping mengajaknya ngaji secara individual bukan baca simak. Sekali, dua kali, berkali-kali tidak mau juga.

Ingin Berwisata? Ke Banyuwangi Aja….

Posted by with 6 comments
Kamu suka berwisata? Hobi traveling? Hmm….sepertinya kamu perlu mengunjungi  obyek wisata seru di Banyuwangi. Pemandangan alam di Banyuwangi terhampar luas dari ujung Barat sampai Timur. Keindahannya memukau. Di jamin deh kamu tidak akan nyesel jika datang ke sana. Awas! malah bisa ke tagihan ingin berwisata ke sana lagi karena kamu akan dimanjakan si Triangle Diamonds. Hah? Apa itu? 

Sinyal Kemandirian Bangsa dari Cyber Village dan Digital Society

Posted by with No comments
Tema :
Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia
                                                       (Kategori Umum)

Pada tanggal 10 Agustus 2013, puluhan mahasiswa asing penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri RI mendatangi Bumi Blambangan, Banyuwangi. Mereka berasal dari 12 negara yakni Amerika Serikat, Nauru, Polandia, Maroko, Kroasia, Tonga, Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia, Filipina, dan perwakilan Indonesia. Bagaimana mereka bisa kenal dengan kabupaten Banyuwangi?

Rupiah Lemah, Sektor Riil 'Meratap'

Posted by with 3 comments
Baru kali ini nulis dengan tema yang lumayan berat. Kenapa sih rupiah melemah?Pasar Modal terguncang? Ehm, pertanyaan ini merupakan pucuk dari ‘mau dibawa kemana ekonomi Indonesia’? sebenarnya hampir sama dengan kasus ‘krisis’ pada tahun 2008, yang namanya memakai sistem kapitalis mungkin saja beberapa tahun lagi juga akan mengulang sejarah. Setahu saya, banyak pihak yang memprediksi kondisi ini dikarenakan masalah eksternal yakni kondisi pasar. Gilaaa…kurs tengah Bank Indonesia sudah mencapai Rp. 10.500,- per dollar AS.

Lomba Plorotan Pring

Posted by with 4 comments
Selain Upacara, tak lengkap rasanya merayakan HUT RI tanpa ada perlombaan. Lomba panjat pinang, balap karung, lomba kelereng, atau lomba makan krupuk. Terkadang, saya berfikir, bagaimana asal-usul lomba semacam itu bisa menjadi tradisi? 

Nyaris hampir di seluruh nusantara ada perlombaan tersebut. Terutama di desa, beda halnya dengan kota biasanya perayaan dilaksanakan lebih WAH, barankali memang ditunjang pendanaan yang cukup, misalnya, karnaval, konser atau pameran. Apapun itu, semua perayaan memiliki tujuan yang sama yakni memperingati hari kemerdekaan. 

Mudik 2013

Posted by with 1 comment
Kami sekeluarga hanya bisa 'mudik' sekali dalam satu tahun ke Banyuwangi. Pekerjaan suami sebagai PNS sangat mengikat. Tak ada waktu panjang untuk bersua dengan mertua lebih lama. Hanya seminggu. Keinginanku mengunjungi Bali juga belum pernah terwujud meski sudah terbilang dekat dari Banyuwangi.


Kebahagiaan mudik di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika dulu kami tidak pernah mengabadikan kisah dengan berfoto-foto, kali ini kami punya kamera baru. Kamera saku ‘murah’. Tak apa lah buat pemula, pengen banget bisa fotografi. 

Bedah Resep

Posted by with 2 comments
Lamaaaa banget baru bisa update, sebenarnya banyak kegiatan bareng adek-adek  yang belum sempat saya tulis. Laptop ngambek, nggak ada yang bisa dipinjemin. Nah, kali ini saya mau cerita soal acara Minggu kemarin, masak-masak bikin kue. Awalnya, nggak ada niat mau masak, tapi karena usai  musyawarah halal bihalal, pada kumpul anggota We Ce yang ‘maksa’ minta praktek bikin kue. 

Si Della sih biang keladinya, gara-gara liat majalah resep donat plus bahan-bahan ada di meja. Langsung deh, main todong aja. Tapi nggak apa-apalah hiburan saat puasa, biar ngiler. 

