WAFA : Ajaibnya Dongeng Saat Mengaji

Posted by with 8 comments
Anak malas mengaji? Terlebih jika anak masih duduk dibangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar? Jangan khawatir, cerita ini bisa anda jadikan tambahan referensi saat mengajar. 

Memasuki jam pelajaran Al-Quran, siswa berlarian menuju tempat kelompoknya. Saya pun sudah menenteng alat peraga dan perangkat metode pengajaran WAFA. Untuk menertibkan siswa saja saya membutuhkan waktu 10 menit, karena memang sebagian siswa termasuk anak super yang doyan banget bermain. Berlari, melamun, duduk di meja, bertingkah aneh mencuri perhatian siswa lainnya itu sudah hal biasa. Ada 1 siswa yang bikin saya gemes, namanya Azia, pasalnya sudah 2 hari ini dia mogok ngaji. Tidak ada alasan, dia hanya mengunci rapat mulutnya saat saya dan guru pendamping mengajaknya ngaji secara individual bukan baca simak. Sekali, dua kali, berkali-kali tidak mau juga.

Akhirnya, saya bermain peran, saya pura-pura menangis seperti Siti Hajar yang tengah merintih pada Allah ketika berdoa minta air, berlari dari Shofa ke Marwa. Bla…bla….cerita saya sampaikan dengan hidup dan ekspresif yang mampu memancing ‘kata’ keluar dari mulut si Azis.

WOW, AJAIB….Azis mulai tertarik dengan cerita dan mampu menjawab apa yang saya tanyakan seputar huruf hijaiyah. Dia seperti bangun dari tidur, bahkan dia mampu dan mau mengaji sebanyak 3 lembar halaman buku WAFA dengan baik dan benar, meski loadingnya lumayan. Hehe 



Alhamdulillah, tema SHOFA NAMA KOTA LAMA sudah bisa tersampaikan secara keseluruhan. Di sekolah ini, pelajaran Al-Quran masuk kurikulum. Jadi, setiap hari ada pelajaran Al-Quran. Sejak saya mengenal metode pengajaran Al-Quran yang namanya UMMI. Saya menemukan nuansa baru untuk mengajarkan Al-Quran. Jika dulu kita mengenal IQRO ya, seiring berkembangnya semakin banyak metode baru bermunculan. Tujuannya, semua pasti sama, bagaimana Al-Quran bisa dipelajari dengan mudah.

Baru-baru ini, metode WAFA diterapkan di sekolah. Sebagai guru, saya tengah melewati fase tersulit karena masuk masa transisi dari UMMI ke WAFA. Cara pengajaran yang sangat kontras, mulai dari nada yang digunakan, memahami RPP, keaktifan guru dan lain sebagainya. Memang, semua metode punya visi yang sama dan jelas. SISWA MAMPU MEMBACA BAIK, BENAR DAN MENGERTI KANDUNGAN Al-Quran. Terlebih, metode WAFA ini digelontorkan untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Ingin mengenal lebih jauh tentang metode WAFA ini? klik di sini http://wafaindonesia.or.id/tentangwafa/#


8 komentar:

  1. Waah... saya baru tahu ada metode mengaji yg baru lagi. Menjadi guru memang harus kreatif ya... ketika ada anak yg mogok, bagaimana caranya guru bisa mengajak si anak yg mogok itu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, bener guru nggak kreatif ditinggal kabur sama muridnya, mending mainan. qiqiqi

      Hapus
  2. Waaw.. Bu Guru.. mau dunk ajarin anakku.. :D

    BalasHapus
  3. semakin byk metode utk membaca al-qur'an. Semoga semakin byk anak yg cinta al-qur'an, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA Mbak, banyak pakar yang menemukan metode baru, seiring perubahan zaman kali

      Hapus
  4. bagus mana ummi dengan wafa bu...?

    BalasHapus
  5. dskolah anak saya, br pk metode wafa tahun ini, jd pnasaran klebihan wafa di banding yg lain...

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.