Bisnis Online Butuh Porsi Praktek Lebih Banyak

Posted by with 2 comments
Lama sekali, saya tidak menulis apa yang terjadi pada fase kehidupan ini. Detik-detik dimana usia beranjak 29 tahun. Ehm, sedikit ada yang istimewa pada peningkatan kualitas pribadi. Pasalnya, sejak awal 2015 saya sudah berjanji untuk menekuni bidang baru yakni dunia internet marketing. Yaaa, meski nggak mahir setidaknya saya tahu pola kerjanya. 

Dalam proses perjalanannya sangat tidak mudah, ekspektasi yang terlalu tinggi untuk KAYA CEPAT itu hanya ilusi. Kamu-kamu yang “mengira” pengen KAYA CEPAT melalui jalur internet siapkan mental baja saja. 

KAYA CEPAT benar adanya bagi mereka yang sudah mampu me-manage diri sendiri serta memiliki kemampuan dasar. Selama setahun ini pula, banyak pelajaran yang bisa saya dapat dari berproses terutama bagi Ibu Rumah Tangga atau wanita yang secara kemampuan berfikir bisa jadi mengalami ‘penurunan’ karena pekerjaan domestik yang dilalui hari demi hari.

Mulai dari TOKO ONLINE, ADSENSE CONTENT, ADSENSE YOUTUBE dah saya coba. Karena basic bisnis ada di TOKO ONLINE. Akhirnya, porsi saya banyak di sini meski kadang juga pengen ke adsense CONTENT jika melihat penghasilan emak blogger yang sudah meroket. 

Lagi-lagi, saya harus KUAT…kuat tidak terpengaruh dengan orang lain meski penghasilan saya di toko online belum cukup memuaskan. Sekarang menikmati proses, proses belajar yang kadang melelahkan…

Sama halnya mempercantik diri,  banyakin prakteknya yaaa.....

Buat kamu yang kepengen juga memahami dunia online, jangan semangat diawal doang lho yaaa….Jangan hanya bermimpi tanpa merasakan lelah belajar. Adapun tips berikut yang bisa kamu lakukan juga (terutama para cewek) yang lagi berusaha kayak saya. Ceritanya saya lagi “menyemangati diri sendiri”:

1. Siapkan Fisik
Kerja di depan laptop seharian penuh memang baik secara kuantitas, semakin lama kita “browsing” semakin banyak ilmu. Tapi apa baik untuk tubuh? Oh tidak! Kamu harus menyiapkan porsi untuk olahraga, bergerak dan makan bergizi. Kalau saya lebih mengutamakan pola makan fc atau Food Combaining jadi tanpa ada khawatir sakit Karena asupan serat dan air putih yang banyak dah membuat tubuh selalu fit dan jarang sakit. Mau coba? Boleh….

2. Siapkan target
Kalo ingin focus segera tutup social media terutama facebook yang membuat waktu kita di depan laptop kadang sia-sia tanpa menghassilkan apa-apa. Timeline yang selalu jadi perbincangan di dunia maya kadang membuat kita lupa waktu. Jadi pastikan target-target harian dan temple di dekat laptop.

3. Bikin pola kerja yang baik
Pola kerja, nah ini kadang membuat saya juga rempong karena kalau sudah duduk di depan laptop waktu berlalu begitu cepat, bahkan 2 jam saja hanya utek-utek 1 logo (ini kan boros banget, tapi kalau untuk pemula harus sabar kalo sudah menguasai begituan pasti cepet.
(dulu saya mikir, kalau harus ke jasa desain, uang habis untuk itu, jadi saya memilih belajar sedikit lah),. Jadi atur pola kerjanya ya…..

4. Cari mentor yang ramah dan sabar
Kalau nggak punya mentor pasti syusah ya, nggak selamanya semua materi ada di google atau youtube. Jadi ikuti komunitas internet marketing terdekat di kotamu dan lakukan pendekatan lah dengan si mentor. Hihi…ini biasanya jadi cara ampuh buat “curi” ilmu si mentor. Alhamdulillah, saya ada kenalan 2 mentor yang baik, dan kedepannya nanti sy juga bakal cari mentor lain. Karena biasanya masing-masing mereka punya ilmu dan pengalaman yang berbeda. 


5. Tidak boros
Awal-awal puunya penghasilan dari ONLINE saya langsung rakus. Ada tool baru ada e book baru selalu beli. Hadeeeh, payah akhirnya…..karena banyak baca doang atau praktek, tapi tak apa semuakan memang berproses. Toh baru merasakan lelahnya belajar dunia online. Nggak kebayang para mastah (sebutan guru internet marketing) yang konsisten dan praktek terus penghasilan sekarang dah lumayan.


JADI, Semangaaat terus ya……ini bagian dari ikhtiyar kita menjemput rizqi dan pasti suatu saat akan dapat KEJUTAN yang WOW dari Sang Pemberi Rizqi.



2 komentar:

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.