Rabu, 28 November 2012

Wooow…Serunya Jelajah Alam dan Explorasi Kopi Sumatera Ala Terios 7 Wonders!

Posted by
            Yeaaah, ada yang suka travelling saat liburan?
Yakin, jalan-jalan itu selalu menyenangkan [ini salah satu hobiku dan suami]. Bahkan, untuk mengekspresikan ‘serunya’ saat perjalanan, ada yang menuangkannya dalam bentuk puisi, diary, cerita pendek, novel, atau sekedar kumpulan foto hasil jepretan kamu. Memang, tak ada habisnya bicara tentang travelling, menyimpan jejak petualangan sekaligus cerita-cerita lainnya bersama sahabat.

Gengsi Atau . . . .???     
Sekarang, banyak orang Indonesia bangga bisa jalan-jalan ke luar negeri, bangga foto background-nya menara Eiffel atau Big Bang. Padahal, tak ada di Indonesia, yang tempatnya tidak indah lho! Banyak tempat-tempat di Indonesia berpotensi untuk memanjakan mata dan melepaskan kejenuhan rutinitas lewat keindahan alamnya. Tidak usah jauh-jauh, kalau pagi hari, saat menikmati fajar semburat di atas bentangan sawah dekat rumahku saja, indahnya luar biasa. *aku yakin, wisatawan asing pun akan asyik menikmatinya.

Dok.Pribadi, diambil saat jogging di pagi hari

 Tak hanya alam, Indonesia juga kaya dengan keragaman kuliner yang bisa kamu nikmati, keragaman adat, budaya, flora, fauna dan masih banyak yang lain.

Keindahan alam Indonesia menyimpan rahasia keunikan yang begitu luar biasa, dengan luasnya wilayah yang terbagi beberapa pulau dari sabang sampai merauke. Ingin lihat keindahan pantai, ‘istana’ bawah laut, gua, pegunungan yang jalanan berliku dan terjal [cocok untuk yang suka menjelajah], semuanya ADA di Indonesia.

Nah, Kali ini aku akan mengajak kamu menikmati jelajah alam dan eksplorasi kopi di Sumatera, bersama Terios 7 Wonders.  Apa itu, Terios 7 Wonders?
Terios7 Wonders adalah kegiatan petualangan seru yang dilakukan oleh tim Jurnalis bersama Daihatsu, menjelajahi keindahan alam Pulau Sumatera dengan menggunakan 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT (2 unit) dan Type TX MT (1 unit) menempuh perjalanan sejauh tidak kurang dari 3.300km.  Perjalanan ini merupakan sebuah penggambaran brand Terios sebagai Sahabat Petualang”. 

 
Petualangan bersama Terios 7 Wonders bukan perjalanan biasa lho! Petualangan ini mempunyai misi yang jelas yakni semata ingin menggugah mata dunia akan kekayaan alam Indonesia khususnya pulau sumatera. Selain itu, daerah ini termasuk surganya kopi. Aromanya sampai tercium ke seantero nusantara bahkan mancanegara. Okey, supaya lebih ‘fresh’ aku akan membeberkan fakta tentang kopi Indonesia, yang bisa membuat kamu bangga.
Kopi Indonesia yang Kini Mendunia
Pada awalnya kopi dibawa saat masa penjajahan oleh Belanda, kemudian ditanam di daerah sekitar Batavia (Jakarta), sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera dan Sulawesi. Bicara “kopi terbaik Indonesia”, sebagian besar kopi terbaik Indonesia diambil dari berbagai daerah di Sumatera selain dari Sulawesi dan daerah lainnya. Karakter atau rasa yang umum dari kopi Sumatera salah satunya adalah aromanya yang earthy atau seperti bau tanah tersiram air hujan dan saat diseruput terasa aroma herbalnya.

Dalam sebuah postingan, seorang blogger pecinta kopi asal Indonesia menceritakan bahwa ia pernah berkunjung ke coffee Shop popular di wilayah East Coast Amerika, dengan nama Quick Check. Terdapat, menu Mendhaling Coffee fresh brewery, sebagai pilihan favorite para pengunjung.  Sama halnya dengan coffee shop yang lain ” Starbucks” coffee favorite yang disungguhkan untuk customer tersedia juga  Sumatera Coffee dan Komodo Coffee, dengan jelas dituliskan bahwa coffee tersebut berasal dari  7 wilayah Sumatera dan Coffee Mendhaling juga disebutkan didalamnya. [1]
 
Tuh, kopi Indonesia disukai mancanegara, ingin tahu keunikan kopi sumatera? 
Simak terus ya, tim Terios 7 Wonders juga akan mengeksplorasi kopi khas 7 wilayah Sumatera lebih dalam, tak sekedar icip-icip, tetapi juga melihat langsung ke perkebunan, mulai dari proses pembuatan sampai penyeduhannya.
 

