Perempuan dan Korupsi

Posted by with 1 comment
        KORUPSI….memang tak ada habisnya dibicarakan di dunia maya, media cetak, dan televisi. Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir ada kasus yang melibatkan perempuan menjadi tersangka maupun terdakwa. Tak perlu saya ceritakan disini, tentunya anda sudah tahu. Saya atau anda mungkin mengelus dada mendengar berita tersebut. Attitude seorang perempuan benar-benar dipertaruhkan dalam lingkungan kerja mereka. Basically, bukan rahasia lagi kalau perempuan itu adalah makhluk memiliki perasaan halus dan peka. Bagaimana mungkin tindakan korupsi bisa dilakukan? Dimana nurani mereka, begitu tega memakai uang haram yang bukan miliknya?
         Ups…korupsi bukan hanya korupsi uang lho! Dilihat dari definisinya, korupsi berasal dari bahasa latin  corruption berarti busuk, rusak, menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan. Apakah lingkup korupsi sesempit itu? bukan hanya pejabat, saya atau anda yang bukan pejabat, bisa jadi adalah koruptor.
              Ya iyalah…dari hal yang kecil, korupsi waktu misalnya. Dengan terus menerus mengulur waktu dalam beraktivitas, itu akan berdampak besar. Terlebih lagi, kalau menjadi kebiasaan. Jadi teringat salah satu iklan televisi tentang korupsi, sejak kecil kalau terbiasa tidak jujur, akan menjadi kebiasaan sampai dewasa nanti. Mulai dari mencontek ketika ujian, berselingkuh, menyogok salah satu pihak ketika melakukan tindak kejahatan, berujung pada korupsi milyaran rupiah. Hufh…saya atau anda sebagai perempuan seharusnya memiliki andil yang luar biasa dalam membentuk kebiasaan attitude yang baik, untuk diri sendiri dan orang terdekat. 
        Perempuan secara fisik memiliki keunikan dibanding dengan laki-laki. Sisi lain tersebut jika dijadikan harga tawar yang tinggi terhadap sebuah perubahan, tentu akan membawa dampak yang signifikan, terutama untuk melawan kejahatan yang didominasi kaum lelaki. Hal itu akan menjadi senjata ampuh dalam upaya menekan tindak kriminalitas, seperti korupsi saat ini, yang masih menggerogoti sisi kehidupan bangsa Indonesia yang menimbulkan efek menyengsarakan rakyat. Menurut saya, harga tawar yang tinggi seorang perempuan terhadap perubahan dapat digambarkan sebagaimana ilustrasi berikut,
         Diana (bukan nama sebenarnya), seorang ibu rumah tangga punya kebiasaan bangun tidur pagi hari, tepat waktu. Selalu mempersiapkan sarapan, mengantarkan anak sekolah tepat waktu dan menyiapkan segala perlengkapan atribut kerja sang suami dengan  tepat waktu. Semua itu, kebiasaan baik dalam meminimalkan korupsi waktu. Kebiasaan lain yang menurut saya efektif adalah membangun komunikasi dengan keluarga. Kalau dipikir-pikir, suami yang melakukan tindakan korupsi itu apa dipengaruhi si istri ya? Bisa iya, bisa tidak.
Sebagai istri anti korupsi, dialah yang mampu mengelola uang dengan bijak tanpa me-mark up uang belanjaan, si istri yang tidak mempengaruhi suami untuk melakukan tindakan korupsi. Ia mampu membangun komunikasi dengan suami dan anak-anak, hal ini tentu akan berpengaruh pada pola hidup sehari-hari. Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, membiasakan anak belajar tanpa harus mencontek ketika ujian, saling bertukar cerita dengan suami tentang aktivitas kerja, bahkan kondisi keuangan yang bersifat terbuka tanpa ditutup-tutupi. Ehm…asal anda tahu ya, biasanya dalam istilah keuangan rumahtangga ada namanya uang lelaki. Nah, uang lelaki ini khusus punya suami, diluar uang gajian. (ayoo…segera tanyakan ke suami anda!!!. Kalau buat asuransi nggak masalah, lha kalo buat foya-foya???)
      Keterbukaan masalah finansial sangat penting untuk menjaga keharmonisan rumahtangga dan memiliki dampak besar dalam dunia kerja mereka. Anda, sebagai kerja kantoran pun juga bisa merubah kebiasaan buruk menjadi baik. Terlebih, seorang akuntan atau PNS di tempat manapun. Uang abu-abu yang tidak jelas asal usulnya langsung disedekahkan saja, lebih oke. Hehe
          Bagi yang single, belum berumahtangga juga bisa melakukan perubahan. Sebut saja, Maria (bukan nama sebenarnya) seorang remaja yang masih kuliah dan kerja shift di sebuah toko swalayan. Setiap bulan  ia mendapat jatah dari orangtuanya, ia kelola dengan baik bahkan ia juga kerja untuk menambah uang saku. Semua dikelola dengan jujur, tanpa me-mark up uang bulanan yang sudah diberikan. Selaku karyawan sebagai kasir, ia mencatat transaksi dengan jujur.
Intinya memang kejujuran. Tapi, jangan menyepelekan “jujur”. Sekali, dua kali, tiga kali kita curang, nggak ketahuan, akan terulang dan ketagihan. Begitu juga dengan korupsi…bikin ketagihan, makanya tidak salah, kalau berita korupsi dari tahun ke tahun nggak ada habisnya, dari kelas teri sampai kelas kakap.
        Perempuan mempunyai kontribusi dalam kiprahnya membentuk sebuah peradaban yang damai. Dan sudah saatnya perempuan berperan serta dalam memberantas mafia ketidakadilan itu. Korupsi adalah salah satu bentuk ketidakadilan yang perlu segera ditumpas sampai ke akar-akarnya.
Nah, kesimpulan sederhana saya, keterlibatan perempuan dalam korupsi ada empat tipe. Pertama, perempuan sebagai pelaku korupsi. Kedua, perempuan sebagai perantara pelaku korupsi (makelar). Ketiga, perempuan sebagai pemicu orang terdekatnya untuk melakukan tindakan korupsi dan yang keempat, perempuan sebagai pejuang anti korupsi. Anda termasuk tipe yang manakah?
Untuk bangsa yang lebih bersih dari korupsi, sudah barang tentu tipe keempat menjadi pilihan bagi perempuan. Langkah-langkah nyata dalam pemberantasan korupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kejujuran sepatutnya menjadi pijakan para perempuan, untuk kebaikan diri sendiri, keluarga dan bangsa. Untuk sekarang hingga generasi masadepan.




















