Jembatani e-Learning dengan Program Suka Baca

Posted by with 4 comments
Zaman sekarang, sekolah mana yang tidak ingin melihat anak didik beserta guru, melek perkembangan teknologi? Salah satunya di sekolah SMP Swasta, tempat saya mengajar. Di usianya yang baru menginjak 3 tahun, saya beserta guru lainnya gencar melakukan promosi tentang adanya penerapan program e-learning dalam segala aktivitas pembelajaran di sekolah. Tertulis jelas di brosur sekolah kami One Child One Laptop, harapan nantinya siswa yang akan bersekolah di SMP Islam swasta ini mendapatkan fasilitas laptop untuk menunjang kegiatan belajar yang dilakukan tanpa handbook.

Menarik, bukan?

Spionase Bisnis

Posted by with 4 comments
Beberapa hari yang lalu saya dan suami meeting, pertemuan yang dibuat formal padahal tempatnya di ruang keluarga (sambil lihat tivi juga). Hihi… tak apalah, namanya juga pembisnis pemula yang lagi ngorek keberuntungan di usaha UKM (Usaha Kecil Menengah). Mengapa saya lebih tertarik di jalur ini? karena modal usaha kecil, melibatkan banyak pekerja, bisa mengurangi jumlah pengangguran, meski skala usaha kecil saya berharap suatu saat omsetnya bisa mencapai milyaran. Aamiiiin (pengen banget nih bisa naik haji bareng orang tua)

Postingan lusa kemarin, saya pernah menulis soal ‘sabar’ dalam bisnis. Maksudnya, kalau memang pilih bisnis, jangan keburu akhiri bisnis. Sekecil apapun itu, jalani dulu saja. Biasanya umur bisnis yang bisa dikatakan bagus minimal tiga bulan. Jika dalam tiga bulan tersebut laba sudah kentara, siapin strategi marketing lainnya. Nah, kalau sudah lebih tiga bulan, misalnya setahun. Coba lirik bisnis lain, yang bisa kamu lakukan kemudian terapkan ilmu spionase bisnis.

Sensasi Kaya Rasa dari Taste of Asia

Posted by with 5 comments
Seminggu yang lalu saya dapat kiriman sample Indomie rasa baru. Berasa seperti orang penting karena terpilih jadi Privilege khusus, orang pertama yang ngicipi. Seneng karen dapat gratisan. Pas nerima paket agak kaget juga sih, paketannya nggak berupa kardus tapi kotak kayu, jadi kayak kiriman buah githu. Setelah dibuka, wuuuah kerdus mini, cocok buat tempat bumbu di dapur dapat mangkok pula. hehe *dasar emak-emak



Surprise….bungkus indomie agak beda, lebih berkelas, tebel, paduan desain dan warna eye catching. Dari luarnya aja kelihatan ‘elegan’ pasti rasanya juga bakal manjakan lidah.

[Terios 7 Wonders] 7 Friendship Wanna Be…..

Posted by with 2 comments
No love, no friendship can cross the path of our destiny without leaving some mark on it forever. - Francois Mauriac



Cinta dan persahabatan selalu menghiasi jejak destinasi. Tanpa keduanya, kita tidak akan punya kenangan indah dari sebuah perjalanan. Bagi kebanyakan traveler mungkin sudah merasakan sentuhan love and friendship. Makanya, mereka selalu ketagihan untuk melakukan perjalanan lagi, menemukan jejak persahabatan di tempat lain.

Perjalanan jauh tak melulu ditempuh dengan pesawat, bis, kereta api atau kapal laut. Mobil, bisa jadi pilihan tepat lho. Kita bisa berhenti kapan saja sesuka hati, menikmati tantangan baru dan berkesempatan nambah kawan baru. Jadi, jangan hanya membayangkan capeknya berhari-hari di jalanan. Justru di sinilah kita akan merasakan sensasi asyik berpetualang menggunakan mobil.

Sehari Tanpa Gadget : Bikin Kue Cinta untuk Tetangga

Posted by with 3 comments
Terhitung hampir dua tahun saya kenal dunia maya. Bermula dari facebook, twitter kemudian blog. Saya merasakan hidup lebih berwarna. Dari SocMed, saya ketemu teman lama, kenal teman baru, bisa nyari tambahan duit dan mudah meng-upgrade ilmu tentang banyak hal lewat Om Google. Hehe…,

Saking banyaknya kemudahan yang saya dapat dari internet, kadang saya sampai lupa waktu dan lupa kerjaan. Misalnya, si sulung bolos nggak sekolah karena saya ‘asyik’ nge-blog, nggak ada yang ngantar ke sekolah, tiap hari suami saya belikan lauk dari warung karena jarang masak dan si kecil suka rewel karena nggak pernah saya ajak main ***lah, padahal saya ibu rumah tangga kok anggota keluarga masih saja terlantar? ---hohoho, saya ngaku salah

Masuk Neraka Siapa Takut #Melukai Hati Ibu

Posted by with 7 comments
Surga di telapak kaki ibu. Begitulah peribahasa yang menggambarkan betapa mulianya seorang ibu. Mulai dari hamil, melahirkan dan membesarkan anak, ibu punya peran yang luar biasa. Tanpa kelembutan dan kasih sayang ibu, kita tak mungkin bisa seperti sekarang. Saya pun sangat bersyukur memiliki ibu yang kini masih sehat, bugar dan rajin beribadah. 

Jiwa Pahlawanku dan Pertamax Gapai Indonesia Lebih Baik

Posted by with 1 comment
Beberapa bulan terakhir kita dijejali banyaknya berita korupsi. Satu per satu kasus korupsi mulai terkuak. Rakyat pun geram dan malu menyaksikan ‘polah tingkah’ para koruptor yang suka menimbun harta. Entah itu dilakukan seorang pejabat pemerintahan, dosen, hakim, hingga pemuka agama.

Korupsi menjadi penyakit serius yang menggerogoti bangsa ini karena mengakibatkan kesenjangan sosial (gap) yang luar biasa antara pejabat dan rakyatnya. Sang pejabat makin kaya, rakyatnya makin papa.

Pantaskan Diri Miliki Notebook Berkelas

Posted by with 32 comments
Saya berusaha memantaskan diri menjadi sahabat setia Si Acer Slim Aspire E1. Sebuah notebook yang didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Kemanapun bisa saya ajak karena bawanya enteng. Eits, saya juga bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya lho. 



Sejak tahun 2005 hingga sekarang, saya menjalin pertemanan dengan PC, laptop, gadget dan terakhir notebook Aspire ONE 722. Saya tak bermaksud ‘selingkuh’, suka ganti dan menaruh cinta ke lain hati. Tapi, memang untuk mengejar produktifitas.

Burung pipit, penyu dan pohon kelapa

Posted by
Kini, dunia berada dalam genggaman. Awalnya, perkenalan saya dengan Social Media jadi pelipur lara. saya bisa ketemu dengan kawan lama dan punya kawan baru meski tidak tahu dia yang sebenarnya. semakin lama, SocMed jadi pemicu kegalauan. tiap orang posting status lagi berada di luar negeri, mata saya meleleh. "kapan ya aku bisa keliling kemana-mana, nggak hanya dirumah ngurusi cucian dan urusan dapur?".

Alhamdulillah, kegalauan seperti ini terobati dengan membaca dongeng ala Tere Liye yang berjudul Burung pipit, penyu dan pohon kelapa. Selamat Membaca ....


Break Your Routine

Posted by
Source
Potong rutinitasmu! Kalimat motivasi yang juga digagas Yoris Sibastian seorang creative consultant.

Terima Kasih MaBi

Posted by with No comments

Tidak selamanya berjibaku dengan urusan rumah itu membosankan. Rutinitas yang sama dan dikelilingi wajah itu-itu saja. Suami, Azzam, Nadia. Tanpa saya sadari, ada beberapa momen kebersamaan dengan mereka yang mampu membuat hidup terasa lebih berwarna. Lebih indah dari yang saya kira. 

Sebagai ibu rumah tangga mantan mahasiswa aktif hal ini tentu tidak mudah saya jalani, terkadang letupan penyesalan kerap menghantui, kenapa saya tidak bekerja saja, kenapa saya harus berkiprah di rumah bukan di perbankan sebagaimana jurusan yang saya ambil saat kuliah, kenapa harus begini? Tiap harinya, hanya sibuk urusan dapur dan anak-anak. 

Ah, itu dulu. 

Semenjak tiga bulan program “Momen 15 Menit” digelar oleh Sari Wangi, saya menilai kebersamaan tidak sesederhana dulu. Tawa, canda, obrolan meski hanya sejenak patut saya syukuri. Kehadiran mereka adalah anugerah, sebaik mungkin harus dijaga dengan cinta. Dan ternyata lagi, kebersamaan tidak harus bayar mahal, dari cerita saya dan teman-teman peserta lainnya memiliki kebiasaan berkumpul dengan cara yang unik, hemat, dan menceriakan. 

