Wooow…Serunya Jelajah Alam dan Explorasi Kopi Sumatera Ala Terios 7 Wonders!

Posted by
            Yeaaah, ada yang suka travelling saat liburan?
Yakin, jalan-jalan itu selalu menyenangkan [ini salah satu hobiku dan suami]. Bahkan, untuk mengekspresikan ‘serunya’ saat perjalanan, ada yang menuangkannya dalam bentuk puisi, diary, cerita pendek, novel, atau sekedar kumpulan foto hasil jepretan kamu. Memang, tak ada habisnya bicara tentang travelling, menyimpan jejak petualangan sekaligus cerita-cerita lainnya bersama sahabat.

Penitipan Anak Bisa Menjadi alternatif

Posted by with 3 comments

Membaca tulisan Mb Ririn Handayani, yang berjudul “Ketika Anak Lebih Mencintai Pembantu daripada Ibunya”, lebih lengkapnya di sini, ikut terbawa ‘kegamangan’ tersendiri,  dalam mengambil solusi. Ibu bekerja, anak dititipkan siapa?

 

Memiliki pembantu yang tinggal serumah atau hanya saat si ibu bekerja, menjadi pilihan. Sang pembantu seperti menjadi bagian dari keluarga. Mengerti karakter, kebiasaan, dan pola hidup si pembantu, jadi modal seorang ibu untuk mengarahkan sekaligus membuat kesepakatan tentang kedisiplinan dalam rumah tersebut. Artinya, pembantu ‘mau’ atau ‘tidak mau’ harus menaati kesepakatan tadi termasuk pada pola asuh sang anak.

Sebagai Ibu Rumah Tangga, Apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina?

Posted by
Kemarin, saya dapat SMS dari seorang teman, isinya :

#Save Palestine. Anda peduli?? Silahkan berbagi J
Bantuan donasi bisa dikirim ke no.rek 015430768 (BNI) a.n Wiwin Sulityowati

Antara kesibukan mempersiapkan berbagai kontes blog dan kesibukan offline di rumah, SMS ini benar-benar ‘menampar’ saya untuk segera bangun dari rutinitas. Ada saudara-saudara di Palestina yang tengah memperjuangkan Islam. 


Hasil dari Impian dan MAN JADDA WAJADA

Posted by
Apa yang di benakmu, jika kamu memasuki detik-detik hari spesial tiba? Hari kelahiranmu, yang biasanya dinamakan hari ulang tahun. Semakin bertambahnya usia, semakin berkurang jatah hidup kita. Benar, kan? Lantas, saya pun urung melakukan hal-hal yang menampakkan kegembiraan yang berlebihan. Bahkan, untuk anak-anak saya yang masih balita sekalipun. Bahagia, pasti. Banyak ucapan yang berdatangan, padahal saya lupa kalau hari ini ‘hari jadi’ saya yang ke 26 tahun. Apaaaa?? 26 tahun!*semangat ibu muda menggelora ^^

Kolaborasi Pemuda Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Posted by

Indonesia…
Selama 67 tahun, kemerdekaan telah lama diraih. Namun ternyata, kemandirian ekonomi belum begitu merata dirasakan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Gunung, sawah, dan lautan menjadi simpanan kekayaan yang tak boleh kita sia-siakan, setidaknya kekayaan inilah yang memberikan harapan buat kita menuju Indonesia lebih mandiri.

Guru, Karenamu Telah Kutemukan ‘Substansi’ Belajar

Posted by

Prolog
Tepat 6 tahun yang lalu, saya duduk dibangku SMA, di sebuah pondok pesantren modern putri Ngabar Ponorogo. Jika saya dan teman-teman ditanya soal pelajaran yang kami sukai, pilihan itu jatuh pada 2 opsi yakni IPS atau Matematika? Meski keduanya sangat penting dipelajari, kami selalu menanti hari Senin, dimana hari senin usai istirahat, ada pelajaran IPS yang selalu ‘seru’.

Padukan Kekuatan KPK dan KAK (Komunitas Anti Korupsi)

Posted by
Kini Korupsi di Indonesia sudah menjadi bagian dari life style, bukan lagi disebut membudaya, tapi lebih pada permainan seni korupsi, tak sekedar ‘mencuri’ uang negara tapi koruptor sangat ‘kreatif’ mengemas hasil korupsi, sehingga KPK sulit memberantasnya.