 7 Wonders of Coffee Paradise With Terios
Petualangan Tim Terios 7 Wonders, dimulai tanggal 10  sampai 25 Oktober 2012. Di sini kamu akan menemukan indahnya Sumatera yang sesungguhnya, keunikan 7 kopi yang ‘khas’, kamu akan merasakan aura persahabatan dalam tiap perjalanan, sekaligus ketangguhan Terios, Mobil SahabatPetualang yang setia menemani tim Terios 7 Wonders, sampai andrenalin kamu bakalan ikut terpacu. PERCAYA!
Pasti, kamu --laki-laki atau perempuan-- akan bilang “Wooow……!”tidak pakai koprol. 

# 1st Wonder >>  [Liwa]
Petualang dimulai tanggal 10 Oktober 2012, dari penyeberangan Merak-Bakauheni. Setelah 3 jam penyebrangan, sampailah diujung sumatera, Kota Lampung. Kemudian, tim bergerak menuju Liwa, Lampung Barat. Liwa merupakan jalur strategis yang menghubungkan tiga wilayah provinsi, Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Terios, Si Mobil petualang masih dalam keadaan stabil karena kondisi jalan yang masih mulus. Perjalanan menuju Liwa yang merupakan wilayah pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning, dengan ragam jalan yang didominasi oleh tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal. Kondisi jalan inilah yang menuntut tim untuk pandai-pandai melakukan perpindahan transmisi. Beberapa kali shifter matik Terios AT berpindah dari D-3 ke 2. Sementara untuk yang manual dari 4 ke 3.


       Pukul 17.00 WIB, Aroma wangi kopi Liwa telah tercium. Tim 7 Wonders menikmati kopi Liwa, sembari istirahat saat matahari perlahan pergi di tepian danau Ranau. Pengolahan kopi ini masih tradisional, selain beraroma original, ada 2 macam aroma yang sudah dikembangkan dan yaitu kopi beraroma ginseng dan kopi berorama pinang.
Setelah itu, menuju target pemberhentian ke Danau Ranau yang masih tersisa jarak sekitar 25 km dari kota Liwa.
        Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di pulau Sumatera. Danau yang terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat akibat letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa letusan berubah menjadi Gunung Seminung. 

        Kemudian, petualangan selanjutnya adalah mengeksplorasi penangkaran Luwak serta menghirup aroma kopi dari perkebunan kopi yang terletak tidak jauh dari Danau Ranau. Hmm...pasti penasaran, kan bagaimana kopi luwak yang harganya selangit itu diproses?

           Ada 2 jenis musang yang dimiliki Hidayat [salah satu pemilik pengolahan kopi di sana] yaitu :
1. Luwak Bulan dengan ciri khas ujung ekornya berwarna putih (lebih agresif dan susah jinak) dengan bulu berwarna kecoklatan.
2.  Luwak Pandan yang bulunya berwarna kehitaman.

Ternyata, aroma wangi khas yang dikeluarkan Luwak Pandan menghasilkan kopi yang lebih nikmat dari Luwak Bulan. Kopi Luwak  Pandan memiliki penggemar yang lumayan banyak. Biasanya sesudah dipetik biji kopi disortir dulu. Pertama-tama dicari yang warnanya merah rata dan bentuknya bulat. Kemudian direndam di ember berisi air. Biji yang terapung disortir. Yang tenggelam dikumpulkan untuk diberikan pada Luwak. Luwak ini nanti hanya memilih biji kopi yang  terbaik untuk makanannya.

Biji kopi yang dimakan ini selanjutnya terfermentasi dan keluar jadi kotoran berwujud biji kopi. Kotoran ini dikumpulkan dan dipisahkan agar tak lagi berbentuk gumpalan. Setelah itu baru dijemur hingga kering. Barulah biji kopi yang sudah bersih dan kering dibawa ke pabrik pengolahan kopi. Inilah alasannya mengapa Kopi Luwak mahal sekali.  Selain karena proses pembuatannya lumayan ribet, hanya kopi terbaik saja yang dimakan Luwak.

