Rupiah Lemah, Sektor Riil 'Meratap'

Posted by with 3 comments
Baru kali ini nulis dengan tema yang lumayan berat. Kenapa sih rupiah melemah?Pasar Modal terguncang? Ehm, pertanyaan ini merupakan pucuk dari ‘mau dibawa kemana ekonomi Indonesia’? sebenarnya hampir sama dengan kasus ‘krisis’ pada tahun 2008, yang namanya memakai sistem kapitalis mungkin saja beberapa tahun lagi juga akan mengulang sejarah. Setahu saya, banyak pihak yang memprediksi kondisi ini dikarenakan masalah eksternal yakni kondisi pasar. Gilaaa…kurs tengah Bank Indonesia sudah mencapai Rp. 10.500,- per dollar AS.

Eh, tapi disinyalir memang terjadi defisit neraca perdagangan. Tak ada sinergi antara kebijakan fiscal dan moneter. Bayangin coba nilai komoditas dan ekspor dari hari ke hari menurun sedangkan nilai  impor mengalami kenaikan. Entahlah, apakah ini kegagalan pemerintah genjot produktivitas nasional sehingga pertumbuhan ekonomi hanya bertumpu pada nilai konsumsi. *tunjuk diri nih* ---*konsumtif nggak sih*

Duhai bapak/ibu menteri…gimana dong? rupiah harus bisa dikendalikan…jangan sampai biaya hidup semakin naik dan mencekik sektor riil.

Layaknya sebuah bisnis, mengatur cashflow nasional harus diupayakan, mendongkrak nilai ekspor dan nilai ekspor pun harus dikendalikan. Produksi nasional dari sektor pertanian, kelautan, perkapalan dan masih banyak lagi Indonesia kaya banget. Kurangi pajak ekspor dan gencarkan promosi perdagangan secara agresif tentu sangat membantu para pembisnis di Indonesia. Btw, saya juga pengen loh punya bisnis skala ekspor? Xixixixi…………

Bagaimanapun, sektor riil seperti industri menengah dan kecil bisa jadi ‘obat’ di kala rupiah sulit dikendalikan. Membuka lebar lapangan pekerjaan, anggaran yang benar-benar terealisasi, program pedesaan, sosial dan UMKM harus segera dipercepat. Berharap, rupiah tetap stabil dan biaya hidup murah. *maklum masih pegawai, mungkin kalau sudah jadi pengusaha yang dipikir bukan perut pribadi tapi lebih ‘berat’ lagi, memberi makan orang banyak. 

Well, Semoga bangsa ini selalu diberkahi Allah SWT.

3 komentar:

  1. Yang baca juga ikut mengerutkan kening nih :D

    BalasHapus
  2. Hahaha...masak sih, mba dulu jurusan ekonomi pembangunan kan? :)

    BalasHapus
  3. Setiap saat jika membaca ttg kurs rupiah, saya selalu berharap rupiah kita bisa terus menguat, tapi ternyata tidak! hiks...

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.