Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Dekap Bunda Dalam Asa

Posted by
Waktu begitu cepat berlalu, andai bunda boleh memutar kembali waktu. Kupinta kau tak cepat besar, Nak. Bunda rindu imut-mu, lucu dan gemasnya kedua pipimu yang amboooi sekali bila disentuh. Waktu bunda nyaris habis di depan laptop, meski kau faham bunda lagi kerja. Dan, kau asyik bermain kembali bersama kawan. Si unyil, Yaya yang ingin main kejar-kejaran hanya bunda sempatkan 5-10 menit. Bunda tau,,, bunda salah!

Target bunda berantakan, layaknya guru...bunda menilai gagal memaksimalkan masa golden age kalian. Emosi bunda belum stabil, sayang.....banyak keinginan usia muda bunda yang belum tercapai. ini memang tindakan konyol yang seharusnya tidak patut bunda lakukan. Harusnya bunda tau diri, diberi amanah oleh Alloh untuk menjaga kalian. 

Maafkan bunda, sayang...
Kak Azzam
Dek Yaya..



Bunda banyakin belajar, semata untuk masa depan kalian juga. Celoteh kakak tentang ilmu pengetahuan, hafalan kakak yang keteteran dan akhlaq yang masih jauh dari ambang penilaian bunda. Semuaaa....nyaris tiada raport. Dan, karena bunda seakan tak sanggup dievaluasi. 

Dek Yaya, ingin rasanya memelukmu lebih erat lagi. sambil berkata, " Maafkan bunda sayaaaang"
Putri kebanggaan bunda belum juga memenuhi standrat kelebihan. Hafalan dan pelajaran nyaris bunda abaikan karena bunda mengejar deadline-deadline yang tak pasti. Mengejar materi yang tidak pernah tercukupi...kerena bunda terikat gaya hidup yang mulai tumbuh. Bunda sadar bunda salah besar. Masa awal pernikahan, bunda tidak sempat "menghasilkan uang sendiri". Bunda selalu merepotkan ayah...bunda malu sebenarnya. Support bunda terus ya, Nak....Alloh akan selalu menjaga kalian, 

Beri kesempatan bunda yang kedua kalinya, membahagiakan kalian dengan sentuhan lembut dan kesederhanaan cinta

Dekap bunda dalam ASA. tuk merajut mimpi kebahagiaan bersama kalian...

Love,
Zam-Yaya




Hujan Ke Tujuh Bersamamu

Posted by


Cengkrama hati sepasang anak muda kala itu
Sungguh memukau tiap tetesan rintik
Memecah retak semua batas batas rindu
Memadu kasih menjalin kisah

Ini hujan ke tujuh bersamamu
Ada rasa sesal kala mulut tak mampu kubungkam rapat
Ini hujan ke tujuh bersamamu
Ku belum mampu menjadikanmu raja

Rintik hujan meski banyak
Mereka tak sanggup bersaing dengan air mata perempuan hina sepertiku
Ini hujan ke tujuh bersama
Ingin rasa, selalu membawa ke taman bunga
ku tunjukkan betapa hidupku lebih berwarna
meski hingga sekarang
aku masih buta warna

Ini hujan ke tujuh bersamamu
Rintik yang indah, aroma mewangian lenyap tertutup hasrat

Ini hujan ke tujuh bersamamu
Kan kujaring semua kekurangan
Dan...
Kita menuju kesempurnaan
Maafkan, jika kubelum mampu membuatmu lebih bahagia



Love,
Hujan ke tujuh bersamamu




Dicari : Pemimpin Muda Berakhlak Mulia

Posted by
"Baca ini, nak!” Laki-laki tua itu menyodorkan sebuah surat kabar yang bertruliskan :
“Rakyat Indonesia perlu keterladanan yang baik,” ujar Yudhoyono dalam pidato pelantikan anggota kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara pada hari kamis 21 Oktober 2004 (Republika 22/10/2006)
Mata Nauval (bukan nama sebenarnya) tertuju pada sebuah kolom yang bertajuk “Presiden Seru Menterinya untuk Jadi Teladan”. Sebelum menuju baris yang dimaksud ayahnya, ia memincingkan kedua kelopak mata. Apa maksud Ayah? Batinnya 

Pak Rizal, ayahnya ingin memancing pendapat Nauval tentang tulisan itu. Meskipun gelar mahasiswa baru ia sandang satu bulan yang lalu, ia ingin menunjukan bahwa sikap kritisnya sudah tertanam dalam jiwa mudanya. Iapun tenggelam dalam baris-baris kata. 
“aku mengerti, yah. Mengapa ayah tidak mau dicalonkan jadi kepala desa, satu tahun yang lalu” angguknya faham

“Meskipun banyak sekali dari berbagai pihak yang mendukung ayah. Tapi, ayah belum siap untuk menjadi kepala desa. Kamu tahu sendiri, kan? Bagaimana administrasi dan manajerial perangkat desa selama ini” jelas Pak Rizal pada Nauval 

Nauval hanya mengerutkan kening, seolah-olah ribuan ton zat kecemasan menggurat kulit-kulitnya. Ia berfikir, lantas sampai kapan kepengurusan yang tidak bertanggung jawab itu menyebar virus keresahan di desa ini? Tapi, pertanyaan itu ia simpan rapi di batok kepalanya. Ia tidak ingin memberi komentar apapun atas alasan ayahnya. 
“Semoga Pak.Bambang bisa jadi suri tauladan bagi masyarakat Indonesia, ya?” Ujar ayahnya sesekali menahan kacamatanya yang hampir jatuh

Perkataan ayahnya terdengar nyaring di telinga Nauval. Sebuah do’a yang teruntai dari mulut rakyat ini menunjukkan adanya titik pengharapan bangsa menuju ranah perbaikan, pikirnya

******


Saya mencoba mendeteksi zat kecemasan yang membanjiri pikiran Nauval tentang lingkup Leadership (Kepemimpinan). Pendapat pak Rizal tentang ketidaksiapan beliau untuk menjadi seorang pemimpin dapat dikategorikan masalah klasik. Memang benar, keteladanan menduduki posisi tertinggi saat menjadi pemimpin. Karena pada dasarnya, pengendalian kekuasaan yang berada dalam organisasi apapun selalu berada di tangan seorang pemimpin. Tak salah, bila saya mengolah sebuah kredo yang menyatakan ‘pemimpin bagaikan cermin’. Bayangan yang berada dikaca itu adalah anggotanya atau rakyatnya. Inilah, yang disebut dengan hukum pantulan. Berkas sinar datang dan pantul berada pada bidang yang sama dengan garis normal permukaan. Dengan kata lain, sudut datang sama dengan sudut pantul. 