1 komentar:

  1. giọt chất lỏng màu xanh cũng theo Tinh Khí Chi mà nhỏ ra, hiện tại chất lỏng Tinh Khí Chi ở trong lò luyện còn khoảng chừng ba ngón cái.

    - Bước đầu tiên cuối cùng cũng thành công.
    đồng tâm
    game mu
    cho thuê phòng trọ
    cho thuê phòng trọ
    nhac san cuc manh
    tổng đài tư vấn luật miễn phí
    văn phòng luật
    số điện thoại tư vấn luật
    thành lập công ty

    Nhạc Thành thì thào nói, sau đó hắn lập tức lấy toàn bộ đan dược đưa trên tay, nhìn qua thì có tới năm sáu loại. Nhạc Thành chần chừ một chút rồi đưa toàn bộ vào trong miệng.

    Sau khi đưa đan dược vào trong miệng, khuôn mặt tái nhợt của Nhạc Thành đã có một chút máu, tuy một viên đan dược có tác dụng không lớn nhưng số lượng nhiều thì cũng khôi phục được một chút chân khí.

    Nhạc Thành nghỉ ngơi một chút, dựa vào tu vi Trúc Cơ sơ kỳ mà luyện chế đan dược có thể nói đây đã là chuyện cố gắng hết sức của hắn, ngay lập tức bàn tay của Nhạc Thành di chuyển, Vô Thượng Chân Hỏa một lần nữa được rót vào lo đan, đây là bước cuối cùng để luyện chế Trúc Cơ đan, phải đem toàn bộ chất lỏng ngưng tụ thành đan dược, như vậy mới đại công cáo thành.

    Bước cuối cùng này chính là bước dễ thất bại nhất, Nhạc Thành cố gắng khống

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.