Lomba Plorotan Pring

Posted by with 4 comments
Selain Upacara, tak lengkap rasanya merayakan HUT RI tanpa ada perlombaan. Lomba panjat pinang, balap karung, lomba kelereng, atau lomba makan krupuk. Terkadang, saya berfikir, bagaimana asal-usul lomba semacam itu bisa menjadi tradisi? 

Nyaris hampir di seluruh nusantara ada perlombaan tersebut. Terutama di desa, beda halnya dengan kota biasanya perayaan dilaksanakan lebih WAH, barankali memang ditunjang pendanaan yang cukup, misalnya, karnaval, konser atau pameran. Apapun itu, semua perayaan memiliki tujuan yang sama yakni memperingati hari kemerdekaan. 

Tahun ini, Taman Baca KITA juga merayakan hari kemerdekaan. Awalnya saya berinisiatif mengadakan acara Lomba Cerdas Cermat, tapi karena masih dalam keadaan libur acara ini dibatalkan. Nggak mungkin kan menyuruh mereka belajar saat suasana masih asyik-asyiknya berlebaran. Tanpa sepengetahuan saya, anggota laki-laki telah rembug-an rencana lomba panjat bambu, ya bambu. Bukan pinang. Karena harga pinang mahal bagi kantong mereka. Sedangkan harga bambu paling gede sekitar 15 ribu. Pun masih aman dipanjatin anak-anak yang tinggi badannya rata-rata belum ada 1 meter. Hihihi …..*ada-ada saja
 
Semua persiapan sudah direncanakan secara matang tanpa sepengetahuan saya dan suami. Kami mengira ini hanya sekedar ‘obrolan’ tanpa kejelasan ide. Pagi itu, anak-anak sudah berkumpul di belakang rumah, bambu pun sudah kinclong, masih terasa bekas gosokan rempelas. Sekaligus, dikasih sempretan (mirip gajih itu loh yang gunanya untuk pelicin). Supaya nggak mudah mencapai puncak bambu. Yang bikin seru kan emang plorotannya. Snack-snack juga sudah siap dicantolin, semua dana didapat dari ‘minta’ sumbangan ke tetangga…ih, kalau urusan ini bukan kami yang mengusulkan. Sebenarnya sih , mereka nodong ke emak-emak mereka lho! Ahahaha….



Over all, semua berjalan lancar. Yang jelas mereka hepi banget bisa merealisasikannya meski bagi kami cukup membuat capek, ya capek ngeluarin sumbangan, soalnya dari RT kita ditarik sumbangan. Terkadang, anak-anak taman baca ini memang suka usil, nggak suka yang namanya membaca atau belajar. *untuk kali ini kami ancungi jempol deh untuk kreativitas dan kekompakan

---Cheers---

4 komentar:

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.