Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

Cara Mengajar PAUD untuk Pemula

Posted by with 8 comments
Cara mengajar anak paud yang menyenangkan, bagi seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan PAUD tentu tidak akan mengalami kesulitan ketika mengajar anak usia dini. Lantas, bagaimana jika teman-teman yang tidak pernah mengajar anak paud? Kali ini, saya ingin berbagi cerita pengalaman ketika mengajar PAUD. Semoga aja bermanfaat, 

Awalnya saya ragu bisa menjalani 'profesi' ini. Sama anak sendiri saja kadang masih gemes sebel kok, gimana mau ngajarin murid-murid yang usianya masih kecil banget. Bulan ini merupakan bulan ke ke-6 terjun di dunia PAUD. Sejak tahun lalu, beberapa kawan sudah ada rencana mendirikan sekolah, dimulai dari PAUD ini, berharap bisa berkembang ke tingkat dasar dan selanjutnya. 

Tak disangka, saya kena tunjuk juga untuk membantu di operasionalnya, hingga kini saya memegang kelas Play Group (PG) yang usianya mulai dari 2, 7 tahun hingga 4 tahun. Wow, masa golden age!

Tengok foto ini, hihi....kuecil kan? 

Tidak ada pilihan lain kala itu, padahal saya ingin sekali fokus di dunia online. Tapi ya, tidak ada salahnya dicoba. Pernah sih,  ingin memiliki sekolah yang dikelola sendiri, namun karena masih mengumpulkan modal ini itu, belum pede juga merealisasikannya. Siapa tahu kedepannya nanti ilmunya berguna. Okey, bagaimana cara mengajar anak paud yang menyenangkan? berikut ini caranya....

Kegiatan siswa PG Saat Sentra Persiapan, belajar melipat

Pede
Nggak hanya ngajar anak ABG, butuh pede. Ngajar anak super kecil itu juga butuh pede. Apalagi, awal sekolah masih ditunggu ayah ibu. Cara meningkatkan rasa percaya diri dengan praktek langsung, mengamati cara mengajar guru lainnya. Salahsatunya, temen-temen bisa menghafalkan beberapa lagu anak untuk dinyanyikan didepan anak-anak. 

Cari yel-yel untuk mengkondisikan anak-anak
Suka ngobrol sendiri, doyan rame, itulah ciri khas anak-anak. Saya pribadi biasanya kesulitan mengkondisikan mereka karena suara ini benar-benar tidak support untuk jadi guru TK. hihi, butuh teriakan lantang dan lagu simple untuk menarik perhatian anak. 

Amati gaya mengajar guru lain
Magang jadi solusi terbaik ketika kamu hendak mengajar. Upayakan minimal 1 bulan secara kontinyu, jika benar-benar ingin tahu berbagai 'kasus' ketika pembelajaran. Di sana nanti, temen-temen akan menjumpai karakter anak dan ilmu psikologi secara riil. 

Fahami karakter anak
Tiap anak berbeda dengan yang lainnya, meski kasusnya sama tapi cara penanganannya berbeda. Misalnya, ketika ada pertengkaran, ada anak yang cukup sekali dilerai dan memahamkan. anak yang lain, butuh berkali kali diingatkan supaya tidak memukul temannya. 

Temukan solusi permasalahan secara cepat
Mengajar anak kecil kesannya sangat sepela namun ada sisi emosional yang harus guru kuasai. Di masa golden age ini, tidak cukup hanya sisi kognitif yang disentuh. Namun, bagaimana pembiasaan baik juga ditanamkan. Jangan menunda permasalahan kecil, misalnya,  anak mengompol, jangan malah dibentak tapi sering diingatkan melalui lagu atau pembiasaan lain. 

Tingkatkan kreativitas
Kreativitas sangat dibutuhkan tenaga pengajar PAUD, saya pribadi karena guru amatiran. awalnya, ya meniru guru lain dan sarana internet bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Selalu Ceria saat bersama anak-anak 
Senyum dan ceria dihadapan anak-anak adalah cara terbaik untuk menyalurkan energi positif. Ketika memiliki masalah apapun di rumah, jangan pernah terbawa saat mengajar. Ini pernah lho terjadi, ketika saya dalam kondisi yang sangat capek dan lagi banyak masalah. Di sekolah pun, pelampiasannya ke anak-anak. Namun, ketika saya berusaha ceria dan senyum di depan mereka, aura positif semangat pun ada.

Secara pribadi mengajar PAUD itu menyenangkan. Bisa jadi alternatif untuk refreshing, polah tingkah anak-anak, kelucuan mereka akan selalu dirindukan. Namun, ketika durasi pembelajaran PAUD di sekolah tempat saya mengajar itu sampai pukul 13.00 (full day school). Bayangkan, jika tidak totalitas, titik jenuh itu akan pasti ada. Suatu saat nanti, kalau saya punya sekolah, nggak kuat kayakanya ngajar begitu lama. Hihi....

Apapun profesinya. Lakukan dengan bahagia dan totalitas....

Siswa TK Prima Cendekia Islamic School usia 4-5 tahun 

Sekolah ini berada di kawasan Grogol, Kediri, Jawa Timur

Ingin tahu kegiatan sekolah kami? Lihat di sini ya (Klik) PRIMA CENDEKIA ISLAMIC SCHOOL




Selasa, 15 Desember 2015

Gagal Dapat Beasiswa Luar Negeri? Mungkin Ini Penyebabnya

Posted by with No comments
Beasiswa luar negeri selalu diburu kalangan mahasiswa yang masih berproses menyelesaikan tugas akhir. Berbagai persiapan dilakukan untuk bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa beasiswa luar negeri hanya bisa diraih mereka yang punya modal otak encer. Namun, faktanya banyak mahasiswa yang hanya dengan modal tekad dan kerja keras beasiswa luar negeri bisa diraih. Fakta berikut akan mengejutkan anda, banyak calon mahasiswa yang gagal mendapatkan beasiswa luar negeri hanya karena;


 Asal-asalan menulis lembar motivation letter

Kebanyakan mahasiswa menulis motivation letter fokus pada keunggulan pribadi. Menjual semua kelebihan mahasiswa sampai lupa pada tujuan penulisan adalah untuk orang lain yang berupaya memahami dan menilai penulis. Padahal keunikan yang tertulis dalam motavasion letter itu jadi tolak ukur keunggulan dibanding kandidat yang lain. 

motivation letter yang baik adalah motivation letter yang memenuhi kriteria sesuai harapan konsorsiumnya. Dilansir dari informasi kompas.com, banyak calon asal Indonesia yang kurang memahami relevansi antara program studi yang diambil dan rencana stelah lulus kuliah dengan beasiswa. Tak jarang, plagiat atau copy paste kerap terjadi. Pelajar Indonesia tidak terbiasa menyampaikan pendapat melalui tulisan, termasuk menulis motivasi untuk dirinya sendiri.