Dari sekian banyak tugas dan wewenang KPK, sekaligus roadmap yang telah disepakati menjadi pencerah bagi kita, bagaimana KPK berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan Indonesia dari para koruptor, baik kelas kakap ataupun kelas teri dengan berbagai modus. Jika saya jadi ketua KPK, adapun proses penindakan korupsi dan pencegahan yang akan saya terapkan antara lain; 

Penindaan korupsi: untuk memberikan efek jera pada koruptor kelas kakap, mereka harus dimiskinkan, sel penjara yang akan menjadi tempat mereka didesain angker dan tidak ada beda dengan narapidana lainnya, meski bukan negara islam, saya ingin hukum potong tangan bisa diaplikasikan. Saya yakin ini akan lebih efektif untuk menekan lahirnya ‘koruptor’ baru.

Pencegahan : dengan fasilitas teknologi-media sosial, saya akan memaksimalkan peran komunitas dalam setiap lini, baik secara peranan, kemampuan, atau domisili. Tiap komunitas punya target yang jelas dalam melakukan ‘pencegahan’ korupsi. Misalnya;

- Komunitas Ibu Rumah Tangga anti korupsi, senantiasa menguatkan suami untuk tidak korupsi uang atau waktu dan memberikan pendidikan kepada anak-anak, 

- Komunitas guru anti korupsi dengan menerbitkan buku, kekuatan dongeng atau teater di sekolah, yang sarat makna anti korupsi sebagai media pembelajaran.

- Komunitas PNS, karyawan, buruh, pengusaha anti korupsi.


*memaksimalkan komunitas yang terorganisir akan memberikan edukasi efektif, karena korupsi adalah ‘benalu sosial’ yang harus dicegah mulai lingkungan terkecil.













Tulisan ini diikutsertakan lomba blog KPK, 


bisa dilihat di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/475/Nurul%20Habibah.html





Pancarkan Pesona Cantikmu Bersama Citra Night Whitening

Posted by

         Obrolan menarik bagi remaja putri masa kini

Gambar Salon pinjam dari sini
“Mama pake produk kecantikan apa sih kok bisa cantik githu? Oya, Ma… kayaknya aku hari Minggu ke salon deh, ya pengen nyoba perawatan tubuh di salon, kata temenku asyik lho! Ada paket treatment kayak Honey bath, Herbal Bath, Green Tea Bath, Spice Bath, and Fruit Bath”. Celoteh Si Cewek ABG pada mamanya

Nah, jika anda seorang ibu, pemerhati kecantikan, apa yang anda jawab saat sang buah hati tengah ‘galau’ untuk mempercantik diri? atau kamu-kamu yang masih single dan bingung untuk bisa tampil beda? Tulisan ini semoga bisa nambah informasi yah! 

Ikuti ‘gaya’ bisnisku, padukan dengan kreativitasmu!

Posted by
              

            Nggak ada modal –uang- bukan menjadi kendala untuk memulai bisnis, baik secara offline ataupun online. Berikut bisnis yang bisa aku lakukan saat si modal tak kunjung datang. *Ada beberapa yang aku tulis sesuai dengan pengalaman.

Menjelang jam 2 a.m

Posted by
Kian hari semakin beranjak usia, menghabiskan sisa-sisa jatah umur dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Melupakan masa lalu meski sangat sulit. Masa lalu yang terkadang menimbulkan kekecewaan akan takdir. TIDAK. Sungguh itu tidak boleh berlarut. Karena Allah telah menyediakan hadiah untuk hambaNya yang bertaqwa dan bertaubat. SEMUANYA AKAN TIBA INDAH PADA SAATNYA.

Sharing Club yes, Tawuran No!

Posted by with No comments
Akhir-akhir ini kasus  tawuran pelajar semakin menjadi, seakan menjadi budaya tiap tahun. Keterkaitan geng, alumni dan siswa baru dianggap sebagai akar permasalahan tawuran yang belum bisa terputus. Entah, apapun sebabnya, orang tua dan pihak guru punya tugas berat. Mentalitas yang dibangun sejak kecil akan berpengaruh besar pada ranah emosional yang terkontrol ketika remaja. Masa SMA memang sangat rentan, karena memasuki masa pencarian jati diri. kalau bukan kita sebagai orang tua atau guru mereka, siapa lagi yang akan menjadi benteng pengawasan?

