Banyuwangi, I am Coming

Posted by with 1 comment
Tepat diawal tahun baru 2017, saya dan keluarga pindah ke Banyuwangi. Ada rasa sedih dan senang. Terasa sedih ketika harus berpisah dengan keluarga besar Kediri. Senang, ketika kami berada dalam lingkungan baru yang sepertinya akan lebih menantang dan di sini banyak sekali objek wisata yang bisa dieksplorasi. Artinya, bisa jadi lumbung penghasilan ketika kita bisa membidik.

Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten yang ada di propinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Perkembangan Banyuwangi




Sejenak, melihat perkembangan Banyuwangi sangat luar biasa. Dulu ketika awal menikah, saya sempet ragu, betah nggak ya tinggal di kota yang kayak gini, ya kayak pegunungan, ndeso banget lah. Kebetulan memang rumah mertua, ndeso. semenjak ganti bupati pak Anas, semua berubah drastis. yang sangat menonjol adalah di sektor pariwisata, selain itu digitalisasi segala aktivitas pemerintahan hingga pelosok desa. Adanya jaringan internet yang bagus membuat saya semakin betah, karena memang pekerjaan saya selain ibu rumah tangga adalah berselancar di dunia maya. Ngumpulin dollar dollar yang berserakan. Pertumbuhan Banyuwangi yang baik akan menyejahterakan warga. Terbukti, di sini banyak sekali orang kaya, rumah bagus-bagus, banyak yang punya mobil dan sawah yang subur. Selain, kerja keras seseorang, saya ada kontribusi juga dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat PRO rakyat. 

Teluk Ijo Banyuwangi

Pulau Merah Banyuwangi

Raih Berbagai Award

Dikutip dari news.detik.com Banyuwangi meraih banyak prestasi atau pencapaian kinerja di bidang tata kelola pemerintahan diantaranya predikat sistem akuntabilitas kinerja Intansi pemerintah (SAKIP) meraih predikat A, dimana Banyuwangi menjadi yang pertama satu-satunya di Indonesia. Serta Indeks kepuasan masyarakat mencapai 82,05 persen. Banyuwangi terus mengembangkan Goverment Information System di berbagai bidang pemerintahan seperti e-gov, e-office, e-health, e-education, e-budgeting, e-village hingga e-audit. Berbagai event tingkat internasional maupun lokal juga sering diselenggarakan di Banyuwangi. 

Top Leader Pemerintahan

Ini nih Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas

Nah, siapa sih yang nggak demen, (artinya suka, bahasa gaul Banyuwangi) punya bupati yang keren, mampu menggerakkan aparat birokratnya untuk terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival, tanpa melibatkan Event Organizer (EO), antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bersinergi satu sama lain, baik dalam penyelenggaraan suatu acara maupun dalam menuntaskan pelayanan publik. Uniknya, koordinasi itu tidak lagi dalam bentuk surat menyurat, melainkan via aplikasi dalam smartphone. Selama ini, Bupati Anas memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan Facebook untuk menerima aduan tentang permasalahan kemiskinan dan permasalahan lain sebagainya. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat. Targetnya, hanya 4 jam masalah terselesaikan sejak mendapatkan laporan dari pengadu. Wow!

Nah, sip kan, coba nih ya, semua kota punya bupati yang berkarakter kayak pak Anas?Indonesia mah bisa kaya tanpa terbelit utang sana sini. Semoga Banyuwangi makin sukses ya, warga Banyuwangi makin sejahtera. Amin

Mungkin itu aja sih, ngobrolin seputar Banyuwangi. Ovel all, the next project adalah bikin blog dan channel youtube tentang keindahan Banyuwangi. (Belajar fotografi dulu ya)hihi