[Terios 7 Wonders] 7 Friendship Wanna Be…..

Posted by with 2 comments
No love, no friendship can cross the path of our destiny without leaving some mark on it forever. - Francois Mauriac



Cinta dan persahabatan selalu menghiasi jejak destinasi. Tanpa keduanya, kita tidak akan punya kenangan indah dari sebuah perjalanan. Bagi kebanyakan traveler mungkin sudah merasakan sentuhan love and friendship. Makanya, mereka selalu ketagihan untuk melakukan perjalanan lagi, menemukan jejak persahabatan di tempat lain.

Perjalanan jauh tak melulu ditempuh dengan pesawat, bis, kereta api atau kapal laut. Mobil, bisa jadi pilihan tepat lho. Kita bisa berhenti kapan saja sesuka hati, menikmati tantangan baru dan berkesempatan nambah kawan baru. Jadi, jangan hanya membayangkan capeknya berhari-hari di jalanan. Justru di sinilah kita akan merasakan sensasi asyik berpetualang menggunakan mobil.

Seperti halnya perjalanan tim Terios 7 Wonders ke tujuh destinasi yang tersembunyi di sepanjang pulau Jawa, Lombok, Sumbawa dan Pulau Komodo. Petualangan bersama 7 Terios ini menguji ketahanan mobil Terios di daerah-daerah wisata di Indonesia. Setelah sukses berpetualang ke 7 tempat surganya kopi lewat program Sumatera Coffee Paradise tahun lalu, Daihatsu kembali menggelar petualangan Hidden Paradise tahun ini.

Bagaimana cerita petualangan Hidden Paradise kali ini? ehm, pastinya nggak kalah seru dengan petualangan tahun lalu yang pernah saya review di sini. Uniknya, si petualang yang terlibat serba tujuh, ada 7 blogger, 7 media, 7 driver dan sisanya tim pendukung yang menggunakan 7 mobil Daihatsu Terios TX terbaru. Perjalanan dimulai tanggal 1 Oktober 2013 hingga 14 Oktober 2013, sebelum saya cerita berikut ini nih schedule lengkapnya; 


Selama 14 hari melakukan perjalanan jauh, tentu tidak mudah dilalui si treveller atau si mobil. Butuh perencanaan, persiapan matang, tekad dan kerjasama yang kuat semua pihak. Meski, melewati banyak rintangan, tim Terios 7 Wonder sukses menjajaki Hidden Paradise.

Hasilnya, fantastis!

Mereka berhasil membuktikan kepada kita bahwa masih banyak destinasi yang tersembunyi di pelosok nusantara. Dan, asal sobat tahu, dibalik keindahan alam hidden paradise tersimpan nilai persahabatan yang luar biasa saat berpetualang dengan 7 Terios. Apa sajakah?

Semua tertuang pada penjabaran “ 7 Friendship Wanna be….” berikut; 



1. Bersahabat dengan Alam

Keindahan alam yang Tuhan ciptakan untuk Indonesia memang patut disyukuri, ke tujuh ‘surga’ tersembunyi menyimpan pesona yang akan memanjakan mata. Petualangan Tim Terios 7 Wonders nggak sia-sia berpetualang karena saat itu alam begitu bersahabat, menyambut hangat kedatangan mereka.

Desa Sarwana, memang tidak begitu terkenal (saya juga baru tahu) merupakan satu mahakarya Tuhan yakni dua buah batu besar yang disebut Batu Layar berdiri gagah ditepi pantai dikelilingi karang-karang yang kokoh, ditemani dengan deburan ombak sepanjang hari. Desa Kahinrejo, dulu tempat yang indah nan subur. Namun letusan gunung merapi beberapa tahun lalu merenggut keindahan itu tapi ada ‘hal’ unik yang akan saya bahas pada point selanjutnya. Demikian juga dengan danau Ranu Pani, sebuah danau (ranu) seluas 4 hektar tempat berada di kaki Gunung Semeru yang merupakan salah satu tempat tinggal suku Tengger. Di tepi danau inilah, tim disambut jutaan bintang. Mendirikan tenda di tepian sungai sebagai pengganti hotel jadi cara asyik menikmati malam di danau Ranu pani.