Dari segi kemampuan, nilai rapor dan bahasa yang dimiliki calon asal Indonesia cukup baik. terbukti dari nilai IELTS dan TOEFL sebagai syarat mendapatkan beasiswa. 

Cenderung memilih kampus bonafide

Anggapan kampus bonafide seringkali dijadikan patokan saat memilih perguruan tinggi. padahal belum tentu cocok dengan kemampuan dan tujuan studi. Adapula, memilih jurusan juga dipengaruhi keputusan orangtua, teman yang belum tentu sesuai dengan passion mahasiswa. Padahal pemilihan kampus atau tujuan sangat krusial saat berburu beasiswa luar negeri. 

Bagi anda yang sudah siap dengan peryaratannya. Perlu cek ricek lagi, apakah motivation letter yang anda tulis sudah sesuai dengan kriteria dan letupan isi hati anda? begitu juga, wawasan anda seputar kampus yang anda incar sudah sesuai dengan passion anda? Pastikan, rencana pendidikan dan karir usai keluar kampus dengan mendapat beasiswa berjalan sesuai harapan. Meraih masa depan yang lebih baik. 

Sabtu, 05 Desember 2015

Dicari : Pemimpin Muda Berakhlak Mulia

Posted by
"Baca ini, nak!” Laki-laki tua itu menyodorkan sebuah surat kabar yang bertruliskan :
“Rakyat Indonesia perlu keterladanan yang baik,” ujar Yudhoyono dalam pidato pelantikan anggota kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara pada hari kamis 21 Oktober 2004 (Republika 22/10/2006)
Mata Nauval (bukan nama sebenarnya) tertuju pada sebuah kolom yang bertajuk “Presiden Seru Menterinya untuk Jadi Teladan”. Sebelum menuju baris yang dimaksud ayahnya, ia memincingkan kedua kelopak mata. Apa maksud Ayah? Batinnya 

Pak Rizal, ayahnya ingin memancing pendapat Nauval tentang tulisan itu. Meskipun gelar mahasiswa baru ia sandang satu bulan yang lalu, ia ingin menunjukan bahwa sikap kritisnya sudah tertanam dalam jiwa mudanya. Iapun tenggelam dalam baris-baris kata. 
“aku mengerti, yah. Mengapa ayah tidak mau dicalonkan jadi kepala desa, satu tahun yang lalu” angguknya faham

“Meskipun banyak sekali dari berbagai pihak yang mendukung ayah. Tapi, ayah belum siap untuk menjadi kepala desa. Kamu tahu sendiri, kan? Bagaimana administrasi dan manajerial perangkat desa selama ini” jelas Pak Rizal pada Nauval 

Nauval hanya mengerutkan kening, seolah-olah ribuan ton zat kecemasan menggurat kulit-kulitnya. Ia berfikir, lantas sampai kapan kepengurusan yang tidak bertanggung jawab itu menyebar virus keresahan di desa ini? Tapi, pertanyaan itu ia simpan rapi di batok kepalanya. Ia tidak ingin memberi komentar apapun atas alasan ayahnya. 
“Semoga Pak.Bambang bisa jadi suri tauladan bagi masyarakat Indonesia, ya?” Ujar ayahnya sesekali menahan kacamatanya yang hampir jatuh

Perkataan ayahnya terdengar nyaring di telinga Nauval. Sebuah do’a yang teruntai dari mulut rakyat ini menunjukkan adanya titik pengharapan bangsa menuju ranah perbaikan, pikirnya

******


Saya mencoba mendeteksi zat kecemasan yang membanjiri pikiran Nauval tentang lingkup Leadership (Kepemimpinan). Pendapat pak Rizal tentang ketidaksiapan beliau untuk menjadi seorang pemimpin dapat dikategorikan masalah klasik. Memang benar, keteladanan menduduki posisi tertinggi saat menjadi pemimpin. Karena pada dasarnya, pengendalian kekuasaan yang berada dalam organisasi apapun selalu berada di tangan seorang pemimpin. Tak salah, bila saya mengolah sebuah kredo yang menyatakan ‘pemimpin bagaikan cermin’. Bayangan yang berada dikaca itu adalah anggotanya atau rakyatnya. Inilah, yang disebut dengan hukum pantulan. Berkas sinar datang dan pantul berada pada bidang yang sama dengan garis normal permukaan. Dengan kata lain, sudut datang sama dengan sudut pantul. 

Bisa diambil contoh, bila kita berdiri di depan cermin, akan tampak wajah kita dan berbagai benda di sekitar dan belakang kita. Wajah dan benda-benda itu akan tampak di depan kita. Tetapi, tidak demikian. Apa yang kita lihat di cermin adalah bayangan. Menurut model berkas, cermin datar (yaitu, cermin rata) menunjukkan bagaimana bayangan di bentuk oleh cermin. 

Dalam posisi yang demikian, pemimpin seperti cermin maksudnya?. Seorang pemimpin dituntut untuk membentuk bayangan -- adanya hubungan timbal-balik dalam mem-proses. Hal ini senada dengan, Trerry dan Frankin (1982) yang mendefinisikan bahwa kepemimpinan merupakan hubungan seorang (pemimpin) mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama melaksanakan tugas-tugas yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang diinginkan pemimpin atau kelompok. 

Menurut hemat saya, Nauval dalam cerita di atas sangat menyesali keadaan, ketika ayahnya menolak menjadi kepala desa karena ketidaksiapannya membentuk bayangan warga desa. Hal ini merupakan cambuk bagi Nauval untuk memahami arti sebuah keteladanan. ‘Ketidaksiapan’ bukanlah alasan logis bila sudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Justru, ketidaksiapannya itu akan berangsur-angsur pulih ditengah- tengah menjelajahi suatu kepengurusan.