Kumpul sambil nge-teh. Bagi saya, ini adalah ide brilian untuk menjaga keharmonisan keluarga. Terima kasih MaBi. Meski saya belum berhasil mendapatkan tiket tea camp ke Sari Ater tidak masalah. Saya tetap bahagia, bisa berbagi cerita dengan keluarga lain. Teruslah menginspirasi keluarga Indonesia, supaya kami selalu menyadari bahwa keluarga adalah yang paling utama. Bukan mengutamakan ego, menyisihkan waktu 15 menit, melepas rutinitas sejenak untuk berkumpul. 



Berikut ke-enam cerita yang telah saya submit. Ingin saya abadikan di blog pribadi, satu diantaranya telah diubah ke dalam bentuk komik. *oh, betapa senangnyaaaaa* 





1. Siasati Waktu Jogging Untuk Nge-Teh dan Ngobrol 


Semenjak menikah, saya dan suami sudah punya trik-trik khusus untuk punya waktu kumpul dengan keluarga. Kalau kumpul di rumah itu sudah biasa, tapi kalau jalan-jalan pasti buang uang juga, nggak jadi hemat dong, begitu pikiran kami. Nah, akhirnya kita bikin moment seru yang kami sepakati, murah dan pasti anak-anak senang yaitu JOGGING DI LAPANGAN. 


Tiap hari Minggu, saya bangun lebih awal untuk menyiapkan bekal sarapan. Tak lupa saya bawa biskuit dan teh hangat ‘Sari wangi’ ditaruh di tremos (meski tiap hari sudah terbiasa minum teh, momentum kumpul kali ini terasa beda). 


Pukul 5.30 kami berangkat. Saya, ayah, Azzam (4 tahun), Nadia (2 tahun) menikmati semburat mentari yang mengiringi langkah kecil kami menuju lapangan yang letaknya tidak jauh dari rumah. Celotehan anak-anak, sapaan tetangga dan orang yang lalu lalang turut menghangatkan suasana. 


Usai jogging dan senam ringan, anak-anak asyik bermain dengan teman sebaya di lapangan, Saya dan suami ngobrol sebentar sambil nge-teh. Ah, jarang-jarang di rumah kami bisa seperti ini karena kedua balita kami kerap ‘mengganggu’ kebersamaan kami (ya namanya juga masih anak-anak, kan). Jika dihitung-hitung 15 menit kami nge-teh, ada 15 cerita —bahkan lebih– yang bisa kami bicarakan di sini tentang kantor, gaji, perkembangan anak-anak, impian, harapan dan ups…kadang ‘refleks’ nge-gosip loh. Hehehe…(semoga tidak kebablasan—tidak baik). Pulang jogging, suasana hati kami semakin berwarna dan menjalani hari-hari penuh cinta. 









Klik gambar biar jelas 





2. Role Playing 


Saat aku masih kecil, `aku senang bermain ‘pura-pura’. Jadi pedagang, dokter, guru dan masih banyak lagi. Saat kuliah, aku baru tahu kalau permainan tersebut dinamakan Role playing atau metode bermain peran. Kini, permainan ini jadi salah satu kegiatan seru di keluarga kecil kami, mengisi moment kebersamaan aku, suami, Azzam (4,5 tahun) dan Nadia (2 tahun). Bermain peran ditemani teko berisi teh hangat ‘Sari Wangi’, kami berempat siap acting. 


Meski pura-pura alias tidak sungguhan, permainan ini mampu mengasah ketrampilan bicara dan sosial kedua anak kami yang masih kecil. Skenario cerita beragam, interaksi penjual-pembeli, dokter-pasien, pengamen-pengendara dan masih banyak lagi. 


Ehm, ada cerita lucu saat kami melakukan role playing bertema ‘AKU PENGUSAHA”.

Di meja sudah tertata barang dagangan seperti sejumlah buku, pensil, penggaris, dan boneka. “beli apa mbak?” kata Azzam sebagai penjual. Nadia, aku dan ayah jadi pembelinya. Sambil mempromosikan barang dan belajar tawar menawar harga, si Azzam SOK jadi saudagar kaya, ia menaruh pensil di telinga sambil pencet-pencet kalkulator di tangan kirinya. Ehm, kami pun geli melihat gaya-nya. Canda dan tawa pun kerap membuncah saat peran lucu dilakukan Nadia misalnya sebagai pembeli ia sering mengambil barang dagangan tanpa membayar terlebih dahulu. Ulah seperti ini membuat Azzam sebagai penjual bisa marah dan teriak-teriak. 


Hufh…Bisa dibilang, permainan ini cukup menguras energi anak-anak, akhirnya rehat sejenak menikmati teh Sari Wangi dan kue kacang favorit keluarga menjadi pilihan kami. Meski barang berantakan usai bermain, aku dan suami cukup terhibur dan kami semakin merasa dekat dengan anak-anak. Terlebih, dengan Role playing, Azzam dan Nadia bisa mengeksplorasi diri melalui peran yang dimainkannya. Semoga bermanfaat untuk masa depan mereka kelak. Terima kasih Sari Wangi telah menemani kebersamaan kami dalam bermain peran. 


3. Cangkruk di Warung Nasi 


Bagi saya, pagi hari adalah simpul awal dari kehidupan sehari-hari keluarga kecil saya, terutama Azzam (4,5 tahun) dan Nadia (2 tahun). Simpul yang padanya banyak bergantung momen kehidupan mereka selanjutnya. Sejak jadi pengajar di sekolah full day school, saya jarang masak ketika pagi. Waktu pagi habis untuk memandikan anak-anak, bermain, sesekali berberceloteh ria sambil mempersiapkan bekal sekolah si Azzam di PAUD dan Nadia ke Day care. Karena kalau anak-anak dalam keadaan hepi kala pagi, mereka tidak rewel saat berpamitan dengan kami. Saya dan suami memang bekerja dengan ritme yang hampir sama. Berangkat pagi pulang sore. Jadi, anak-anak kami percayakan pada sekolah play group yang terdapat fasilitas day care hingga sore hari.

Untuk sarapan pun saya dan suami lebih mengalah. Jika saya tidak sempat masak. Warung nasi kerap jadi dapur keluarga kami. Salah satunya di warung nasi Mbok Rah, lokasinya hanya 100 meter dari sekolah, tempat saya mengajar. Sebagai guru di sekolah swasta yang menerapkan full day school, saya tidak pusing soal jadwal makan karena di sana sudah disiapkan camilan dan makan siang. Nah, detik-detik sebelum bel masuk berbunyi, kami sekeluarga ‘cangkruk’ di warung nasi Mbok Rah.

Di warung nasi Mbok Rah, kami pilih tempat lesehan. Sambil menikmati nasi pecel sebagai menu favorit. Kami disuguhi teh hangat Sari Wangi. Mbok Rah tahu apa yang kami sukai karena sudah menjadi pelanggannya selama 4 tahun. Saya, Ayah, Azzam dan Nadia suka dengan aroma khas Sari Wangi, tidak menyengat dan tidak getir di lidah. Bagi Mbok Rah pun juga tidak sulit saat menyeduhnya, kan praktis, tinggal celup-celup. Obrolan ringan dengan Mbok Rah seputar keluarga, anak-anak, dan resep masakan mengisi waktu sarapan kami.

Pernah suatu ketika Azzam berseloroh,

“Bunda, kayak mbok Rah itu loh pinter masak, pagi hari sudah bisa masakin menu banyak kayak gini!”

“Hahahaha….” semua pembeli di warung sontak ketawa bersamaan.

Saya. Saya hanya tersenyum simpul. *sebel juga sih. Lucunya lagi, Nadia memanggil mbok Rah dengan sebutan eyang. Mbok Rah semakin akrab dengan kami. Apalagi, ayah suka godain rasa masakan, “waduh, mbok….kok asin banget sambel pecelnya” Kata ayah sambil menjulurkan lidah. Mbok Rah bingung, “ah…masa sih, nggak kok”.

Sekali di icip, asin. Lama-lama kok enak juga ya, udah nggak berasa asinnya, mbok!” Tambah Ayah

Tuh, ayah suka godain Mbok Rah deh, kata Azzam. Kegokilan Azzam, Nadia dan ayah jadi perekat keluarga kami dengan mbok Rah. Kedekatan kami dengan mbok Rah bukan sebatas penjual dan pembeli saja tapi sudah seperti keluarga. Tiap lebaran, kami sempatkan bersilaturahmi ke rumah beliau. Meski hanya berkisar 15 menit, sarapan pecel dan nge-teh ala Sari Wangi di warung nasi Mbok Rah selalu menelurkan cerita. 


4. Grojokan 


Azzam (4,5 tahun) dan Nadia (2 tahun) sangat suka bermain air. Kalau sudah ketemu air, mereka pasti betah berlama-lama. Terlebih, saat grojokan, bermain air plus mandi dengan selang yang ditaruh di ranting pohon rambutan. Dari bahasa Jawa, grojokan berarti aliran air besar dan deras. 