Hidden paradise yang dikunjungi Tim Terios 7 Wonders

Aura persahabatan dengan alam masih begitu kental di Afrika Van Java—Taman Nasional Baluran, Situbondo. Meski saat itu, padang rumput yang hijau sudah jarang ditemukan di Baluran, pohon-pohon meranggas karena panas yang berkepanjangan. Sebagai gantinya, semak belukar, bunga kapasan, dan pohon-pohon akasia tumbuh memenuhi lokasi. Jadi, jadwal untuk para pengunjung pun diganti malam, biasa disebut safari malam. Eits, ternyata di sana juga ada pantai yang koralnya cantik lho, namanya Pantai Bama. Clown fish, si ikan yang ada di film Finding Nemo bisa ditemukan di pantai ini. meng-explore Taman Nasional Baluran cukup membayar Rp.6.000/mobil.

Destinasi yang tersembunyi memang jauh dari keramaian, pengunjungnya hanya terhitung jari. Termasuk di Desa Sade Rembitan (bukan Rambitan) yang berada di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Tim Terios 7 Wonder mengunjungi pantai yang cukup indah, namanya Pantai Pink. Perlu waktu 2 (dua) jam dari Mataram untuk mencapai Pantai Pink yang berada di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Melewati hutan-hutan yang kering karena kemarau, juga berbagai jenis jalan mulai dari jalan mulus hingga jalan rusak menjelang lokasi listrik pun tidak ada. Namun pemandangan alam yang tersaji tidak jauh dari pantai-pantai seperti yang sudah disebutkan di atas. Prioritas untuk pengembangan pariwisata ke depan di tempat ini adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan menyediakan akomodasi untuk para pengunjung. Selanjutnya, Pantai Selong Belanak. Untuk mencapai pantai ini dari Pantai Pink harus melewati bukit-bukit tandus dan jalanan yang berliku. Bak gayung bersambut, mereka melihat keindahan senja dan munculnya bulan sabit di langit Pantai Selong Belanak yang berada di Lombok Tengah itu. Hampir sama dengan Pantai Pink, tempat ini juga cukup terpencil. Perlu adanya transportasi dan akomodasi yang memadai sehingga dapat memajukan tempat wisata dan ikut membantu perekonomian masyarakat setempat.

DOMPU, Sumbawa. Pemandangan di sekitar lapangan tersebut sungguh menakjubkan. Ada bukit yang diselimuti oleh awan. Ada juga seekor kuda liar yang sedang makan rumput disekitar lapangan bola. Dan yang menakjubkan adalah tidak lama setelah itu kami menyaksikan sebuah sunset yang indah dibalik bukit. Lakey Beach! Ya tepat di belakang cottage tim Terios menginap terhampar sebuah pemandangan pantai yang terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk surfing. Mereka pun juga terpukau dengan keindahan ombak menggulung. Menyelami laut perairan Pulau Komodo tak kalah serunya, usai bersua dengan kumpulan Komodo di Taman Nasional Komodo yang namanya kini sudah mendunia.



2. Bersahabat dengan masyarakat lokal

Singgah ke tempat yang baru dikunjungi harus dibuat perencanaan yang matang. Jangan sampai meninggalkan ‘jejak’ yang tidak nyaman untuk dikenang. Tiap kali mengunjungi tempat wisata tersembunyi, Tim Terios 7 Wonders dan pihak Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan ‘cendera mata’. Hal ini dilakukan untuk tetap menjalin persahabatan yang hangat dengan penduduk.

