Kuwujudkan Mimpi Umroh Bersama Keluarga

Posted by with 2 comments
Dua tahun yang lalu, ibu pernah bilang ke aku “bisa nggak ya, kita sekeluarga umroh bareng?”

Aku jawab saja, “Insya Allah bisa, buuu.....”

Waktu itu separo optimis, separo pesimis. Aku sadar diri lah, sebagai putri sulung yang tidak bekerja kok bisa-bisanya ngomong seperti itu. Di rumah, aku berfikir panjang, kira-kira jalan mana ya Alloh yang bisa aku tempuh? Guna mempercepat menuju rumahMu, menuju Baitulloh yang sealu dirindukan umat Islam dari penjuru dunia. 


Aku sempat mengutarakan kegundahan ini pada suami, “Maaas, tau kan usia bapak sekarang berapa?

“enam puluh empat, emang kenapa?” tanya suami

Sebentar lagi bapak pensiun, dan usianya mungkin tidak lama lagi, terlebih bapak punya diabetes dan darah tinggi. Aku....aku....aku ingiiin umroh bareng dengan bapak ibu, kataku sambil terisak. Mata pun tak tertahan mengeluarkan air mata. Aku sebenarnya tidak tega bilang ke suami, mengingat kami baru saja merintis usaha es ala gerobakan dan usaha aluminium.

Suami terdiam. Entah galau, entah hatinya juga tersayat karena sebagai kepala keluarga, ia juga masih dalam proses kemandirian.

“Insya Allah, bisaa....kita kerja keras ya sayang, bisnis yang kita jalankan insya Allah sudah mulai tumbuh dan kita bisa mendaftarkan bapak ibu terlebih dahulu” jawab suami.

Dua minggu kemudian......

Aku mendapati sebuah majalah peluang usaha tentang kemitraan travel umroh haji dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Apa yang terjadi kala itu, tanganku mendadak gemetar, membayangkan perjalanan menuju Baitulloh bersama keluarga. Membayangkan alunan syahdu tilawatil Quran dari penjuru masjidil haram, merasakan lembutnya kain kishwah yang selalu sentuhan kaum muslimin dari penjuru dunia.

Ah, Allah kapan aku bisa bisa seperti mereka....???

Jujur, awalnya aku tidak tertarik dengan ratusan income dan milayaran reward yang ‘mereka’ raih. Yang terfikirkan adalah bagaimana saya bisa ‘sibuk’ melayani tamu-tamu Allah sehingga aku dan keluarga dimudahkan menuju Baitulloh. Mulai detik itu juga, aku menggali informasi tentang perusahaan tersebut, apa visinya? Seberapa perusahaan berpengalaman? Dan, tidak kalah penting adalah orang yang sudah terjun di sana dan bisa aku temui. Kucarilah orang yang dari Kediri, dan subhanallah jarak tiga hari, aku bertemu dengan teman yang sudah bergabung.

Aku semakin mantap mendaftarkan diri setelah mengikuti pemaparan dari NES tentang mudahnya umroh bersama keluarga dan pahala berlipat bagi orang yang SIAP melayani tamu-tamu Allah.

Yah, aku SIAP....meski bisa dibilang masih awam tentang bisnis travel, tapi karena basisku bisnis kemitraan seperti bisnis waralabaminumanmurah.com.... jadi aku tahu betul, bisnis ini insya Allah berkah sepanjang masa. Hitung-hitung aku nabung pahala karena bisnis ini bisnis silaturahim, kepercayaan, ta’awun daaan Allah lah yang jadi BOS.

Kini, saatnya melangkah dengan tatapan optimis. Bismillah......

 
Yaa Allah, berikanlah kami rezki
agar bisa berziarah ke RumahMu (Mesjidil Haram) Dan kota Rasulullah (mesjid Nabawi)
Bersama keluarga kami, orang tua kami, sahabat kami, di tahun ini dan di setiap tahun, dalam keadaan yg terbaik..
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kami Muhammad SAW, bersama keluarga dan sahabatnya
Aaamiin....

Buat temen2 yang punya cita-cita yang sama, pertahankan mimpi itu, jangan sampai mimpi umroh menguap begitu saja tertelan waktu. Karena, kita tidak tau kapan ajal menjemput.

Jangan sungkan tanya ke aku tentang langkah2 mewujudkan mimpi tersebut.....#bersama kita raih mimpi umroh bersama keluarga



Sahabat blogger,
Nurul Habeeba 
085746620696/ pin bb 7e6be88c



2 komentar:

  1. min, mampir kesini jg bu -- http://1zdiq7.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Semoga segera terwujud keinginannya Mbak...aamiin.

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.