Empat tahun silam, ketika itu saya masih duduk di kelas dua Aliyah sederajat dengan kelas dua SMA. Masih terekam di benak saya, betapa pentingnya berkecimpung di sebuah organisasi. Namun, pemahaman itu baru saya mengerti ketika saya harus menyesali sebuah tindakan konyol yang saya lakukan yaitu mundur dari pertarungan sebelum mencoba untuk bergelut sampai titik penghabisan. Saat itu, saya bersama teman-teman lainnya yang ditunjuk sebagai kandidat ketua organisasi intra yang berada di sekolah itu tengah mengikuti sebuah training kepemimpinan. 

Sebuah tamparan hebat bagi saya, ketika dijelaskan bahwa kepemimpinan sangat memerlukan unsur keteladanan. Secara tidak langsung, kriteria ‘baik’ dalam wajah pemilihan organisasi waktu itu haruslah menduduki tempat teratas. Namun, dibarengi potensi-potensi yang lainnya. Bahkan, seorang siswa dituntut untuk menjadi sample bagi yang lainnya bukan hanya skill ataupun kecakapan dalam berbicara di depan umum saja. Berkaitan dengan cara berfikir saya yang carut-marut akhirnya saya keluar dari arena orasi kandidat sebelum orasi dimulai.

Bukankah pengalaman ini selaras dengan tindakan pak. Rizal? 

Lambat laun, tindakan konyol inilah sangat saya sesalkan. Karena kesempatan untuk memimpin terbuang sia-sia. Dan, ini untuk yang pertama dan terakhir kali saya menghindar dari ranah pembelajaran untuk menjadi seorang pemimpin. Dan itu jangan sampai terulang lagi untuk yang kedua kalinya. Karena tujuan Tuhan menciptakan manusia tidak lain adalah untuk memimpin. Meskipun, ada kalanya dalam sebuah kepemimpinan itu menyimpan jutaan resiko yang akan hadir. Saya teringat pameo Soe Hok Gie yang sangat gigih berbunyi saya ingat situasi sulit daripada orang-orang idealis (seperti saya??) yang barangkali harus bertempur dua front melawan lingkungannya sendiri dan melawan musuh-musuhnya di luar hidupnya adalah kesepian yang abadi. 

Cerminpun dalam membentuk bayangan tak memilah. Semua benda yang berada di depannya akan dibentuk olehnya. Itulah prinsip yang seharusnya dipakai para pemimpin Indonesia. Beda halnya dengan realitas, kebanyakan mereka berlomba menduduki kursi utama sekedar bermain politik dan mengejar profit dalam jangka pendek. Bukankah hal ini dapat merugikan rakyat? Justru, kerugian inilah bukti dari ketidakmampuan seorang pemimpin dalam membentuk bayangan. Lagi-lagi, keteladanan menjadi prioritas dalam pemilihan pemimpin. Tak pelak, bagi Nauval dan saya sebagai para tunas-tunas bangsa lainnya yang berjiwa muda menjadi harapan bangsa untuk melanjutkan estafet perjuangan demi kesejahteraan rakyat.

Saat ini, Indonesia telah kehilangan daya mudanya. Padahal, jika Indonesia tanpa daya muda berarti Indonesia yang menyangkal jati dirinya. Nyaris tak terbayangkan, bagaimana Indonesia bisa merdeka tanpa dipelopori pergerakan kaum muda. Terbukti dalam Kompas (20/8/2005): Performa Indonesia setelah 60 tahun merdeka dilukiskan secara tragis oleh karikatur yang tua-renta, membungkuk, tuna daya, di bawah impitan krisis dan kanker ganas korupsi. 

Kejiwaan untuk Membentuk Bayangan

Jiwa-jiwa tenang yang terbentuk adalah keberhasilan cermin yang membentuk. Masih terkenang di benak saya. Sjahrir, ia memimpin Pendidikan Nasional Indonesia pada usia 22 tahun. Tan Malaka, Ia telah menjadi pemimpin Partai Komunis pada usia 24 tahun. Ir.Soekarno, ia mendirikan dan memimpin Partai Nasional Indonesia pada usia 26 tahun.. Mohammad Roem, ia telah menjadi ketua Lajnah Tandfiziyah Barisan Penyadar PSII pada usia 29 tahun. 

Mengapa pada usia belia, para founding father telah memegang kendali kepemimpinan politik? Kejarangan orang berpendidikan tinggi di masa itu, yang memahami gramatika gerakan politik modern, menjadi salah satu alasan yang menempatkan mereka dalam posisi terhormat.

Fiedler (1967) mendefinisikan pemimpin dengan pengertian “seseorang yang berada dalam kelompok, sebagai pemberi tugas atau sebagai pengarah dan mengkoordinasikan kegiatan kelompok yang relevan, serta sebagai penanggung jawab utama”. Lebih dari sekedar kriteria usia, kaum muda dianggap lebih mampu merefleksikan sikap-kejiwaan. Baik itu yang sisi intelektualitas ataupun emosional mereka. Meskipun, terkadang sikap idealis itu masih bersarang tapi sikap itu akan hilang perlahan-lahan bila dibarengi manajemen sumber daya manusianya yang menunjang. Secara global dan paling mendasar, sifat-sifat dan ciri dari kepemimpinan yang sukses itu dapat dijelaskan sebagai berikut : 

a. Watak dan kepribadian yang terpuji.
b. Keinginan melayani bawahan.
c. Memahami kondisi lingkungan.
d. Intelegensi yang tinggi
e. Berorientasi kedepan.
f. Sikap terbuka dan lugas.
g. Adil, jujur, benar, ikhlas, tegas, pemurah, alim, merendah dan ramah.

Pemimpin adalah sosok manusia dihormati, ia senantiasa memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan sosok yang memberi perintah. Itulah sebabnya, hukum pantulan masih tetap berlaku dalam memimpin begitu juga dengan rumus kepemimpinan yang mengatakan bahwa : 

E = MC2

Empowerment = Motivation + Capability + Capacity
Pemberdayaan = Motivasi + Kecakapan + Kemampuan
_ Motivasi adalah keinginan untuk menerapkan apa yang sudah kita ketahui.

_ Capability (Kecakapan) adalah keterampilan untuk melakukan sesuatu dengan benar (efisiensi)

_ Capacity (Kemampuan) adalah kesanggupan untuk melakukan hal yang benar (efektif)

Berbagai Pelatihan tentang kepemimpinan mulai menjamur, berbagai metode baik struktur maupun teori organisasi sudah lama dipelajari. Akan tetapi, masih saja nihil. Bahkan, setelah beberapa dekade Indonesia merdeka, ketidakstabilan sirkulasi kepemimpinan mulai terjadi. Lihat saja!!! Kita belum pernah mengalami dan mengerti bagaimana memutar roda kepemimpinan tanpa krisis dan keributan. Karenanya, bisa dimengerti jika, dalam menyelesaikan perkara ini nanti, akan terjadi tarik-menarik yang seru antara berbagai kekuatan strata yang berada di Indonesia. Seperti yang sudah kita alami, kalau hal demikian terjadi, satu, atau semua, kekuatan dari berbagai aspek yang bersaing itu akan mencari "kaki" ke bawah, ke kalangan pemuda. 