Waaah, kayaknya kalau kocekku selalu penuh, pengen menjadikan kopi Luwak minuman hangat di pagi hari untuk keluarga. Hehe …..

            #2nd Wonder [Lahat]
Tim Terios 7 Wonders merapat di kota Lahat malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Rombongan disambut langsung orang nomor satu di Lahat yakni H Saifudin Aswari Riva'i SE. memasuki kota ini sangat kental  aura persahabatan. Sosok bupati yang begitu ramah kepada tim Terios 7 Wonders

Berdasarkan penjelasan beliau, Kota ini adalah Kota tertua di Sumatera. Usia kota Lahat saat ni sudah mencapai 130 tahun. Kota Lahat ini dirancang oleh Belanda ketika menjajah di Indonesia. Blue print kota Lahat berupa gambar skets sudah ditemukan. Berbagai peninggalan Belanda pun bisa ditemukan di Lahat. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Santo Yosef dan juga berbagai bangunan tua lainnya.

Budaya minum kopi sediri sudah berlangsung sejak dahulu. Di kabupaten Lahat banyak terdapat kebun kopi Hanya saja karena pemasarannya dikuasai tengkulak maka harga beli kopi dari petani kerap dipermainkan. Sehingga banyak yang mulai meninggalkan kebun kopi. Makanya perjalanan 7 Wonders Terios–Sumatera Coffee Paradise diharapkan bisa menggairahkan kembali para petani kopi di Lahat untuk mengolah kebun kopi yang lama ditinggalkan.

Kemudian, tim segera bergegas melanjutkan perjalanan menuju Pagaralam. Namun, Terios mendapat ‘ujian’ lho! 

Sekitar 20 menit keluar dari kota Lahat jalanan mulai berkelok-kelok. Memasuki perbatasan kota Pagaralam, kelokan jalanannya disertai dengan tanjakan terjal. Untuk mengatasi handycap ini, shifter matik Terios pun berpindah-pindah. Ketika tanjakan lumayan terjal agar akselerasi tetap terjaga posisi shifter bergeser ke L. Begitu sudah agak landai bergeser lagi ke 2 , D-3 dan juga D. Walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan, ternyata ketiga terios yang terdiri dari 2 tipe matik dan 1 manual berhasil mengatasi tantangan jalanan ini. 


#3rd Wonder [Pagaralam]

Hamparan teh dan Gunung Dempo
Letak Pagaralam yang berada kurang lebih 1.000 m dpl di atas permukaan laut membuat udara lumayan sejuk. Di kanan kiri jalan selain teh dan kopi juga ada persawahan yang lumayan luas. Selain surganya kopi dan teh, karena kesuburan tanahnya, tak pelak jika Pagaralam menjadi penghasil kopi terbesar di Sumatera.
Ternyata  sistem pengolahan kopi disana mirip dengan sentra kopi di Liwa dan Lahat nyaris sama saja. Perbedaannya adalah cara me-roaster biji kopi. Walaupun di Pagaralam – drum untuk me-roaster biji kopi sama dengan yang di Lahat tetapi untuk memutarnya sudah menggunakan mesin Engelberg Huller bikinan USA yang berdimensi besar dan digerakkan dengan diesel.
Usai mengeksplorasi kopi dengan sedikit light-off road, tim 7 Wonders harus membawa Terios menyeberang sungai kecil untuk makan siang bersama Nando, salah satu warga. Ground clearence yang tinggi membuat tim yakin tak akan ada masalah melewati sungai kecil itu. Dan ternyata itu benar.
 
Tim menuju lokasi makan bersama Nando [warga Pagaralam] yang sudah menunggu di tempat

4th Wonder [Empat Lawang-Tebing Tinggi]

Kopi Empat Lawang ini berbeda, merupakan hasil pencampuran Arabica dan Robusta. Wujud Robusta tapi aroma Arabica. Di sini, sistem pengolahan kopi sudah tertata dengan rapi. Dan tak hanya kopi saja tapi beberapa panganan ringan dari pisang, singkong juga diproduksi. Tapi juga madu hutan
Pemerintah daerah sini sangat memaksimalkan komoditas kopi, terbukti beberapa program diterapkan untuk meningkatkan produktivitas petani kopi. Misalnya, kopi dijadikan maskot daerah seperti penggunaan seragam batik para pegawai pemerintah yang bermotif kopi, membina perajin souvenir khas empat Lawang dengan memakai bahan dari kayu kopi hasil peremajaan, dan kini tengah berusaha mewujudkan showroom khusus perkopian
.
By The Way, ada cerita seru lho bersama 3 Daihatsu Terios

