Pisang Cavendish Sunpride, Teman Setia Perempuan Nusantara

Posted by with 1 comment


Perempuan manapun pasti mendambakan tubuh ideal, sehat, cantik dan enerjik. Begitu juga dengan saya, memiliki seambreg aktivitas dalam mengelola rumah tangga dan bisnis keluarga. Tentu tidak mudah menjalaninya, membagi waktu dan porsi fikiran bagi seorang perempuan yang cenderung multitasking dibutuhkan kesehatan fisik, psikis dan stamina yang baik untuk menjalani aktivitas sehari-hari. 

Memasuki usia 30 tahun, bagi saya pribadi menjadi momen waspada, menaruh perhatian lebih pada kesehatan karena lebih rentan terhadap penyakit. Seperti, kanker payudara, anemia, osteoporosis, hipertensi dan lainnya. Dalam hal ini, saya sangat berhati-hati ketika memilih menu masakan untuk keluarga. Sayur dan buah, selalu tersaji setiap hari. Salah satunya buah pisang, harganya sangat terjangkau dan memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan.


Pisang Cavendish, Pilihan Tepat untuk Perempuan yang Ingin Cantik Alami dan Ideal, Tanpa Diet Berat



Kalau lagi diet, kamu pilih yang mana? 

Salah satu buah yang direkomendasikan ketika kamu memiliki program diet adalah pisang. Kandungan serat dan potasium yang tinggi di dalam pisang dapat menimbulkan efek kenyang yang lebih lama jika kamu makan. Nutrisi pisang akan bertahan lebih lama berada pada sistem pencernaan sehingga mampu mengurangi nafsu makan, tubuh pun akan ideal. Nah, masih ingin makan nasi putih dalam jumlah banyak? Harus waspada lho, jika makan dalam jumlah yang tidak tepat akan memicu gangguan metabolisme, misalnya diabetes, obesitas dan lainnya. 

Selain Bikin Sehat, Pisang Bermanfaat untuk Perawatan Wajah dan Kulit Tubuh

Dilansir dari laman ledisia.com, buah pisang dan kulitnya bisa dimanfaatkan untuk perawatan wajah dan kulit tubuh, penjelasan cara-caranya, simak di video dibawahnya ya,

1. Masker pisang atasi kulit berminyak

2. Anti suntik botox, wajah awet muda dengan masker pisang

3. Buah dan kulit Pisang sebagai obat alami jerawat meradang

4. Wajah belang kembali rata dengan pisang

5. Haluskan tumit yang kering dan pecah dengan moisturizer alami berbahan pisang. 





Bukan Buah Import, Pisang Cavendish Sunpride Asli Lokal

Buah pisang telah dikenal masyarakat luas dari berbagai kalangan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga manula menyukai buah yang satu ini. Namun, tahukah kamu dengan buah cavendish? Kebanyakan dari kita mengenal jenis pisang ambon, pisang kepok, pisang hijau, pisang raja, pisang tanduk atau pisang lainnya. Pisang cavendish dianggap buah import karena rasanya manis, berwarna kuning cerah.

Dalam postingan kali ini, saya ingin mengenalkan khasiat menakjubkan pisang cavendish, pisang ini merupakan komoditas buah topis yang dikembangbiakan menggunakan metode kultur jaringan bukan bibit anakan seperti buah pisang pada umumnya. Pisang cavendish bebas dari penyakit layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Susarium oxysporum cubense. 

Proses pemanenan melalui proses quality control, supaya terbebas dari getah dan jamur, pisang dipilih sesuai standart kebutuhan konsumen seperti kemanisan, tingkat kematangan dan kualitas pisang cavendish. Makanya jangan heran kalau penampilan pisang cavendish sunpride sangat menggoda untuk segera dinikmati. Apalagi, dari tahapan proses dijamin bebas dari obat kimia. Denger kata pisang, ya, pisang pasti sunpride.....







