IIDN, Menyemai Benih Prestasi dan Cinta Suami

Posted by with 6 comments
Perbincangan sepasang suami istri di suatu senja,

Ibu       : Ayah, bolehkah aku minta sesuatu?

Ayah    : Sesuatu? Apa sih yang tidak boleh buatmu, bu? *Keluar kata-kata gombalnya

Ibu       : Ah, Ayah…. (pipi memerah, tersipu malu)
Ehm, belikan aku laptop ya, yah!

Suasana mendadak sunyi, sang ayah mengernyitkan dahi, pertanda ada keraguan untuk mengamini permintaan sang Ibu.

Ayah    :  Laptop? Bukannya yang lama masih bisa di pake?

Ibu       : Itu udah rusak, yah…untuk koneksi internet gak  bisa, please yah…aku kan di rumah terus.
Bosan. Siapa tahu ntar dengan internet, Ibu bisa tambah wawasan.

Ayah    : (Menarik nafas panjang), sebenarnya… uang tabungan itu untuk persiapan anak-anak sekolah. Tapiiiii…baiklah, asalkan Ibu janji ya, kalau sudah ada internet tetap utamakan tugasnya. Jangan sampai anak-anak terlantar!

Ibu       : Beres, Yah! (Tiba-tiba saja sebuah kecupan mendarat di pipi sang suami).

Bincang ringan kali ini berakhir indah, ada sejuta asa bagi Si Ibu membangun mimpi lamanya menjadi penulis dan pengusaha. Berharap, kelak bisa terus berkarya tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai Ibu Rumah Tangga.

Potongan cerita di atas adalah sebuah ilustrasi yang saya sajikan sesuai kisah nyata pribadi.  Kesibukan seorang ibu rumah tangga  tak ubahnya seperti burung dalam sangkar. Tak bisa terbang, melalang buana ke langit melihat dunia baru. Jenuh? Pasti. Namun segera mungkin seorang ibu tumah tangga harus mampu menghilangkan rasa jenuh tersebut karena untuk kebahagiaan anak dan suami.

IIDN menjawab kegalauan saya

Saya menjadi orang sangat beruntung karena perkenalan dengan dunia maya tidak ada yang sia-sia. Berkat bantuan adik, akhirnya saya punya akun Facebook. Di sinilah, awal perjumpaan saya dengan Grup IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis).  “Bahagianya hati ini bisa menemukan teman-teman baru yang punya semangat nulis,”

Grup IIDN dirintis oleh seorang Ibu rumah tangga yaitu Indari Mastuti. Saya ingat betul, saya menemukan nama ibu ini (dari berita online) ada di jajaran nama pemenang wirausaha muda mandiri tahun 2011. Tahu tidak apa yang ada di benak saya sebelum mengenal beliau?
Perempuan yang menginspirasi jutaan Ibu Rumah Tangga untuk selalu berprestasi dengan menulis


“Hmm…tahun berapa ya saya bisa seperti ini? Bisa berdiri di ajang kompetisi yang sangat bergengsi sebagaimana Ibu Indari dengan membawa Agensi naskah nya?”

Usut punya usut, berawal dari hobi, Indari Mastuti mencoba untuk memulai profesinya sebagai penulis. Pada tahun ini, brand yang digunakan masih dengan nama INDARI MASTUTI sebagai penulis lepas di sejumlah penerbitan nasional, salah satunya grup Kompas Gramedia. Seiring dengan perkembangan kebutuhan jasa penulisan yang diminta kepadanya, ia pun mengemas profesinya ini menjadi bisnis. Pada akhirnya menjadi wadah bagi penulis lain untuk lebih produktif dalam menulis melalui project penulisan yang diminta oleh para penerbit.

Wah, semakin kreatif ya. Seorang ibu rumah tangga bisa mendulang rupiah dari nulis dan bisnis. Bisa dikerjakan dari rumah pula, “Pasti saya juga bisa” pikiran ini tak henti-hentinya bermimpi
 

Pertama kali berjumpa IIDN

Kembali ke cerita grup tadi, ya?
Berkenalan dengan teman-teman di seluruh Indonesia itu menyenangkan. Meski lewat maya, terasa hidup obrolannya. Oh ya, ketemu dengan kawan lama Mb Azizah Nyonya Aji dan Mb Rully Hartati. Kawan barunya juga banyak (ya gak bisa saya sebutin semua).. ada Mb Diah Kusumastuti, Candra Nila Murti Dewojati, Lita Alifah, Arin- Murtiyarini, Tri Nurhidayati dan masih banyak lagi.

Jujur saja, awal mula bergabung dengan grup ini saya hanya sebagai pengunjung dan penyimak setia. Sempat minder, membaca berbagai komentar di grup membuat  saya ‘mengkeret’ (baca: malu). Banyak dari anggota grup yang sudah punya buku solo. Sedangkan, saya baru memiliki 2 buku antologi. Lambat laun saya berani bertegur sapa dengan mereka. Ternyata, anggotanya kocak habis, salah satunya komentar curcol ala Teh Lygia Pecanduhujan. Hehe. Bener pengen banget nulis seperti gaya tulisan si Markom IIDN ini. 

