Tampilkan posting dengan label Tulisan untuk Lomba. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Tulisan untuk Lomba. Tampilkan semua posting

Senin, 29 Mei 2017

Tips Memenangkan Lomba Menulis Esai untuk Ibu Rumah Tangga

Posted by with 2 comments


Lomba menulis PKS ini sepertinya akan diselenggarakan secara rutin, entah tiap tahun atau 2 tahun sekali. Lomba pertama kali, tahun 2015 saya telah mengikuti lomba menulis Esai dengan judul Gerakan Anak Bahagiakan Orangtua, Alhamdulillah menjadi pemenang kedua kategori Ibu Rumah Tangga. Banyak tema yang menjadi pilihan tema, antara lain; 

§ Islam dan Patriotisme Kebangsaan: Tantangan untuk generasi muda

§ Spirit Agama Sebagai Fundamental Wawasan Nasionalisme Indonesia

§ Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia

§ Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

§ Perwujudan cita-cita Islam dalam Kebersamaan Kebangsaan

§ Menggali nilai sosial Islam dalam pembangunan kerakyatan

§ Semangat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia

§ Spirit Islam, Nasionalisme dan Modernitas

§ Menggali Akar Kehidupan religius di Nusantara Pesantren dan

§ Wawasan Kebangsaan Indonesia


Saya mengambil tema, Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia. Saat itu, dikejar deadline, dalam waktu 7 hari harus bisa menyelesaikan tanpa acuan referensi apapun, hanya bermodalkan, pengalaman membina anak-anak muda di komunitas GABO (Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua) yang berada di Kediri, asuhan Ustadz Mahendra Darwis.

Lomba yang kedua ini, awalnya sempat ragu ikut lomba lagi karena sudah pernah menang, tapi ketika saya coba hubungi panitia melalui SMS, dijawab boleh asalkan beda tema. Nah, dari sini saya sudah membidik 1 tema diantara tema pilihan lainnya, yaitu Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.


ESAI yang kedua berjudul Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Tulisan ini dibuat secara totalitas karena memang sedang fokus, pikirannya tidak bercabang banyak, paling cuma 2 cabang, wkwkk (dasar emak-emak!!). Persiapan buku referensi dan pengalaman ketika berkecimpung di komunitas Al-Qur’an juga sudah mumpuni. Sempat down saat proses finishing karena nggak nemu benang merahnya, memasukkan tema islami kayak gini ke konteks kebangsaan. Saat itu, saya memposisikan diri sebagai muslim negarawan ala mahasiswa jadul. Hehe #norak ya, Alhamdulillah, atas izin Alloh, tulisan ini berhasil mencuri hati para dewan juri. 

Tips Spesial Memenangkan Lomba Penulisan ini hanya satu yaitu padukan teori kontekstual dengan kehidupan riil yang bunda jalani, awali dengan permasalahan dan akhiri dengan solusi. Kerangka esai hampir sama dengan kerangka makalah yang biasa kita buat saat kuliah dulu (masih inget, nggak?)

Yuk kita bedah judul yang saya buat, 

Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Jadi ada 3 kata kunci : 

generasi digital 

tahfidzul qur’an

nilai ketuhanan 

sudah bisa kita tebak ya, tema ini memang dekat kondisi terkini. Lahirnya generasi digital akibat kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat orangtua cemas, apa yang terjadi jika anak tanpa kontrol pegang gadget? Siapa yang menjadi generasi bangsa ini (tunjuklah anak-anak kita) aman dari bahaya gadget yang menyerang dari berbagai sisi? Psikologi, emosional, moralitas hingga spiritual. 

Nah, di sinilah solusi, tahfidzul quran menawarkan sebuah solusi untuk bunda, untuk menanamkan kembali nilai ketuhanan yang sudah dicontohkan generasi emas terdahulu. Kondisi eksternal pun akan bisa dihadapi dengan kalamullah yang terpatri dalam diri. 

Dalam konteks kebangsaan, sejak dulu, nilai ketuhanan sebenarnya sudah getol dicontohkan para pahlawan dalam berperilaku, baik di ranah politik, ekonomi, sosial dan budaya. Jadi, Pastikan tema yang diangkat harus bunda fahami. Supaya lebih maksimal dalam proses penulisannya nanti. 


Fraksi PKS Menunjukkan Tetap Concern dengan Persoalan Narasi Kebangsaan.