Pukul 06.00 pagi, saya dan suami bergegas menuju halaman rumah. Saya bertugas menyapu halaman sedangkan ayah menyiram tanaman. Nah, karena jarak antara kran air dan tanaman lumayan jauh, selang panjang pun jadi pilihan. Ternyata, selang inilah yang menarik perhatian Azzam dan Nadia. Bukannya malah membantu, mereka asyik bermain air. Bagi Azzam, semprotan air yang keluar dari selang ini mirip peluru keluar dari senapan. Duuuaarr…..”teriak ayah ‘menembak’ Azzam seperti pemburu tengah beraksi mengincar buruan. Cipratan air mengenai baju Azzam, Azzam pun berlari mencari tempat persembunyian. Hehe, lucunya ia sembunyi di balik pohon sambil cekikian, geli menahan tawa. Saya, ayah dan Nadia ikut tertawa terbahak-bahak, ikut berlari mencari buruan. Kebersamaan pagi menjadi momen spesial sebelum kami berangkat kerja. Di temani empat cangkir teh hangat Sari Wangi dan pisang goreng yang sudah saya siapkan di meja teras. 


Adiknya, Nadia juga kerap memancing keceriaan. Misalnya, saat membantu menyiram tanaman ia ikut menyanyikan lagu ‘lihat kebunku, penuh dengan bunga……dst’ meski artikulasi bahasanya belum jelas. Bagi kami, ini adalah saat tepat untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada tanaman dan lingkungan. Bumi dengan segala keindahan isinya dianugerahkan Tuhan untuk manusia maka kecintaan anak pada lingkungan itu harus ditumbuhkan sejak dini. 


Celotehan mereka tentang tanaman pun mengalir, “kasihan ya, tanaman kok disuapi kotoran sapi, kenapa tidak diberi nasi saja biar cepet gede?” pertanyaan itu terlontar ketika ayah memberikan pupuk kandang pada tanaman. Ayah pun menjelaskan dengan bahasa sederhana. 


Belum lagi, Nadia yang sering mengulang pertanyaan serupa, “apa ini?” meski sudah dijawab, ia kembali bertanya “apa ini”? bahkan sampai 10 kali pertanyaan, “apa ini?” kami pun tidak bosan hingga akhirnya kami keluarkan senjata ampuh kami yakni menggelitiki perut kecil Nadia. Kalau ia sudah ketawa, pertanyaan akan ia hentikan. Sontak, kami juga ikut ketawa. Aaaah, banyak Kejutan ‘cerdas’ Azzam dan Nadia yang dapat kami saksikan saat berkumpul bersama. 


Grojokan berlangsung ketika kegiatan menyiram tanaman sudah beres. Biasanya ayah meletakkan selang di ranting rambutan kemudian menyalakan kran. Dan……byuuuuur! Air tumpah dari atas, Azzam dan Nadia lompat jumpalitan dengan riang di bawah pohon rambutan, balon renang bergambar spiderman sudah terlingkar di pinggang keduanya. 


Grojokan tidak terlalu lama, kami langsung memandikan mereka karena khawatir anak-anak masuk angin, minum teh hangat Sari Wangi jadi penghangat tubuh mereka. Usai grojokan, kami merasa semakin dekat, berkat Sari Wangi pula cinta kami semakin hangat. Sehangat mentari pagi menemani kami saat grojokan. 


5. Panggung Gembira 


Panggung gembira merupakan ajang ekspresi di keluarga kecil kami. Saya, suami, Azzam (4,6 tahun) dan Nadia (2 tahun) bebas mengekspresikan diri. Boleh menyanyi, menari, menjadi model, bercerita dengan alat peraga, bermain peran atau menjadi instruktur senam. Pukul 19.30 WIB, usai menemani Azzam belajar. Kami siap beraksi di tempat yang kami sebut panggung. Tempatnya sederhana dan sering berpindah-pindah, kadang di atas karpet, kasur, teras atau di atas meja berukuran 2,5m x 1,5m x 1m yang ada di dapur (meja jadul……hehe). 


Jika anak-anak sedang mood menyanyi, ayah mengambil alat musik ala kadarnya dari dapur seperti galon air kosong, kaleng susu yang tidak terpakai, botol berisi beras dan kemoceng (untuk klotekan–memukul galon). 


Saat ayah menjadi MC, Azzam pertama kali masuk panggung menyanyikan lagu, “Balonku Ada Lima” lengkap dengan klotekan (penggunaan alat musik). Kemudian, saya dan Nadia sebagai penonton. Ekspresi ‘lepas’ saat ada di panggung, membuat saya dan suami terkagum-kagum. Azzam tampil percaya diri dan semangat sesekali Nadia menyusul kakak ikut menyanyi, terkadang saya sibuk mengabadikan momen seperti ini dengan kamera saku. 


Ditemani empat cangkir teh hangat Sari Wangi, acara semakin rame dan meriah. Bahkan, karena kehausan, Azzam kerap turun panggung hanya sekedar menyeruput teh. Saya sangat bersyukur, bisa ngobrol dengan ayah sambil melihat keceriaan anak-anak, semua ini mampu melenyapkan rasa capek dan jenuh menjalani rutinitas. 


Beda cerita ketika anak-anak pengen menari, berbekal kuda lumping mini plus pecut, Azzam beraksi tanpa jeda seiring alunan musik Reog jaranan yang kami putar dari hape. Tak lupa saya melilitkan selendang ke pinggang Nadia. Di tengah krisisnya program anak di televisi, kami berupaya mengenalkan mereka dengan ragam kesenian lain. Terutama, dari warisan seni budaya leluhur seperti lagu daerah ‘gundul pacul’, lagu anak atau lagu nasionalis ‘Maju Tak Gentar’ yang kini jarang didengar anak-anak. Dari lagu tersebut pula, kami sisipkan nasihat pada mereka. 


Di panggung gembira anak-anak memang lebih banyak bergerak. Jika sudah capek menari, mereka merengek-rengek, meminta ayah untuk jongkok. Dan, horeee…..ayah, jadi kuda lumpingnya. Mereka saling berebut naik ke punggung ayah. 


Masih banyak lagi cerita seru lainnya saat menikmati kebersamaan di panggung gembira. Ketika Ayah menjadi instruktur senam, ekspresi saya bercerita menggunakan wayang Pandawa, tarian Nadia yang bikin kami cekikian, dan lagu ‘Nina Bobok’ yang mampu menerbangkan anak-anak ke pulau impian saat manggung di atas kasur. Meski hanya berkisar 15 menit, panggung gembira akan terus kami hadirkan di tengah-tengah keluarga kami karena memiliki waktu bersama keluarga ditemani empat cangkir teh Sari Wangi adalah momen yang sangat berharga. 


6. Sema’an 

Padatnya jadwal kerja bukan jadi kendala keluarga kecil kami, untuk bisa menikmati kebersamaan. Salah satunya dengan mengisi kegiatan ibadah bersama-sama. Usai melaksanakan sholat maghrib berjama’ah dari mushola dekat rumah, kami sekeluarga menuju ruang keluarga dan mengambil Al-Qur’an untuk melakukan sema’an (kegiatan simak-menyimak). Kata ‘Sema’an’ berasal dari bahasa Arab Sami’a-Yasma’u, yang artinya mendengar. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Simaan” atau “Simak”, dan dalam bahasa Jawa disebut “Sema’an”. 


Azzam (4,5 tahun), si sulung yang masih belajar huruf hijaiyah (Buku Iqra’) juga tidak mau ketinggalan. Saya, ayah, Azzam dan Nadia (2 tahun) pun segera membuat lingkaran kecil. Tanpa gadget di tangan dan nyala tv, suasana sangat tenang. Semua mendapat giliran mengaji kecuali Nadia, saya dan suami bertugas menyimak, gunanya untuk membetulkan bacaan Al-Qur’an. Giliran Si Azzam membaca Buku Iqra’, ayah yang menyimak. Biasanya, saya membuat teh Sari Wangi untuk disajikan saat Sema’an. Selain penyajiannya yang cepat dan praktis (celup), ayah dan anak-anak sangat suka aroma wanginya. 


Minum teh hangat usai mengaji sangat menyegarkan tenggorokan, itulah mengapa sejak saya kecil, minuman teh tidak pernah ketinggalan menemani kegiatan sema’an di beberapa mushola desa. 


Sema’an di keluarga kecil kami tidak sekedar menyimak bacaan namun juga diselingi cerita hikmah yang tertuang dalam kitab suci kami (Al-Qur’an). Cerita favorit Azzam dan Nadia adalah cerita ikan Paus dan Penyelamat Nabi Yunus, sebuah cerita yang mengandung pesan tauhid, keteguhan, kesabaran, keberanian, kasih sayang, serta nilai luhur lainnya. Dengan alat peraga boneka Paus, kami hanyut dalam kebersamaan, terasa begitu dekat. 