Dari Desa Talang Padang rombongan bergerak menuju ke Curup – salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang. Jalanan berkelok-kelok naik dan turun membuat tim seolah sedang menari bersama Terios. Jalanannya relatif sepi namun sempit. Pemandangan alamnya sungguh menyejukkan mata.
Terios dengan mesin berkapasitas 1.500 cc  ternyata masih cukup andal. Begitu juga dengan suspensinya. Beberapa kali Terios kejeblos di lubang jalan, namun tak ada masalah berarti.
Akselerasi di tanjakan maupun ketika menyalip kendaraan di depannya baik yang memakai girboks matik maupun manual tetap terasa bertenaga. Tetapi lagi-lagi, pemakai Terios harus jangan segan memindahkan tuas dari D ke D-3 maupun 2. Bahkan di tanjakan yang terjal agar tak ngempos tenaganya perlu dipindah lagi ke posisi L. Tanjakan dan kelok-kelokan ini ternyata terus mewarnai sepanjang jalan sebelum tim 7Wonders memasuki kota Bengkulu.


* Duh, makin lama ceritanya makin seru ya! Lanjuuuuut……

#5th Wonder [Kopi Curup-Kepaihang]
Curup, salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang. Selain berkunjung ke tempat pengolahan kopi. Tim Terios 7Wonders juga menghadiri acara CSR berupa penyerahan bantuan untuk Posyandu dan juga UKM.
Karena cuaca kurang bersahabat, tim tak banyak menyambangi obyek wisata dan hanya sedikit objek-objek yang didokumentasikan. Perjalanan kali ini pun juga berbeda, lebih menantang. Kenapa? Karena rute yang dilalui tim melalui rute pantai, padahal sebelumnya didominasi pegunungan dan hutan.
Meski demikian, perfoma 3 Terios ternyata masih tetap mantap. Meski sering “disiksa” untuk melahap rute yang dilalui, semua berhasil diatasi dengan sempurna.
Adapun Tips dari tim 7 Wonders, buat kamu yang ingin menikmati rute pantai barat Sumatera, hal yang harus diperhatikan adalah minimnya jumlah POM Bensin. Sehingga perlu membawa jerigen cadangan bensin minimal 10 liter. Jangan pernah ambil resiko mengisi bensin hingga kondisi seperempat tangki. Siapa tahu POM Bensin tutup atau habis akan merepotkan. Karena kondisi jalanan yang lumayan ekstrem,  demi keamanan hindari perjalanan di malam hari.

#6th Wonder [Madailing Natal]

Awal pertama kali masuk kawasan Bukit tinggi. Tim 7Wonders ditunjukkan seorang warga menuju Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud. Usia kebun kopi disana sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Dalam sejarah perkopian Indonesia, desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa Pakantan – Mandheling Natal. Nama Desa Simpang Banyak Jae Ulu Pulud memang tidak disebutkan. Tapi bisa jadi ini juga salah satu pusatnya. Mengingat masih dalam satu wilayah dan juga berada di ketinggian 1.200 m dpl.
Ada 2 jenis pohon kopi di sini, yang diwariskan secara turun menurun. Paling banyak kopi jenis Arabica, baru kemudian Robusta. Pohon Arabica memiliki daun lebih kecil tapi penampangnya tinggi. Dari desa ini tim 7 Wonders diajak untuk masuk lagi ke dalam menuju desa paling ujung. Jalan aspal sudah habis dan berganti jalanan makadam dan tanah.
Senangnya off-road time mengeksplorasi kebun kopi di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud – Mandailing Natal!

Perjalanan kali ini, Terios mengalami kecelakan, tiba-tiba slip di salah satu tikungan menjelang Tarutung. Padahal saat itu sedang tidak ngebut. Stir Terios tak mau belok dan meluncur lurus dan berhenti setelah menyenggol semak belukar. Evakuasi segera dilakukan semua anggota tim   7wonders. Meski saat itu hujan turun, persiapan dengan peralatan recovery yaitu strap (tali) untuk menarik mobil. Tak sampai 15 menit, Terios pun kembali ke jalan raya. Cek sana cek sini, semua aman.  Hanya penyok di ujung samping sebelah kiri depan. Dan bagian dalam lampu utama ada yang pecah. Meskipun lampu tetap berfungsi normal.