Bisa diambil contoh, bila kita berdiri di depan cermin, akan tampak wajah kita dan berbagai benda di sekitar dan belakang kita. Wajah dan benda-benda itu akan tampak di depan kita. Tetapi, tidak demikian. Apa yang kita lihat di cermin adalah bayangan. Menurut model berkas, cermin datar (yaitu, cermin rata) menunjukkan bagaimana bayangan di bentuk oleh cermin. 

Dalam posisi yang demikian, pemimpin seperti cermin maksudnya?. Seorang pemimpin dituntut untuk membentuk bayangan -- adanya hubungan timbal-balik dalam mem-proses. Hal ini senada dengan, Trerry dan Frankin (1982) yang mendefinisikan bahwa kepemimpinan merupakan hubungan seorang (pemimpin) mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama melaksanakan tugas-tugas yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang diinginkan pemimpin atau kelompok. 

Menurut hemat saya, Nauval dalam cerita di atas sangat menyesali keadaan, ketika ayahnya menolak menjadi kepala desa karena ketidaksiapannya membentuk bayangan warga desa. Hal ini merupakan cambuk bagi Nauval untuk memahami arti sebuah keteladanan. ‘Ketidaksiapan’ bukanlah alasan logis bila sudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Justru, ketidaksiapannya itu akan berangsur-angsur pulih ditengah- tengah menjelajahi suatu kepengurusan.

Empat tahun silam, ketika itu saya masih duduk di kelas dua Aliyah sederajat dengan kelas dua SMA. Masih terekam di benak saya, betapa pentingnya berkecimpung di sebuah organisasi. Namun, pemahaman itu baru saya mengerti ketika saya harus menyesali sebuah tindakan konyol yang saya lakukan yaitu mundur dari pertarungan sebelum mencoba untuk bergelut sampai titik penghabisan. Saat itu, saya bersama teman-teman lainnya yang ditunjuk sebagai kandidat ketua organisasi intra yang berada di sekolah itu tengah mengikuti sebuah training kepemimpinan. 

Sebuah tamparan hebat bagi saya, ketika dijelaskan bahwa kepemimpinan sangat memerlukan unsur keteladanan. Secara tidak langsung, kriteria ‘baik’ dalam wajah pemilihan organisasi waktu itu haruslah menduduki tempat teratas. Namun, dibarengi potensi-potensi yang lainnya. Bahkan, seorang siswa dituntut untuk menjadi sample bagi yang lainnya bukan hanya skill ataupun kecakapan dalam berbicara di depan umum saja. Berkaitan dengan cara berfikir saya yang carut-marut akhirnya saya keluar dari arena orasi kandidat sebelum orasi dimulai.

Bukankah pengalaman ini selaras dengan tindakan pak. Rizal? 

Lambat laun, tindakan konyol inilah sangat saya sesalkan. Karena kesempatan untuk memimpin terbuang sia-sia. Dan, ini untuk yang pertama dan terakhir kali saya menghindar dari ranah pembelajaran untuk menjadi seorang pemimpin. Dan itu jangan sampai terulang lagi untuk yang kedua kalinya. Karena tujuan Tuhan menciptakan manusia tidak lain adalah untuk memimpin. Meskipun, ada kalanya dalam sebuah kepemimpinan itu menyimpan jutaan resiko yang akan hadir. Saya teringat pameo Soe Hok Gie yang sangat gigih berbunyi saya ingat situasi sulit daripada orang-orang idealis (seperti saya??) yang barangkali harus bertempur dua front melawan lingkungannya sendiri dan melawan musuh-musuhnya di luar hidupnya adalah kesepian yang abadi. 

Cerminpun dalam membentuk bayangan tak memilah. Semua benda yang berada di depannya akan dibentuk olehnya. Itulah prinsip yang seharusnya dipakai para pemimpin Indonesia. Beda halnya dengan realitas, kebanyakan mereka berlomba menduduki kursi utama sekedar bermain politik dan mengejar profit dalam jangka pendek. Bukankah hal ini dapat merugikan rakyat? Justru, kerugian inilah bukti dari ketidakmampuan seorang pemimpin dalam membentuk bayangan. Lagi-lagi, keteladanan menjadi prioritas dalam pemilihan pemimpin. Tak pelak, bagi Nauval dan saya sebagai para tunas-tunas bangsa lainnya yang berjiwa muda menjadi harapan bangsa untuk melanjutkan estafet perjuangan demi kesejahteraan rakyat.

Saat ini, Indonesia telah kehilangan daya mudanya. Padahal, jika Indonesia tanpa daya muda berarti Indonesia yang menyangkal jati dirinya. Nyaris tak terbayangkan, bagaimana Indonesia bisa merdeka tanpa dipelopori pergerakan kaum muda. Terbukti dalam Kompas (20/8/2005): Performa Indonesia setelah 60 tahun merdeka dilukiskan secara tragis oleh karikatur yang tua-renta, membungkuk, tuna daya, di bawah impitan krisis dan kanker ganas korupsi. 

Kejiwaan untuk Membentuk Bayangan

Jiwa-jiwa tenang yang terbentuk adalah keberhasilan cermin yang membentuk. Masih terkenang di benak saya. Sjahrir, ia memimpin Pendidikan Nasional Indonesia pada usia 22 tahun. Tan Malaka, Ia telah menjadi pemimpin Partai Komunis pada usia 24 tahun. Ir.Soekarno, ia mendirikan dan memimpin Partai Nasional Indonesia pada usia 26 tahun.. Mohammad Roem, ia telah menjadi ketua Lajnah Tandfiziyah Barisan Penyadar PSII pada usia 29 tahun. 

Mengapa pada usia belia, para founding father telah memegang kendali kepemimpinan politik? Kejarangan orang berpendidikan tinggi di masa itu, yang memahami gramatika gerakan politik modern, menjadi salah satu alasan yang menempatkan mereka dalam posisi terhormat.

Fiedler (1967) mendefinisikan pemimpin dengan pengertian “seseorang yang berada dalam kelompok, sebagai pemberi tugas atau sebagai pengarah dan mengkoordinasikan kegiatan kelompok yang relevan, serta sebagai penanggung jawab utama”. Lebih dari sekedar kriteria usia, kaum muda dianggap lebih mampu merefleksikan sikap-kejiwaan. Baik itu yang sisi intelektualitas ataupun emosional mereka. Meskipun, terkadang sikap idealis itu masih bersarang tapi sikap itu akan hilang perlahan-lahan bila dibarengi manajemen sumber daya manusianya yang menunjang. Secara global dan paling mendasar, sifat-sifat dan ciri dari kepemimpinan yang sukses itu dapat dijelaskan sebagai berikut : 

a. Watak dan kepribadian yang terpuji.
b. Keinginan melayani bawahan.
c. Memahami kondisi lingkungan.
d. Intelegensi yang tinggi
e. Berorientasi kedepan.
f. Sikap terbuka dan lugas.
g. Adil, jujur, benar, ikhlas, tegas, pemurah, alim, merendah dan ramah.