Dicari : Pemimpin Muda Berakhlak Mulia

Guna menerapkan Hukum Pantulan pada sebuah cermin, dalam proses pembentukkan bayangan pada rakyat, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin muda yang memiliki moralitas tinggi sebagai pembentuk bayangan. Sungguh, Indonesia sangat merindukan pemuda-pemuda Indonesia bangkit meniti perubahan bangsa yang telah sekian lama jatuh bangun. Kerinduan Indonesia akan pemimpin yang senantiasa melayani rakyat bisa dikatakan jarang. 

Kini, jiwa-jiwa muda kami berontak melanglangbuana untuk mendapatkan tempat yang layak yakni sebuah wadah untuk menyalurkan inspirasi dan potensi guna merubah kondisi bangsa yang tengah sekarat. Namun, di mana lagi kita dapat menemukan wajah-wajah pemimpin yang menyimpan serat-serat keteladanan? Di Kelas? Organisasi? Desa? Ataukah Pemerintah? Sampai kapan Indonesia yang terkenal dengan kekayaan alamnya miskin moralitas? Albert Einstein mengingatkan “ Kita harus waspada, agar tidak menjadikan intelektual sebagai dewa kita. Ia tentu saja memiliki kekuatan otot, tetapi bukan kepribadian. Ia tidak bisa memimpin, ia hanya bisa melayani”

Ketidakberdayaan seorang pemimpin dalam mengelola tanggung jawab sangat dipengaruhi kadar kepribadian yang ia miliki. Akhir-akhir ini, pelbagai problematika selalu menghantui bangsa. Telah sekian banyak potret kepemimpinan yang selalu gagal karena ketidaksiapan mereka dalam proses pembentukan bayangan. Dengan tulisan ini, saya ingin menyapa bapak dan ibu yang duduk di suatu lembaga kepengurusan. Entah itu, kelurahan, kabupaten ataupun di pemerintahan. Yang saya usung sebagai pahlawan bangsa penjaga gawang kemakmuran rakyat. 

Mari kita berlomba-lomba menjadi cermin yang berkualitas untuk membentuk bayangan yang berkualitas pula. Saya yakin, semua penghuni bangsa tercinta ini sudah bosan atas apa yang telah terjadi. Sungguh, kami sudah capek. Sebenarnya, kelelahan kami telah sampai pada puncak titik jenuh yang paling ujung. Namun, kami membungkam, karena kepalsuan akhlak para pemimpin yang tidak bertanggung jawab itu mengunci rapat-rapat mulut kami. Sehingga, untuk berbicara sepatah dua patahpun kami tak sanggup. Saudara-saudaraku yang masih berjiwa muda! Ketika kita merasa muda, seharusnya rasa tanggung jawab untuk mengelola hasil perjuangan para pahlawan itu masih melekat. Meskipun terkadang, kita masih saja meragukan kemampuan. Tapi, jangan coba-coba menjadi pengecut seperti cerita pak.Rizal !!! Saat ini, Indonesia merindukan pemimpin Muda beraklak mulia yang mampu menjadi cermin berkualitas hingga terbentuk bayangan yang berkualitas pula, karena hukum pantulan masih berlaku dalam ranah kepemimpinan.


Esai Menpora tahun 2006 


Jumat, 04 Desember 2015

Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris, Kuasai Pronunciation Sebelum Grammar

Posted by
Cara cepat belajar bahasa inggris selalu jadi topik paling hangat di dunia pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, karyawan, blogger, dan semua lapisan masyarakat berupaya untuk terus memperbanyak pengetahuan seputar bahasa inggris. Sebagai seorang blogger, saya menyadari kemampuan dasar bahasa inggris harus dimiliki.

Hidup di era informasi seperti sekarang, posisi blogger punya kontribusi penting untuk menyumbangkan buah pikiran, menuliskan kembali di blog atau website supaya dibaca orang lain yang mencari informasi dari internet. Tentu hal ini sangat bermanfaat bagi orang lain. Andai saja, blogger "mogok"  nulis dan mogok berbagi pasti muatan konten di internet sangat sedikit. Padahal sekarang saking canggihnya ponsel pintar, semua informasi bisa dicari hanya dengan sentuhan, benar-benar dunia dalam genggaman. 

Kenapa harus bisa bahasa inggris? ya, meski nggak pintar harus ngecriwis minimal kita faham, mulut tidak kelu ngomong bahasa inggris begitu juga telinga tidak asing jika mendengar orang bicara bahasa inggris, siapa tahu pas lagi liburan kita bertemu turis bule yang lagi liburan. Tahun 2004, sebelum lulus SMA saya sudah bisa meraba, bagaimana potensi bahasa inggris ini di masa depan. Saat itu saya lagi nyantri di salah satu pondok di Ponorogo yang concern di pendidikan dan bahasa.


Akhirnya, saya pun mengambil jurusan bahasa Inggris saat kuliah di Malang. Jujur, dalam memahami basic nyaris nol seperti belum nancep githu, bagaimana cara cepat belajar bahasa Inggris dengan mudah tanpa ragu. Saat itu, saya masih menganggap bahasa inggris itu adalah knowledge, asal kita tahu saja sudah cukup padahal bahasa inggris itu adalah skill yang harus terus diasah.

Perjalanan selama setahun di jurusan bahasa inggris bangku kuliahan bisa terbilang baik. Namun, entah kenapa saat itu benar-benar goyah karena banyak faktor, karena kesibukan sosial di luar kampus membuat saya memilih keluar dari jurusan tersebut dan pindah jurusan baru yakni manajemen yang tidak memutuhkan "fokus belajar", hihi....terdengar lucu mungkin ya? karena saat itu, saya belum benar-benar enjoy menikmati proses pembelajaran di kampus. Eits, soal prestasi juga jangan salah lho, saya termasuk mahasiswa yang disukai dosen dalam hal speaking, dapet nilai terbaik di 2 semester untuk mata kuliah Speaking 1, writing 1, reading 1, structure 1. So, prefect dehhh.....