Tulisannya khas, renyah dan sarat hikmah


Serunya IIDN bukan hanya sampai di sini, pembagian grup per wilayah mempermudah ‘keakraban’ secara nyata. Terjalinnya pertemanan online, kini jadi pertemanan hangat offline. Karena saya tinggal di Kediri, saya masuk wilayah IIDN Jatim. Sering mengadakan kopdar, kunjungan bareng ke tempat istimewa sering dilakukan. Meski satu kalipun saya belum berkesempatan karena anak-anak masih kecil belum bisa di bawa bepergian jauh. Dibawah koordinator Ibu Nunu el Fasa, IIDN semakin eksis di wilayah Jatim. Tentunya, masih banyak koordinator lain selain Jatim yang tidak kalah seru. 

Motivasinya selalu merapatkan barisan IIDN Jatim
Sebagai wadah motivasi dan kedekatan emosi anggota. Ternyata, IIDN punya banyak program seperti kuis mingguan (kamis kuis), kopdar ataupun lomba-lomba nulis. Bagi saya yang punya keterbatasan online, program ini jadi favorit saya karena belum punya banyak waktu untuk menulis buku atau kirim tulisan ke media.

Saya beruntung lagi, dipandu Mb Sri Widiyastuty di kuis yang kedua saya jadi pemenangnya. (entah kenapa di kuis-kuis saya gak menang lagi,,,, hehe belum rejeki kalie). Tapi, terima kasih atas apresiasinya

Paket buku dari IIDN





Suka kuis? Meski sekilas bicara soal hadiah, sebuah apresiasi cepat masih saya butuhkan untuk memperbaiki kualitas tulisan. Misalnya, saya ikut lomba dan menang, itu artinya saya dapat hadiahnya, kan? Haha….anda bebas menilai, apakah saya seorang matre yang hanya ngejar duit?”

Yang jelas untuk sementara ini saja, karena saya ingin mencicil uang laptop yang dibelikan suami. Saya memang seorang ‘pencuri’ ulung, mencuri strategi menulis  yang ditulis para ‘suhu’ di grup. Motivasi dan hasil tulisan anggota grup saya pelajari. Berbagai kontes perlombaan saya ikuti dan akhirnya di penghujung tahun 2012 saya berkesempatan ke Jakarta gratis dan dapat uang 2 juta sebagai pemenang kontes nulis (blog) dari PLN PUSAT. Kalau bukan karena ilmu-ilmu nulis dari IIDN. Karena penilaian kontes ini adalah kualitas tulisan. Tanpa IIDN, saya tak yakin bisa menang.


Kelas Gratis di IIDN
Ayah    : Bu..itu jadwal apa yang di tempel di pintu lemari?
Ibu       : Oh, itu jadwal kelas di IIDN yah…kalau memang waktunya gak bentrok sama agenda rumah, mau ikut.
Ayah    : Hmm, mantengin laptop lagi?
Ibu       : (tersenyum), lha memangnya mau mantengin kompor sama jemuran terus?!?! Hehe *sedikit emosi…

Di IIDN, banyak kelas yang membahas banyak wawasan, bukan hanya tentang tulis menulis. Tujuannya satu, supaya Ibu-ibu tetap meng-upgrate kelimuwan yang tentunya sangat bermanfaat untuk kebaikan keluarga dan masyarakat.

Ini nih kelasnya….(meski jarang komentar tetep jadi pembaca setia *maklum lah tinggal di desa yang inetnya sering LOLA, inet kenceng kalo lagi jam 24.00 sampe subuh---jam-jam begini, kan enaknya bobok ya?hehe)

·         Kelas Curnyol (Curhat Konyol).
·         Kelas Manajemen Bisnis.
·         Kelas Bedah Buku dan Resensi.
·         Kelas Design.
·         Kelas Masak Yuuk...
·         Kelas Kisah Hikmah dan Manajemen Qalbu.
·         Kelas Bedah Rumah
·         Kelas Fotografi.
·         Kelas Ngeblog.
·         Kelas Jurnalistik.
·         Kelas EYD.
·         Kelas Craft.
·         Kelas Parenting and Marital Sharing.
·         Kelas Parenting.
·        Kelas Zona Bebas


Saya pun bisa sedikit berbangga, karena IIDN telah menyemai benih prestasi dan cinta suami semakin bertambah. Suami lebih sering membantu membereskan rumah dan siap sedia ‘momong’ anak-anak karena ia memberi kesempatan saya untuk berselancar lebih lama di depan laptop,, “Bu…cepetan ya buat bukunya, gak sabar pengen baca bukumu” kata suami suatu hari

Saya benar-benar nggak sabar, pengen punya waktu banyak untuk online, agar semakin aktif di grup tercinta ini (eh, bentar lagi saya nimbrung Writerpreneur 2). Semoga tambah berprestasi dan kecintaan suami semakin bersemi. Aamiin….


6 komentar:

  1. Amin, semoga tercapai impiannya Mba Nurul.

    BalasHapus
  2. Keren bahasannya mba. Semoga bukunya segera terealisasi, pasti sang suami tambah hepi, hehe

    BalasHapus
  3. komplit banget bahasannya

    BalasHapus
  4. bagus banget, mbak.. seneng deh bacanyaa..

    BalasHapus
  5. utk IRT, laptop juga bs buat me time dan semoga menjadi suatu penghasilan :)

    BalasHapus
  6. xixi jadwal me timenya dengan laptop jam berapa aja, sih mbk?

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.