Pemimpin adalah sosok manusia dihormati, ia senantiasa memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan sosok yang memberi perintah. Itulah sebabnya, hukum pantulan masih tetap berlaku dalam memimpin begitu juga dengan rumus kepemimpinan yang mengatakan bahwa : 

E = MC2

Empowerment = Motivation + Capability + Capacity
Pemberdayaan = Motivasi + Kecakapan + Kemampuan
_ Motivasi adalah keinginan untuk menerapkan apa yang sudah kita ketahui.

_ Capability (Kecakapan) adalah keterampilan untuk melakukan sesuatu dengan benar (efisiensi)

_ Capacity (Kemampuan) adalah kesanggupan untuk melakukan hal yang benar (efektif)

Berbagai Pelatihan tentang kepemimpinan mulai menjamur, berbagai metode baik struktur maupun teori organisasi sudah lama dipelajari. Akan tetapi, masih saja nihil. Bahkan, setelah beberapa dekade Indonesia merdeka, ketidakstabilan sirkulasi kepemimpinan mulai terjadi. Lihat saja!!! Kita belum pernah mengalami dan mengerti bagaimana memutar roda kepemimpinan tanpa krisis dan keributan. Karenanya, bisa dimengerti jika, dalam menyelesaikan perkara ini nanti, akan terjadi tarik-menarik yang seru antara berbagai kekuatan strata yang berada di Indonesia. Seperti yang sudah kita alami, kalau hal demikian terjadi, satu, atau semua, kekuatan dari berbagai aspek yang bersaing itu akan mencari "kaki" ke bawah, ke kalangan pemuda. 

Dicari : Pemimpin Muda Berakhlak Mulia

Guna menerapkan Hukum Pantulan pada sebuah cermin, dalam proses pembentukkan bayangan pada rakyat, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin muda yang memiliki moralitas tinggi sebagai pembentuk bayangan. Sungguh, Indonesia sangat merindukan pemuda-pemuda Indonesia bangkit meniti perubahan bangsa yang telah sekian lama jatuh bangun. Kerinduan Indonesia akan pemimpin yang senantiasa melayani rakyat bisa dikatakan jarang. 

Kini, jiwa-jiwa muda kami berontak melanglangbuana untuk mendapatkan tempat yang layak yakni sebuah wadah untuk menyalurkan inspirasi dan potensi guna merubah kondisi bangsa yang tengah sekarat. Namun, di mana lagi kita dapat menemukan wajah-wajah pemimpin yang menyimpan serat-serat keteladanan? Di Kelas? Organisasi? Desa? Ataukah Pemerintah? Sampai kapan Indonesia yang terkenal dengan kekayaan alamnya miskin moralitas? Albert Einstein mengingatkan “ Kita harus waspada, agar tidak menjadikan intelektual sebagai dewa kita. Ia tentu saja memiliki kekuatan otot, tetapi bukan kepribadian. Ia tidak bisa memimpin, ia hanya bisa melayani”

Ketidakberdayaan seorang pemimpin dalam mengelola tanggung jawab sangat dipengaruhi kadar kepribadian yang ia miliki. Akhir-akhir ini, pelbagai problematika selalu menghantui bangsa. Telah sekian banyak potret kepemimpinan yang selalu gagal karena ketidaksiapan mereka dalam proses pembentukan bayangan. Dengan tulisan ini, saya ingin menyapa bapak dan ibu yang duduk di suatu lembaga kepengurusan. Entah itu, kelurahan, kabupaten ataupun di pemerintahan. Yang saya usung sebagai pahlawan bangsa penjaga gawang kemakmuran rakyat. 

Mari kita berlomba-lomba menjadi cermin yang berkualitas untuk membentuk bayangan yang berkualitas pula. Saya yakin, semua penghuni bangsa tercinta ini sudah bosan atas apa yang telah terjadi. Sungguh, kami sudah capek. Sebenarnya, kelelahan kami telah sampai pada puncak titik jenuh yang paling ujung. Namun, kami membungkam, karena kepalsuan akhlak para pemimpin yang tidak bertanggung jawab itu mengunci rapat-rapat mulut kami. Sehingga, untuk berbicara sepatah dua patahpun kami tak sanggup. Saudara-saudaraku yang masih berjiwa muda! Ketika kita merasa muda, seharusnya rasa tanggung jawab untuk mengelola hasil perjuangan para pahlawan itu masih melekat. Meskipun terkadang, kita masih saja meragukan kemampuan. Tapi, jangan coba-coba menjadi pengecut seperti cerita pak.Rizal !!! Saat ini, Indonesia merindukan pemimpin Muda beraklak mulia yang mampu menjadi cermin berkualitas hingga terbentuk bayangan yang berkualitas pula, karena hukum pantulan masih berlaku dalam ranah kepemimpinan.


Esai Menpora tahun 2006 


Membiasakan Anak Aktif Bergerak

Posted by

Beberapa bulan yang lalu, suami saya mengajak si sulung yang masih balita lari pagi, dengan jadwal rutin, namun akhir-akhir ini lebih suka nonton televisi dan bermain gadget milik ayahnya, dia sulit sekali bermain dengan teman, dia lebih ‘menikmati’ dunia baru. Perkembangan teknologi yang semakin canggih ternyata mempengaruhi pola hidup seorang anak, dan apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak tidak baik ketika remaja. Saya pun berusaha merubah pola hidup keseharian, tak ada salahnya para orang tua juga demikian supaya anak-anak tumbuh kembang dengan baik.


Meminta anak bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Atau boleh juga menyarankan untuk melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Mungkin dengan berenang atau bersepeda, 30 menit – 1 jam, setidaknya 3 kali seminggu. Paling baik jika dapat dilakukan setiap hari. Percayalah, jika dibiasakan, perilaku baik ini akan menetap hingga usia anak dewasa


Selain itu, membantu anak untuk berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan yang sesuai dengan umurnya misalnya kerja bakti membersihkan halaman atau menanam bunga. Upayakan jadwal untuk kegiatan fisik dengan teratur. Menyatukan kegiatan menjadi kegiatan yang rutin, seperti menggunakan tangga dibandingkan dengan lift. Dan yang paling penting adalah orang tua menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, sehingga dapat dijadikan acuan buat keluarga. 


Trik Membujuk Balita Bantu Orang Tua Tanpa Paksa

Posted by
Trik Membujuk Balita Bantu Orang Tua Tanpa Paksa - Pagi itu, si Azzam bangun agak siangan karena malam begadang nonton televisi yang BMX. Sebenarnya efek negatif dari nonton televisi sudah mulai terasa. Mulai dari malas sholat, emosinya tidak terkontrol, malas belajar hingga mogok jika dimintai bantuan.