- Desa Kinahrejo, Cangkringan , Sleman terdapat acara Penanaman 10.000 Pohon yang diadakan oleh Daihatsu dan didukung oleh Pemerintah Provinsi DIY dan penduduk setempat. Selain itu juga diberikan beasiswa untuk 10 orang anak yatim yang berprestasi di kawasan tersebut

Kenangan hangat bersama masyarakat lokal

- Untuk masyarakat tengger berupa sekitar 14 set alat kebersihan yang terbuat dari ban bekas, sapu lidi dan juga beberapa kaos 7 wonders. Peralatan kebersihan memang sangat diperlukan dan dibutuhkan masyarakat sekitar karena debu yang cukup tebal dapat mengotori daerah wisata dan menganggu pernapasan.

- Penyerahan hewan qurban sejumlah 7 ekor kambing kepada pengurus Masjid Jami di Labuan Bajo.

- Memberikan sumbangan buku untuk Pondok pesantren (ponpes) Pondok Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan yang memiliki beberapa sekolahan dan tengah membangun beberapa fasilitas untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar, salah satunya adalah perpustakaan.

3. Bersahabat dengan warisan budaya

Indonesia kaya tiada tara. Selain alam, kuliner, ada tradisi beragam yang ditampilkan berupa tari daerah. Lagi-lagi, seharusnya kita bangga. Bersahabat dengan warisan budaya punya sensasi tersendiri bagi para Sahabat Petualang, sebuah momen yang harus diabadikan dan dilestarikan oleh generasi.  
Menikamati warisan budaya yang ada di hidden paradise

Warisan tersebut adalah (1) Gendang Belik yang merupakan sambutan selamat datang bagi para pengunjung di desa yang dihuni oleh suku sasak ini. (2) Tari Peresean yang menampilkan pertarungan antar dua orang pemuda suku Sasak. (3) Tarian mirip tari kecak tapi dibawakan oleh anak laki-laki. (4) Tarian Amak Tempengus yang menghibur karena penampilannya seperti badut namun menggunakan pakaian etnik. (5) lumbung padi (6) mengepel pakai kotoran kerbau (7) menenun, Jika seorang wanita tidak bisa menenun, maka dia tidak boleh menikah. Di setiap rumah di desa Sade banyak dijual hasil tenunan mereka sekaligus bisa dibeli oleh para pengunjung.

4. Bersahabat dengan bencana


Luluh lantaknya sebuah mahakarya ternyata masih menyisakan kekaguman. Meski, gunung merapi telah menghancurakan ‘kehidupan’ di sana, kini sahabat petualang menikmati serpihan bencana yang tersisa di Desa Kinahrejo. Korban keganasan awan panas sudah ikhlas dan membuat museum ‘Sisa Hartaku’, ada pula rumah juru kunci yang fenomenal, Mbah Marijtan. Dari sini, kita diajak merenung untuk selalu mensyukuri apa yang telah terjadi, karena alam dan bencana adalah kekuasaan Tuhan. 
Jejak-jejak 'Merapi'

5. Bersahabat dengan Satwa

Kepunahan satwa di Indonesia hampir terjadi, kuantitas dan kualitas fisik satwa yang dulunya baik sekarang turun drastic karena ulah manusia sendiri. Habitat satwa yang direnggut paksa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab membuat satwa kehilangan kehidupan lamanya. Di Taman Nasional Baluran, taman nasional komodo dan Sumbawa para sahabat petualang dari Tim Terios 7 Wonders begitu dekat dengan binatang, kuda liar, binatang, burung dan masih banyak lagi. 
Sentuhan, gurauan dan menegur sapa adalah cara mereka berinteraksi dengan sebagian satwa yang sudah jarang mereka temui di kota-kota besar.
Sumbawa
Baluran
6. Bersahabat dengan anggota tim
@wiranurmansyah : A roadtrip can make strangers into friends, even lovers! :)
Para sahabat petualang yang tergabung dalam Tim Terios 7 Wonder melalui proses penyaringan yang cukup ketat. Ada 7 blogger, 7 media, 7 driver dan sisanya tim pendukung. Ada sebagian yang sudah saling kenal tapi ada juga yang baru kenal. Sangat mudah mengakrabkan satu sama lain karena mereka memiliki hobi yang sama sebagai traveler, menikmati indahnya serpihan Indonesia yang terhampar luas. Jadi jangan heran kalau bumbu petualangan mereka selalu ada canda dan tawa untuk mengurangi rasa capek diperjalanan. Di sinilah, persahabatan mereka bermula.