Sema’an merupakan salah satu cara kami untuk menumbuhkan cinta anak-anak pada Tuhan sekaligus memberikan keteladanan. Jika kami ingin mengajari mereka tentang akibat perbuatan jahat, kami bercerita tentang tipu daya Nabi Adam as, kisah Fir’aun dan kisah Ashabul Fill (pasukan bergajah). Begitu halnya dengan budi pekerti saat menuntut ilmu dan menghormati guru, kami bercerita kisah Nabi Musa as dengan Nabi Khidir as yang bisa dijadikan teladan. 


Ehm, di lain kesempatan sema’an, kami mengajak anak-anak ke dunia petualangan dengan membawa misi besar, semua ada dalam kisah Nabi Yunus as., mukjizat-mukjizat Nabi Musa ketika melawan Fir’aun, kisah Nabi ‘Isa, kisah sapi betina, unta Nabi Shaleh, serta kisah Ashabul Kahfi tentu sangat menarik bagi mereka. 


Oh ya, cerita yang kerap diulang si ayah adalah tentang kepatuhan dan bakti kepada orangtua, kisah Nabi Ibrahim as. dengan ayahnya, kisah Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma’il soal mimpi-mimpinya, serta kisah Nabi Nuh as. dengan putranya yang durhaka. 


Semua nilai kehidupan telah diajarkan di kitab suci. Penting sekali untuk bekal anak-anak kelak. Karena kedua anak kami masih balita, kegiatan ini kadang tak berjalan mulus, lingkaran kecil kami jadi amburadul ketika Azzam dan Nadia tengah memperebutkan mainan, buku Iqra’, teh atau snack. Berlari, teriak histeris, canda dan tawa kerap jadi penghangat suasana sema’an. Melalui sema’an ditemani teh Sari Wangi, kami berharap semoga menjadi momen kebersamaan yang bermanfaat untuk masa depan mereka. 




ABG YAHUT PUNYA 7 ICON

Posted by with 10 comments
Hellooo…para ABG yang lagi kesepiaaaan, sering ngerasa mellow mellow galau? Atau sekarang lagi hepi barusan ketemu si merpati? *halllaaaah

Apa kabar? Masih tetep semangat, kan? Ya iyalah lha wong masih muda. Masih enerjik githu. judul postingan di atas ngga ada kaitannya dengan girlband tenar, loh. Eh..eh..eh…jangan keburu ditutup ye. Saya Cuma pengen sharing aja soal ABG. Yeee, Anak Baru Gede. Loe ngerasa, gede nggak? Kalau nggak silahkan close aja lamannya. Kalau loe ngerasa ABG Gaul, baca sampe habis ya tulisan ini. *dikit kok

Seru-seruan Pakai Slim Aspire E1

Posted by with 11 comments

Klik gambar biar jelas *tahu nih kok kecil banget nongol di laman

Jeng Kelin : “Apa sih yang bikin wajah loe ‘mendung’ githu, jutek banget?”

Mang Kelan : “Kerja!!!”

Jeng Kelin : “emang kenapa dengan kerjaan loe, santai aja bro! nikmati kepenatan saat kerja, nggak usah terlalu stres mikirin ruwetnya kejaran deadline. Take easy.

Mang Kelan : “Heh! Gimana nggak jutek, kerjaan gue kan kerjaan otak bukan otot, gue musti mikir dan kepala sering nyut-nyut kalau pas laptop gue ngadat!”

Jeng Kelin : “Oooh, itu masalahnya….tenang, bro! mending sedekahin aja laptopnya terus segera beli netbook Slim Aspire E1. Produk terbaru dari Acer yang bisa jamin, loe bakal hepi kerja, asyik juga buat bermain bareng keluarga loe”

Mang Kelan :“Slim Aspire E1? Boleh juga dicoba, jelasin dong keistimewaannya!” 


*****************

Momen Muharram dan Kue Buatanku

Posted by with No comments
Setelah seminggu capek urusan dapur, kembali ke laptop pagi ini. Punya gawe bagi-bagi kotak nasi untuk 50 tetangga bikin tubuh tepar deh. Pasalnya, semua jenis kue ngoyo saya yang masak plus praktekin ilmu bakery nya meski baru mengenal mixer, jenis tepung, oven, loyang dan alat-alat masak kue lainnya.


Walhasil, sukses, bro! dibantu budhe dan ibu. Semua bisa tertawa lepas karena saya bisa buat kue yang nggak ngecewain mereka. Niat praktek, tapi cocok dan cantik untuk isi kotak jajan. Ada kue kering moon & stars, Malvinas, dan lumpur yang dibikin gede, kayak kue yang dijual di toko itu loh.

Berkat Notebook Slim, Si Emak Makin Keren dan Powerfull

Posted by
Maaf, sudah penuh!”…..

 Tiga tahun yang lalu, tulisan tersebut sering saya temukan di pintu masuk beberapa warnet yang hendak saya kunjungi. Nggak hanya mahasiswa yang doyan berlama-lama di warnet, ibu rumah tangga kayak saya juga rela muter-muter ke pinggiran kota mencari warnet yang kosong. Untuk apa? Mencari informasi aneka resep, sekedar menyapa teman dunia maya via fb dan twitter serta mantengin ‘gosip’ artis dan politik ter up-date.

Itu dulu, sekarang warnet malah sepi pengunjung. Banyak warnet yang gulung tikar karena serangan notebook murah dan internet gratis yang bisa ditemukan di beberapa titik lokasi. Misalnya, café, perpustakaan kota, rumah sakit, sekolah, kampus dan tempat strategis lainnya. Saya pun lebih memilih membeli notebook karena pengen yang simple dan praktis, gampang dibawa ke mana aja *termasuk nyari WiFi gratisan. hehehe... 


Pyramid Excellent Notebook for EBA (Emak Blogger Aktif)

Posted by with 14 comments
Notebook, jadi salah satu soulmate terbaik emak blogger saat mobile. Nggak heran kalau kemana-mana bawaannya tas ransel yang isinya perangkat teknologi misalnya kamera, notebook, tablet atau smartphone. Rasanya rugi banget kalau ada momen penting yang terlewatkan untuk ditulis, kemudian di-share ke blogger lainnya.

Time is money. Peribahasa ini jadi pelecut para emak yang bener-bener pengen memanfaatkan waktu. Produktif saat ngeblog, produktif pula ngurus rumah tangga. Seringkali, si emak yang doyan ngeblog jumpalitan nggak karuan karena dikejar deadline, waktu 24 jam berasa sejam. Belum lagi, secara bersamaan anak-anak minta ditemeni belajar atau harus mijitin ayah, karena capek pulang kerja. Hahaha….*seharusnya ayah bisa ngerti-lah kerjaan emak yang doyan nongkrong di depan PC. 



Korupsi di Mata Siswa Es Em Pe

Posted by with 1 comment
Usai mengulas habis soal UTS, saya coba bikin tantangan ke siswa untuk membuat ‘coretan’ mengenai korupsi. Masalah ini lagi naik daun di media mana pun. Masalah yang bikin masyarakat biasa gerah, gemes pengen berkomentar banyak. Mungkin korupsi jadi sorotan orang dewasa. Anak kecil atau remaja tak mau tahu soal beginian, mereka hanya tahu betapa asyiknya dunia mereka. Nah, rasa penasaran saya akan ‘pendapat’ para remaja soal korupsi jadi agenda khusus proses pembelajaran hari ini.

Remaja, Wujudkan Rasa Cintamu dengan Berkarya

Posted by with 1 comment


Namanya Vega, seorang remaja putri yang kini duduk di bangku SMP. Vega termasuk siswa yang cerdas di sekolahnya, saat SD ia selalu mendapatkan peringkat pertama. Ia memiliki sebuah klub, eh tapi bukan klub ala cerrybell loh yang demen sama jogetan ala Korea. Meski beranjak remaja, mereka nggak begitu ‘mendewakan’ artis remaja yang kini emang lagi hot-hot nya nge-dance. 

Anggota klub hanya terdiri dari 6 siswa, semuanya putri. Dalam klub yang dinamakan cerrysmart, mereka punya banyak program selain belajar bareng, mereka suka jalan-jalan, suka sharing, doyan makan, dan yang nggak kalah kerennya, mereka doyan ngaji. Weiiiihh….jarang banget, kan….denger remaja doyan ngaji. Mereka punya prinsip yang unik, bikin para temen cowok agak bergidik. Mereka punya yel-yel “nggak bakal pacaran!” 

Oooowwwhhh, kejem banget yak?!?! 

