Inilah Alasannya, Makanan Tidak BolehDitiup

Posted by with No comments
“Ayooo, Mi…cepetan aku laper, nih! Tiup aja, biar cepet dingin! Desak Azzam sambil komat-kamit menyembulkan udara lewat mulut mungilnya

“Ops,…..bentar, ya! tak ambilin kipas dulu, jangan ditiup tapi dikipasin aja” Bujuk saya

Semangkok bubur ayam ini memang sungguh menggoda bila dimakan selagi hangat. Pas jika tiap sendok demi sendok ditiup kemudian HAAAAP! Nyam…nyaaam….nyaaaaam.



Meski lebih mudah ditiup ketimbangan dikipas. Rasullulah menganjurkan untuk tidak meniup makanan atau minuman. Dalam hadist, beliau memang tidak menerangkan dengan gamblang. 
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Israil dari Abdul Karim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup ke dalam makanan dan minuman.” (HR. Ahmad no.2678)

Tapi yang namanya sunnah nabi, perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usut punya usut, larangan ini memang beralasan. Secara ilmiah ada tiga alasan yang cukup kuat, kenapa kita tidak boleh meniup makanan. Pertama, adanya transfer kuman. Coba bayangkan kalau mami atau papi sedang sakit flu, TBC atau hepatitis. Ih, penularan akan terjadi. *kasihan anaknya??

Kedua, tiupan dari mulut kita menghasilkan gas CO2. Nah, menurut reaksi kimia, apabila uap air (H2O) bereaksi dengan karbondioksida (CO2) akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) H2CO3 yang bersifat asam, sehingga dapat menjadi masalah bagi kesehatan kita.

Reaksi kimianya seperti ini;

H2O+CO2=H2CO3 (Asam Karbonat)

kelebihan asam dalam tubuh dikenal istilah asidosis. Tubuh akan terasa lelah, rasa mengantuk dan tekanan darah akan turun.

Ketiga, ada komponen air yang bermasalah. Dalam air jika mengandung kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCo3) dan abut kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.

Beda jika kita meniup dengan kipas. Tentu hasil tiupan bukan co2 yang berbahaya. Melainkan, angin biasa. Kalau dipikir-pikir, lebih cepat dingin dikipas, kok ? tapi kadang, kita saja yang reflek pake tiup-tiup segala. Kalau sudah tau, hadist Rasullullah dan alasan ilmiahnya semoga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakin, dibalik sunnah pasti ada rahasia manfaat untuk kebaikan manusia itu sendiri.



Ref : Lembaran LMI Kediri Edisi 21 Dhulqo’dah-Dhulhijjah

0 add comment:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.