Momen Muharram dan Kue Buatanku

Posted by with No comments
Setelah seminggu capek urusan dapur, kembali ke laptop pagi ini. Punya gawe bagi-bagi kotak nasi untuk 50 tetangga bikin tubuh tepar deh. Pasalnya, semua jenis kue ngoyo saya yang masak plus praktekin ilmu bakery nya meski baru mengenal mixer, jenis tepung, oven, loyang dan alat-alat masak kue lainnya.


Walhasil, sukses, bro! dibantu budhe dan ibu. Semua bisa tertawa lepas karena saya bisa buat kue yang nggak ngecewain mereka. Niat praktek, tapi cocok dan cantik untuk isi kotak jajan. Ada kue kering moon & stars, Malvinas, dan lumpur yang dibikin gede, kayak kue yang dijual di toko itu loh.
Pinter bikin kue itu perlu! 



Bisa bikin kue itu ‘sesuatu’ banget, buat blogger wece yang pengen hemat dan disegani orang itu harus bisa buat kue *pendapatku*, skill yang kelihatannya disepelekan bisa jadi magnet. Karena orang-orang akan nanya, cara buat kue ke kita. Dengan pinter bikin kue, kita bisa jadi sumber rujukan para ibu-ibu untuk belajar. Magnet inilah yang akan menarik perhatian tetangga yang kepengen juga bisa masak.So, nggak ada salahnya, kita bisa eksis di dunia nyata dengan memperbanyak skill, nggak hanya bisa nulis doing. Qiqiqi

Kalau nulis biasanya banyak diminati kalangan warga kota, sedangkan warga di desa yang namak-nampak saja seperti masak, bikin kue, bisa jahit, dan bisa membuat ragam craft. Anyway, semua ada ilmunya, dan semua bisa dipelajari terutama dari buku dan berbagai sumber internet. *saya baru bikin kue*

Mapak Suro, apa itu?

Kembali ke acara hajatan eike ya, karena bertepatan dengan hari menjelang Muharram, banyak tetangga dan dulur yang mengira acara saya ini disebut Mapak Suro. Ehm, kata ini berasal dari bahasa Jawa yang artinya menjemput Muharram. Dalam Islam sendiri, tidak ada tuh anjuran untuk me-mapak sebuah bulan dalam tahun Hijriyah. Bisa jadi ini bagian dari warisan tradisi peninggalan umat Hindu yang saat itu cara dakwahnya para wali masih ‘dicampuradukan’ budaya lama supaya mudah diterima masyarakat.

Muharram memang bulan yang baik karena menjadi bulan awal pergantian tahun. Sebagaimana kita juga bergembira menyambut detik-detik pergantian tahun baru masehi. Akhir Desember-1 Januari. Di saat mata kita terlelap, sebagian lagi begadang menunggu kembang api dinyalakan pukul 12 tet. Haha, say amah nggak pernah tuh lihat begitu kalau nggak di tivi. Selain capek di jalan karena macet, ngabisin uang buat jajan anak, kembang api kan paling begitu-begitu aja. Bagiku, nggak ada yang istimewa *ada yang berpendapat, kalau acara begitu, acaranya orang Yahudi. Hiiiii….ngeri, kan?

Seputar Muharram

Muharram artinya waktu yang diharamkan. Loh, untuk apa ya? untuk menzalimi diri kita dan berbuat dosa. Udah dijelaskan dalam QS At-Taubah: 36

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu”


Puasa di bulan Muharram yang dianjurkan adalah pada tanggal 10 atau biasa disebut dengan puasa Asyura. Rasulullah bersabda ““… Dan puasa di hari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu” 


Dulunya sih, sebelum datangnya Rasul, orang-orang Quraish juga udah pada puasa di tanggal 10 Muharram. Nah, yang lebih disukai Rasulullah itu puasa juga di tanggal 9 Muharram. Jadi ada dua hari yang pada tanggal tersebut sangat disunnahkan berpuasa. Pahalanya menggiurkan, loh! Ada beberapa pendapat yang mengatakan tanggal 11 juga harus puasa (tapi sanadnya lemah).

Yang nggak boleh tuh, puasa di tanggal 10 Muharram aja karena dikhawatirkan mirip tradisi Yahudi yang mengkhususkan momen Muharram pada tanggal 10. Hukumnya makruh. Oh ya, dari berbagai sumber saya sedikit berbagi cerita soal Muharram bagi orang Syiah dan Yahudi.

Muharram, bulan sedih bagi Syiah: bertepatan wafatnya Husain (cucu Nabi) di Karbala’. Orang Syiah yang mendukungnya pun sangat menyesal dan sedih atas kejadian ini. sekarang, di Iran memperingati hari sedih ini dengan ritual berdarah, kaum lelaki melukai kepala-kepala dengan pisau mereka hingga mengucurkan darah, begitu pula dengan kaum wanita mereka melukai punggung-punggung mereka dengan benda-benda tajam.

Begitu pula menjadi pemandangan yang wajar mereka menangis dan memukul wajah mereka, sebagai lambang kesedihan mereka atas terbunuhnya Husain radhiallahu ‘anhu.

Muharram, perayaan besar Yahudi; perayaan besar-besaran dilakukan oleh orang Yahudi. Jadi, mereka masak spesial dan makan hidangan lezat, beda dari hari biasanya.

Sampai di sini dulu, ya ceritanya. Ada kebahagiaan tersendiri di momen Muharram tahun ini yaitu suksesnya bikin kue sendiri. Selain hemat, ternyata juga bikin kreatif. Yang jelas, tapiiiii…..acara ‘bagi-bagi bingkisan’ nggak akan sukses tanpa bantuan ibu, budhe, kedua adek, dua kurcil yang ikut bikin kue kering, ayah yang semangat jualan es dan bisa bawa pulang uang ratusan ribu tiap’ harinya, bisa buat beli oven, timbangan, dan bahan-bahan praktek yang ‘rawan’ gagal. Semoga bersamaan dengan tahun baru Hijriyah ini, kita dengan keluarga besar semakin solid, bersama membangun usaha yang pastinya bisa menyerap karyawan banyak. ****semangat lagi uji coba bikin kue, terus segera dijual.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1435




Ref : tentang Muharram dari artikel 'Bulan Muharram Dan Puasa Muharram — Muslim.Or.Id'

0 add comment:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.