Terbentuk pula sebuah club bahasa inggris yang terdiri dari mahasiswa KEREN yang niat mau jadi mahasiswa berprestasi. tujuannya jadi tempat sharing bareng seputar bahasa, terutama latihan speaking. Kita hanya ber-enam, banyak dari teman-teman kini yang sudah jadi dosen di Amerika serikat. dan sudah jadi doktor. Helloooooow, saya ngiri banget lho.....Tapi inilah hidup, semua pilihan ada konsekuensinya. Dulu saya tidak mau merasakan lelah belajar, saya mau nyari enjoy tapi sekarang saya hanya memiliki skill menulis tanpa memiliki skill bahasa inggris. Menyesal memang di belakang, hehe tapi tidak patah arang untuk bangkit lagi.

Dalam tahapan ini, saya coba mengulik kesalahan saya waktu itu memahami cara belajar bahasa inggris. Saya terlalu malas memahami grammar, karena dulu diawal buku-buku bahasa inggris selalu berbau grammar, "Kalau kamu mau pintar bahasa inggris, hafalin tuh rumus, structure lainnya dan banyakin vocabularies. Hadeeeh.....sekarang saya ingin memahami dari akar permasalahan, kenapa kita bertahun-tahun mengerti bahasa inggris tapi ketika dewasa enggan untuk menggunakannya dalam hal speaking dan writing?

Apakah anda punya kesulitan yang sama seperti saya? yuk ah, semangat belajar lagi, kita bisa belajar otodidak dari internet asalkan menemukan tutor yang tepat dan tidak membawa ke hal-hal yang bikin pusing,  Dan, tenyata dari hasil saya mengulik untuk tahap awal nih, menguasai Pronunciation dulu sebelum grammar itu jauh lebih penting. Kenapa?

Banyak orang beranggapan menguasai bahasa inggris itu harus menguasai grammar. Kita mengenal American English dan British English, dimana keduanya ini termasuk dalam modern english yang sebelumnya ada Old English dan Middle English. Coba perhatikan, perjalanan bahasa inggris memiliki periode, ini membuktikan orang barat saja tidak memiliki standrad pakem dalam berbahasa, artinya grammar bukan tujuan.

Orang barat juga tidak memiliki kesepakatan yang sama dalam grammar, dalam pengucapan, dalam kosa kata. Bahkan, tidak jarang kita mendengar lirik lagu mereka tidak sesuai grammar. Kenapa kita takut salah? Dalam bidang apapun, kita tetap butuh komitmen untuk terus belajar dan mengasah skill. Menguasai Pronunciation sebelum grammar jadi trik cara cepat belajar bahasa Inggris.



Rabu, 25 November 2015

Kisah Guru Tanpa Kedua Tangan ini Sungguh Inspiratif

Posted by
Namanya Untung, lahir tanpa kedua tangan. Usianya kini 45 tahun. Seperti guru pada umumnya, Untung memiliki banyak kegiatan mengajar. Kini, Untung bertugas di sebuah sekolah. Madrasah Miftahul Ulum, di Desa Batang-batang Laok, Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Jarak rumah Untung menuju sekolahan bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Segala sesuatunya Untung persiapkan tanpa bantuan istri atau keluarga. Seperti kepala keluarga pada umumnya, Untung menjadi sosok suami dan ayah yang bertanggung jawab, selalu semangat tanpa berkeluh kesah. 

Dilansir dari www.news.liputan6.com lebih dari 2 dekade Untung mengajar, gajinya masih Rp 300.000 per bulan. Walau tidak memiliki kedua tangan, Untung tidak kesulitan mengajar. Gaji kecil disertai segala keterbatasan bukanlah menjadi halangan Untung untuk terus mengajar karena baginya mengajar adalah bentuk pengabdian. 

Untung lahir dari keluarga petani miskin, sejak kecil orangtuanya selalu beranggapan jika Untung adalah anak cacat dan tidak perlu sekolah. Tetapi Untung tidak patah semangat, ia terus maju dan melanjutkan pendidikan di pesantren desa karena orang tuanya tidak punya biaya. Kini, Untung menjadi salah satu guru favorit. 

Untung bertekad akan mengabdi sebagai guru hingga akhir hayat. Karena, ia ingin memberikan kontribusi sebanyak mungkin untuk generasi muda. Sekaligus menjadi jembatan ilmu untuk anak didiknya. Tak heran, tekadnya ini menular ke beberapa anak didik yang telah berhasil, seperti  Sofyan yang menjadi sastrawan dan siap melanjutkan pendidikan lewat beasiswa ke Jerman.

Motto hidup Untung yang bisa menjadi inspirasi guru lainnya yakni jangan menyerah pada keadaan, berikan yang terbaik untuk orang lain.





Selamat Hari guru 

25 November 2015

Guru adalah sungai tempat kecintaan terhadap ilmu, pengetahuan dan kemanusiaan mengalir
Guru adalah jembatan masa depan sebuah bangsa, bahkan guru merupakan sebuah peradaban 
Guru adalah monument cinta akan masa depan anak cucu kita yang lebih baik 
(Anis Matta)






Selasa, 24 November 2015

Mendidik Anak Laki-laki Ternyata Mudah Jika Membiasakan 10 Perilaku ini

Posted by with No comments
Mendidik anak laki-laki berbeda dengan mendidik anak perempuan. Anak laki-laki cenderung lebih kaku daripada anak perempuan. Banyak orang tua yang mengeluh susah mendidik anak laki-laki. Membentuk kedisiplinan memang butuh proses dan kesabaran. Semua bermula dari ‘tekad’ seorang ayah dan ibu untuk menerapkan kebiasaan yang baik dari rumah. Mendidik mulai dari kecil biasanya memang lebih mudah dan akan membekas hingga dewasa kelak. Mulai usia 0 hingga 5 tahun, sebagai orang tua harus punya kedisiplinan yang tinggi dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik dari rumah. Berikut 10 Perilaku baik yang harus anda biasakan dalam mendidik anak laki-laki;



1. Kenalkan Tuhan

Mengenalkan anak pada Tuhan Yang Maha Esa adalah tugas utama kita sebagai orang tua. Tuhan, dimana tempat kita meminta dan berkeluh kesah. Jika anak-anak dewasa, mereka sudah tidak bersama dengan kita. barangkali nasihat kita akan diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, mulai sejak dini anak-anak harus kita kenalkan ajaran tauhid. 