Salah satu rem Terios sedikit bermasalah, karena beberapa kali melewati kubangan lumpur dan air maka disc brake basah sehingga pengereman tak seimbang. Setelah rem dipanasi dengan cara menjalankan mobil lalu direm bersamaan menginjak gas selama beberapa kali gejala yang dikeluhkan hilang.

#7th Wonder [Takengon]
Kota Takengon adalah persinggahan terakhir tim 7Wonders dalam mengeksplorasi 7 tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera.
 *Tak terasa ya…sudah dipenghujung cerita. Hiks….

Inilah awal perkenalan, Tim 7 wonders dengan komunitas Jip Gayo, yang kemudian konvoi bareng untuk mencicipi trek bukit Oregon. Trek light off-road dengan pemandangan yang indah. Kemampuan Terios lagi-lagi diuji di sini.
Kenyamanan dan juga ketangguhan kaki-kaki Terios terbukti andal. Melewati trek tanah berbatu dengan beragam kontur tak ada kendala berarti. Sampai di ujung terakhir trek Oregon tim menyempatkan berhenti sejenak. Selain menikmati indahnya pemandangan kota Takengon dan Danau Laut Tawar, bersama menyeruput secangkir kopi panas sungguh pengalaman yang tak bisa dilupakan bagi tim.

Danau Laut Tawar, di sini tim dan komunitas Jip Gayo menikmati kopi
 Lewat secangkir kopi,  meskipun baru saja bertemu pertemanan dengan komunitas jip di Gayo terasa lebih hangat.
Disini lebih dikenal dengan Kopi Gayo. Kopi Gayo sendiri merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Hebatnya lagi kopi  Gayo sudah merambah ke Eropa Timur dan juga Amerika. Selain kopi Gayo Blendeed,  ada juga kopi dari Luwak liar yang sekarang mulai ramai digemari banyak orang.

Tim diajak Bambang Wijaya Kusuma, salah satu anggota komunitas Jip Gayo juga yang memiliki gudang dan laboratorium kopi. Usaha yang dijalankan secara kekeluargaan dan berlangsung secara turun menurun ini ternyata berkembang pesat. Kemudian, melihat langsung salah satu kebun kopi peninggalan Belanda di desa Blang Gele. Kebun kopi tua tersebut hanya seluas 15 hektar. Padahal dari sisi kualitas, biji kopi di desa Blang Gele termasuk nomer satu. Bijinya pun besar-besar dan memiliki aroma yang khas.

 FINISH >>
Akhirnya,  rangkaian perjalanan panjang tim Terios7-Wonders sepanjang 3.657 km selama 15 hari berakhir di tugu “Nol” Kilometer tepat pukul 12.48 WIB (24/10). Dan, terbukti Terios adalah SUV yang tangguh! 

Seremoni singkat menandai berakhirnya ekspedisi ini dilakukan di Tugu “Nol” Kilometer. Plakat Terios 7-Wonders yang dibawa tim diserahkan oleh Tunggul Birawa selaku komandan tim kepada Amelia Tjandra. Selanjutnya plakat ini diserahkan kepada dr. Togu yang mewakili pemda Sabang. Plakat ini akan ditanam di lokasi yang memang sudah disediakan di sekitar lokasi tugu Nol Kilometer.
Sebagai bentuk syukur, program Terios 7 Wonders Sumatera Coffee Paradise telah sukses. Tiga ekor sapi dijadikan hewan kurban,  karena kebetulan kedatangan tim memang sangat berdekatan dengan hari raya Idul Adha . Hal ini melambangkan tiga Terios yang dibawa tim dari Jakarta hingga Aceh, tanpa hambatan apapun. 

Kekuatan Alam Sumatera
Danau ranau, hamparan teh dan gunung Dempo, Danau laut tawar sekaligus pantai barat Sumatera, hanya sebagian kecil indahnya alam sana yang terjamah tim 7Wonders. kebun kopi yang tereksplorasi juga hanya beberapa, laman blog ini barangkali tak cukup menuliskan ragam cerita tentang alam Sumatera, alam Indonesia. Meski demikian, kita patut bangga menjadi orang Indonesia,  dengan menjaga alam yang ada di sekitar kita, menjadi bukti bahwa kita cinta Indonesia dan sebagai proses mewarisi alam, untuk anak cucu kita di masa datang.
 