Pisang cavendish ini tidak dijual bebas, kamu hanya bisa menemukan produk ini di beberapa toko buah, atau supermarket dengan merek sunpride. Di sekitar tempat tinggal saya, hanya ada 1 supermarket yang menjualnya, hehe (maklum lah agak ndeso, sistaa)

Pisang cavendish sunpride ditanam dikebun milik group gunung sewu yang ada di Lampung (wah, jauh ya?), perawatan dilakukan maksimal, mulai dari pemilihan bibit, pembuahan hingga pengemasan. 


Pisang cavendis dikemas beberapa jenis, yakni cluster, finger dan single. Jika kamu beli jenis cluster, terdiri dari 3-8fingers, sedangkan jenis finger terdiri dari 1-2 fingers dan yang terakhir jenis single, ada 1 finger yang dikemas dalam plastik khusus dan berlubang. Berikut ini kandungan nutrisi pisang cavendish,



Langsung Haaap.......Suka Pisang, Anak Sehat dan Semakin Aktif Bergerak


Zam (8th), si sulung yang suka bersepeda selalu mengeluh lapar dalam hitungan jam. Meski sudah makan seporsi nasi pada jadwal yang tepat. Energinya terkuras untuk bermain di luar rumah, entah itu bersepeda, main layangan atau bermain bola dengan teman sebayanya. Aneka camilan Seperti susu, pisang, snack ataupun roti selalu saya sediakan untuk mengatasi “rengekan” Zam ketika pulang bermain. Hal ini mengantisipasi supaya tidak jajan di luar rumah, biasanya kalau lagi nggak punya persediaan camilan di rumah, Zam akan nodong minta uang untuk beli cilok.. hadewwh, cilok lagi.....cilok lagih....

Tak jauh berbeda, dengan adiknya Zam, Nadia (6th), dia suka sekali bermain di luar rumah. Kadang main ke rumah teman, bersepeda, sekedar main masak-masakan, petak umpet atau main lompat tali. Duo kurcilsku doyan sekali makan pisang, tanpa dibikin kreasi macam-macam pun langsung haaap....nyam....nyam...nyaaaam



Pisang Cavendish Sunpride, Teman Setia Perempuan Nusantara

Bundaa, Sistaa....

Hidup di era serba instan seperti sekarang, terkadang kita kurang menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini. Membiasakan anak tidak jajan dan lebih senang makan makanan alami tentu tidaklah mudah. Menyiapkan buah pisang terutama pisang cavendish sunpride menjadi salah satu upaya agar keluarga kita lebih menyukai buah-buahan ketimbang cilok, gorengan, junkfood dan makanan instan lainnya yang dapat memicu penyakit pada tubuh. Selain itu, dengan makan pisang, sista bunda bisa memiliki kulit sehat, wajah terawat, awet muda, dan yang pasti, body jadi kayak buah pir bukan buah apel alias langsing tidak gendut. Sehat dan bahagia selalu ya, cantikss........



Referensi : 



Tips Memenangkan Lomba Menulis Esai untuk Ibu Rumah Tangga

Posted by with 2 comments


Lomba menulis PKS ini sepertinya akan diselenggarakan secara rutin, entah tiap tahun atau 2 tahun sekali. Lomba pertama kali, tahun 2015 saya telah mengikuti lomba menulis Esai dengan judul Gerakan Anak Bahagiakan Orangtua, Alhamdulillah menjadi pemenang kedua kategori Ibu Rumah Tangga. Banyak tema yang menjadi pilihan tema, antara lain; 

§ Islam dan Patriotisme Kebangsaan: Tantangan untuk generasi muda

§ Spirit Agama Sebagai Fundamental Wawasan Nasionalisme Indonesia

§ Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia

§ Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

§ Perwujudan cita-cita Islam dalam Kebersamaan Kebangsaan

§ Menggali nilai sosial Islam dalam pembangunan kerakyatan

§ Semangat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia

§ Spirit Islam, Nasionalisme dan Modernitas

§ Menggali Akar Kehidupan religius di Nusantara Pesantren dan

§ Wawasan Kebangsaan Indonesia


Saya mengambil tema, Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia. Saat itu, dikejar deadline, dalam waktu 7 hari harus bisa menyelesaikan tanpa acuan referensi apapun, hanya bermodalkan, pengalaman membina anak-anak muda di komunitas GABO (Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua) yang berada di Kediri, asuhan Ustadz Mahendra Darwis.

