Lebaran itu Harus Bersih Bukan Baru

Posted by with No comments
Kawan, tak terasa ya udah setengah bulan kita berpuasa? Bagiku, Ramadhan itu bulan yang sangat membahagiakan. Mushola jadi rame jamaah, rame tilawah Al – Qur’an, banyak yang sedekah, bagi yang punya bisnis omset tambah meningkat, mata adem saat nonton acara di televisi karena acara di bulan ini biasanya bagus2 *hehe, ibadah tambah khusyuk karena berlomba cari voucher pahala yang berlimpah ruah dibulan suci Ramadhan.


Waktu memang terus berputar, sebentar lagi kita bakal di tinggal Ramadhan, sepertinya konsentrasi kita sekarang sudah agak bergeser nih, tertuju pada persiapan lebaran. 

Pesan Orang Tua dan Pertamax, “Teruslah Menebar Manfaat!”

Posted by with 1 comment
Saat menulis postingan ini, listrik dalam kondisi padam, untungnya baterai laptop masih full. Jadi, masih bisa lanjut nulisnya. Dalam kegelapan, saya hanya ditemani lampu hape yang memberikan penerangan, beda dengan zaman saya masih kecil, ibu selalu menyalakan dimar (lampu dari minyak tanah). Tiba-tiba saja, memoriku terlempar jauh belasan tahun lalu, ketika listrik padam begini, saya, bapak dan adik biasanya memilih bercengkrama di teras rumah menikmati padhang bulan.

Launching Taman Baca yang Mengesankan

Posted by
Meski saya sudah berpengalaman 5 tahun sebagai pekerja sosial, tetap saja ada rasa ‘khawatir’ yang menggelayut ketika merintis sebuah paguyupan sederhana, seperti taman baca ‘KITA’ yang kemarin di-launching.


Saya dan suami menyusun agenda buka bersama dan nonton film pake LCD. Senang melihat anak-anak tetangga yang berjumlah 50 anak berkumpul. Mereka antusias, mungkin baru pertama kali nonton ‘layar tancap’ di era teknologi.  WOW, ‘sesuatu’ banget bagi anak desa. 

Teknologi, Wujudkan ‘Passion’ Menuju Desa Cyber

Posted by with 1 comment
--Orang desa harus melek teknologi!--

Kalimat ini jadi pelecut bagi saya yang kini berdomisili di desa. Hidup di desa jauh dari sarana prasarana yang bisa menunjang passion saya. Passion yang sudah bisa saya ‘tebak’ sejak duduk dibangku sekolah dasar yakni menulis dan bisnis. Buku pelajaran saya penuh dengan curhatan, tiap jam istirahat saya mengeluarkan snack yang saya beli dari pasar dijual ke teman-teman. Karena suka menulis, saya pun kerap mencari sahabat pena, alamatnya, saya dapat dari majalah Bobo dan Mentari. Kalau urusan jualan, hasil laba yang saya dapat, jadi tambahan uang saku.


Menulis dan bisnis. Awalnya hanya suka, tapi lama-lama kedua aktivitas ini bikin saya ketagihan. Sampai  beranjak remaja, saya masih saja melakukannya tanpa arahan yang jelas dari orang-orang terdekat. Bahkan kedua orang tua juga ‘cuek’, asal anaknya naik kelas dan dapat rangking, itu sudah cukup.

Maknai Hidup dengan Musik

Posted by with 1 comment
Saat saya nongkrong di counter lagi pilih-pilih hape. Saya amati banyak pengunjung yang keluar masuk bergantian bukan untuk beli pulsa atau hape. Eh ternyata, pada ‘minta’ file musik ditaruh di hape. Yup, tinggal copy-paste, sebelum pergi mereka bayar, sebagai tanda terima kasih. Entahlah berapa nominalnya, saya tidak tahu. Ada yang bilang seikhlasnya.

Ooohh….seikhlasnya??? *bukankah ini sama saja dengan bajakan?

Waaah, gimana denganmu?  kalau suka barang bajakan, kayaknya jiwa nasionalis kamu juga diragukan nih?  Kalau saya lebih memilih beli kaset asli dong, bisa awet bertahun-tahun, VCD nggak gampang rusak pula.