Anak akan mengenal Alloh dengan sifat-sifat Jalaliyah-Nya, dalam setiap suka dan duka anak-anak akan mengingat Alloh sebagai Tuhannya. Kehidupan yang mereka jalani akan berliku penuh onak dan duri, tiada pedoman yang abadi dan hakiki kecuali aturan Tuhan aturan syariat yang mengikat. pada tahap ini pula, anak-anak akan selalu memiliki karakter-karakter yang baik. 

2. Mengasah Rasa Sayang dalam kondisi apapun
Sebagai orang tua, rasa sayang harus kita tunjukkan saat kita dalam keadaan bahagia ataupun sedih. saat anak melakukan kesalahan ataupun tidak. jangan sampai anak-anak merasa tertekan jika mereka melakukan kesalahan. anak-anak memang selalu membuat ulah, anggap saja mereka kreatif dan kita harus tetap menunjukkan rasa sayang. 

3. Support anak 
Tidak semua anak memiliki kelebihan kemampuan kognitif, banyak orangtua yang menganggap bahwa anak pintar itu disayang mama. apakah mama tetap sayang jika anak tidak pintar? dukunglah selalu anak anda, di saat mereka mengenal sesuatu yang baru. 

4. Abaikan gadget, bermain bersama
Di era teknologi seperti sekarang, banyak sekali godaan yang mengintai orangtua. godaan gadget yang membuat anak merasa  dnomorduakan. sejenak, simpanlah gadget anda di saat bersama anak-anak. berikan waktu yang berkualitas dengan mereka. 

5. Tumbuhkan cinta pada keluarga
benih cinta harus kita tanamkan dari lingkungan keluarga. cinta pada adik, kakak, tetangga, tanaman, binatang peliharaan dan kecintaan kita pada lingkungan. di sini, anak laki-laki ketika dewasa kelak akan memiliki rasa cinta pada siapapun dan akan berdampak pada karakter..

6. Jadilah idola, favorit anak
Bukan lagi sponge bob, naruto,barbie atau tokoh kartun lainnya. tapi jadilah idola mereka. jadilah sosok yang spesial di hati anak-anak.

7. Jadilah tempat yang nyaman untuk bercerita
Luangkan waktu sebelum tidur untuk mendongeng bersama, bercerita, saling membacakan buku. pilih topik-topik yang menanamkan karakter, tokoh pahlawan yang berjasa atau cerita sejarah agama kita.

8. Ajarkan Kesabaran dan Ketegaran

dari point nomor 7, membacakan dongeng. sebenarnya banyak sekali manfaatnya. sejarah para tokoh pahlawan yang memiliki cerita heroik pasti selalu tersimpan kesabaran dan ketegaran para tokoh. orang tua juga harus menerapkan karakter ini dengan baik saat berinteraksi dengan anak-anak. sabar ketika anak berulah dan ajarkan ketegasan dalam mengambil keputusan. 

9. Jadilah ibu yang pemberani 

Seorang ibu selalu identik dengan lemah lembut. ibu perlu membiasakan tindakan keberanian. misalnya, berani ketika ada tikus, yang biasanya banyak yang takut atau jijik. atau hal-hal lain yang membuat anak akan meniru perilaku tersebut. 

10. Menghormati Orang Lain
bersikap sopan santun pada orang lain juga harus kita tanamkan pada anak-anak. menghormati orang yang lebih dewasa. contoh yang paling sederhana adalah sampaikan kata "permisi"jika melewati sekelompok orang dewasa. membiasakan mengucap salam dan salim (menjabat tangan). 

Persiapkan jagoan anda sejak dini, mempersiapkan segala karakter baik untuk menghadapi lika liku kehidupan yang akan datang, sebagai orangtua, kita tidak selamanya bersama mereka, mendampingi mereka, menegur bahkan ketika dewasa kelak, banyak keputusan yang harus dia putuskan sendiri. mendidik anak laki-laki makin mudah, jika anda membiasakan 10 perilaku diatas. Anak laki-laki adalah pemimpin keluarga, kelak mereka juga akan mewarisi karakter baik untuk anak-anak mereka. Ingin membuat sekolah TK? Baca Cara Membuat Sekolah TK


Minggu, 22 November 2015

Cara Membuat Sekolah TK

Posted by
Membuat sekolah PAUD/TK sebenarnya sangatlah mudah asalkan sudah siap lokasi, guru, siswa dan materi. Anda bisa memulai terlebih dahulu segala macam kegiatan seperti sekolah pada umumnya. Soal perijinan bisa diurus belakangan jika belum siap. Lokasi bisa anda gunakan tempat tinggal atau rumah pribadi dengan desain yang apa adanya. Karena siswa PAUD/TK tidak terlalu rumit tentang perlengkapan fasilitas. Anda hanya perlu mematangkan konsep atau keunggulan apa yang ingin anda tonjolkan dari sekolah rintisan anda. 

Selama satu tahun lebih saya berkecimpung di dunia pendidikan, terutama SD dan SMP sudah menjadi bekal bagaimana pola kerja sebuah lembaga pendidikan dibawah nauangan yayasan. Anda pun bisa melakukannya, karena secara legalitas sekolah akan diperhatikan pihak pemerintah. Kini, saya bersama kawan-kawan akan mendirikan PAUD/TK. Apa saja yang sudah kami persiapkan?


Nah, dalam postingan kali ini, saya akan memberikan informasi seputar prosedural membuat PAUD/TK. Pagi tadi kami melakukan rapat “finish” penentuan pengurus yayasan dan lembaga pendidikan,. Jadi secara operasional, masing-masing memiliki jobdesk yang berbeda.

Januari 2015, kami siap beroperasi membuka pendaftaran dengan konsep yang matang berbasis full day school. Sementara sudah ada 10 siswa yang mendaftar, semua berasal dari keluarga dan kawan terdekat. Anda yang punya rencana mendirikan PAUD/TK tidak perlu khawatir jika hendak memulai karena biasanya banyak sekali saudara kita yang memiliki anak. Itu saja anda targetkan. Berikut tahapan yang harus dilakukan jika anda hendak melegalkan sekolah PAUD/TK yang anda rintis. 

1. Foto copy akta notaris yayasan 

2. Foto copy Keterangan Domisili Usaha dari kelurahan 

3. Foto copy Rekomendasi dari RT dan RW setempat 

4. Foto copy Surat persetujuan warga, dilampirkan foto copy KTP masing-masing

5. Foto copy Surat Rekomendasi Lurah 

6. Foto copy Surat Rekomendasi Camat 

7. Foto copy Surat Dukungan dari 3 TK sekitar 

8. Foto copy surat rekomendasi dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pada tahap ini, ada survey lokasi oleh pengawas TK. 