14 hari terasa sehari melakukan roadtrip karena kekompakan tim Terios 7 Wonders

7. Bersahabat dengan Jalan dan Mobil


Selama dua minggu berpetualang, jalan dan mobil jadi kunci utama mencapai keberhasilan. Karena tempat yang dituju tersembunyi, banyak jalan terjal yang dilalui. Nggak heran kalau roadtrip kali ini butuh patner mobil yang handal, tidak gampang mogok di jalan. Ketangguhan Terios TX pun diuji di sini.


----The journey is more important than the destination itself----


7 Terios Sang Pemenang

Tim Terios 7 Wonders sudah membuktikan ketangguhan mobil petualang dalam menempuh perjalanan 14 hari, melewati jalan yang tidak selalu mulus. Kenapa Terios TX layak jadi sahabat petualang?

- Body Terios kecil tapi macho, menjaga mobil tetap lincah dan mudah menembus medan sempit.

- Super Tangguh di segala medan, Dari pantai sawarna yang berbatu , jalur lava kinahrejo yang berpasir, dan tanjakan menuju ranupane yang menukik itu dapat dilakukan terios. Jalur lintas sumbawa tepi pantai yang penuh kurva panjang dan beraspal mulus tetap nyaman digunakan. Mesin 1500 cc ini pun untuk jalan lurus tak goyang bagian ‘bokong’-nya. Suspensi pun terasa sangat empuk

- Ruang kaki lega, Ini masalah kenyamanan nomer satu saat berkendara. Di dalam terios, walaupun kursi depan sudah ditarik ke posisi full belakang. Penumpang di belakangnya masih lumayan nyaman ruang kakinya. Penting sekali untuk perjalanan jarak jauh.

- Bulit in GPS & Airbag, dengan tagline sahabat petulang, Terios tentu tak akan lupa menaruh GPS dan Airbag yang terintegrasi di dalam dashboardnya. Really handy, just in case kita sedang di jalan pegunungan atau pesisir yang membuat kita pusing.

Kalau sobat ingin melakukan perjalanan yang sama, roadtrip berminggu-minggu, berikut 7 tips dari salah satu sahabat petualang (Tim Terios 7 Wonders);


1. Cek kondisi mobil dan kelengkapan surat

2. Bawa koper ukuran medium/large + 1 tas kecil

3. Bawa Kotak P3K. Wajib!

4. Siapkan alat komunikasi, GPS, dan inverter.

5. Siapkan stamina, tidur minimal 7-8 jam sebelum berangkat

6. Tentukan mobil leader & sweeper. Beri nomor di depan dan belakangnya

7. Tinggalin semua masalah di rumah/kantor. Smile!

Gimana sobat, terinspirasi perjalanan sahabat petualang dari tim Terios 7 Wonders? Suka berpetualang dan siap menghadapi tantangan? Really, Story of Terios 7 Wonders has 7 friendship wanna be….!


Mobil, tak sekedar jadi tumpangan di kala mudik tapi mobil bisa jadi sahabat kita mengeksplorasi kehidupan jika kita berani merajut mimpi menjelajah alam. Saya pun bermimpi, lima tahun lagi punya Terios menggantikan pick up jumbo, Daihatsu saya yang lama. 


Mobil Espass Jumbo Daihatsu setia menemani perjalanan bisnis keluarga kami selama 17 tahun


Referensi :

 1. www.maulanaharris.blogdetik.com
 2. www.wiranurmansyah.com
 3. www.lucianancy.com  


2 komentar:

  1. tough terios ya mak :D...what an experience! senang bacanya mak..kompliit kompliiit///good luck yaa...

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Lembaga pengabdian Masyarakat

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.