Serunya ‘Kejar’ SIM Murah nan Berkah

Posted by with 12 comments
Saya suka naik motor. Tapi, sering jalan-jalan ke kota sendirian tidak pernah bawa SIM (padahal deg-degan kalau lewat pos polisi, khawatir kena semprit). Jujur ya, sampai sekarang saya belum berminat ngurus karena memang harus bayar mahal (ukuran kantong saya), kalau dipikir-pikir uang 400 ribu untuk SIM?? Bukannya gratis? 

Dengan uang tersebut, pengendara cukup punya KTP, beberapa oknum POLRI yang ngurusi perizinan SIM nggak mau tahu si pengendara bisa naik motor atau nggak. Hm, bahasa gaulnya sih ‘sogok-menyogok’. Cara seperti ini sudah jadi rahasia umum warga kabupaten Kediri. Kalau ada salah satu tetangga saya yang ingin punya SIM, ujung-ujungnya digelotorin saja kalimat, “emang udah siap duit?” 

Indomie Cabe Ijo is One of Your Mood Booster

Posted by with 5 comments
Hai Sobat Blogger, pernah nggak kalian merasa kehilangan mood buat ngeblog? Males, bosen, jenuh, suntuk…ehm, suasana yang bener-bener bikin Bete.

Saya pernah lho,  apalagi saya sudah jadi emak yang tiap hari nyaris kehilangan ‘me time’ karena dua kurcil ini nggak bisa diam kalau mamanya lagi ngetik di depan netbook.

Eits, nggak mood ngeblog sih boleh saja asal jangan lama-lama ya. Sebagai blogger, kita punya tugas penting untuk membumikan internet sehat di dunia maya. Bayangin coba kalau kita melulu kehilangan mood ngeblog, konten-konten nggak berkualitas bakal memenuhi dunia kita ini. Dan, bisa berdampak buruk pada generasi setelah kita. Oi, jamannya digital githu loh, always on your mood to blog every time. *Prikitiiiww…:P

Saat Balitaku Sakit Gigi

Posted by with 1 comment
Sobat Blogger, tentu pernah merasakan sakit gigi, kan? Tak enak makan dan tak nyenyak tidur. Kemarin, seharian penuh anak saya Zam teriak-teriak karena merasakan sakit gigi. Ya, di usianya yang baru saja 4 tahun, ia sudah merasakan sakit gigi. Kasihan, ia tidak doyan makan, saya tahu sebenarnya Zam lapar, perutnya kemps, tidak semangat bermain, dan selalu rewel. 

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan Zam, karena ia suka makan makanan manis, ditambah lagi depan rumah ada warung ‘jajan’ yang jualannya produk-produk GEJE kualitasnya. Mau manyalahkan penjualnya? Pengennya sih, tapi apa daya, toh tetangga saya juga butuh uang. Serba salah, kan?

Rainbow Cake in the Circle IIDN

Posted by with No comments
Baca Rainbow Cake, ehm pasti sudah terbayang, gimana warna pelangi dalam adonan kue bisa bikin kamu hepi, tidak hanya warna, rasa cake yang beragam tentu akan menggoyang lidah siapapun yang memakannya.


Jenis cake yang satu ini cukup menorehkan sejarah di dunia cooking and backing. Siapa sih yang tidak kenal dengan Kaithlin Flannery, penemu resep Rainbow Cake yang dengan sengaja membuat kue special untuk temannya.

Eh, kue ini juga cocok banget buat merayakan ulang tahun. Tapi kalau saya disuruh bikin sih, langsung ngumpet di kamar, takut. Karena memang tak bisa buat tapi mau banget kalau suruh habisin.

Awali tulisan buruk dan tulislah cepat!

Posted by
Buku yang selama ini saya cari kini telah ada di tangan. Buku yang membeberkan trik-trik menulis dengan cara sederhana dan apa adanya. Kenapa apa adanya? Deretan kalimat dalam buku tersebut mampu saya fahami dengan baik kemudian mempraktekkan ‘apa yang penulis perintahkan’ dengan bebas. 
 
Awalnya, saya selalu penasaran dengan penulis yang satu ini, namanya kerap muncul pada kolom-kolom Koran nasional, entah itu berupa artikel, cerpen, resensi bahkan juga novel. Tema yang ia angkat selalu HOT, tulisannya enak dibaca dan santun. Tak ada bahasa alay sedikitpun. Dalam tulisan ini, mungkin kamu sering mampir ke blog ini, akan merasakan ‘suasana’ yang berbeda. Ya, saya sedang belajar menulis seperti beliau, A. S LAKSANA. 