Tema yang diusung PKS ini tentang keumatan, kerakyatan dan nasionalisme Indonesia. Jadi, teman-teman...siapkan gagasan gagasan kalian jika ingin uji nyali dalam kompetisi menulis ini. Lomba tidak ditujukan untuk kader PKS namun untuk Umum, bahkan peserta disesuaikan dengan kategori masing masing (wartawan, pelajar, mahasiswa, umum, dan ibu rumah tangga).

Gagasan kalian akan disusun dalam bentuk buku, khususnya yang berasal dari juara 1 masing-masing kategori. Buku ini akan disebarluaskan ke seluruh jejaring Fraksi PKS di tingkat daerah. 

Ibu Rumah Tangga Bisa Berkontribusi Gagasan untuk Bangsa

Nah ini yang saya suka, dalam persyaratan lomba penulisan Esai Fraksi PKS DPR RI terdapat kategori ibu rumah tangga, sepertinya belum pernah saya jumpai di lomba menulis lain. Biasanya, cuma kategori umum. Kalau saya masuk kategori umum, sudah bisa ditebak, dikalahkan sama dosen-dosen yang benar-benar masih tercium aroma intelektual. Lah kalau emak-emak, yang tercium ya aroma kepulan asap atau sesekali aroma aspal jalanan karena bertugas jadi tukang ojek atau menjadi guru freelance. Hehe,



Terimakasih PKS, sudah memberi ruang meluapkan “kegundahan hati” untuk ibu rumah tangga. Secara status, memang kurang terpandang namun saya yakin sosok ibu baik yang bekerja di rumah atau di kantor selalu menyimpan gagasan berlian untuk Indonesia yang lebih baik. 

Bunda ingin berkontribusi di lomba Penulisan Esai selanjutnya? Yuk, kepoin websitenya, http://pks.id/ (Semoga diselenggarakan kembali) 


Menikmati Sajian Puncak Acara Tasyakuran Milad PKS Ke 19

Posted by with No comments

Alhamdulillah, Pukul 12.30 kami tiba di lokasi acara Hotel Grand Sahid Jakarta, Meski kursi di ballroom masih agak lengang, beberapa tamu undangan mulai berdatangan.

copyright by pks.id 

Lama diri ini mematung, Masih bengong, nggak percaya bisa menghadiri puncak acara Tasyakuran yang dirancang “keren”sedemikian rupa. Turut hadir pada petinggi partai PKS, Fraksi PKS DPR RI, Pasangan Calon gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan dan Sandiaga S.Uno, Dedy Mizwar, dan undangan spesial dari kader PKS.

Grand desain dari acara ini yakni gelar budaya, jadi konsep acaranya bernuansa kebudayaan, tidak hanya melibatkan kader PKS saja namun juga menghadirkan pengisi acara yang didatangkan dari kalangan profesional, seperti Inka Christie yang suara kece badai, Anto Baret & KPJ Jakarta, Orkestra 7, Immanissimo, Teater Kanvas, Sanggar Budaya Betawi ISBAT, Sinden Ghea, Videografer Garniyu Rijal, Bandung Juara Choirs, dan masih banyak lagi

copyright by pks.id

Konseptor acara ini ialah Irfan Hidayatullah, bagi beberapa penulis dari kalangan FLP tentu sudah tidak asing lagi, kan? Adapun team produksi terdiri dari show director, produser, art director, lighting director. Ish...ish....ishhh.....keren banget, kan?

Bagi orang kota, mungkin sudah biasa, tapi bagi emak ndeso macam saya ni melongo, liat acara kayak githu. Karena dulu pengalaman menggelar artshow ketika di pondok, jadi faham sedikit lah konsep suatu acara. 

Usai menulis daftar hadir di buku tamu, kita dijamu dulu, makanan di meja besar sudah siap, sebenarnya malu juga bawa suami dan anak-anak. 

“Duh, maaf mbak, jadi merepotkan nih?” kataku 

“nggak apa-apa ibu, nggak ada yang direpotkan, kami kan berkhidmat untuk masyarakat,” jawab panitia tersenyum,

Nyeeee....oke deh, lanjut donk kita serbu aneka makanan yang terhidang. Bersama undangan lainnya, kita tidak malu karena tidak ada yang kenal, terdengar riang suara beberapa anak kader yang turut hadir


Usai makan, wawancara (masuk tipi, tssaaah) kita langsung cushh ke acara inti. Melewati lorong-lorong hotel bikin saya termehek mehek. Hehe (maklum lah emak-emak belum pernah lihat hotel yang gede kayak gini.

