Perjalananku belajar dan mengajarkan Al-Qur’an

Posted by with 12 comments
        Kekagumanku pada Al-qur’an sudah ada sejak di sekolah tingkat dasar, tepatnya saat mendapat tugas Ramadhan, untuk mengisi buku panduan Ramadhan, kemudian meminta tanda tangan imam sholat. Tertulis juga pada salah satu kolom untuk memberi tanda hafalan surat. Hafalan? Saat itu aku hanya bilang pada diriku, aaahh!…tidak mungkin. Tapi lama-lama aku mulai penasaran, bagaimana caranya seorang imam bisa hafal surat yang ada dalam juz 30?? Jujur saja, di sekolah diniyah yang aku ikuti kala itu, tidak ada pelajaran tentang menghafal, tetapi hanya membaca, menulis dan memahami kitab kuning. Kalaupun menghafal, ya semampunya seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Ceria Bersama Anak Jalanan di Hari Kemerdekaan

Posted by with 3 comments
Sejak tahun 2006, saya dan teman kuliah merintis sebuah lembaga sosial di Kota Malang  yang diberi nama Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca. Memperingati hari kemerdekaan memang selalu identik dengan kemeriahan suasana, mengikuti ajang lomba-lomba, dengan tujuan akan mempererat tali persaudaraan antar warga. Begitu juga tahun 2007, saat-saat menyenangkan bersama adik-adik binaan, kami semakin akrab, kedekatan sesama teman mulai ada, karena sebelumnya selalu ada ‘pertengkaran kecil’. Maklum, profesi pengamen  di tengah kerasnya kehidupan jalanan,  kerap menjadikan emosi mereka tidak stabil.

Menang Kuis Perdana IIDN….Sik…Asiiiik ^^

Posted by
     Alhamdulillah, dapet buku Love of Mom dan manisan dragon, meski…manisannya ketinggalan. Katanya sih, The Indari lupa.  Yang lebih penting sih, adalah semangat nulis usai ikut kuis, dan nggak menang di kuis yg lain, huhuhhu….nulis di blog, kalo blognya enak dipandang mata dan rapi, itu penting.*ngomong apa sih nih ga jelas. ):

Gerabah dan Dua Tangan Kesabaran

Posted by
Tetanggaku Husnul, berumur 9 tahun. Sejak usia 2 tahun , ia sudah diasuh sang nenek. Saat itu, ibunya merantau jadi TKW di Malaysia. Meski sekarang ibunya sudah kembali ke Indonesia dan mengasuhnya, ia masih dekat dengan kakek dan nenek. Mbah Tri (nenek) bisa membuat gerabah, bahkan sang nenek juga sempat berjualan dengan mengajak Husnul.