Lebaran itu Harus Bersih Bukan Baru

Posted by with No comments
Kawan, tak terasa ya udah setengah bulan kita berpuasa? Bagiku, Ramadhan itu bulan yang sangat membahagiakan. Mushola jadi rame jamaah, rame tilawah Al – Qur’an, banyak yang sedekah, bagi yang punya bisnis omset tambah meningkat, mata adem saat nonton acara di televisi karena acara di bulan ini biasanya bagus2 *hehe, ibadah tambah khusyuk karena berlomba cari voucher pahala yang berlimpah ruah dibulan suci Ramadhan.


Waktu memang terus berputar, sebentar lagi kita bakal di tinggal Ramadhan, sepertinya konsentrasi kita sekarang sudah agak bergeser nih, tertuju pada persiapan lebaran. 

Pesan Orang Tua dan Pertamax, “Teruslah Menebar Manfaat!”

Posted by with 1 comment
Saat menulis postingan ini, listrik dalam kondisi padam, untungnya baterai laptop masih full. Jadi, masih bisa lanjut nulisnya. Dalam kegelapan, saya hanya ditemani lampu hape yang memberikan penerangan, beda dengan zaman saya masih kecil, ibu selalu menyalakan dimar (lampu dari minyak tanah). Tiba-tiba saja, memoriku terlempar jauh belasan tahun lalu, ketika listrik padam begini, saya, bapak dan adik biasanya memilih bercengkrama di teras rumah menikmati padhang bulan.

Launching Taman Baca yang Mengesankan

Posted by
Meski saya sudah berpengalaman 5 tahun sebagai pekerja sosial, tetap saja ada rasa ‘khawatir’ yang menggelayut ketika merintis sebuah paguyupan sederhana, seperti taman baca ‘KITA’ yang kemarin di-launching.


Saya dan suami menyusun agenda buka bersama dan nonton film pake LCD. Senang melihat anak-anak tetangga yang berjumlah 50 anak berkumpul. Mereka antusias, mungkin baru pertama kali nonton ‘layar tancap’ di era teknologi.  WOW, ‘sesuatu’ banget bagi anak desa. 

Teknologi, Wujudkan ‘Passion’ Menuju Desa Cyber

Posted by with 1 comment
--Orang desa harus melek teknologi!--

Kalimat ini jadi pelecut bagi saya yang kini berdomisili di desa. Hidup di desa jauh dari sarana prasarana yang bisa menunjang passion saya. Passion yang sudah bisa saya ‘tebak’ sejak duduk dibangku sekolah dasar yakni menulis dan bisnis. Buku pelajaran saya penuh dengan curhatan, tiap jam istirahat saya mengeluarkan snack yang saya beli dari pasar dijual ke teman-teman. Karena suka menulis, saya pun kerap mencari sahabat pena, alamatnya, saya dapat dari majalah Bobo dan Mentari. Kalau urusan jualan, hasil laba yang saya dapat, jadi tambahan uang saku.


Menulis dan bisnis. Awalnya hanya suka, tapi lama-lama kedua aktivitas ini bikin saya ketagihan. Sampai  beranjak remaja, saya masih saja melakukannya tanpa arahan yang jelas dari orang-orang terdekat. Bahkan kedua orang tua juga ‘cuek’, asal anaknya naik kelas dan dapat rangking, itu sudah cukup.

Maknai Hidup dengan Musik

Posted by with 1 comment
Saat saya nongkrong di counter lagi pilih-pilih hape. Saya amati banyak pengunjung yang keluar masuk bergantian bukan untuk beli pulsa atau hape. Eh ternyata, pada ‘minta’ file musik ditaruh di hape. Yup, tinggal copy-paste, sebelum pergi mereka bayar, sebagai tanda terima kasih. Entahlah berapa nominalnya, saya tidak tahu. Ada yang bilang seikhlasnya.

Ooohh….seikhlasnya??? *bukankah ini sama saja dengan bajakan?

Waaah, gimana denganmu?  kalau suka barang bajakan, kayaknya jiwa nasionalis kamu juga diragukan nih?  Kalau saya lebih memilih beli kaset asli dong, bisa awet bertahun-tahun, VCD nggak gampang rusak pula.