Menikmati rangkaian acara milad ini dipenuhi warna warni nuansa hati, terbawa baper, di sini kami diingatkan lagi tentang Indonesia, kebudayaan dan kontribusi apa yang bisa kita berikan? 

Lebih detailnya, simak saja cuplikan video beberapa rangkaian acara berikut ini ya, ingin lengkap kunjungi channel Youtube PKS TV



Berikut ini video ketika pembacaan puisi



Cuplikan video tentang wayang orang

Cerita Perjalanan ke Jakarta Menghadiri Gelar Budaya MILAD PKS Ke 19

Posted by with No comments

5 Tahun yang lalu, Tahun 2012, saya bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba Blogger. Dan Kini, tahun 2017 juga bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba menulis Esai. Alhamdulillah, maklum emak desa kayak gini, belum pernah merasakan namanya travelling lintas kota. Jadi, sensasinya wow, githu.

Rabu, 26 September 2012

Perjalananku belajar dan mengajarkan Al-Qur’an

Posted by with 11 comments
        Kekagumanku pada Al-qur’an sudah ada sejak di sekolah tingkat dasar, tepatnya saat mendapat tugas Ramadhan, untuk mengisi buku panduan Ramadhan, kemudian meminta tanda tangan imam sholat. Tertulis juga pada salah satu kolom untuk memberi tanda hafalan surat. Hafalan? Saat itu aku hanya bilang pada diriku, aaahh!…tidak mungkin. Tapi lama-lama aku mulai penasaran, bagaimana caranya seorang imam bisa hafal surat yang ada dalam juz 30?? Jujur saja, di sekolah diniyah yang aku ikuti kala itu, tidak ada pelajaran tentang menghafal, tetapi hanya membaca, menulis dan memahami kitab kuning. Kalaupun menghafal, ya semampunya seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Selasa, 25 September 2012

Ceria Bersama Anak Jalanan di Hari Kemerdekaan

Posted by with 3 comments
Sejak tahun 2006, saya dan teman kuliah merintis sebuah lembaga sosial di Kota Malang  yang diberi nama Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca. Memperingati hari kemerdekaan memang selalu identik dengan kemeriahan suasana, mengikuti ajang lomba-lomba, dengan tujuan akan mempererat tali persaudaraan antar warga. Begitu juga tahun 2007, saat-saat menyenangkan bersama adik-adik binaan, kami semakin akrab, kedekatan sesama teman mulai ada, karena sebelumnya selalu ada ‘pertengkaran kecil’. Maklum, profesi pengamen  di tengah kerasnya kehidupan jalanan,  kerap menjadikan emosi mereka tidak stabil.

Selasa, 10 Juli 2012

Kolom Jawa Pos “Gagasan” yang tertunda

Posted by with 16 comments

          Alih-alih ngebet namaku tercantum di Koran ini, dalam semalam ngebut buat tulisan sebanyak 250 kata. Apalagi, udah punya NPWP yang menjadi persyaratan nulis gagasan. Terlintas inpirasi menulis padachari minggu siang, tentang motivasi masuknya siswa usai liburan. Eng-ing-eng…..^^ dibawah ini tulisannya :
(baca dong, kritik lebih oke tuh supaya tulisanku lebih mantapz lagi kedepannya)

Senin, 30 April 2012

Perempuan dan Korupsi

Posted by with 1 comment
        KORUPSI….memang tak ada habisnya dibicarakan di dunia maya, media cetak, dan televisi. Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir ada kasus yang melibatkan perempuan menjadi tersangka maupun terdakwa. Tak perlu saya ceritakan disini, tentunya anda sudah tahu. Saya atau anda mungkin mengelus dada mendengar berita tersebut. Attitude seorang perempuan benar-benar dipertaruhkan dalam lingkungan kerja mereka. Basically, bukan rahasia lagi kalau perempuan itu adalah makhluk memiliki perasaan halus dan peka. Bagaimana mungkin tindakan korupsi bisa dilakukan? Dimana nurani mereka, begitu tega memakai uang haram yang bukan miliknya?