Lomba yang kedua ini, awalnya sempat ragu ikut lomba lagi karena sudah pernah menang, tapi ketika saya coba hubungi panitia melalui SMS, dijawab boleh asalkan beda tema. Nah, dari sini saya sudah membidik 1 tema diantara tema pilihan lainnya, yaitu Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.


ESAI yang kedua berjudul Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Tulisan ini dibuat secara totalitas karena memang sedang fokus, pikirannya tidak bercabang banyak, paling cuma 2 cabang, wkwkk (dasar emak-emak!!). Persiapan buku referensi dan pengalaman ketika berkecimpung di komunitas Al-Qur’an juga sudah mumpuni. Sempat down saat proses finishing karena nggak nemu benang merahnya, memasukkan tema islami kayak gini ke konteks kebangsaan. Saat itu, saya memposisikan diri sebagai muslim negarawan ala mahasiswa jadul. Hehe #norak ya, Alhamdulillah, atas izin Alloh, tulisan ini berhasil mencuri hati para dewan juri. 

Tips Spesial Memenangkan Lomba Penulisan ini hanya satu yaitu padukan teori kontekstual dengan kehidupan riil yang bunda jalani, awali dengan permasalahan dan akhiri dengan solusi. Kerangka esai hampir sama dengan kerangka makalah yang biasa kita buat saat kuliah dulu (masih inget, nggak?)

Yuk kita bedah judul yang saya buat, 

Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Jadi ada 3 kata kunci : 

generasi digital 

tahfidzul qur’an

nilai ketuhanan 

sudah bisa kita tebak ya, tema ini memang dekat kondisi terkini. Lahirnya generasi digital akibat kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat orangtua cemas, apa yang terjadi jika anak tanpa kontrol pegang gadget? Siapa yang menjadi generasi bangsa ini (tunjuklah anak-anak kita) aman dari bahaya gadget yang menyerang dari berbagai sisi? Psikologi, emosional, moralitas hingga spiritual. 

Nah, di sinilah solusi, tahfidzul quran menawarkan sebuah solusi untuk bunda, untuk menanamkan kembali nilai ketuhanan yang sudah dicontohkan generasi emas terdahulu. Kondisi eksternal pun akan bisa dihadapi dengan kalamullah yang terpatri dalam diri. 

Dalam konteks kebangsaan, sejak dulu, nilai ketuhanan sebenarnya sudah getol dicontohkan para pahlawan dalam berperilaku, baik di ranah politik, ekonomi, sosial dan budaya. Jadi, Pastikan tema yang diangkat harus bunda fahami. Supaya lebih maksimal dalam proses penulisannya nanti. 


Fraksi PKS Menunjukkan Tetap Concern dengan Persoalan Narasi Kebangsaan.

Tema yang diusung PKS ini tentang keumatan, kerakyatan dan nasionalisme Indonesia. Jadi, teman-teman...siapkan gagasan gagasan kalian jika ingin uji nyali dalam kompetisi menulis ini. Lomba tidak ditujukan untuk kader PKS namun untuk Umum, bahkan peserta disesuaikan dengan kategori masing masing (wartawan, pelajar, mahasiswa, umum, dan ibu rumah tangga).

Gagasan kalian akan disusun dalam bentuk buku, khususnya yang berasal dari juara 1 masing-masing kategori. Buku ini akan disebarluaskan ke seluruh jejaring Fraksi PKS di tingkat daerah. 

