Lebaran itu Harus Bersih Bukan Baru

Posted by with No comments
Kawan, tak terasa ya udah setengah bulan kita berpuasa? Bagiku, Ramadhan itu bulan yang sangat membahagiakan. Mushola jadi rame jamaah, rame tilawah Al – Qur’an, banyak yang sedekah, bagi yang punya bisnis omset tambah meningkat, mata adem saat nonton acara di televisi karena acara di bulan ini biasanya bagus2 *hehe, ibadah tambah khusyuk karena berlomba cari voucher pahala yang berlimpah ruah dibulan suci Ramadhan.


Waktu memang terus berputar, sebentar lagi kita bakal di tinggal Ramadhan, sepertinya konsentrasi kita sekarang sudah agak bergeser nih, tertuju pada persiapan lebaran. 



Baju apa sih yang lagi tren lebaran kali ini?
Ehm, rumah kok kelihatan kusem, kayaknya perlu dicat lagi!,
Tempat kue juga perlu ganti!
Yah…kalau bisa sih semua kelihatan baru, sayang kan pas lebaran banyak sodara yang datang silaturahim, kalau semua perabotan rumah dan baju keluarga terlihat baru itu bikin WAH dipandang mata.


Lebaran ‘bersih’ di mata anak jalanan


Saat saya menjadi relawan di sebuah lembaga anak jalanan di Kota Malang, saya sempat ngobrol dengan Rina, anak jalanan, kebetulan waktu itu saya sebentar lagi mudik. Saya keceplosan bicara soal baju baru, biasanya kan anak-anak selalu suka ngomongin baju baru saat lebaran *eh, sekarang remaja, dewasa, emak-emak juga suka kok

“Dik, udah dibelikan baju baru sama emakmu?”
Anak itu tersenyum simpul.
“Pasti bagus, kan? Beli dimana?” imbuh saya

“Kata emak, lebaran itu nggak harus baru kak, dua bulan yang lalu, emak sudah beliakan aku baju, meski udah dipake berkali-kali tapi masih bagus kok!”
“iya ya” saya yang tersipu malu, #jleb, tertohok deh

Adik tadi menambahkan, “yang penting lebaran itu bersih kak, bersih hatinya, aku dikasih tahu emak lebaran ini harus lebih rajin sholat, rajin ngaji, semangat belajar supaya kelak kalau sudah besar tidak jadi pengamen lagi.

Saya terharu. Benar apa kata Rina, lebaran nggak harus baru, justru lebaran adalah momentum membersihkan hati. Lebaran atau idul fitri itu kembali ke fitrah, hari dimana kita seperti bayi yang bersih dari dosa.

Lebaran itu membangun pengabdian kembali

Kita sering lupa makna ‘fitrah’ saat lebaran, tak cukup hanya dengan saling memaafkan, mudik dan menghabiskan liburan bersama keluarga. Sebelum lebaran tiba, kita ditempa, kita diuji dengan menjalani puasa penuh sebulan lamanya, mengendalikan hawa nafsu dan  berlomba memperbanyak amal ibadah. Semua amal dibulan Ramadhan berlipat lipat pahalanya.

Lebaran adalah klimaks peribadahan selama satu bulan, siapa yang bersungguh-sungguh ibadahnya akan terlihat saat lebaran dan bulan-bulan setelahnya. Bagaimana setelah Ramadhan berlalu, kita masih mengingat Allah, masih rajin sholat, rajin tilawah, rajin sedekah seperti halnya di bulan Ramadhan. Sekali lagi, lebaran itu ‘fitrah’, kembali pada tugas kita di dunia, yakni mengabdikan diri pada Allah SWT.

Baju baru Alhamdulillah, tak punya tak apa-apa! 
yang penting bersihkan hati!

Kawan, kembali ke fitrah itu, kembali ke perjanjian awal, sebuah pengakuan kita sebagai manusia akan kesaksian kita pada tuhan, Allah SWT. Jika kita mengakui keesaan Allah, seharusnya kita terus meningkatkan ibadah, menggali imu Allah, dan terus berupaya menjadi insan yang bermanfaat. Ini sebagai bukti bahwa manusia itu diciptakan untuk memakmurkan bumi, yang tentunya sesuai passion kita masing-masing.

(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”). (Q.S Al A’raf ayat 127)

Kalau saja ada rejeki, beli baju baru tak masalah, alangkah lebih baik lagi membelikan baju baru untuk anak yatim atau anak kaum dhu’afa.  Masih banyak ‘orang pinggiran’ yang tidak bisa menikmati lebaran seperti kita, misalnya penjaga pintu lintasan kereta api, operator jaga gardu listrik, orang tua di panti jompo dan masih banyak lagi. 

Tradisi ‘baru’ saat lebaran memang sulit untuk dirubah, yang penting bagi kita adalah membersihkan dan memperbarui hati. Yah, syukur-syukur sejak dini orang tua tidak membiasakan anak-anaknya beli baju saat lebaran, supaya ketika dewasa kelak, anak-anak kita bisa memaknai lebaran yang sebenarnya tanpa ikut tradisi baju baru saat lebaran.

0 add comment:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.