Srikandi Blogger, Meretas Aktualisasi Perempuan Tanpa Batas

Posted by with 13 comments
Tanggal 28 April 2013, perhelatan akbar ACER Srikandi Blogger 2013 digelar. Ajang penganugerahan kepada blogger khususnya perempuan ini mendapat apresiasi banyak kalangan. Layaknya pemilihan seorang putri Indonesia, tahapan demi tahapan menuju puncak penyerahan mahkota ACER Srikandi Blogger 2013 dilalui para peserta secara selektif. Mulai dari persyaratan masa lamanya nge-blog, keunikan konten blog, tugas-tugas dari panitita, kontribusi yang diberikan sebagai blogger bahkan karya peserta kepada masyarakat di dunia nyata dan semua itu dilakukan tanpa pamrih. 

ACER Srikandi Blogger 2013 adalah bukti real bahwa ternyata perempuan juga melek internet, melalui dunia maya pula perempuan bisa berprestasi tanpa meninggalkan tugas utama dalam keluarga dan masyarakat.

Wanita dan Pertamax Sebagai Tiang Negara

Posted by with 14 comments
Satu bulan yang lalu, saya dibantu seorang asisten rumah tangga. Mbak Ju, panggilannya, selain bekerja sebagai pembantu, dia juga jadi tukang cuci dadakan  (kalau ada yang butuh jasanya).

“Saya pengennya bisa kerja di pabrik, bu. Tapi gimana lagi, anak-anak saya nangis kalau saya tinggal, nggak dibolehin juga sama suami” katanya suatu hari

Mbak Ju pontang-panting cari kerjaan yang lokasinya tak jauh dari rumah supaya anaknya yang masih kecil bisa diajak bekerja. Meski rejeki tak pasti, ia tetap semangat mengais lembar rupiah untuk membuat dapurnya tetap bisa mengepul karena sang suami hanyalah seorang penjual mainan di Surabaya, satu bulan sekali baru  sempat pulang.

Mbak Ju merupakan prototype wanita masa kini yang mengharap kehidupan keluarganya lebih sejahtera. Entah itu dari golongan miskin atau kaya, sebenarnya, wanita punya kodrati untuk dapat mengaktualisasikan diri, menebar kekuatan cintanya dengan cara berbeda.

Merajut Mimpi Indonesia Mandiri Dengan Tablet Acer Iconia W510

Posted by
Dulu, dengar tagline Indonesia mandiri, saya sempat nyengir. Gimana mau mandiri? Masih banyak kekayaan yang dimiliki Indonesia belum dikelola sang penguasa secara maksimal. Belum lagi, berita yang bikin panas telinga akhir-akhir ini tentang kasus korupsi merajalela (kompak alias berjamaah pula). Ah, impossible kan kalau Indonesia bisa mandiri apalagi bisa sejajar dengan negara maju.

Cara pandang saya berubah seventy eight degrees, sejak 1 tahun lalu terdampar di dunia maya. Meski kabar ‘negatif’ kondisi Indonesia sering juga berseliweran di dunia maya.

Awalnya sih iseng membuat alamat akun facebook lantaran saya malu kalau hari gini dibilang gaptek. Ditambah status Ibu Rumah Tangga yang terlabeli ‘kuper’ menyuntik semangat saya untuk lebih melek internet.

Sensasi Hidup Sehat Bersama Greenfields Milk

Posted by
Zam, Tya adalah bagian dari mimpi saya yang terbangun. 
Be smart, active and healthy

Pola asuh anak zaman sekarang, beda banget sama zaman saat kita masih kecil. Dulu, orang tua saya nggak bingung kalau anaknya nggak doyan makan, soalnya ada camilan, pengganti makanan berat seperti ketela pohon, kedelai goreng, jagung kering yang dibuat marning dan umbi-umbian.

Aiiih, makanan orang desa ya? Ya, memang orang tua saya asli dari desa. Eits, nggak ada yang salah, justru saya bangga karena semua camilan di atas mengandung nutrisi cukup yang dibutuhkan oleh tubuh dan nggak ada dampak negatifnya.

Lhaaa…kalau anak sekarang nggak doyan makan? PASTI larinya ke snack yang kebanyakan mengandung zat-zat aditif. Ini nih yang memaksa saya untuk merubah pola hidup menjadi lebih sehat, tentunya berawal dari kebiasaan sejak kecil dan sekarang udah saya terapkan di keluarga kecil saya. 