Hal sepele seperti ini kadang membuat saya berfikir seribu kali. Ingin menjual televisi. Tapi karena hidup di desa dan dekat dengan keluarga besar terkadang rasa gengsi mulai menghantui. Pernah dulu ada yang bilang, saat belum beli televisi, "Masa sih nggak mampu beli televisi?"kan sekarang sudah 
murah?"
Si Azzam, bertopi merah

Kalau sudah seperti itu, saya yang mikir berkali-kali, mau cuek nggak bisa. hehe...

Ya sudahlah, akhirnya sekarang si kotak ajaib itu jadi teman keluarga kami meski pada jam tertentu kami izinkan anak-anak nonton, bagi saya tetep ya...efeknya masih terasa. Beda kondisi, jika benar-benar kami tiadakan si kotak ajaib itu di rumah.

Oh iya, tadi rencana mau berbagi trik ya tentang anak. terutama balita mau disuruh-suruh orang tua. ya, bahasa bagusnya bukan disuruh tapi di mintai tolong. kembali ke cerita pagi tadi ya... Si Azzam bangun kesiangan. Kebetulan ada penjual krupuk lewat dan saya masih sibuk di dapur makanya saya minta bantuan Azzam untuk beli kerupuk. Biasanya, dia langsung ngambek lho meski bahasa dan intonasi saya terbilang lembut. kali ini, saya tidak ingin menyerah lagi. langsung saja saya pasang gaya "BUNDA Baiiiiikk SEJAGAD RAYA"

Saya gendong si Azzam sambil berbisik doa bangun tidur, memberi dia minum air putih dan mencium pipi kanan dan pipi kiri. Nah, dia sudah connect tuh, langsung saya pegangin dia uang Rp2.000 buat beli kerupuk sambil berbisik, "sayang, tolong ya beli kerupuk di depan tuh"!

Äzzam baik deh, Ucap saya sambil membuatnya manjaaa.....
Walhasil, dia langsung turun dari gendongan, menggenggam uang Rp2.000, - berlari menuju penjual kerupuk

Wow, It's Amazing Trick....

Barangkali ada yang mau mencoba trik ini ke putra/i nya, silahkaaan.....

Ternyata jadi orangtua pun meski sudah tua tetep ya butuh belajar dari anak-anak

Boneka Horta, Ajak Anak Sayang Tanaman

Posted by
Pernah mendengar bonek horta? Atau sudah punya boneka horta? Boneka Horta adalah sebuah media tanam didesain boneka lucu yang disukai anak-anak. Media ini merupakan tahap awal pengenalan anak ke dunia pertanian terutama cara menanam hidroponik atau menggunakan media lain selain tanah.  Dalam proses perawatan boneka horta, anak-anak akan belajar disiplin menyirami tanaman, Boneka horta menjadi mainan baru yang edukatif, kreatif dan imajinatif. 


 Mengajari Anak Mencintai Tanaman

Nenek moyang kita dulu selalu bersemangat menanam meski mereka tidak  menikmati hasilnya justru generasi saat ini lah yang menikmati jerih payah mereka. Mengajari anak pada lingkungan dnegan mencintai tanaman adalah upaya untuk mempersiapkan generasi mendatang. Anda yang memiliki anak usia balita atau anak-anak, ajaklah anak anda mencintai tanaman. misalnya, menanam pohon buah yang bijinya bisa didapat dari buah yang dimakan sehari-hari. berilah jadwal untuk mengamati pertumbuhan tanaman sambil menyiram. 

Banyak sekali nilai-nilai positif jika kita sedini mungkin mengajak mereka mencintai tanaman. Tidak perlu muluk-muluk, bermula dari membersihkan halaman, menyirami tanaman, ajak anak mengenal tumbuhan sesekal sambil ngobrol dengan tumbuhan. karena tumbuhan juga makhluk hidup seperti manusia yang punya nyawa. 


Mencintai tanaman harus mulai ditumbuhkan dari lingkungan keluarga. Tantangan orang tua saat ini begitu berat karena harus bersaing dengan kecanggihan teknologi. Tidak ada salahnya jika anda, memulai dengan media yang satu ini untuk mengenalkan anak ke dunia pertanian. Selain itu, pencemaran yang berasal dari limbah kayu bisa berkurang karena media boneka horta menggunakan limbah kayu sekaligus dalam upaya mengurangi dampak kerusakan alam. 



Cara Mengalihkan Anak dari Gadget

Posted by
Di era informasi saat ini, gadget menjadi 'teman' baru bagi anak-anak. Segala aneka games bisa diunduh dengan mudah. Meski berdalih karena muatan edukatif, gadget tetap bisa berpotensi menjadi momok yang dapat merusak tumbuh kembang anak. Parahnya, banyak orang tua yang membiarkan anak-anaknya bebas bermain gadget tanpa memperhatikan dampak negatif dari gadget.


Banyak penelitian yang membuktikan bahwa dampak negatif gadget bisa menyebabkan anak kurang bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, kesehatan mata anak terganggu karena menatap layar gadget. Bahkan, dalam sebuah artikel yang berjudul Positive and Negatif Impact of Electronic Devices and Gadget to Children, dijelaskan bahwa anak makin agresif jika sudah kecanduan game yang bertema kekerasan. Gadget juga mengganggu konsentrasi anak. Bukan hanya game, anak tingkat usia sekolah dasar yang memiliki akun sosial media seperti facebook, bb, line, dan lainnya juga bisa berpengaruh pada sulitnya fokus konsentrasi sehingga dapat mengganggu proses belajar di sekolah. Secara fisik, tumbuh kembang anak juga akan lemah. 

Sebagai orang tua, anda memang harus tetap waspada. hanya sekedar melakukan pengawasan saja tidak cukup. anda perlu membatasi dengan memberikan pemahaman ke anak. dalam seminggu, harusnya anak tidak boleh pegang gadget entah itu nge-games atau lainnya tidak lebih dari 5-10 jam. ingat, itu dalam seminggu!  Jadi, asumsinya dalam sehari cukup 30 menit dipinjami gadget. Namun, jika anak-anak sudah terlanjur 'doyan' gadget. Berikut 5 tips cara mengalihkan anak dari gadget yang bisa anda lakukan; 

1. Istimewakan kegiatan luar rumah daripada bermain gadget
Banyak sekali permainan fisik khas Indonesia yang membuat anak lebih lincah bergerak dan mengajarkan tentang kerja tim. seperti kejar-kejaran, petak umpet, gobak sodor, bermain bola dan masih banyak lagi. anda bisa mengajak memasak bersama, belanja ke pasar atau berkebun. Di saat anda berada dalam jam sibuk, anda bisa mendaftarkan ananda ke kursus ekstrakulikuler yang kegiatannya tidak bersentuhan dengan gadget.

