Waspada Terhadap 3 Godaan Saat Ramadhan

Posted by with 1 comment
Bulan Ramadhan selalu dinanti umat Islam, keberkahan dan pahala kebaikan yang berlipat ganda menjadi magnet dalam berlomba menjalankan ibadah wajib maupun sunnah. Seorang muslim wajib berpuasa, menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan.

Euforia memasuki awal bulan Ramadhan begitu terasa, kita menyambut kehadiran bulan suci dengan suka cita. Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka. Betapa bahagianya umat Islam sedunia bisa merasakan nikmatnya bulan suci Ramadhan.

Tanpa kita sadari, sebenarnya ketakwaan seorang muslim pada bulan Ramadhan benar-benar diuji, tidak sekedar menahan lapar dan haus saat berpuasa namun juga dalam menjalani ibadah lainnya. Banyak sekali godaan-godaan yang mengintai fokus kita dalam mencari keberkahan bulan Ramadhan. Godaan apa saja itu? sebagai seorang muslimah dan ibu rumah tangga, saya kadang tergoda dengan 3 hal berikut; 



1. Belanja,
- Menu Spesial untuk sahur dan berbuka

entah kenapa pada bulan Ramadhan, jumlah pengeluaran belanja mendadak bengkak. Seharusnya kan puasa malah lebih hemat karena makan hanya untuk porsi berbuka dan sahur. Alih-alih menjaga kesehatan saat puasa, saya kadang ingin menyajikan makanan spesial untuk suami dan anak-anak misalnya menu ayam, udang, ikan laut atau sate (bahan bakunya kan mahal).

- Hadiah anak-anak ketika berhasil puasa

Belanja untuk anak-anak saya yang masih balita, kini masih proses belajar puasa. Untuk membujuk mereka berpuasa, saya menjanjikan sesuatu sebagai hadiah. Jika mereka berhasil berpuasa akan dapat hadiah berupa es krim, susu, atau mainan yang belum mereka miliki.

- ‘penampilan baru’

Pada zaman Rasullulah, Ramadhan terasa khidmat dari awal bulan hingga bulan. Beda dengan sekarang, perubahan pola hidup masyarakat terkadang menjerumuskan kita pada kesibukan duniawi. Terlebih, sibuk mempersiapkan lebaran. Godaan bagi saya yang sangat berat adalah pengen punya baju baru, perabotan rumah yang baru bahkan sampai mengecat rumah kembali.

Godaan belanja  menomorduakan sedekah yang seharusnya lebih gencar lagi dilakukan saat Ramadhan. Untuk mengantisipasi hal ini, saya merundingkan dengan suami, sebulan sebelum Ramadhan. Membuat list belanjaan mana yang harus diutamakan. Karena berkaitan dengan finansial, jangan sampai aktivitas belanja ‘merusak’ nilai ibadah dan tertundanya mudik ke kampung halaman ketika lebaran tiba. (Hmm, pantes aja bulan Ramadhan kerap disebut sebagai bulan BU= Butuh Uang)

2. Ghibah

Pada hari-hari biasa, ibu rumah tangga sibuk mulai pagi hingga petang, jarang ada waktu longgar lah. Beda halnya saat masuk bulan Ramadhan, masak buat berbuka puasa biasa saya mulai jam 1 siang, itupun sudah buat sahur. Paling sebel, tuh kalau lihat ibu-ibu tetangga ngrumpi. Nggak tahan saya pengen nimbrung bersama mereka. 

“kira-kira, ada kabar baru apa ya?” kalimat yang kadang berbisik di hati, bikin saya makin penasaran. Meski, mengelak nggak ingin ghibah, saya kadang sadar diri kenapa tiap obrolan yang dilakukan lebih dari dua orang itu panjaaaaang mengular. Dari topik terhangat sampai topic basi yang asyik dikupas lagi. Ah, begitulah ibu-ibu. Waktu yang seharusnya bisa dilakukan untuk tilawah, eh, bablas jadi ghibah.

Godaan ini nggak berhenti sampai di sini, sebagai pengguna media sosial. Saya kadang juga ‘kepincut’ berkomentar di status temen-temen yang update status. Apalagi, saat ini lagi panas-panasnya ngobrolin copras-capres. Tidak sedikit para penggiat sosial media larut dalam menyebar fitnah atau mengumbar kejelakan capres yang dia sendiri tidak tahu kebenarannya. Astagfirullah….

Kalau sudah seperti ini, saya memilih bermain dengan anak-anak agar mereka ‘lupa’ dengan puasanya.

3. Malas

Meski setan sudah dibelenggu, nggak ada yang bisa menjamin kita atau saya pribadi bebas dari rasa malas. Pintu amal setan tidak lain adalah sikap malas dan lemah. Lapar atau ngantuk kadang membuat kita malas untuk beraktivitas. Usai sahur, biasanya rasa kantuk mulai menyerang tak tertahankan. Untuk tidak tergoda tidur, saya dan keluarga biasanya keluar rumah untuk jalan-jalan dan main badminton.

Godaan malas tidak hanya datang saat pagi, malas tilawah atau malas mau ngapa-ngapain juga kerap melanda ibu rumah tangga macam saya ini. untuk mengatasinya, saya membuat deadline pribadi dalam melakukan aktivitas harian saat puasa, seperti target khatam alqur’an, baking kue, ngeblog atau silaturahim ke rumah saudara.

Godaan di bulan Ramadhan tidak hanya datang dari lingkungan sekitar tapi juga muncul dari dalam diri sendiri. Saat ini, dalam menjalankan perintah Allah SWT kesungguhan kita diuji, untuk mengukur seberapa besar capaian ketakwaan kita. karena ketakwaan di bulan Ramadhan akan beribas pada ketakwaan kita dalam menjalani hari-hari usai Ramadhan berakhir. Semoga kita tergolong orang-orang yang takwa.




1 komentar:

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.