Nggak, fren. Ini bukan kejam, ini komitmen anggota klub yang pengen banget-banget berkarya buat Indonesia. Pengen nge-bahagiain ortu. Pengen nyenengin guru, karena berkat jasa guru mereka dapat ilmu yang nggak ternilai. Eh, satu lagi….mereka nggak ingin mati sia-sia alias punya bekal ‘karya’ yang bisa mereka bawa pulang ke AKHIRAT, “Yaa Tuhan….ini loh segala kebaikanku saat aku hidup di dunia, hanya untukMu…untukMu…… 

Semua anggota klub selalu mengingatkan tentang keikhlasan, kesabaran, kebaikan. Sebagai manusia biasanya, khilaf atau salah bahkan ujian pasti akan selalu ada, bukan hanya orang tua tapi juga remaja. 

Rasa ‘suka’ yang tiba-tiba nongol saat ketemu cowok ganteng di kelas, mall, bioskop bahkan di perpus. Bisa jadi godaan bagi anggota klub. Tapi, satu hal yang bikin mereka nggak begitu perhatian, karena mereka selalu bersaing untuk menang di ajang kompetisi. Vega pernah memenangkan Debat English Contest Se-Kediri, Aisya menggondol medali emas Math Challenges di Malaysia, Rena yang sudah nerbitin novel remaja, Fatima yang gila sama jepretannya ala fotografi dan kini tergabung dalam komunitas photography for teens se-Indonesia. Dan anggota lain masih punya segudang prestasi lainnya….



Gambar di ambil dari sini 

Hei girls and boys, bagaimana dengan kalian?

Notes : cerita di atas hanyalah fiktif, terinspirasi dari banyak komunitas. 

Buat para remaja, gaul bukan berarti ikut tren yang ada di televisi atau media. Bagi saya, gaul adalah sebuah moment dimana kalian bisa eksis menunjukkan, “who are you?” dengan karya nyata kalian, tak sekedar prestasi akademik tapi tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah remaja luar biasa. 

# Tulisan ini spesial saya persembahkan untuk seluruh siswa SMP IT BINA INSANI KEDIRI. Love you all……. 

Future or Present?

Posted by with 3 comments
Kali ini bukan bicara soal grammar, future tense atau present tense. 

Pilih mana mikir future atau present? Keduanya merupakan tipe tipikal manusia menurut pemikiran Philip Zimbardo yang tertulis di bukunya The Secret Power of Time. Manusia yang bertipe future cenderung cemas dan lebih memikirkan kondisi masa depannya. Berbeda dengan manusia yang memiliki tipe present, ia menjalani hari-hari dengan santai tanpa memikirkan masa depan. Ia sudah merasa bahagia dengan apa yang dia peroleh.



Inspirasi dari Teater Keliling

Posted by
Usai melihat tayangan Kick Andy tanggal 27 September 2013 yang bertajuk Cinta Indonesia, saya merasa takjub sekaligus menyadari betapa ‘kurangnya’ kontribusi saya pada Indonesia. Tidak perlu menjangkau skala internasional, untuk lingkungan hingga keluarga pun masih jauh dari nilai plus. Sebagai ibu urmah tangga yang lulusan Sarjana merasa tidak berguna. Eh, belum ada ukuran standar ya. Atau, mendapatkan materi untuk keluarga menjadi tolak ukur?

Bukan. Bukan ini maksudnya, tentu lebih pada karya yang bisa kita hasilkan. Lebih dari sekedar masak, mencuci, nyapu atau ngepel.

LG G2, Smartphone Ajib nan Ergonomis

Posted by with No comments
Smartphone, sekarang jadi salah satu barang yang diincar banyak orang. Tidak bisa dipungkiri, produk teknologi canggih yang satu ini memang turut andil dalam memudahkan pekerjaan kita. Terutama untuk komunikasi dan internet misalnya Call, SMS, browsing, Jejaring Sosial, Email, Messenger atau chatting, Webcam, dan Video Call.

WAFA : Ajaibnya Dongeng Saat Mengaji

Posted by with 8 comments
Anak malas mengaji? Terlebih jika anak masih duduk dibangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar? Jangan khawatir, cerita ini bisa anda jadikan tambahan referensi saat mengajar. 

Memasuki jam pelajaran Al-Quran, siswa berlarian menuju tempat kelompoknya. Saya pun sudah menenteng alat peraga dan perangkat metode pengajaran WAFA. Untuk menertibkan siswa saja saya membutuhkan waktu 10 menit, karena memang sebagian siswa termasuk anak super yang doyan banget bermain. Berlari, melamun, duduk di meja, bertingkah aneh mencuri perhatian siswa lainnya itu sudah hal biasa. Ada 1 siswa yang bikin saya gemes, namanya Azia, pasalnya sudah 2 hari ini dia mogok ngaji. Tidak ada alasan, dia hanya mengunci rapat mulutnya saat saya dan guru pendamping mengajaknya ngaji secara individual bukan baca simak. Sekali, dua kali, berkali-kali tidak mau juga.

Ingin Berwisata? Ke Banyuwangi Aja….

Posted by with 6 comments
Kamu suka berwisata? Hobi traveling? Hmm….sepertinya kamu perlu mengunjungi  obyek wisata seru di Banyuwangi. Pemandangan alam di Banyuwangi terhampar luas dari ujung Barat sampai Timur. Keindahannya memukau. Di jamin deh kamu tidak akan nyesel jika datang ke sana. Awas! malah bisa ke tagihan ingin berwisata ke sana lagi karena kamu akan dimanjakan si Triangle Diamonds. Hah? Apa itu? 

Sinyal Kemandirian Bangsa dari Cyber Village dan Digital Society

Posted by with No comments
Tema :
Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia
                                                       (Kategori Umum)

Pada tanggal 10 Agustus 2013, puluhan mahasiswa asing penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri RI mendatangi Bumi Blambangan, Banyuwangi. Mereka berasal dari 12 negara yakni Amerika Serikat, Nauru, Polandia, Maroko, Kroasia, Tonga, Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia, Filipina, dan perwakilan Indonesia. Bagaimana mereka bisa kenal dengan kabupaten Banyuwangi?

Rupiah Lemah, Sektor Riil 'Meratap'

Posted by with 3 comments
Baru kali ini nulis dengan tema yang lumayan berat. Kenapa sih rupiah melemah?Pasar Modal terguncang? Ehm, pertanyaan ini merupakan pucuk dari ‘mau dibawa kemana ekonomi Indonesia’? sebenarnya hampir sama dengan kasus ‘krisis’ pada tahun 2008, yang namanya memakai sistem kapitalis mungkin saja beberapa tahun lagi juga akan mengulang sejarah. Setahu saya, banyak pihak yang memprediksi kondisi ini dikarenakan masalah eksternal yakni kondisi pasar. Gilaaa…kurs tengah Bank Indonesia sudah mencapai Rp. 10.500,- per dollar AS.

Lomba Plorotan Pring

Posted by with 4 comments
Selain Upacara, tak lengkap rasanya merayakan HUT RI tanpa ada perlombaan. Lomba panjat pinang, balap karung, lomba kelereng, atau lomba makan krupuk. Terkadang, saya berfikir, bagaimana asal-usul lomba semacam itu bisa menjadi tradisi? 

Nyaris hampir di seluruh nusantara ada perlombaan tersebut. Terutama di desa, beda halnya dengan kota biasanya perayaan dilaksanakan lebih WAH, barankali memang ditunjang pendanaan yang cukup, misalnya, karnaval, konser atau pameran. Apapun itu, semua perayaan memiliki tujuan yang sama yakni memperingati hari kemerdekaan. 

Mudik 2013

Posted by with 1 comment
Kami sekeluarga hanya bisa 'mudik' sekali dalam satu tahun ke Banyuwangi. Pekerjaan suami sebagai PNS sangat mengikat. Tak ada waktu panjang untuk bersua dengan mertua lebih lama. Hanya seminggu. Keinginanku mengunjungi Bali juga belum pernah terwujud meski sudah terbilang dekat dari Banyuwangi.


Kebahagiaan mudik di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika dulu kami tidak pernah mengabadikan kisah dengan berfoto-foto, kali ini kami punya kamera baru. Kamera saku ‘murah’. Tak apa lah buat pemula, pengen banget bisa fotografi. 

Bedah Resep

Posted by with 2 comments
Lamaaaa banget baru bisa update, sebenarnya banyak kegiatan bareng adek-adek  yang belum sempat saya tulis. Laptop ngambek, nggak ada yang bisa dipinjemin. Nah, kali ini saya mau cerita soal acara Minggu kemarin, masak-masak bikin kue. Awalnya, nggak ada niat mau masak, tapi karena usai  musyawarah halal bihalal, pada kumpul anggota We Ce yang ‘maksa’ minta praktek bikin kue. 

Si Della sih biang keladinya, gara-gara liat majalah resep donat plus bahan-bahan ada di meja. Langsung deh, main todong aja. Tapi nggak apa-apalah hiburan saat puasa, biar ngiler. 