Kak Azzam dan Dek Nadia dah Happy banget meski hanya mengaduk telur terus digoreng

2, Sampaikan dengan bahasa sederhana dampak negatif dan positif gadget
Balita usia 0-2 tahun, usahakan tidak mengenal gadget karena masa ini adalah tumbuh kembang yang krusial untuk mengajak mereka berbicara dua arah. Jika usia 3 tahun ke atas juga masih masa-masa golden age jadi sampai masa keemasan mereka direnggut oleh gadget. anak usia TK hingga SD biasanya bisa memahami nasehat yang kita sampaikan, ajak mereka ngobrol tentang manfaat dan keburukan gadget, sesering mungkin anda menyampaikan, anak-anak akan faham dengan sendirinya. 

3. Ketahui minat bakat anak dan dikembangkan
Jika anda sudah mengetahui minat anak, segera dioptimalkan bisa melalui kursus, bunda mengajari sendiri dengan mencari referensi google atau melibatkan anak ke kegiatannya langsung

4. Sediakan buku dan manfaatkan yang berkualitas untuk bermain bersama dan mendongeng
Sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan adalah buku, mengenalkan anak melalui buku akan membuat anak haus akan ilmu. tanpa kita setir, anak-anak akan merasa haus ilmu dan gadget akan ditinggalkan anak. yang harus kita lakukan adalah mengajak anak mencintai buku dengan sering bercerita, manfaatkan waktu berkualitas anda. 

5. Lakukan monitoring
 Anda perlu melakukan pengawasan dengan mengajak sharing seputar kegiatan ekstrakulikuer yang dijalani. bercerita tentang kesibukan dengan teman hingga mengetahui wawasan anak tentang dunia maya. yang erlu ditekankan adalah anak tidak perlu dituntut sukses di bidangnya, cukup libatkan anak dalam kesibukan selain sibuk pegang gadget

Kelima tips diatas bisa anda kembangkan sendiri bersama keluarga. program-program yang sudah anda sepakati bersama harus konsisten dijalankan dengan bahagia. Karena jika sumber kebahagiaan sudah ditemukan anak, secanggih apapun dunia teknologi tidak membuat anak terlena malah justru bersinergi meningkatkan pengetahuan anak. 





Waspadai Gangguan Kejiwaan Shopaholic

Posted by
Shopaholic merupakan kebiasaan senang berbelanja dan punya ketergantungan membeli barang yang menurutnya bagus. Bagi kalangan urbanis perkotaan, shopaholic ini lebih rentan terjadi karena dipengaruhi nilai penghasilan dan gaya hidup perkotaan. Tidak hanya kaum hawa tapi juga laki-laki. Namun, untuk laki-laki prosentasenya lebih sedikit terlebih jika sudah berkeluarga karena harus memikirkan nafkah untuk anak dan istri.


Shopaholic, bukanlah istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan istilah populer yang dikenalkan sophie kinsella dalam novelnya yang berjudul confenssions of a shopaholic. 

Berasal dari kata shop yang artinya belanja dan aholic yang artinya suatu ketergantungan yang disadari ataupun tidak. Menurut Oxfordo Expans, shopaholic adalah seseorang yang tidak mampu menahan keinginannya untuk berbelanja sehingga menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk berbelanja meskipun barang-barang yang dibeli tidak selalu ia butuhkan. Berbelanja secara umum timbul dari kepribadian masing-masing individu. dan kepribadian sangat dipengaruhi pengasuhan dan lingkungan. 

Pada literatur ilmiah, lebih sering digunakan istilah compulsive buying, mereka lebih memiliki 'kebutuhan' untuk berbelanja dan lebih fokus kepada kegiatan berbelanja. 

Bahaya Tradisi Shopaholic

Budaya senang belanja ini ada unsur pasang gengsi yang tinggi, ingin dilihat paling rupawan, cantik dan disorot. Tahukah anda, kenapa budaya shopaholic ini tumbuh subur di Indonesia? kita lihat saja di Amerika, seseorang dianggap eksis apabila mempunyai karya atau sesuatu yang fenomenal, sehingga untuk mencapai hal itu mereka berlomba lomba mencapainya. akhirnya, mereka menjadi sosok individualis dan tidak peduli sekitarnya.

Di Indonesia, masyarakatnya agamis. tidak memerlukan pujian dari orang lain. dan memilih dekat dengan tuhan. Namun, seiring perubahan zaman, orang Indonesia modern tidak seperti orang Amerika yang individualis namun di sisi lain tidak terlalu agamis. Mereka yang memiliki budaya shopaholic di keluarganya rentan dengan ujian hidup padahal orang sukses dan sehat mampu mengendalikan diri dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.

Apakah shopaholic itu gangguan jiwa?

Shopaholic bisa dikatakan normal jika tidak menganggu orang lain dan tidak melebihi kemampuan finansial. namun yang dikhawatirkan jika kebiasaan tersebut bagian dari bipolar. Orang yang menderita bipolar menjadi sosok yang punya sifat aneh yang sulit dimengerti kawan di dunia sosialnya.  Salah satu gejala orang terkena bipolar yaitu senang berbelanja berlebih, melebihi uangnya.

lingkungan yang tidak aware dan mendukung penyembuhan orang-orang yang seperti itu bisa menyebabkan hal-hal fatal. Penderita shopaholic akan lebih ekstrim, membelanjakan uangnya hiangga habis. jika tidak cukup dia akan depresi. 

Wanita jadi sasaran empuk iklan

Tujuan dari iklan bersifat provokatif dan terkesan berlebih karena memiliki tujuan untuk menarik seseorang mencoba produk, Dan, wanita menjadi sasaran empuk sebuah iklan. wanita menjadi prioritas pasar produsen. bagi kebanyakan wanita, anggota tubuh mulai dari ujung kaki hingga rambut semua penting dan butuh perawatan yang baik. dan penampilan juga menentukan kelas mana ia berada. 

Bahasa yang digunakan dalam beriklan biasanya dipilih bahasa yang bisa menyentuh hati wanita yakni dengan menggunakan kata-kata yang tertata rapi dan bisa menyapa hati wanita. misalnya, katak-kata pujian, misalnya "dengan menggunakan produk ini, anda akan tampil cantik, elegan dan cerdas"

Shopaholic bisa dihentikan, Bentengi Keluarga Anda

Bagi sebagian keluarga, berbelanja merupakan bagian dari hobi, dilakukan secara implusif atau tanpa rencana. keinginan membeli karena tergoda diskon atau kemasan yang menarik. tak jarang, ada perasaan menyesal ketika sudah berfikir rasional di kemudian hari. Nah, apa saja yang dibiasakan supaya anda dan keluarga bebas dari virus shopaholic? Berikut 10 tips yang bisa anda coba

1. Berikan pola asuh terbaik untuk putra/i anda di rumah
 Kehidupan glamor yang sering ditayangkan di televisi bisa menjadi racun bagi keluarga, oleh karena itu jadilah teladan yang baik untuk putra/i anda di rumah.