Kopi : Tali Persahabatan
Bukanlah terhitung masa bersua, meski sesaat, namun berkesan dan kemudian hari berharap akan bisa bertemu lagi, itulah persahabatan. Perjalanan tim 7Wonders menyimpan banyak momentum indah dengan secangkir kopi. Aroma khas 7 spot kopi di Sumatera, menjadi tali penghubung keakraban dengan beberapa warga seperti Bapak Saifudin Aswari Riva'i, Bupati Lahat, Nando di Pagaralam, Komunitas Jip Gayo di Takengon dan lain-lain. Bukan hanya itu, namun juga terwujud dalam tali asih, berbagi dengan masyarakat setempat melalui agenda CSR 'Aksi Peduli Sesama' dengan masyarakat juga dilakukan saat perjalanan, yakni di kota Curup dan Medan. Program yang bersinergi dengan program CSR PT. Astra Daihatsu Motor (ADM).



Kesetiaan Terios dalam Berpetualang
Bagaimana cerita diatas, seru kan?
Dalam berpetualang, tentu si petualang harus memiliki kesiapan mental, seperti percaya diri, suka tantangan [challenger], tidak mudah putus asa, mengendalikan emosi, tidak mudah panik,  bekerjasama dengan tim dan masih banyak  lainnya. karena rintangan pasti selalu ada. begitu juga dengan Terios, ada beberapa kejadian yang membuat Terios mogok sesaat. 

Tentu kamu penasaran kenapa Terios Hi-Grade Type TX AT atau Type TX MT begitu tangguh dan juga ‘bandel’? 

Ini kelebihan Daihatsu Terios, berkat ground clereance yang tinggi disertai dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc, kenyamanan berkendarapun dapat diraih, karena mampu melewati medan berair atau berlumpur melewati medan licin sekalipun. Begitu pula dengan kenyamanan di dalam kabin. Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendaraan. lebih jelasnya tentang fitur-fitur unggulan Terios, silahkan mampir ke sini atau langsung saja ke dealer terdekat di kotamu.

Jatuhkan pilihanmu pada Daihatsu…. kenapa?
Daihatsu selalu melakukan inovasi untuk menciptakan mobil compact dengan harga terjangkau, yang sesuai dengan permintaan pasar, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Bahkan, selama tahun 12 ini Daihatsu telah menerima berbagai award seperti :

Award
Kategori
Otomotif Award 2012
The Best Minimbus (Grand Max)
Top Brand Award
Daihatsu Cargo Vehicle
Top Brand Award
Daihatsu Xenia Category MPV
Rekor Bisnis (Juni)
Mobil Penumpang Kategori low MPV dengan pertumbuhan penjualan tetinggi tahun 2009(Xenia)
Governor of DKI Jakarta: Environmental Management
Very Good Level
Astra Green Company : Occupational Health & Safety Program
1st Winner
Governor of DKI Jakarta : Quickly Approprite Employment
1st Winner
Best Buy Award 2012
Best Buy In Compact MPV Category (Xenia 1.3 Attivo)
Best Buy Award 2012
Best Buy In Small SUV Category (Terios TX AT Adventure)
Otomotif Award 2012
Best Low VAN (LUXIO)
   
Kalo seperti ini, aku dan suami jadi ingin menambah koleksi Daihatsu. ^_^

Mobil Espass Jumbo Daihatsu setia menemani perjalanan bisnis keluarga kami selama 17 tahun

Terios, Ini mobil impian kami untuk 5 tahun ke depan, kami dapt mengajak keluarga besar bisa menjelajah alam, meski tak harus Sumatera, sekitar Kediri masih banyak rahasia indahnya alam dan ragam budaya, flora dan fauna. Wooow, pasti seru ya...seperti serunya petualangan Tim Terios 7Wonders diatas.

Gambar Terios di tempel di kulkas dapur, semakin sering dilihat, semakin banyak yang meng-amiini, semakin dekat wujudnya, Dreams come true, believe it? ^_^

Bagaimana dengan Mobil Petualangmu? 

Tulisan ini diikutkan dalam kontes Blog Mobil Sahabat Petualang