Lebaran itu Harus Bersih Bukan Baru

Posted by with No comments
Kawan, tak terasa ya udah setengah bulan kita berpuasa? Bagiku, Ramadhan itu bulan yang sangat membahagiakan. Mushola jadi rame jamaah, rame tilawah Al – Qur’an, banyak yang sedekah, bagi yang punya bisnis omset tambah meningkat, mata adem saat nonton acara di televisi karena acara di bulan ini biasanya bagus2 *hehe, ibadah tambah khusyuk karena berlomba cari voucher pahala yang berlimpah ruah dibulan suci Ramadhan.


Waktu memang terus berputar, sebentar lagi kita bakal di tinggal Ramadhan, sepertinya konsentrasi kita sekarang sudah agak bergeser nih, tertuju pada persiapan lebaran. 

Pesan Orang Tua dan Pertamax, “Teruslah Menebar Manfaat!”

Posted by with 1 comment
Saat menulis postingan ini, listrik dalam kondisi padam, untungnya baterai laptop masih full. Jadi, masih bisa lanjut nulisnya. Dalam kegelapan, saya hanya ditemani lampu hape yang memberikan penerangan, beda dengan zaman saya masih kecil, ibu selalu menyalakan dimar (lampu dari minyak tanah). Tiba-tiba saja, memoriku terlempar jauh belasan tahun lalu, ketika listrik padam begini, saya, bapak dan adik biasanya memilih bercengkrama di teras rumah menikmati padhang bulan.

Launching Taman Baca yang Mengesankan

Posted by
Meski saya sudah berpengalaman 5 tahun sebagai pekerja sosial, tetap saja ada rasa ‘khawatir’ yang menggelayut ketika merintis sebuah paguyupan sederhana, seperti taman baca ‘KITA’ yang kemarin di-launching.


Saya dan suami menyusun agenda buka bersama dan nonton film pake LCD. Senang melihat anak-anak tetangga yang berjumlah 50 anak berkumpul. Mereka antusias, mungkin baru pertama kali nonton ‘layar tancap’ di era teknologi.  WOW, ‘sesuatu’ banget bagi anak desa. 

Teknologi, Wujudkan ‘Passion’ Menuju Desa Cyber

Posted by with 1 comment
--Orang desa harus melek teknologi!--

Kalimat ini jadi pelecut bagi saya yang kini berdomisili di desa. Hidup di desa jauh dari sarana prasarana yang bisa menunjang passion saya. Passion yang sudah bisa saya ‘tebak’ sejak duduk dibangku sekolah dasar yakni menulis dan bisnis. Buku pelajaran saya penuh dengan curhatan, tiap jam istirahat saya mengeluarkan snack yang saya beli dari pasar dijual ke teman-teman. Karena suka menulis, saya pun kerap mencari sahabat pena, alamatnya, saya dapat dari majalah Bobo dan Mentari. Kalau urusan jualan, hasil laba yang saya dapat, jadi tambahan uang saku.


Menulis dan bisnis. Awalnya hanya suka, tapi lama-lama kedua aktivitas ini bikin saya ketagihan. Sampai  beranjak remaja, saya masih saja melakukannya tanpa arahan yang jelas dari orang-orang terdekat. Bahkan kedua orang tua juga ‘cuek’, asal anaknya naik kelas dan dapat rangking, itu sudah cukup.

Maknai Hidup dengan Musik

Posted by with 1 comment
Saat saya nongkrong di counter lagi pilih-pilih hape. Saya amati banyak pengunjung yang keluar masuk bergantian bukan untuk beli pulsa atau hape. Eh ternyata, pada ‘minta’ file musik ditaruh di hape. Yup, tinggal copy-paste, sebelum pergi mereka bayar, sebagai tanda terima kasih. Entahlah berapa nominalnya, saya tidak tahu. Ada yang bilang seikhlasnya.

Ooohh….seikhlasnya??? *bukankah ini sama saja dengan bajakan?

Waaah, gimana denganmu?  kalau suka barang bajakan, kayaknya jiwa nasionalis kamu juga diragukan nih?  Kalau saya lebih memilih beli kaset asli dong, bisa awet bertahun-tahun, VCD nggak gampang rusak pula.

Serunya ‘Kejar’ SIM Murah nan Berkah

Posted by with 12 comments
Saya suka naik motor. Tapi, sering jalan-jalan ke kota sendirian tidak pernah bawa SIM (padahal deg-degan kalau lewat pos polisi, khawatir kena semprit). Jujur ya, sampai sekarang saya belum berminat ngurus karena memang harus bayar mahal (ukuran kantong saya), kalau dipikir-pikir uang 400 ribu untuk SIM?? Bukannya gratis? 

Dengan uang tersebut, pengendara cukup punya KTP, beberapa oknum POLRI yang ngurusi perizinan SIM nggak mau tahu si pengendara bisa naik motor atau nggak. Hm, bahasa gaulnya sih ‘sogok-menyogok’. Cara seperti ini sudah jadi rahasia umum warga kabupaten Kediri. Kalau ada salah satu tetangga saya yang ingin punya SIM, ujung-ujungnya digelotorin saja kalimat, “emang udah siap duit?” 

Indomie Cabe Ijo is One of Your Mood Booster

Posted by with 5 comments
Hai Sobat Blogger, pernah nggak kalian merasa kehilangan mood buat ngeblog? Males, bosen, jenuh, suntuk…ehm, suasana yang bener-bener bikin Bete.

Saya pernah lho,  apalagi saya sudah jadi emak yang tiap hari nyaris kehilangan ‘me time’ karena dua kurcil ini nggak bisa diam kalau mamanya lagi ngetik di depan netbook.

Eits, nggak mood ngeblog sih boleh saja asal jangan lama-lama ya. Sebagai blogger, kita punya tugas penting untuk membumikan internet sehat di dunia maya. Bayangin coba kalau kita melulu kehilangan mood ngeblog, konten-konten nggak berkualitas bakal memenuhi dunia kita ini. Dan, bisa berdampak buruk pada generasi setelah kita. Oi, jamannya digital githu loh, always on your mood to blog every time. *Prikitiiiww…:P

Saat Balitaku Sakit Gigi

Posted by with 1 comment
Sobat Blogger, tentu pernah merasakan sakit gigi, kan? Tak enak makan dan tak nyenyak tidur. Kemarin, seharian penuh anak saya Zam teriak-teriak karena merasakan sakit gigi. Ya, di usianya yang baru saja 4 tahun, ia sudah merasakan sakit gigi. Kasihan, ia tidak doyan makan, saya tahu sebenarnya Zam lapar, perutnya kemps, tidak semangat bermain, dan selalu rewel. 

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan Zam, karena ia suka makan makanan manis, ditambah lagi depan rumah ada warung ‘jajan’ yang jualannya produk-produk GEJE kualitasnya. Mau manyalahkan penjualnya? Pengennya sih, tapi apa daya, toh tetangga saya juga butuh uang. Serba salah, kan?

Rainbow Cake in the Circle IIDN

Posted by with No comments
Baca Rainbow Cake, ehm pasti sudah terbayang, gimana warna pelangi dalam adonan kue bisa bikin kamu hepi, tidak hanya warna, rasa cake yang beragam tentu akan menggoyang lidah siapapun yang memakannya.


Jenis cake yang satu ini cukup menorehkan sejarah di dunia cooking and backing. Siapa sih yang tidak kenal dengan Kaithlin Flannery, penemu resep Rainbow Cake yang dengan sengaja membuat kue special untuk temannya.

Eh, kue ini juga cocok banget buat merayakan ulang tahun. Tapi kalau saya disuruh bikin sih, langsung ngumpet di kamar, takut. Karena memang tak bisa buat tapi mau banget kalau suruh habisin.

Awali tulisan buruk dan tulislah cepat!

Posted by
Buku yang selama ini saya cari kini telah ada di tangan. Buku yang membeberkan trik-trik menulis dengan cara sederhana dan apa adanya. Kenapa apa adanya? Deretan kalimat dalam buku tersebut mampu saya fahami dengan baik kemudian mempraktekkan ‘apa yang penulis perintahkan’ dengan bebas. 
 
Awalnya, saya selalu penasaran dengan penulis yang satu ini, namanya kerap muncul pada kolom-kolom Koran nasional, entah itu berupa artikel, cerpen, resensi bahkan juga novel. Tema yang ia angkat selalu HOT, tulisannya enak dibaca dan santun. Tak ada bahasa alay sedikitpun. Dalam tulisan ini, mungkin kamu sering mampir ke blog ini, akan merasakan ‘suasana’ yang berbeda. Ya, saya sedang belajar menulis seperti beliau, A. S LAKSANA. 