2. Alokasikan pos anggaran belanja sesuai penghasilan bulanan
Belanja untuk kebutuhan pribadi memang ada porsinya sendiri. pastikan anda memperhatikan kebutuhan pos lain seperti mendahulukan cicilan, kebutuhan dapur, tabungan dan investasi jangka panjang lainnya.

3. Membuat daftar Belanja
Sebelum ke pasar atau mall, siapkan daftar belanja anda. Pastikan anda bisa mengendalikan diri saat menemukan produk yang dibanjiri diskon. pertimbangkan manfaat produk tersebut

5. Belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan
Kebutuhan memang barang yang dalam keseharian untuk survive namun keinginnan hanya emosional sesaat, jadi hati-hati ya...tegaskan dalam diri jika memang hanya keinginan sesaat

6. Membatasi uang tunai yang ada di dompet
Bawa uang tunai secukupnya, atau sesuaikan dengan kebutuhan yang sudah terdaftar

7. Menunda kesenangan dengan berhati-hati dalam penggunaan kartu kredit
kemudahan kartu kredit bisa membuat terlena dan memudahkan utang, hanya dengan menggesek barang yang diinginkan bisa langsung dibawa pulang, nyatanya di akhir bulan kita baru merasakan sesak melihat jumlah tagihan yang numpuk.

8. Menghentikan kebiasaan belanja barang yang tidak jelas dan merugikan
Berlatihlah mulai sekarang, jika produk tidka bermanfaat segera beranjaklah dari tempat penjualan tersebut atau ingat-ingat lagi kebutuhan yang sudah terdaftar dalam belanjaan

9. Alihkan pembelian menjadi sesuatu yang produktif atau tahan lama
kepuasan berbelanja memang bisa kita dapat namun untuk jangka panjang kita tidak mendapat apa-apa. anda bisa mengalihkan uang belanja anda ke pembelian emas yang lebih produktif.

10. Tumbuhkan mental sifat baik seperti kemandirian, daya juang, kedermawanan, rendah hati dan bersyukur

Menjadi diri sendiri jauh lebih baik daripada ikut tren atau teman-teman yang hobi berbelanja. ingat, orang yang sukses dan sehat adalah dia yang mampu mengendalikan diri tanpa mengikuti jejak para shopaholic lainnya. Jadilah, manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dengan adanya mental sifat baik anda bisa menyisihkan uang belanja ke sedekah sosial, menyalurkan untuk orang yang membutuhkan.


Referensi : disadur dari majalah Kotak Amal Indonesia, bulan Desember 2014

Masya Alloh….Inilah Balasan Seorang Istri yang Bekerja untuk Membantu Suaminya

Posted by with No comments
Ada beberapa keluarga secara ekonomi belum tercukupi jika hanya suami yang bekerja. Tidak mungkin sang istri hanya diam berpangku tangan jika ingin anaknya disekolahkan ke tempat terbaik , butuh biaya mahal dan tidak ingin melihat suami bekerja keras tak kenal lelah. Memang, mencari nafkah adalah tugas wajib suami namun tidak ada salahnya jika istri membantu dengan tetap memprioritaskan kewajiban lahir dan batin untuk suami dan anak-anak. Dengan tetap menjaga keharmonisan rumah tangga.


Zainab ats Tsaqafiyyah adalah sosok inspiratif bagi anda untuk wanita masa kini yang tengah sibuk menghabiskan waktu diluar rumah. Zainab menekuni dunia bisnis dan menjadi pengrajin. Ia menjajakan hasil penjualannya untuk menafkahi keluarga sampai sampai untuk sedekah saja tidak mampu karena uang penghasilannya habis untuk kebutuhan keluarga. 

Suatu ketika, Zainab berkata pada suaminya, Abdullah bin Mas’ud r.a “Sesungguhnya engkau dan anak kita telah menghalangiku untuk bersedekah di jalan Allah. Tolong tanyakan kepada Rasulullah, jika yang kulakukan ini termasuk kebaikan akan aku lanjutkan. Dan jika bukan termasuk kebaikan, aku akan berhenti mengerjakannya”.

Abdullah bin Mas’ud r.a pun mendatangi dan menyampaikan pertanyaan sang istri kepada Rasul. Setelah Rasul mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud, Rasul pun menjawab sebagaimana termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya “Nafkahilah mereka (anak dan suami) sesungguhnya bagimu pahala yang engkau infaqkan untuk mereka”.

Begitulah kisah Zainab, sosok wanita yang dengan ikhlas bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Fenomena wanita bekerja saat ini mudah kita temukan, banyaknya lowongan pekerjaan untuk wanita jadi lahan empuk untuk wanita yang ingin memiliki penghasilan membantu suaminya. 

Amal shaleh yang baik akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Alloh SWT. Yang dilakukan Zainab ats Tsaqafiyyah terhadap anak dan suaminya merupakan sebuah kebaikan dan itu akan dicatat sebagaimana sedekah yang ingin ia lakukan.

Di sisi lain, tidak ada pembenaran jika suami malas bekerja dalam mencari nafka bahkan menyuruh istri bekerja. Pada saat itu memang kondisi Abdullah bin Mas’ud diatas tidak mampu mencukupi untuk hidup sehari-hari sehingga istrinya pun harus ikhlas membantu sang suami mendapatkan penghasilan. 

Keputusan bersama suami dan istri adalah yang terbaik. Jika pihak istri ikhlas dan suami ridho maka sudah tidak ada yang diperdebatkan lagi. di sini membutuhkan komitmen, saling percaya satu sama lain. dalam perjalanannya, suami atau istri akan menghadapi rentetan ujian yang tidak terduga. di situlah, kesetiaan suami istri diuji. maka, kembali ke komitmen awal tetap harus dibangun agar tidak menyesal di kemudian hari. suami dan istri memiliki kewajiban penting yang berbeda, jangan sampai pihak istri menomorduakan kewajiban rumah. 

Wahai para istri, berbahagialah...atas jerih payah yang kalian upayakan itu semata mata bernilai sedekah di mata Alloh jika kalian ikhlas. Tetaplah, menjaga keharmonisan keluarga, memupuk cinta dan teruslah menebar manfaat dimanapun kalian berada. Jangan lupa baca Sempurnakan Bekal Masa Depan Anak Hingga Akhir Hayat 



Mendidik Anak Laki-laki Ternyata Mudah Jika Membiasakan 10 Perilaku ini

Posted by with No comments
Mendidik anak laki-laki berbeda dengan mendidik anak perempuan. Anak laki-laki cenderung lebih kaku daripada anak perempuan. Banyak orang tua yang mengeluh susah mendidik anak laki-laki. Membentuk kedisiplinan memang butuh proses dan kesabaran. Semua bermula dari ‘tekad’ seorang ayah dan ibu untuk menerapkan kebiasaan yang baik dari rumah. Mendidik mulai dari kecil biasanya memang lebih mudah dan akan membekas hingga dewasa kelak. Mulai usia 0 hingga 5 tahun, sebagai orang tua harus punya kedisiplinan yang tinggi dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik dari rumah. Berikut 10 Perilaku baik yang harus anda biasakan dalam mendidik anak laki-laki;



1. Kenalkan Tuhan

Mengenalkan anak pada Tuhan Yang Maha Esa adalah tugas utama kita sebagai orang tua. Tuhan, dimana tempat kita meminta dan berkeluh kesah. Jika anak-anak dewasa, mereka sudah tidak bersama dengan kita. barangkali nasihat kita akan diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, mulai sejak dini anak-anak harus kita kenalkan ajaran tauhid. 