9. Foto copy surat kepemilikan tanah/surat kontrak bangunan 

10. Foto copy SK Kepala TK dan SK guru 

11. Data jumlah siswa 

12. Peta Lokasi 

13. Profile sekolah Setelah semua data lengkap, dijilid.

14. pengajuan permohonan ijin operasional TK kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota.

Saat ini, saya dan kawan-kawan masih pada posisi tahap dasar yaitu mendaftarkan yayasan ke akta notaris. Perkembangan selanjutnya, akan saya share di sini, selamat mendidik….

Untuk membangun kelembagaan yang profesional, kita butuh tim yang solid. Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari lembaga infaq yaitu KAI (KOTAK AMAL INDONESIA) CABANG KEDIRI 

Informasi tambahan : 

Klik paudni.kemdikbud.go.id terkait informasi Persyaratan Mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2015,berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 84 tahun 2014 tentang Pendirian Satuan PAUD. Adapun satuan PAUD terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK), Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Blog seputar perkembangan siswa PAUD/TK, Model pembelajaran, Kurikulum, legalitas hingga hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas guru akan saya share di  PAUDYTIKO





Sabtu, 30 Agustus 2014

Generasi Muda Bisa Mengubah ‘Dunia’

Posted by with 7 comments
Emang bisa apa sih anak muda tuh? Pengalaman dikit, uang nge-pas, sibuk pacaran dan sibuk ma tugas sekolah? Anak muda bisanya cuma nge-galau, nggak punya prinsip daaaan nggak bisa peka ama masalah sosial.

Ah...masa’ sih?

Rabu, 25 Desember 2013

Jembatani e-Learning dengan Program Suka Baca

Posted by with 4 comments
Zaman sekarang, sekolah mana yang tidak ingin melihat anak didik beserta guru, melek perkembangan teknologi? Salah satunya di sekolah SMP Swasta, tempat saya mengajar. Di usianya yang baru menginjak 3 tahun, saya beserta guru lainnya gencar melakukan promosi tentang adanya penerapan program e-learning dalam segala aktivitas pembelajaran di sekolah. Tertulis jelas di brosur sekolah kami One Child One Laptop, harapan nantinya siswa yang akan bersekolah di SMP Islam swasta ini mendapatkan fasilitas laptop untuk menunjang kegiatan belajar yang dilakukan tanpa handbook.

Menarik, bukan?

Kamis, 07 November 2013

ABG YAHUT PUNYA 7 ICON

Posted by with 10 comments
Hellooo…para ABG yang lagi kesepiaaaan, sering ngerasa mellow mellow galau? Atau sekarang lagi hepi barusan ketemu si merpati? *halllaaaah

Apa kabar? Masih tetep semangat, kan? Ya iyalah lha wong masih muda. Masih enerjik githu. judul postingan di atas ngga ada kaitannya dengan girlband tenar, loh. Eh..eh..eh…jangan keburu ditutup ye. Saya Cuma pengen sharing aja soal ABG. Yeee, Anak Baru Gede. Loe ngerasa, gede nggak? Kalau nggak silahkan close aja lamannya. Kalau loe ngerasa ABG Gaul, baca sampe habis ya tulisan ini. *dikit kok

Selasa, 22 Oktober 2013

Korupsi di Mata Siswa Es Em Pe

Posted by with 1 comment
Usai mengulas habis soal UTS, saya coba bikin tantangan ke siswa untuk membuat ‘coretan’ mengenai korupsi. Masalah ini lagi naik daun di media mana pun. Masalah yang bikin masyarakat biasa gerah, gemes pengen berkomentar banyak. Mungkin korupsi jadi sorotan orang dewasa. Anak kecil atau remaja tak mau tahu soal beginian, mereka hanya tahu betapa asyiknya dunia mereka. Nah, rasa penasaran saya akan ‘pendapat’ para remaja soal korupsi jadi agenda khusus proses pembelajaran hari ini.

Rabu, 09 Oktober 2013

Remaja, Wujudkan Rasa Cintamu dengan Berkarya

Posted by with 1 comment


Namanya Vega, seorang remaja putri yang kini duduk di bangku SMP. Vega termasuk siswa yang cerdas di sekolahnya, saat SD ia selalu mendapatkan peringkat pertama. Ia memiliki sebuah klub, eh tapi bukan klub ala cerrybell loh yang demen sama jogetan ala Korea. Meski beranjak remaja, mereka nggak begitu ‘mendewakan’ artis remaja yang kini emang lagi hot-hot nya nge-dance. 

Anggota klub hanya terdiri dari 6 siswa, semuanya putri. Dalam klub yang dinamakan cerrysmart, mereka punya banyak program selain belajar bareng, mereka suka jalan-jalan, suka sharing, doyan makan, dan yang nggak kalah kerennya, mereka doyan ngaji. Weiiiihh….jarang banget, kan….denger remaja doyan ngaji. Mereka punya prinsip yang unik, bikin para temen cowok agak bergidik. Mereka punya yel-yel “nggak bakal pacaran!” 

Oooowwwhhh, kejem banget yak?!?! 

Nggak, fren. Ini bukan kejam, ini komitmen anggota klub yang pengen banget-banget berkarya buat Indonesia. Pengen nge-bahagiain ortu. Pengen nyenengin guru, karena berkat jasa guru mereka dapat ilmu yang nggak ternilai. Eh, satu lagi….mereka nggak ingin mati sia-sia alias punya bekal ‘karya’ yang bisa mereka bawa pulang ke AKHIRAT, “Yaa Tuhan….ini loh segala kebaikanku saat aku hidup di dunia, hanya untukMu…untukMu…… 

Semua anggota klub selalu mengingatkan tentang keikhlasan, kesabaran, kebaikan. Sebagai manusia biasanya, khilaf atau salah bahkan ujian pasti akan selalu ada, bukan hanya orang tua tapi juga remaja. 

Rasa ‘suka’ yang tiba-tiba nongol saat ketemu cowok ganteng di kelas, mall, bioskop bahkan di perpus. Bisa jadi godaan bagi anggota klub. Tapi, satu hal yang bikin mereka nggak begitu perhatian, karena mereka selalu bersaing untuk menang di ajang kompetisi. Vega pernah memenangkan Debat English Contest Se-Kediri, Aisya menggondol medali emas Math Challenges di Malaysia, Rena yang sudah nerbitin novel remaja, Fatima yang gila sama jepretannya ala fotografi dan kini tergabung dalam komunitas photography for teens se-Indonesia. Dan anggota lain masih punya segudang prestasi lainnya….