Srikandi Blogger, Meretas Aktualisasi Perempuan Tanpa Batas

Posted by with 13 comments
Tanggal 28 April 2013, perhelatan akbar ACER Srikandi Blogger 2013 digelar. Ajang penganugerahan kepada blogger khususnya perempuan ini mendapat apresiasi banyak kalangan. Layaknya pemilihan seorang putri Indonesia, tahapan demi tahapan menuju puncak penyerahan mahkota ACER Srikandi Blogger 2013 dilalui para peserta secara selektif. Mulai dari persyaratan masa lamanya nge-blog, keunikan konten blog, tugas-tugas dari panitita, kontribusi yang diberikan sebagai blogger bahkan karya peserta kepada masyarakat di dunia nyata dan semua itu dilakukan tanpa pamrih. 

ACER Srikandi Blogger 2013 adalah bukti real bahwa ternyata perempuan juga melek internet, melalui dunia maya pula perempuan bisa berprestasi tanpa meninggalkan tugas utama dalam keluarga dan masyarakat.

Wanita dan Pertamax Sebagai Tiang Negara

Posted by with 14 comments
Satu bulan yang lalu, saya dibantu seorang asisten rumah tangga. Mbak Ju, panggilannya, selain bekerja sebagai pembantu, dia juga jadi tukang cuci dadakan  (kalau ada yang butuh jasanya).

“Saya pengennya bisa kerja di pabrik, bu. Tapi gimana lagi, anak-anak saya nangis kalau saya tinggal, nggak dibolehin juga sama suami” katanya suatu hari

Mbak Ju pontang-panting cari kerjaan yang lokasinya tak jauh dari rumah supaya anaknya yang masih kecil bisa diajak bekerja. Meski rejeki tak pasti, ia tetap semangat mengais lembar rupiah untuk membuat dapurnya tetap bisa mengepul karena sang suami hanyalah seorang penjual mainan di Surabaya, satu bulan sekali baru  sempat pulang.

Mbak Ju merupakan prototype wanita masa kini yang mengharap kehidupan keluarganya lebih sejahtera. Entah itu dari golongan miskin atau kaya, sebenarnya, wanita punya kodrati untuk dapat mengaktualisasikan diri, menebar kekuatan cintanya dengan cara berbeda.

Merajut Mimpi Indonesia Mandiri Dengan Tablet Acer Iconia W510

Posted by
Dulu, dengar tagline Indonesia mandiri, saya sempat nyengir. Gimana mau mandiri? Masih banyak kekayaan yang dimiliki Indonesia belum dikelola sang penguasa secara maksimal. Belum lagi, berita yang bikin panas telinga akhir-akhir ini tentang kasus korupsi merajalela (kompak alias berjamaah pula). Ah, impossible kan kalau Indonesia bisa mandiri apalagi bisa sejajar dengan negara maju.

Cara pandang saya berubah seventy eight degrees, sejak 1 tahun lalu terdampar di dunia maya. Meski kabar ‘negatif’ kondisi Indonesia sering juga berseliweran di dunia maya.

Awalnya sih iseng membuat alamat akun facebook lantaran saya malu kalau hari gini dibilang gaptek. Ditambah status Ibu Rumah Tangga yang terlabeli ‘kuper’ menyuntik semangat saya untuk lebih melek internet.

Sensasi Hidup Sehat Bersama Greenfields Milk

Posted by
Zam, Tya adalah bagian dari mimpi saya yang terbangun. 
Be smart, active and healthy

Pola asuh anak zaman sekarang, beda banget sama zaman saat kita masih kecil. Dulu, orang tua saya nggak bingung kalau anaknya nggak doyan makan, soalnya ada camilan, pengganti makanan berat seperti ketela pohon, kedelai goreng, jagung kering yang dibuat marning dan umbi-umbian.

Aiiih, makanan orang desa ya? Ya, memang orang tua saya asli dari desa. Eits, nggak ada yang salah, justru saya bangga karena semua camilan di atas mengandung nutrisi cukup yang dibutuhkan oleh tubuh dan nggak ada dampak negatifnya.

Lhaaa…kalau anak sekarang nggak doyan makan? PASTI larinya ke snack yang kebanyakan mengandung zat-zat aditif. Ini nih yang memaksa saya untuk merubah pola hidup menjadi lebih sehat, tentunya berawal dari kebiasaan sejak kecil dan sekarang udah saya terapkan di keluarga kecil saya. 

Me and BAW

Posted by
Aku adalah aku, aku bukan orang lain, tapi karena orang lain, aku tahu seberapa kemampuanku….
Special thanks for Bawers

I’ve been looking so long at these pictures of you
That I almost believe that they’re real
I’ve been living so long with my pictures of you
That I almost believe that the pictures are all I could feel…

Pictures of You-nya The Cure terdengar lembut dari Si Lepi item yang selama ini menemaniku merangkai kata untuk menggapai asa. Asa yang bagi sebagian orang bahkan orang tuaku sendiri,  tak patut untuk dikejar hingga titik penghabisan. Bagi orang lain yang mungkin menghabiskan banyak waktu dan tak menghasilkan. Namun bagiku, asa ini begitu menelisik relung jiwa, yakni menjadi penulis.

Awas, Iming-Iming BEP pada Waralaba

Posted by with 2 comments
YES! Bismillah...Tinggal action.
Saat uang muka untuk booth Cappucino Cam caw WOW udah diberikan. Ada info baru dari Koran, kalau hari ini bakalan ada seminar gratis tentang JARI HITUNG CEPAT INDONESIA (JHCI).  Cara hitung cepat, matematika jadi mudah. Srruuff….ngiler bisnis apa pula?? Apalagi saya nggak bisa matematika pengen bisa ngajarin anak-anak tetangga.

Okey…., kami pun berangkat jam 8 pagi. Anak-anak seperti biasa dititipkan ke eyang. Sampai di hotel Salmaa jam 9, kami dibuat kaget. Ternyata acara sudah mulai daaaaan peserta hanya sepuluh orang. Itu artinya bisnis ini kayaknya akan mekar. Ehhh…tapi tunggu dulu ya kan belum masuk materi. Bisa-bisa ini bohongan??

Nyalakan Terus Semangat Wirausaha-mu

Posted by
Memulai wirausaha yang tersistem, waralaba masih menjadi alternatif  pilihan saya dan suami. Bergabung dengan TDA (Tangan Di Atas) Kediri adalah langkah awal untuk terus menjaga ‘semangat berwirausaha’ meski sebagai PNS, ya bisnis harus punya dong, supaya uang abu-abu bisa ditepis jauh-jauh, ya kan? kalo udah mandiri, PNS ditinggalin..ya gimana lagi saya sebagai istri juga belum punya penghasilan tetap (lho katanya calon womenpreneur??). eit iya ya… 

Minggu 7 April 2013, Suami ikut acara pesta wirausaha TDA di Malang. Dari ceritanya emang acara seru banget, menghadirkan para milyader. Ini nih yang kadang bikin geregetan plus gak sabaran pengen punya penghasilan gede. Padahal banyak factor X yang bisa mempengaruhi keberhasilan.

Pentingnya DHA dan Stimulasi Bagi Kecerdasan Anak

Posted by with 4 comments
Memiliki anak yang cerdas adalah impian saya dan suami. Cerdas yang tak hanya diukur dari IQ (Intelligence Quotient), tapi juga kecerdasan majemuk (multiple intelligences) pada Zam, anakku yang kini berusia 4 tahun.

Saat nonton televisi bareng keluarga, Zam melihat sekilas berita yang menayangkan tentang ikan lumba-lumba. Tampak di layar kaca beberapa lumba-lumba melakukan lompatan atraktif ikan di tengah samudra luas. Betapa takjubnya dia,“ Wah ikannya hebat , Maa? Kok bisa githu ya?” Saya hanya memberi jawaban sederhana, karena lumba-lumba adalah ikan cerdas dan pintar.

Odong-odong dan Cubitan

Posted by
Tadi malam, menikmati malam kamis di perempatan jalan raya. Seharian denger celotehan dan rengekan anak-anak bikin mood turun drastis. Suntuk banget. Berniat menuju ke Mina, salah satu swalayan terbesar di kecamatan. Tapi karena ada program hemat bulan ini, pasar tradisional harus jadi pilihan. 

Odong-odong, hiburan anak yang murah dan menarik jadi favorit saya, cukup membayar Rp 1.000,- sampai anak puas nangkring diatas ‘sepeda’ yang gerak jungkat-jungkit pelan. Di usia 1, 5 tahun Tya betah berlama-lama, menikmati lagu anak-anak sambil merasakan dinginnya malam, memanjakan mata dengan lampu kendaraan yang berlalu lalang.

IIDN, Menyemai Benih Prestasi dan Cinta Suami

Posted by with 6 comments
Perbincangan sepasang suami istri di suatu senja,

Ibu       : Ayah, bolehkah aku minta sesuatu?

Ayah    : Sesuatu? Apa sih yang tidak boleh buatmu, bu? *Keluar kata-kata gombalnya

Ibu       : Ah, Ayah…. (pipi memerah, tersipu malu)
Ehm, belikan aku laptop ya, yah!

