Serunya ‘Kejar’ SIM Murah nan Berkah

Posted by with 12 comments
Saya suka naik motor. Tapi, sering jalan-jalan ke kota sendirian tidak pernah bawa SIM (padahal deg-degan kalau lewat pos polisi, khawatir kena semprit). Jujur ya, sampai sekarang saya belum berminat ngurus karena memang harus bayar mahal (ukuran kantong saya), kalau dipikir-pikir uang 400 ribu untuk SIM?? Bukannya gratis? 

Dengan uang tersebut, pengendara cukup punya KTP, beberapa oknum POLRI yang ngurusi perizinan SIM nggak mau tahu si pengendara bisa naik motor atau nggak. Hm, bahasa gaulnya sih ‘sogok-menyogok’. Cara seperti ini sudah jadi rahasia umum warga kabupaten Kediri. Kalau ada salah satu tetangga saya yang ingin punya SIM, ujung-ujungnya digelotorin saja kalimat, “emang udah siap duit?” 
 
Suami coba-coba tes (ujian teori dan praktek)

Sebenarnya, SIM (Surat Ijin Mengemudi) itu bukti registrasi yang diberikan Polri kepada kita (pengendara) yang telah memenuhi syarat administrasi, sehat jasmani dan rohani, paham peraturan lalu lintas sekaligus trampil mengemudi. 

saat SIM C suami out of the date, saya dan suami kompromi untuk mencoba keberuntungan ikut tes. Apalagi, suami kan kerja di Dinas Perhubungan Kebupaten, lucu banget kalau suami ikut main sogok  (tahu diri lah, malu!) >>> Ini nih ceritanya,  bikin ngelus dada tapi tetep happy anding ^_^

Hari Sabtu, suami pergi ke Samsat. Meski punya hubungan relasi sesama POLRI dan DISHUB, suami coba sembunyikan identitas kalau dia dari PNS DISHUB (sebenarnya gampang lho kalau buat SIM, tinggal nelpon besoknya jadi…kan sohib sama POLRI)
Sampai di parkiran, suami udah dirayu sama jukir,” ngurus SIM C, pak? Murah kok 380 ribu aja, besok jadi” tawarnya

Suami diam aja. Eh, pas ke toilet berpapasan dengan orang berkumis pakai baju seragam polisi, beliau menawarkan hal yang sama lebih murah 10 ribu, jadi cukup bayar 370 ribu. Suami tetap bersikukuh “mau ikut tes, pak”. Orangnya pergi sambil nyengir. Hahaha

Saat dalam antrian, daftar gratis.  suami dapat nomor urut 3 padahal yang ngantri cuma 5. Sedikit, kan? Di ruang sebelah suami lihat banyak orang antri ngurus SIM tapi yang ‘langsung jadi’ alias nyogok. Tuh, banyak orang lebih memilih cepat dan tanpa ribet ketimbang harus ikut tes. 

Suami sih santai, kan memang udah niat kalau ia pengen murah dan berkah?


Nah, waktu tes teori sudah dimulai, peserta minimal 5 orang karena tes bukan tulis tapi sudah lumayan canggih pakai monitor gede. Menjawab pertanyaan dari monitor. Tinggal pilih A, B, C, D, E yang dianggap paling benar. Dari 30 soal, suami hanya bisa jawab 10 soal (Jelas…TIDAK LULUS).

Gilaa! Suami tiap hari mikir, soalnya kok susah ya? (—duh, nyali semakin ciut). Akhirnya, suami dengan sangat terpaksa harus mengulang tes dua minggu kemudian. Tak ada satupun peserta tes yang lulus saat itu. Suami tak patah semangat, dalam dua minggu tersebut dia nyari soal di Google, ketemulah file-file yang bisa dipelajari. Klik sini… 

2 minggu kemudian, karena dipersiapkan secara matang, suami bisa jawab soal. Motor dalam keadaan fit saat ujian praktek. Katanya sih, ujian prakteknya harus mengendarai rute zig zag, lumayan sulit. Alhamdulillah, suami LULUS hanya dengan bayar 100 ribu. Semoga berkah ya, saya siap-siap ngikutin jejaknya.

Tulisan ini diikutkan GAKinzihana, semoga bermanfaat



12 komentar:

  1. Yang sesuai aturan , memang Asikkkk. yuk ahh kita test SIM barengan hehe

    Makasih sudah ikutan ya Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mak...tapi ku kesulitan di uji praktek..hiks

      Hapus
  2. Saya malah pernah ditawari sama calo 400 ribu lho mak. Tapi ya nggak mau aah. sayang kan duitnya.
    Kakak iparku malah sudah 3 kali tes belum lulus juga. hihhi... susah juga ya dapat SIM.

    Jangan lupa ikutan GA Menyemai Cinta ya mak Nurul:
    http://forgiveaway.blogspot.com/2013/06/give-away-menyemai-cinta.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sekolah aja susah, gimana lulusan SD-SMA??

      InsyaAllah bund, nyari ide kok gak muncul2 ya...ngiler power bank :)

      Hapus
  3. Mak Nurul, ngiri banget saya sama yang bisa bikin SIM "BERKAH", hehe

    BalasHapus
  4. eheheee..SIM saya enggak berkah banget nih berarti, jadi maluuuu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak berkah karena cara oknum yang nggak baik mak...dilema juga, udah hal biasa tuh

      Hapus
  5. Alhamdulillah... lulus, teorinya juga kah?

    Salam
    Astin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya maaa..teori juga, kan udah belajar, hihihi kayak ujian CPNS aja

      Hapus
  6. walau banyak syaratnya dan sedikit ribet namun yang sesuai aturan yg lebih baik, artinya kita benar2 dapat SIM yang layak

    BalasHapus
    Balasan
    1. SIM layak sesuai kantong, hemat bisa buat belanja ya mak :)

      Hapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.