Ibu Rumah Tangga Bisa Berkontribusi Gagasan untuk Bangsa

Nah ini yang saya suka, dalam persyaratan lomba penulisan Esai Fraksi PKS DPR RI terdapat kategori ibu rumah tangga, sepertinya belum pernah saya jumpai di lomba menulis lain. Biasanya, cuma kategori umum. Kalau saya masuk kategori umum, sudah bisa ditebak, dikalahkan sama dosen-dosen yang benar-benar masih tercium aroma intelektual. Lah kalau emak-emak, yang tercium ya aroma kepulan asap atau sesekali aroma aspal jalanan karena bertugas jadi tukang ojek atau menjadi guru freelance. Hehe,



Terimakasih PKS, sudah memberi ruang meluapkan “kegundahan hati” untuk ibu rumah tangga. Secara status, memang kurang terpandang namun saya yakin sosok ibu baik yang bekerja di rumah atau di kantor selalu menyimpan gagasan berlian untuk Indonesia yang lebih baik. 

Bunda ingin berkontribusi di lomba Penulisan Esai selanjutnya? Yuk, kepoin websitenya, http://pks.id/ (Semoga diselenggarakan kembali) 


Menikmati Sajian Puncak Acara Tasyakuran Milad PKS Ke 19

Posted by with No comments

Alhamdulillah, Pukul 12.30 kami tiba di lokasi acara Hotel Grand Sahid Jakarta, Meski kursi di ballroom masih agak lengang, beberapa tamu undangan mulai berdatangan.

copyright by pks.id 

Lama diri ini mematung, Masih bengong, nggak percaya bisa menghadiri puncak acara Tasyakuran yang dirancang “keren”sedemikian rupa. Turut hadir pada petinggi partai PKS, Fraksi PKS DPR RI, Pasangan Calon gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan dan Sandiaga S.Uno, Dedy Mizwar, dan undangan spesial dari kader PKS.

Grand desain dari acara ini yakni gelar budaya, jadi konsep acaranya bernuansa kebudayaan, tidak hanya melibatkan kader PKS saja namun juga menghadirkan pengisi acara yang didatangkan dari kalangan profesional, seperti Inka Christie yang suara kece badai, Anto Baret & KPJ Jakarta, Orkestra 7, Immanissimo, Teater Kanvas, Sanggar Budaya Betawi ISBAT, Sinden Ghea, Videografer Garniyu Rijal, Bandung Juara Choirs, dan masih banyak lagi

copyright by pks.id

Konseptor acara ini ialah Irfan Hidayatullah, bagi beberapa penulis dari kalangan FLP tentu sudah tidak asing lagi, kan? Adapun team produksi terdiri dari show director, produser, art director, lighting director. Ish...ish....ishhh.....keren banget, kan?

Bagi orang kota, mungkin sudah biasa, tapi bagi emak ndeso macam saya ni melongo, liat acara kayak githu. Karena dulu pengalaman menggelar artshow ketika di pondok, jadi faham sedikit lah konsep suatu acara. 

Usai menulis daftar hadir di buku tamu, kita dijamu dulu, makanan di meja besar sudah siap, sebenarnya malu juga bawa suami dan anak-anak. 

“Duh, maaf mbak, jadi merepotkan nih?” kataku 

“nggak apa-apa ibu, nggak ada yang direpotkan, kami kan berkhidmat untuk masyarakat,” jawab panitia tersenyum,

Nyeeee....oke deh, lanjut donk kita serbu aneka makanan yang terhidang. Bersama undangan lainnya, kita tidak malu karena tidak ada yang kenal, terdengar riang suara beberapa anak kader yang turut hadir


Usai makan, wawancara (masuk tipi, tssaaah) kita langsung cushh ke acara inti. Melewati lorong-lorong hotel bikin saya termehek mehek. Hehe (maklum lah emak-emak belum pernah lihat hotel yang gede kayak gini.

Menikmati rangkaian acara milad ini dipenuhi warna warni nuansa hati, terbawa baper, di sini kami diingatkan lagi tentang Indonesia, kebudayaan dan kontribusi apa yang bisa kita berikan? 