Suasana mendadak sunyi, sang ayah mengernyitkan dahi, pertanda ada keraguan untuk mengamini permintaan sang Ibu.

Bersahabat dengan Perubahan Iklim

Posted by
Sejenak kita bisa bernafas lega, satu bulan berlalu Kota Jakarta dihantam banjir luar biasa. Fluktuasi curah hujan akibat perubahan iklim disinyalir menjadi salah satu penyebab dari sekian banyak permasalahan yang ada di Kota Jakarta. Ketika curah hujan di Jakarta tinggi, terjadilah banjir, namun pada musim kemarau, air menjadi langka dan tinggi permukaan air di sungai-sungai menurun drastis. Tak pelak, warga Jakarta pun semakin ‘akrab’ dengan banjir tiap tahunnya.

Perubahan iklim bukan hal baru

Tidak hanya Indonesia, perubahan iklim terjadi di seluruh dunia, dampak negatif yang mengkhawatirkan baru-baru ini adalah bencana besar. Seperti badai salju menghantam Beijing dan badai sandy di Amerika yang datang begitu tiba-tiba.

8 Semangat ‘Berbatik’ Tanpa Batas

Posted by
Rencana libur weekend hampir dekat, kali ini saya diajak teman ke sebuah tempat yang fantastis di daerah gunung Kelud. Saya sempat mengurungkan niat untuk ikut, pasalnya saya bingung liburan mau pake baju apa ya yang bagus. Saya emang suka produk apapun yang bermotif batik. Ups, kalo liburan harusnya kan kaos? 

Ada nggak ya kaos batik? Saya pun cari informasi kesana-kemari, dan ini pesan singkat dari salah satu teman, hai Fren, ada nih kaos batik, bagus gak terkesan ‘ndeso’, kain kaosnya adem, gak bikin panas, gimana?



Saya pun segera lobi suami, untuk menyisihkan anggaran buat beli kaos batik. Akhirnyaaa….holiday, tetep be Happy dengan batik.

Kini, batik tidak lagi dianggap kain tradisional, tapi juga telah dipadu-padankan dengan  fashion modern yang memiliki daya jual tinggi.  Tak bisa dipungkiri, perjalanan batik dari masa ke masa ternyata menyimpan ‘semangat’ dari berbagai elemen masyarakat untuk mempertahankan keberadaannya. 

Undangan Nikah Online, Resep Happy Wedding-mu

Posted by
Hellooow…buat kamu yang udah punya rencana nikah. Apa sih yang diharapkan dari para tamu undangan?
Do’a?
Amplop isi duit? Hehe
ato ajang reuni?

Yang jelas semua lah ya diharapkan, tapi do’a tetep diutamakan lho. Supaya didoakan langgeng, punya anak banyak, rejeki lancar, dan setia kayak pasangan pak Habibie dan Ibu Ainun *waaah mupeng sama film beliau yang menginspirasi semua pasangan

Meditasi Tren Masa Kini Mengusir Stres

Posted by
     Dulu istilah ‘meditasi’ sering dikorelasikan dengan sebuah ritual agama tertentu. Tidak untuk saat ini, kini meditasi telah menjadi aktivitas rutin yang populer dan bisa dilakukan oleh siapapun. Secara fisik, meditasi mungkin terlihat seperti aktivitas duduk bersila, memejamkan mata, lalu mengatur pernafasan dan pikiran agar batin lebih tenang. Hal ini akan membawa pada kesadaran untuk mengenali siapa sesungguhnya diri kita, bagaimana cara pikiran kita bekerja, serta kesadaran mengenai hidup yang sesungguhnya.

Rahasia Sebuah Tulisan, Televisi dan LG UHD 3D TV 84inch

Posted by

Sejak tahun 2004 ikut lomba-lomba nulis, baru kali ini nyabet juara 1, duluuu paling banter dapet juara 2. Alhamdulillah.... moga bisa terulang kembali ^^

****

Ada hubungan erat antara tulisan dan menulis.
Televisi dan Menonton.
LG UHD 3D TV 84inch dan Keajaiban.
Berawal dari dua kata kerja, menulis dan menonton, pasti akan muncul suatu keajaiban. Keajaiban dalam perubahan hidup seseorang. Ingin tahu? Yuk, simak terus ya!

Blogger : Blogwalking Vs Homewalking

Posted by
Ngaku seorang blogger tapi nggak pernah blogwalking? Iihh..impossible ya…

Blogwalking jadi sarana buat meng-improve kualitas blog pribadi dari segi art ataupun postingan. Belum genap satu tahun saya punya blog, aktivitasnya pun masih sangat terbatas, sesekali curhat, ngontes blog (nih yang paling sering, soale sudah kecanduan pengen menang terus, meski kalah juga sering.hehe) dan bagi saya blogwalking adalah ‘sesuatu’ banget, di situ ajang silaturahim saya ke temen2 blogger, suka baca-baca dan ninggalin jejak. Bener! Bikin status FB mulai bergeser, kecuali buat promo-promo link postingan….wkwk


Sungguh ironis, saat si blogger suka ngeblog, waktunya lebih banyak dihabiskan di depan komputer/lepi/gadget. Pasalnya, ia jarang melakukan homewalking. What’s that??

Menurut saya, homewalking ini penting banget buat blogger, meski kadang tradisi homewalking biasanya sangat kental saat momen lebaran atau liburan panjang, tapi tak semua blogger bisa melakukan itu. 

Banyak hal yang bisa kita dapat dengan homewalking. Seperti, menjaga hubungan baik dengan sahabat, tetangga, atau kerabat. Ada saatnya kita hidup di dunia nyata, meski dunia maya juga bagian dari dunia nyata (kayak kita bisa kopdar dengan sesama blogger dari berbagai penjuru nusantara). 
Pengalaman saya melakukan keduanya
Blogwalking : jujur ya, saat ‘terdampar’ di sebuah blog keren, berhari-hari saat masak, nyuci bahkan sampai menjelang tidur, masih kepikiran aneka statement. Misal, 

“Bisa nggak ya, punya template blog bagus kayak si doi?”, 

“Gimana sih kok gaya tulisannya itu bagus banget, renyah dan enak dibaca?”, 

“Duuuh, si doi nih menang lomba terus sih, blogger bisa kaya dong dari ngontes, huuuaaah?!“

“Ups, si doi suka posting artikel2 yang udah jebol media, lha punya saya kapan?”

“Wuuihhh, dia udah nerbitin banyak buku, kebayang royaltinya itu lho…..”qiqiqi

“Dia bisa mendulang dolar dari ngeblog, apa sih rahasianya?”

De el el

Kira-kira seperti itu yang membuat saya panas dingin, karena saya masih belum bisa menentukan ‘niche’ sesuai hobi yang dimiliki. Selain ‘ngiri positif’ hehe, kadang blogwalking juga membuat saya terus semangat menggapai mimpi, dengan membaca postingan para blogger yang berkisah suka duka tentang anak-anaknya, keluarga, dan pengalaman hidup. membuat saya semakin bersyukur. 

Homewalking : dulu, saya dan suami membuat jadwal berkunjung, atau silaturahim. Tertulis beberapa nama keluarga, rekan atau kenalan saat berada di kota lain. Kini, mulai berkurang intensitasnya karena anak-anak masih baby dan balita. (anak kok buat alesan?

Satu cerita yang mendasari postingan ini saya tulis, saat saya berkunjung ke rumah seorang teman. 

---Kita berkenalan belum genap satu tahun, usut punya usut ia baru saja membuat rumah mungil di samping rumah mertua. Dari ceritanya, ia dulu pernah punya rumah di daerah Banten, tapi ia sekarang memilih pulang kampung (Kediri) karena sang suami di PHK, ia pun mengikhlaskan rumah diambil alih kepemilikan. 

Kini, ia dan suami berjualan susu kedelai. Mereka memilih berwirausaha, daripada wira-wiri mencari pekerjaan, seperti ada trauma yang begitu membekas. Karena secara finansial mereka memang minim banget, dalam proses pengerjaan rumah pun dilakukan dengan tangan sang suami dan ayah mertua mulai dari pembuatan batako, membuat pondasi hingga finish. 

Apa yang ada dibenak saya saat itu?
Saya berkunjung di saat yang tepat, bersyukur melalui peristiwa ini saya kembali diingatkan bahwa hidup itu adalah menjalani takdir dan mengukir harapan. Dengan semangat tanpa harus berkeluh kesah, hidup akan terasa lebih indah, karena mungkin saja hidup kita tidak sesuai dengan rencana yang pernah kita tulis. So, Keep spirit is better! 

Bagi blogger, penting untuk melakukan blogwalking dan homewalking, saling melengkapi dan bersinergi untuk menjadikan hidup kita lebih bermanfaat bagi orang lain melalui ‘karya-karya’ kita di dunia blogging.