Gambar di ambil dari sini 

Hei girls and boys, bagaimana dengan kalian?

Notes : cerita di atas hanyalah fiktif, terinspirasi dari banyak komunitas. 

Buat para remaja, gaul bukan berarti ikut tren yang ada di televisi atau media. Bagi saya, gaul adalah sebuah moment dimana kalian bisa eksis menunjukkan, “who are you?” dengan karya nyata kalian, tak sekedar prestasi akademik tapi tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah remaja luar biasa. 

# Tulisan ini spesial saya persembahkan untuk seluruh siswa SMP IT BINA INSANI KEDIRI. Love you all……. 

Senin, 30 September 2013

Inspirasi dari Teater Keliling

Posted by
Usai melihat tayangan Kick Andy tanggal 27 September 2013 yang bertajuk Cinta Indonesia, saya merasa takjub sekaligus menyadari betapa ‘kurangnya’ kontribusi saya pada Indonesia. Tidak perlu menjangkau skala internasional, untuk lingkungan hingga keluarga pun masih jauh dari nilai plus. Sebagai ibu urmah tangga yang lulusan Sarjana merasa tidak berguna. Eh, belum ada ukuran standar ya. Atau, mendapatkan materi untuk keluarga menjadi tolak ukur?

Bukan. Bukan ini maksudnya, tentu lebih pada karya yang bisa kita hasilkan. Lebih dari sekedar masak, mencuci, nyapu atau ngepel.

Kamis, 12 September 2013

WAFA : Ajaibnya Dongeng Saat Mengaji

Posted by with 8 comments
Anak malas mengaji? Terlebih jika anak masih duduk dibangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar? Jangan khawatir, cerita ini bisa anda jadikan tambahan referensi saat mengajar. 

Memasuki jam pelajaran Al-Quran, siswa berlarian menuju tempat kelompoknya. Saya pun sudah menenteng alat peraga dan perangkat metode pengajaran WAFA. Untuk menertibkan siswa saja saya membutuhkan waktu 10 menit, karena memang sebagian siswa termasuk anak super yang doyan banget bermain. Berlari, melamun, duduk di meja, bertingkah aneh mencuri perhatian siswa lainnya itu sudah hal biasa. Ada 1 siswa yang bikin saya gemes, namanya Azia, pasalnya sudah 2 hari ini dia mogok ngaji. Tidak ada alasan, dia hanya mengunci rapat mulutnya saat saya dan guru pendamping mengajaknya ngaji secara individual bukan baca simak. Sekali, dua kali, berkali-kali tidak mau juga.

Sabtu, 13 Juli 2013

Launching Taman Baca yang Mengesankan

Posted by
Meski saya sudah berpengalaman 5 tahun sebagai pekerja sosial, tetap saja ada rasa ‘khawatir’ yang menggelayut ketika merintis sebuah paguyupan sederhana, seperti taman baca ‘KITA’ yang kemarin di-launching.


Saya dan suami menyusun agenda buka bersama dan nonton film pake LCD. Senang melihat anak-anak tetangga yang berjumlah 50 anak berkumpul. Mereka antusias, mungkin baru pertama kali nonton ‘layar tancap’ di era teknologi.  WOW, ‘sesuatu’ banget bagi anak desa. 

Sabtu, 10 November 2012

Guru, Karenamu Telah Kutemukan ‘Substansi’ Belajar

Posted by

Prolog
Tepat 6 tahun yang lalu, saya duduk dibangku SMA, di sebuah pondok pesantren modern putri Ngabar Ponorogo. Jika saya dan teman-teman ditanya soal pelajaran yang kami sukai, pilihan itu jatuh pada 2 opsi yakni IPS atau Matematika? Meski keduanya sangat penting dipelajari, kami selalu menanti hari Senin, dimana hari senin usai istirahat, ada pelajaran IPS yang selalu ‘seru’.

Rabu, 07 November 2012

Padukan Kekuatan KPK dan KAK (Komunitas Anti Korupsi)

Posted by
Kini Korupsi di Indonesia sudah menjadi bagian dari life style, bukan lagi disebut membudaya, tapi lebih pada permainan seni korupsi, tak sekedar ‘mencuri’ uang negara tapi koruptor sangat ‘kreatif’ mengemas hasil korupsi, sehingga KPK sulit memberantasnya.

Dari sekian banyak tugas dan wewenang KPK, sekaligus roadmap yang telah disepakati menjadi pencerah bagi kita, bagaimana KPK berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan Indonesia dari para koruptor, baik kelas kakap ataupun kelas teri dengan berbagai modus. Jika saya jadi ketua KPK, adapun proses penindakan korupsi dan pencegahan yang akan saya terapkan antara lain; 

Penindaan korupsi: untuk memberikan efek jera pada koruptor kelas kakap, mereka harus dimiskinkan, sel penjara yang akan menjadi tempat mereka didesain angker dan tidak ada beda dengan narapidana lainnya, meski bukan negara islam, saya ingin hukum potong tangan bisa diaplikasikan. Saya yakin ini akan lebih efektif untuk menekan lahirnya ‘koruptor’ baru.

Pencegahan : dengan fasilitas teknologi-media sosial, saya akan memaksimalkan peran komunitas dalam setiap lini, baik secara peranan, kemampuan, atau domisili. Tiap komunitas punya target yang jelas dalam melakukan ‘pencegahan’ korupsi. Misalnya;

- Komunitas Ibu Rumah Tangga anti korupsi, senantiasa menguatkan suami untuk tidak korupsi uang atau waktu dan memberikan pendidikan kepada anak-anak, 

- Komunitas guru anti korupsi dengan menerbitkan buku, kekuatan dongeng atau teater di sekolah, yang sarat makna anti korupsi sebagai media pembelajaran.

- Komunitas PNS, karyawan, buruh, pengusaha anti korupsi.


*memaksimalkan komunitas yang terorganisir akan memberikan edukasi efektif, karena korupsi adalah ‘benalu sosial’ yang harus dicegah mulai lingkungan terkecil.













Tulisan ini diikutsertakan lomba blog KPK, 


bisa dilihat di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/475/Nurul%20Habibah.html