Membangun “Misi” untuk Calon FD

Posted by
Benarkah orang Indonesia saat ini, banyak yang butuh hiburan? Apa mereka merasa stress banget menjalani keseharian? Sampai-sampai jogetan bisa kita temukan di berbagai tempat. Selama dua pekan kemarin, saya dua kali berkesampatan ikut rekreasi, yakni ke Blitar dan Prigen. Acara anak-anak TK, tempat anak saya bersekolah dan kantor suami. Dalam perjalanan menuju ke lokasi, tersaji hidangan ‘joget’ yang lagi hits di televisi atau radio lokal. Goyang ‘oplosan’, liriknya yang ‘ngeres’. Bikin gendang telinga saya bengkak, nggak karuan.


Kasihaaaaan….ooooy! di sini ada anak-anak!


Guru, udah saya tegur, tetep ajah! *maklum guru dari desa, dibilangin agak mbalelo* nggak tau apa kalau saya ini juga guru* astagfirullaah*

Sampai di lokasi, saat anak-anak renang. Eh, ada jogetan lagi? Plis…deh, kenapa nggak lagu anak-anak ajah! Kenapa harus oplosan lagi?

Peran FD (floor director) Di Balik Acara “JOGETAN” Televisi 


Semenjak kehadiran YKS, ditengah-tengah masyarakat. Indonesia berasa diajak goyang terus, ya. Enjoy banget dah ngejalani hidup ini.

Ini sama saja, kan. Melupakan masalah dengan ‘masalah’. Acara yang menurut saya, blas nggak bermutu terus dikritik. Gugatan demi gugatan mengalir, tapi entah kenapa, sampai sekarang masih bisa tayang. Kelihatannya KPI, santai aja? Ya, sudahlah lupakan sejenak, saya nggak sendirian kok, teman-teman yang “berpendidikan” lebih bersikap kontra. Mereka juga sama, berusaha mencari cara untuk segera menggulingkan YKS (waduh, bahasanya rek!)

Nah, kemarin tuh saya dapat kabar kalau FD (Floor Director) Trans TV yang bertanggung jawab mengelola sejumlah acara unggulan seperti YKS adalah Alie Akbar. Ia alumni S.Ikom UMM tahun 2009, dulu ia mengambil konsentrasi audio visual. Bisa baca di sini http://www.umm.ac.id/id/umm-news-3942-alie-akbar-alumni-ikom-umm-yang-jadi-kru-yks.html

Ya Allah, lulusan UMM loh! Universitas Muhammadiyah Malang, sekampus dengan adekku. Deket kampusku dulu? Apa dia kagak ngerti ya, kalau acara seperti ini bikin generasi bangsa jadi ‘rapuh’? apa dia belum faham, ada banyak tayangan yang non-stop 4 jam itu nggak sejalan dengan syariat? Apa dia nggak punya adik yang masih duduk di bangku SD? Eh, apa dia belum punya anak?

Kerjaan FD emang nggak bisa dianggap sepele. Peran FD seperti FD lead, FD backstage dan FD traffic punya tugas yang sama-sama penting. Salah satunya, menjaga mood artis dan penonton terjaga. Jangan sampai kacau atau bosen. Nah, barangkali nih dengan joget dan banyolan nyeleneh yang rada nge-bully jadi alternatif untuk menjaga mood.

Asli, Saya ‘jijik’ banget lihat YKS, Fesbuker, Sabtu Minggu Seru, dan mungkin masih banyak lagi. Oh ya, ada lagi di Trans 7 program ceplas-ceplos yang nggak mutu juga. Padahal, program ini tayang saat emak-emak IRT menikmati PeWe, udah selesai masak. Qiqiqi….*ketahuan deh!

Sebelumnya, suka tayangan Warna yang lumayan edukatif untuk bekal bunda mengelola rumah tangga dan mengasuh anak. Tapi, sekarang…..diganti nge-gosip. Awal berdirinya Trans Crop, saya suka dan bangga loh, karena pendirinya pak CT. *fans…

Ups, kembali ke Joget, tulisan ini memang bukan ditujukan untuk personal, sang FD “YKS”. Saya yakin, bang Alie Akbar nggak bekerja sendirian. Saya yakin juga ada sebuah ‘tuntutan’ yang mungkin dia sendiri tidak bisa mengelak. Entahlah….semoga hidayah segera turun pada aktivis pertelivisian, mereka digaji bukan sekedar untuk proyek kerja tapi juga proyek mencerdaskan bangsa.

Pesen aja, buat para mahasiswa yang sekarang lagi kuliah di jurusan yang sama. Ayooo…kita bangun satu misi untuk Indonesia yang lebih baik dan cerdas. Kalian tentu masih ingat, saat masih kecil dulu? Misalnya, lagu anak-anak, program cerdas cermat, atau lawakan untuk orang dewasa yang cukup menghibur tanpa ada adegan seronoh, program televisi yang dulu dan kini hampir lenyap masih bisa kan jadi ‘ide’ program saat ini? tinggal poles ragam inovasi-nya aja.