Imajinasi Anak "Miii, aku ingin membawamu terbang"

Posted by with No comments
Mentari baru saja menyumbul penuh semangat, tanda rumah kembali sepi. Suami dan kakak sudah berangkat sejak pukul 7 pagi. Giliran adek (Nadia, 4y) yang mogok sekolah. Ternyata, semangat mentari tak jua menulari adek semangat sekolah. Ya sudahlah, ini pertanda rumah kembali berantakan. 

Tiba-tiba terdengar lirih,

"Miiii....aku mau jadi kupu-kupu""kedua matanya sambil kedip-kedip

Spontan saya kaget. Kudekati dia, mulai nih, bakal keluar celotehan yang aneh-aneh. Siap-siap "skak mati!"hihi

"Memang kenapa dek?"tanyaku

Äku mau pengen bawa ummi terbang jauuuh" Fiuuuuh....

Entar ummi gak perlu capek-capek kalo kemana-mana. Aku ajak ummi jalan-jalan kemana pun ummi suka. Mau berangkat kerja? aku anter deh. Aman kok nggak bakal jatuh, aku pegangin rapet-rapet. 

Begitu ceritanya, sambil senyum-senyum ngebayangin

Saya pun nahan ketawa sesekali menatap kedua matanya. Benar.... dia serius, antusias banget. Imajinasi anak memang luar biasa. dan, ini bawaan fitrah. Ini bukan pertama kali terjadi. Bagi kita, bermain kesannya sepele namun bagi anak-anak, bermain itu serius. 

Terimakasih, nak.... 
Entah kupu-kupu versi apa yang Alloh kabulkan kelak. Jelas sekali, imajinasimu kali ini bukti sayang ananda pada bunda. Love you,


******  

Imajinasi anak memang perlu diasah, harapan besar ketika ia dewasa kelak mampu mempertahankan imajinasinya dan membuat ia makin kreatif. Kreativitas inilah yang menjadi modal ketika mereka berusaha memecahkan masalah. Berdasarkan penelitian di Case western reserve university, anak yang memiliki ecenderunguan untuk mempertahankan imajinasinya ketika dewasa. Dan kini jika kita amati, orang-orang yang kreatif lah memiliki banyak cara saat menghadapi tantangan sulit. 


0 add comment:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.