Anak akan mengenal Alloh dengan sifat-sifat Jalaliyah-Nya, dalam setiap suka dan duka anak-anak akan mengingat Alloh sebagai Tuhannya. Kehidupan yang mereka jalani akan berliku penuh onak dan duri, tiada pedoman yang abadi dan hakiki kecuali aturan Tuhan aturan syariat yang mengikat. pada tahap ini pula, anak-anak akan selalu memiliki karakter-karakter yang baik. 

2. Mengasah Rasa Sayang dalam kondisi apapun
Sebagai orang tua, rasa sayang harus kita tunjukkan saat kita dalam keadaan bahagia ataupun sedih. saat anak melakukan kesalahan ataupun tidak. jangan sampai anak-anak merasa tertekan jika mereka melakukan kesalahan. anak-anak memang selalu membuat ulah, anggap saja mereka kreatif dan kita harus tetap menunjukkan rasa sayang. 

3. Support anak 
Tidak semua anak memiliki kelebihan kemampuan kognitif, banyak orangtua yang menganggap bahwa anak pintar itu disayang mama. apakah mama tetap sayang jika anak tidak pintar? dukunglah selalu anak anda, di saat mereka mengenal sesuatu yang baru. 

4. Abaikan gadget, bermain bersama
Di era teknologi seperti sekarang, banyak sekali godaan yang mengintai orangtua. godaan gadget yang membuat anak merasa  dnomorduakan. sejenak, simpanlah gadget anda di saat bersama anak-anak. berikan waktu yang berkualitas dengan mereka. 

5. Tumbuhkan cinta pada keluarga
benih cinta harus kita tanamkan dari lingkungan keluarga. cinta pada adik, kakak, tetangga, tanaman, binatang peliharaan dan kecintaan kita pada lingkungan. di sini, anak laki-laki ketika dewasa kelak akan memiliki rasa cinta pada siapapun dan akan berdampak pada karakter..

6. Jadilah idola, favorit anak
Bukan lagi sponge bob, naruto,barbie atau tokoh kartun lainnya. tapi jadilah idola mereka. jadilah sosok yang spesial di hati anak-anak.

7. Jadilah tempat yang nyaman untuk bercerita
Luangkan waktu sebelum tidur untuk mendongeng bersama, bercerita, saling membacakan buku. pilih topik-topik yang menanamkan karakter, tokoh pahlawan yang berjasa atau cerita sejarah agama kita.

8. Ajarkan Kesabaran dan Ketegaran

dari point nomor 7, membacakan dongeng. sebenarnya banyak sekali manfaatnya. sejarah para tokoh pahlawan yang memiliki cerita heroik pasti selalu tersimpan kesabaran dan ketegaran para tokoh. orang tua juga harus menerapkan karakter ini dengan baik saat berinteraksi dengan anak-anak. sabar ketika anak berulah dan ajarkan ketegasan dalam mengambil keputusan. 

9. Jadilah ibu yang pemberani 

Seorang ibu selalu identik dengan lemah lembut. ibu perlu membiasakan tindakan keberanian. misalnya, berani ketika ada tikus, yang biasanya banyak yang takut atau jijik. atau hal-hal lain yang membuat anak akan meniru perilaku tersebut. 

10. Menghormati Orang Lain
bersikap sopan santun pada orang lain juga harus kita tanamkan pada anak-anak. menghormati orang yang lebih dewasa. contoh yang paling sederhana adalah sampaikan kata "permisi"jika melewati sekelompok orang dewasa. membiasakan mengucap salam dan salim (menjabat tangan). 

Persiapkan jagoan anda sejak dini, mempersiapkan segala karakter baik untuk menghadapi lika liku kehidupan yang akan datang, sebagai orangtua, kita tidak selamanya bersama mereka, mendampingi mereka, menegur bahkan ketika dewasa kelak, banyak keputusan yang harus dia putuskan sendiri. mendidik anak laki-laki makin mudah, jika anda membiasakan 10 perilaku diatas. Anak laki-laki adalah pemimpin keluarga, kelak mereka juga akan mewarisi karakter baik untuk anak-anak mereka. Ingin membuat sekolah TK? Baca Cara Membuat Sekolah TK


Orangtua Selingkuh? Ini Akibat Buruk yang Terjadi pada Anak

Posted by with No comments
Masa anak-anak adalah masa yang paling indah. Keceriaan dan wajah polosnya itu menyimpan kebahagiaan tersendiri bagi kedua orangtuanya. Namun, kebahagiaan itu terkoyak apabila ayah dan bundanya tidak memberikan sentuhan kasih sayang bahkan disibukkan dengan urusan masing-masing. Terlebih lagi, keceriaan mereka akan pudar jika salah satu orangtuanya terlibat perselingkuhan.

Berikut dampak buruk yang terjadi pada anak jika orangtuanya selingkuh;

Perasaan bersalah, hal ini bisa terjadi pada anak usia sekolah dan remaja. Mereka tidak faham apa yang terjadi pada orangtuanya. Hubungan yang tidak harmonis dan menegangkan. Anak-anak berfikir ketegangan itu dipicu dari kesalahan mereka.
Perasaaan malu, jika perselingkuhan orangtuanya banyak diperbincangkan di lingkungan sekolah atau keluarga besar. Anak merasa tidak nyaman di rumah sehingga mudah terbawa lingkungan sekitar yang bisa berakibat fatal seperti minum-minuman keras atau obat-obatan terlararng.
Penurunan self esteem, anak-anak merasa dirinya tidak berharga, anak mulai malas belajar sehingga prestasi belajar anak akan turun drastis karena tidak ada lagi motivasi dan pendampingan belajar,  
Depresi, dalam proses tumbuh kembangnya, anak membutuhkan kondisi keluarga harmonis. Perselingkungan orangtua bisa menimbulkan perilaku buruk pada anak.
Anak menjadi agresif, jika anak sudah mengalami tingkat frustasi terhadap kehidupan pribadi dan orangtua, anak akan menjadi agresif hingga dewasa kelak.
Anak sulit percaya pada orang lain, dampak buruk jangka panjangnya, anak memiliki kecemasan dalam berhubungan dengan orang lain terutama pada pasangan karena trauma dengan perselingkuhan orang tuanya.
Cara orangtua dalam meminimalisasi dampak buruk adalah dengan tidak melakukan hal itu di depan anak. Hindari pertengkaran dengan pasangan di hadapan anak. Jangan sampai anak menyaksikan luapan emosi itu. Meski tengah goncang, sampaikan ke anak bahwa ayah bunda masih sayang dan peduli pada anak.