Lebih detailnya, simak saja cuplikan video beberapa rangkaian acara berikut ini ya, ingin lengkap kunjungi channel Youtube PKS TV



Berikut ini video ketika pembacaan puisi



Cuplikan video tentang wayang orang

Cerita Perjalanan ke Jakarta Menghadiri Gelar Budaya MILAD PKS Ke 19

Posted by with No comments

5 Tahun yang lalu, Tahun 2012, saya bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba Blogger. Dan Kini, tahun 2017 juga bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba menulis Esai. Alhamdulillah, maklum emak desa kayak gini, belum pernah merasakan namanya travelling lintas kota. Jadi, sensasinya wow, githu.

Banyuwangi, I am Coming

Posted by with 1 comment
Tepat diawal tahun baru 2017, saya dan keluarga pindah ke Banyuwangi. Ada rasa sedih dan senang. Terasa sedih ketika harus berpisah dengan keluarga besar Kediri. Senang, ketika kami berada dalam lingkungan baru yang sepertinya akan lebih menantang dan di sini banyak sekali objek wisata yang bisa dieksplorasi. Artinya, bisa jadi lumbung penghasilan ketika kita bisa membidik.

Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten yang ada di propinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Perkembangan Banyuwangi




Sejenak, melihat perkembangan Banyuwangi sangat luar biasa. Dulu ketika awal menikah, saya sempet ragu, betah nggak ya tinggal di kota yang kayak gini, ya kayak pegunungan, ndeso banget lah. Kebetulan memang rumah mertua, ndeso. semenjak ganti bupati pak Anas, semua berubah drastis. yang sangat menonjol adalah di sektor pariwisata, selain itu digitalisasi segala aktivitas pemerintahan hingga pelosok desa. Adanya jaringan internet yang bagus membuat saya semakin betah, karena memang pekerjaan saya selain ibu rumah tangga adalah berselancar di dunia maya. Ngumpulin dollar dollar yang berserakan. Pertumbuhan Banyuwangi yang baik akan menyejahterakan warga. Terbukti, di sini banyak sekali orang kaya, rumah bagus-bagus, banyak yang punya mobil dan sawah yang subur. Selain, kerja keras seseorang, saya ada kontribusi juga dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat PRO rakyat. 

Teluk Ijo Banyuwangi

Pulau Merah Banyuwangi

Raih Berbagai Award

Dikutip dari news.detik.com Banyuwangi meraih banyak prestasi atau pencapaian kinerja di bidang tata kelola pemerintahan diantaranya predikat sistem akuntabilitas kinerja Intansi pemerintah (SAKIP) meraih predikat A, dimana Banyuwangi menjadi yang pertama satu-satunya di Indonesia. Serta Indeks kepuasan masyarakat mencapai 82,05 persen. Banyuwangi terus mengembangkan Goverment Information System di berbagai bidang pemerintahan seperti e-gov, e-office, e-health, e-education, e-budgeting, e-village hingga e-audit. Berbagai event tingkat internasional maupun lokal juga sering diselenggarakan di Banyuwangi. 

Top Leader Pemerintahan

Ini nih Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas

Nah, siapa sih yang nggak demen, (artinya suka, bahasa gaul Banyuwangi) punya bupati yang keren, mampu menggerakkan aparat birokratnya untuk terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival, tanpa melibatkan Event Organizer (EO), antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bersinergi satu sama lain, baik dalam penyelenggaraan suatu acara maupun dalam menuntaskan pelayanan publik. Uniknya, koordinasi itu tidak lagi dalam bentuk surat menyurat, melainkan via aplikasi dalam smartphone. Selama ini, Bupati Anas memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan Facebook untuk menerima aduan tentang permasalahan kemiskinan dan permasalahan lain sebagainya. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat. Targetnya, hanya 4 jam masalah terselesaikan sejak mendapatkan laporan dari pengadu. Wow!

Nah, sip kan, coba nih ya, semua kota punya bupati yang berkarakter kayak pak Anas?Indonesia mah bisa kaya tanpa terbelit utang sana sini. Semoga Banyuwangi makin sukses ya, warga Banyuwangi makin sejahtera. Amin

Mungkin itu aja sih, ngobrolin seputar Banyuwangi. Ovel all, the next project adalah bikin blog dan channel youtube tentang keindahan Banyuwangi. (Belajar fotografi dulu ya)hihi