Trauma Healing For Kelud (Part 2)

Posted by
Ahad, 23 Februari 2014
Pukul 04.00 saya udah jumpalitan dengan kerjaan rumah. Target-nya sih pukul 05.00 bisa berangkat ke rumah mb Kenzie di Plaosan, Wates. Lebih pagi kan lebih baik. Biar bisa bantu nyiapin 500 bungkusan snack untuk adik-adik, acara akan dimulai pukul 10.00, jadi panitia harus stand by di sana harus pukul 09.00 


500 bingkisan yang akan dibagikan ke adik-adik
Apalagi, temen-temen dari jauh pada begadang. Kan masih capek? Mb Rochma yang sempet mengeluhkan pusing, gara-gara nggak tidur di kereta karena ketemu si brondong, jahit bonjar (boneka jari), ditambah bau durian (kak Maya sih makan durian sebanyak 2 buah, ih kok kuat sih), saking sukanya kali ya. padahal udah saya bantuin habisin loh. Hihihi…*map deh mb Rochma, ente jadi pusing 
Boneka jari yang dibuat Mb Rochma saat perjalanan di kereta menuju Kediri


Trauma Healing For Kelud (Part 1)

Posted by
Kota Kediri Jawa Timur di tahun 2014 makin dikenal banyak orang. Kabar apa yang bikin cetar akhir-akhir ini? apalagi kalau bukan tentang erupsi Kelud. Di tahun 2007, sebenarnya Kelud mau ‘lairan’ juga lho. Jauh-jauh hari, pengungsi sudah diboyong ke sana sini. Tapi, nyatanya nggak jadi erupsi. Erupsi tahun ini punya kenangan sendiri bagi saya, sebuah pengalaman yang nggak akan pernah terlupakan, bersama kawan maya yang care banget terhadap misi kemanusiaan.

Awalnya, program ini hanya sekedar memberikan bantuan masker dan logistik kepada para pengungsi Kelud. Bertajuk “Sejuta Masker untuk Kelud”. Penggalangan dana yang digawangi teman-teman IIDN ini merangkul semua anggota untuk berbagi. Mb Sri Rahayu sebagai koordinator, aktif online ngajak teman-teman untuk berbagi. Sebagai orang Kediri, saya ingin bergabung di tim.

Kelud-kelud Pasir

Posted by
Tiga hari yang lalu, gunung Kelud meletus. Dari baca judulnya, mungkin temen-temen pada bingung, ya? Kok kelud-kelud pasir? Kelud berasal dari bahasa Jawa yang artinya membersihkan. Jadi selama dua hari ini, saya dan para tetangga juga masih sibuk membersihkan pasir kiriman Kelud.

Sehari sebelum meletus, Kelud masih siaga 3. Saat suami ke sana, masih banyak para petani yang bercocok tanam meskipun lokasi desa tersebut hanya berjarak radius 10 m dari puncak Kelud. Belum ada tanda-tanda yang tampak kalau beberapa jam lagi akan meletus. Begitulah kelud, selama 4 kali meletus selalu suka bikin kejutan. Tahun 1901, 1919, 1990 (waktu saya masih kecil, usia 4 tahun) dan kini tahun 2014. Pihak PVMBK sulit memprediksi dengan pasti.

Inilah Alasannya, Makanan Tidak BolehDitiup

Posted by with No comments
“Ayooo, Mi…cepetan aku laper, nih! Tiup aja, biar cepet dingin! Desak Azzam sambil komat-kamit menyembulkan udara lewat mulut mungilnya

“Ops,…..bentar, ya! tak ambilin kipas dulu, jangan ditiup tapi dikipasin aja” Bujuk saya

Semangkok bubur ayam ini memang sungguh menggoda bila dimakan selagi hangat. Pas jika tiap sendok demi sendok ditiup kemudian HAAAAP! Nyam…nyaaam….nyaaaaam.