Langkah terbaik bagi orangtua adalah memperbaiki hubungan keduanya, menyatukan kembali cinta yang tengah diuji kesetiaannnya, jadikan anak prioritas utama karena masa tumbuh kembang anak akan baik jika orangtuanya dalam kondisi harmonis. 

Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua (GABO)

Posted by
 “Saya ucapkan terimakasih bu Nurul, telah mengajak Dita seminar minggu lalu. Dita cerita banyak tentang GABO. Akhir-akhir ini, Dita berubah bu... makin rajin belajar, ibadah dan jarang marah”   (bunyi SMS Mamanya Dita, seorang siswi SMA di salah satu Kabupaten Kediri)

Terhenyak, ketika saya membaca SMS tersebut. Sebagai seorang ibu, saya bisa merasakan aura kebahagiaan itu terpancar. Melihat anak remajanya yang perlahan melakukan perubahan positif, usai Dita dan kawan-kawan mengikuti training motivasi yang diadakan GABO (Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua).

SMS yang dikirimkan mamanya Dita menunjukkan adanya respon positif orang tua terhadap eksistensi GABO, Pun banyak para pengajar dari tingkat SMP atau SMA se-karesidenan Kediri turut serta mendukung kegiatan positif komunitas GABO. Sebuah komunitas yang ingin memberikan kontribusi nyata mengajak generasi muda melakukan kegiatan positif supaya tidak terjebak dalam lingkaran ‘kenakalan remaja’ yang rentan mempengaruhi remaja Indonesia, baik yang ada di kota maupun desa.

Sempurnakan Bekal Masa Depan Anak Hingga Akhir Hayat

Posted by with 8 comments
Buku Parenting Best Seller

Judul: Segenggam Iman Anak Kita
Penulis: Mohammad Fauzil Adhim
Penerbit: Pro-U MEdia
Terbit: Maret 2014
Tebal: 288 halaman; 14 x 20 cm

Sejak kuliah, saya sering baca tulisan parenting Mohammad Fauzil Adhim. Hampir setahun buku yang berjudul Segenggam Iman Anak Kita ‘mangkrak’ di lemari. Adanya speedy wifi di rumah nyaris membuat saya malas baca buku-buku, bahkan untuk mengeluarkan budget  pembelian buku terasa berat. Nah, karena rumah maya Bee Blog sudah agak cakep dan rapih, mulai deh sekarang semangat baca buku yang berkualitas supaya bisa di-review kemudian di share, harapannya bisa lebih bermanfaat bagi pengunjung Bee-Blog.

Be Positive Thinking

Posted by with 1 comment
Siang kawan, saat nulis ini matahari terik.


Sudah berjam-jam nongkrong di perpustakaan tak ada satu tulisan pun yang bisa saya selesaikan. Hasilnya, ini…..

Pernah nggak sih sobat berburuk sangka? Menilai seseorang tapi lihat dari penampilan, suka ngambil kesimpulan sebelum berfikir panjang? Kata suami saya sih, saya sering banget. Lagi-lagi, saya nggak nyadar apa kekurangan saya

Kuwujudkan Mimpi Umroh Bersama Keluarga

Posted by with 2 comments
Dua tahun yang lalu, ibu pernah bilang ke aku “bisa nggak ya, kita sekeluarga umroh bareng?”

Aku jawab saja, “Insya Allah bisa, buuu.....”

Waktu itu separo optimis, separo pesimis. Aku sadar diri lah, sebagai putri sulung yang tidak bekerja kok bisa-bisanya ngomong seperti itu. Di rumah, aku berfikir panjang, kira-kira jalan mana ya Alloh yang bisa aku tempuh? Guna mempercepat menuju rumahMu, menuju Baitulloh yang sealu dirindukan umat Islam dari penjuru dunia. 


Sukses Bikin Brownies Kukus Ny. Liem

Posted by with 1 comment
Udah berkali-kali bikin brownis gagal. meski takaran bahan dan resep udah pas, masiiiih juga gagal. hm...berhubung adek ada acara lamaran. Saya tantang diri lagi deh mencoba bikin brownis lagi. kan kelihatan elegant githu hantaran buat lamaran ada brownisnya. pasti yang nerima seneng, yakin banget deh, nyoklatnya itu disukai semua kalangan. Tua, muda, remaja dan apalagi anak-anak? mumpung juga nih bahan kue dan aneka coklat di lemari numpuk.

Kreasi Kolak Pisang yang Mendunia

Posted by with 2 comments
Bicarain kolak pisang jadi kebayang ya nuansa Ramadhan? Yah…sebentar lagi kita memasuki bulan puasa. Emak-emak udah pada siapin menu belum?

Si Pengobar Spirit itu Telah Tiada

Posted by
Mudrika Ilma


Rabu, 13 Mei 2014 kau telah berpulang. Aku ngerti kabar itu di hari Kamis. Baca status berseliweran bela sungkawa atas kepergianmu. Aku masih belum percaya, Mud. Apa berita ini beneran? Aku pun menemukan kronologi kejadian detik-detik kepergianmu. Allah lebih menyayangimu, Mud. Allah tidak ingin kau merasakan sakit yang bisa saja kambuh di lain waktu.

Dulu Jaya sekarang ‘Sengsara’, apa sebabnya?

Posted by
Gambar pinjam


Begitu kerasnya kehidupan? Sampai-sampai saya juga pernah ‘merasa’ ketakutan menghadapi masa depan. Tapi sungguh, dari temuan kisah hidup orang-orang sekitar saya yang kini masih mencari sebongkah berlian akan memantik semangat saya untuk terus berkarya dan merajut kesejahteraan di usia muda.

Menikmati Hari Tua dengan Merumput

Posted by
Namanya Mbah Gemi dan Mbah Jan, sepasang suami istri yang sering membantu saya ‘merumput’ di pekarangan belakang rumah. Keduanya selalu semangat merumput untuk memenuhi jatah makan 3 ekor kambing milik mereka.



Sejak dulu hingga sekarang, tanah di sekitar rumah memang sangat subur, dalam seminggu rumput sudah memenuhi pekarangan. Kalau urusan merumput, saya dan suami kurang telaten bersih-bersih. Biasanya, saya memanggil pak Sajid yang pekerjaannya membersihkan kebun. Hanya membayar 20 ribu sudah beres dan tidak capek.