Me and BAW

Posted by
Aku adalah aku, aku bukan orang lain, tapi karena orang lain, aku tahu seberapa kemampuanku….
Special thanks for Bawers

I’ve been looking so long at these pictures of you
That I almost believe that they’re real
I’ve been living so long with my pictures of you
That I almost believe that the pictures are all I could feel…

Pictures of You-nya The Cure terdengar lembut dari Si Lepi item yang selama ini menemaniku merangkai kata untuk menggapai asa. Asa yang bagi sebagian orang bahkan orang tuaku sendiri,  tak patut untuk dikejar hingga titik penghabisan. Bagi orang lain yang mungkin menghabiskan banyak waktu dan tak menghasilkan. Namun bagiku, asa ini begitu menelisik relung jiwa, yakni menjadi penulis.

Awas, Iming-Iming BEP pada Waralaba

Posted by with 2 comments
YES! Bismillah...Tinggal action.
Saat uang muka untuk booth Cappucino Cam caw WOW udah diberikan. Ada info baru dari Koran, kalau hari ini bakalan ada seminar gratis tentang JARI HITUNG CEPAT INDONESIA (JHCI).  Cara hitung cepat, matematika jadi mudah. Srruuff….ngiler bisnis apa pula?? Apalagi saya nggak bisa matematika pengen bisa ngajarin anak-anak tetangga.

Okey…., kami pun berangkat jam 8 pagi. Anak-anak seperti biasa dititipkan ke eyang. Sampai di hotel Salmaa jam 9, kami dibuat kaget. Ternyata acara sudah mulai daaaaan peserta hanya sepuluh orang. Itu artinya bisnis ini kayaknya akan mekar. Ehhh…tapi tunggu dulu ya kan belum masuk materi. Bisa-bisa ini bohongan??

Nyalakan Terus Semangat Wirausaha-mu

Posted by
Memulai wirausaha yang tersistem, waralaba masih menjadi alternatif  pilihan saya dan suami. Bergabung dengan TDA (Tangan Di Atas) Kediri adalah langkah awal untuk terus menjaga ‘semangat berwirausaha’ meski sebagai PNS, ya bisnis harus punya dong, supaya uang abu-abu bisa ditepis jauh-jauh, ya kan? kalo udah mandiri, PNS ditinggalin..ya gimana lagi saya sebagai istri juga belum punya penghasilan tetap (lho katanya calon womenpreneur??). eit iya ya… 

Minggu 7 April 2013, Suami ikut acara pesta wirausaha TDA di Malang. Dari ceritanya emang acara seru banget, menghadirkan para milyader. Ini nih yang kadang bikin geregetan plus gak sabaran pengen punya penghasilan gede. Padahal banyak factor X yang bisa mempengaruhi keberhasilan.

Pentingnya DHA dan Stimulasi Bagi Kecerdasan Anak

Posted by with 4 comments
Memiliki anak yang cerdas adalah impian saya dan suami. Cerdas yang tak hanya diukur dari IQ (Intelligence Quotient), tapi juga kecerdasan majemuk (multiple intelligences) pada Zam, anakku yang kini berusia 4 tahun.

Saat nonton televisi bareng keluarga, Zam melihat sekilas berita yang menayangkan tentang ikan lumba-lumba. Tampak di layar kaca beberapa lumba-lumba melakukan lompatan atraktif ikan di tengah samudra luas. Betapa takjubnya dia,“ Wah ikannya hebat , Maa? Kok bisa githu ya?” Saya hanya memberi jawaban sederhana, karena lumba-lumba adalah ikan cerdas dan pintar.

Odong-odong dan Cubitan

Posted by
Tadi malam, menikmati malam kamis di perempatan jalan raya. Seharian denger celotehan dan rengekan anak-anak bikin mood turun drastis. Suntuk banget. Berniat menuju ke Mina, salah satu swalayan terbesar di kecamatan. Tapi karena ada program hemat bulan ini, pasar tradisional harus jadi pilihan. 

Odong-odong, hiburan anak yang murah dan menarik jadi favorit saya, cukup membayar Rp 1.000,- sampai anak puas nangkring diatas ‘sepeda’ yang gerak jungkat-jungkit pelan. Di usia 1, 5 tahun Tya betah berlama-lama, menikmati lagu anak-anak sambil merasakan dinginnya malam, memanjakan mata dengan lampu kendaraan yang berlalu lalang.