Cara Mengalihkan Anak dari Gadget

Posted by
Di era informasi saat ini, gadget menjadi 'teman' baru bagi anak-anak. Segala aneka games bisa diunduh dengan mudah. Meski berdalih karena muatan edukatif, gadget tetap bisa berpotensi menjadi momok yang dapat merusak tumbuh kembang anak. Parahnya, banyak orang tua yang membiarkan anak-anaknya bebas bermain gadget tanpa memperhatikan dampak negatif dari gadget.


Banyak penelitian yang membuktikan bahwa dampak negatif gadget bisa menyebabkan anak kurang bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, kesehatan mata anak terganggu karena menatap layar gadget. Bahkan, dalam sebuah artikel yang berjudul Positive and Negatif Impact of Electronic Devices and Gadget to Children, dijelaskan bahwa anak makin agresif jika sudah kecanduan game yang bertema kekerasan. Gadget juga mengganggu konsentrasi anak. Bukan hanya game, anak tingkat usia sekolah dasar yang memiliki akun sosial media seperti facebook, bb, line, dan lainnya juga bisa berpengaruh pada sulitnya fokus konsentrasi sehingga dapat mengganggu proses belajar di sekolah. Secara fisik, tumbuh kembang anak juga akan lemah. 

Sebagai orang tua, anda memang harus tetap waspada. hanya sekedar melakukan pengawasan saja tidak cukup. anda perlu membatasi dengan memberikan pemahaman ke anak. dalam seminggu, harusnya anak tidak boleh pegang gadget entah itu nge-games atau lainnya tidak lebih dari 5-10 jam. ingat, itu dalam seminggu!  Jadi, asumsinya dalam sehari cukup 30 menit dipinjami gadget. Namun, jika anak-anak sudah terlanjur 'doyan' gadget. Berikut 5 tips cara mengalihkan anak dari gadget yang bisa anda lakukan; 

1. Istimewakan kegiatan luar rumah daripada bermain gadget
Banyak sekali permainan fisik khas Indonesia yang membuat anak lebih lincah bergerak dan mengajarkan tentang kerja tim. seperti kejar-kejaran, petak umpet, gobak sodor, bermain bola dan masih banyak lagi. anda bisa mengajak memasak bersama, belanja ke pasar atau berkebun. Di saat anda berada dalam jam sibuk, anda bisa mendaftarkan ananda ke kursus ekstrakulikuler yang kegiatannya tidak bersentuhan dengan gadget.

Kak Azzam dan Dek Nadia dah Happy banget meski hanya mengaduk telur terus digoreng

2, Sampaikan dengan bahasa sederhana dampak negatif dan positif gadget
Balita usia 0-2 tahun, usahakan tidak mengenal gadget karena masa ini adalah tumbuh kembang yang krusial untuk mengajak mereka berbicara dua arah. Jika usia 3 tahun ke atas juga masih masa-masa golden age jadi sampai masa keemasan mereka direnggut oleh gadget. anak usia TK hingga SD biasanya bisa memahami nasehat yang kita sampaikan, ajak mereka ngobrol tentang manfaat dan keburukan gadget, sesering mungkin anda menyampaikan, anak-anak akan faham dengan sendirinya. 

3. Ketahui minat bakat anak dan dikembangkan
Jika anda sudah mengetahui minat anak, segera dioptimalkan bisa melalui kursus, bunda mengajari sendiri dengan mencari referensi google atau melibatkan anak ke kegiatannya langsung

4. Sediakan buku dan manfaatkan yang berkualitas untuk bermain bersama dan mendongeng
Sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan adalah buku, mengenalkan anak melalui buku akan membuat anak haus akan ilmu. tanpa kita setir, anak-anak akan merasa haus ilmu dan gadget akan ditinggalkan anak. yang harus kita lakukan adalah mengajak anak mencintai buku dengan sering bercerita, manfaatkan waktu berkualitas anda. 

5. Lakukan monitoring
 Anda perlu melakukan pengawasan dengan mengajak sharing seputar kegiatan ekstrakulikuer yang dijalani. bercerita tentang kesibukan dengan teman hingga mengetahui wawasan anak tentang dunia maya. yang erlu ditekankan adalah anak tidak perlu dituntut sukses di bidangnya, cukup libatkan anak dalam kesibukan selain sibuk pegang gadget

Kelima tips diatas bisa anda kembangkan sendiri bersama keluarga. program-program yang sudah anda sepakati bersama harus konsisten dijalankan dengan bahagia. Karena jika sumber kebahagiaan sudah ditemukan anak, secanggih apapun dunia teknologi tidak membuat anak terlena malah justru bersinergi meningkatkan pengetahuan anak.