Rona Bahagia di Wajah Warga Desa Tegalwaru

Posted by


Gambar dari sini

Beberapa tahun lalu tidak ada yang istimewa dari desa Tegalwaru. Sebagian perempuan di sana memilih untuk menikah dini dan banyak anak-anak yang putus sekolah. Para pelaku bisnis seakan mati suri karena terkendala modal dan pemasaran. Bermula tahun 2006, desa ini menjelma menjadi lumbung berbagai produksi pertanian serta wirausaha. Ajaib! Apa yang terjadi dengan desa Tegalwaru?


Dulu Jaya sekarang ‘Sengsara’, apa sebabnya?

Posted by
Gambar pinjam


Begitu kerasnya kehidupan? Sampai-sampai saya juga pernah ‘merasa’ ketakutan menghadapi masa depan. Tapi sungguh, dari temuan kisah hidup orang-orang sekitar saya yang kini masih mencari sebongkah berlian akan memantik semangat saya untuk terus berkarya dan merajut kesejahteraan di usia muda.

Menikmati Hari Tua dengan Merumput

Posted by
Namanya Mbah Gemi dan Mbah Jan, sepasang suami istri yang sering membantu saya ‘merumput’ di pekarangan belakang rumah. Keduanya selalu semangat merumput untuk memenuhi jatah makan 3 ekor kambing milik mereka.



Sejak dulu hingga sekarang, tanah di sekitar rumah memang sangat subur, dalam seminggu rumput sudah memenuhi pekarangan. Kalau urusan merumput, saya dan suami kurang telaten bersih-bersih. Biasanya, saya memanggil pak Sajid yang pekerjaannya membersihkan kebun. Hanya membayar 20 ribu sudah beres dan tidak capek.

Obat TB gratis, Semangat Untuk Sembuh

Posted by with 3 comments
Di saat kita sakit, siapa yang jadi orang pertama mengingatkan kita untuk minum obat? Ayah, ibu, suami, atau anak? Orang-orang terdekat lah yang jadi ‘alarm’, pengingat jadwal untuk minum obat. Di balik perhatian itu, keluarga punya harapan yakni pengen kita cepet sembuh dan bisa senyum lagi menikmati hari-hari.
“Dek, udah diminum obatnya?” kalimat yang kerap disampaikan suami pada saya saat sedang sakit demam, kadang-kadang anak saya yang masih balita juga turut serta berceloteh ria menanyakan hal yang sama.

Sehari Tanpa Internet? Gak Mati Gaya!

Posted by
Loading google di hape lagi lemot. Melototin layar hape sampai mata pedes, nggak berhasil juga. Owh, ternyata kuota data internet sudah habis. Kirain sinyal jaringan yang susah didapat? Hiks....

Dalam posisi ‘urgent’ kayak gini, internet nggak terkoneksi? Saya kerap dilanda galau. Gejolak batin saling beradu, “Iiissh, perasaan belum ada satu bulan ngisi pulsa, kok sekarang sudah habis kuotanya?” Kalau sudah seperti ini, saya wajib ‘puasa’ internet. Minimal sehari. Malu, kalau langsung nodong suami lagi, kan dapetnya jatah internet bulanan? Hehe….

Tentukan Pilihanmu

Posted by with 1 comment
Sejak subuh, saya udah niatin mau ke calon sekolahan Azzam. Deg degan juga sih, karena kayak nggak tega githu bocahku sudah harus sekolah jauh-jauh.

Si Zam yang lagi mati gaya *cibiiiiy*hihi