PLN, Cahaya untuk Indonesia

Posted by

        Hidup tanpa cahaya akan hampa, harus berjalan dan berlari, kemudian mengejar cita-cita. Butuh perjuangan keras dan semangat baja, walau kadang jalan tak semulus yang diharapkan. Bapak, dengan ‘gaya’ ceritanya yang khas selalu membakar energi semangatku mengejar cita-cita. Dalam rekam jejak pengasuhan anak-anaknya, selalu terselip kata BERSYUKUR.
          Memoriku terlempar jauh, saat aku masih duduk dibangku kelas tiga SD,

Perjalananku belajar dan mengajarkan Al-Qur’an

Posted by with 12 comments
        Kekagumanku pada Al-qur’an sudah ada sejak di sekolah tingkat dasar, tepatnya saat mendapat tugas Ramadhan, untuk mengisi buku panduan Ramadhan, kemudian meminta tanda tangan imam sholat. Tertulis juga pada salah satu kolom untuk memberi tanda hafalan surat. Hafalan? Saat itu aku hanya bilang pada diriku, aaahh!…tidak mungkin. Tapi lama-lama aku mulai penasaran, bagaimana caranya seorang imam bisa hafal surat yang ada dalam juz 30?? Jujur saja, di sekolah diniyah yang aku ikuti kala itu, tidak ada pelajaran tentang menghafal, tetapi hanya membaca, menulis dan memahami kitab kuning. Kalaupun menghafal, ya semampunya seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Ceria Bersama Anak Jalanan di Hari Kemerdekaan

Posted by with 3 comments
Sejak tahun 2006, saya dan teman kuliah merintis sebuah lembaga sosial di Kota Malang  yang diberi nama Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca. Memperingati hari kemerdekaan memang selalu identik dengan kemeriahan suasana, mengikuti ajang lomba-lomba, dengan tujuan akan mempererat tali persaudaraan antar warga. Begitu juga tahun 2007, saat-saat menyenangkan bersama adik-adik binaan, kami semakin akrab, kedekatan sesama teman mulai ada, karena sebelumnya selalu ada ‘pertengkaran kecil’. Maklum, profesi pengamen  di tengah kerasnya kehidupan jalanan,  kerap menjadikan emosi mereka tidak stabil.

Menang Kuis Perdana IIDN….Sik…Asiiiik ^^

Posted by
     Alhamdulillah, dapet buku Love of Mom dan manisan dragon, meski…manisannya ketinggalan. Katanya sih, The Indari lupa.  Yang lebih penting sih, adalah semangat nulis usai ikut kuis, dan nggak menang di kuis yg lain, huhuhhu….nulis di blog, kalo blognya enak dipandang mata dan rapi, itu penting.*ngomong apa sih nih ga jelas. ):

Gerabah dan Dua Tangan Kesabaran

Posted by
Tetanggaku Husnul, berumur 9 tahun. Sejak usia 2 tahun , ia sudah diasuh sang nenek. Saat itu, ibunya merantau jadi TKW di Malaysia. Meski sekarang ibunya sudah kembali ke Indonesia dan mengasuhnya, ia masih dekat dengan kakek dan nenek. Mbah Tri (nenek) bisa membuat gerabah, bahkan sang nenek juga sempat berjualan dengan mengajak Husnul.

Singkong, Kupetik daunmu ya buat suamiku?

Posted by
Memasak, kini menjadi aktivitas rutin. Pagi, siang dan malam dengan menu yang berbeda. Ehm, ribet juga sih tiga kali harus masak. Tapi nggak tiap hari kok. Kalo lagi kepengen nyobain resep-resep. Yang  jelas, menu masakanku nggak jauh beda dengan menu ibuku. Jujur aja, belajar masak ya pas udah nikah, dulu pas kuliah sukanya beli di warung pinggir jalan, urusan menu tinggal pilih dan nunjuk mana yang aku suka. Hehe

Berbagi itu…..nggak rugi!! & Berbagi itu nggak harus dengan uang

Posted by
         Kok judulnya ada dua? Hu’uh….*bingung*, saya ingin mengexpresikan isi tulisan, tertuang dalam judul itu, tulisan ini hendak saya kirimkan ke sebuah ajang lomba penulisan pengalaman pribadi dari Ruang Kata. Tapi tertunda lagi, hiks….padahal udah hampir selesai, lagi-lagi kendala klasik….-nggak ada waktu buat megang lepi-
Gpp…. yang penting nulisnya tersalurkan, baca deh! Akan anda temukan makna “DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN”

Belajar ‘bertetangga’

Posted by
         Moms, Bersikap ‘cuek’ itu diperlukan. Cuek apa yang dikatakan orang lain tentang kita. Tak baik jika energi terus terkuras karena memikirkan apa kata tetangga. Berumah tangga itu belajar kehidupan, kepada keluarga dan para tetangga. Beda banget rasanya tinggal di kota atau di desa. Dulu, ketika aku kontrak rumah di kawasan perumahan, belum pernah aku merasakan masakan orang lain, bertukar sayur hari ini dengan tetangga samping rumah, lain halnya dengan di desa, yang masih kental dengan nuansa ‘berbagi’.