Senin, 29 Mei 2017

Tips Memenangkan Lomba Menulis Esai untuk Ibu Rumah Tangga

Posted by with 2 comments


Lomba menulis PKS ini sepertinya akan diselenggarakan secara rutin, entah tiap tahun atau 2 tahun sekali. Lomba pertama kali, tahun 2015 saya telah mengikuti lomba menulis Esai dengan judul Gerakan Anak Bahagiakan Orangtua, Alhamdulillah menjadi pemenang kedua kategori Ibu Rumah Tangga. Banyak tema yang menjadi pilihan tema, antara lain; 

§ Islam dan Patriotisme Kebangsaan: Tantangan untuk generasi muda

§ Spirit Agama Sebagai Fundamental Wawasan Nasionalisme Indonesia

§ Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia

§ Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

§ Perwujudan cita-cita Islam dalam Kebersamaan Kebangsaan

§ Menggali nilai sosial Islam dalam pembangunan kerakyatan

§ Semangat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia

§ Spirit Islam, Nasionalisme dan Modernitas

§ Menggali Akar Kehidupan religius di Nusantara Pesantren dan

§ Wawasan Kebangsaan Indonesia


Saya mengambil tema, Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia. Saat itu, dikejar deadline, dalam waktu 7 hari harus bisa menyelesaikan tanpa acuan referensi apapun, hanya bermodalkan, pengalaman membina anak-anak muda di komunitas GABO (Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua) yang berada di Kediri, asuhan Ustadz Mahendra Darwis.

Lomba yang kedua ini, awalnya sempat ragu ikut lomba lagi karena sudah pernah menang, tapi ketika saya coba hubungi panitia melalui SMS, dijawab boleh asalkan beda tema. Nah, dari sini saya sudah membidik 1 tema diantara tema pilihan lainnya, yaitu Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.


ESAI yang kedua berjudul Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Tulisan ini dibuat secara totalitas karena memang sedang fokus, pikirannya tidak bercabang banyak, paling cuma 2 cabang, wkwkk (dasar emak-emak!!). Persiapan buku referensi dan pengalaman ketika berkecimpung di komunitas Al-Qur’an juga sudah mumpuni. Sempat down saat proses finishing karena nggak nemu benang merahnya, memasukkan tema islami kayak gini ke konteks kebangsaan. Saat itu, saya memposisikan diri sebagai muslim negarawan ala mahasiswa jadul. Hehe #norak ya, Alhamdulillah, atas izin Alloh, tulisan ini berhasil mencuri hati para dewan juri. 

Tips Spesial Memenangkan Lomba Penulisan ini hanya satu yaitu padukan teori kontekstual dengan kehidupan riil yang bunda jalani, awali dengan permasalahan dan akhiri dengan solusi. Kerangka esai hampir sama dengan kerangka makalah yang biasa kita buat saat kuliah dulu (masih inget, nggak?)

Yuk kita bedah judul yang saya buat, 

Tahfidzul Quran. Menginstall Software terbaik Generasi Digital sebagai upaya menanamkan nilai Ketuhanan dalam Berbangsa dan Bernegara. 

Jadi ada 3 kata kunci : 

generasi digital 

tahfidzul qur’an

nilai ketuhanan 

sudah bisa kita tebak ya, tema ini memang dekat kondisi terkini. Lahirnya generasi digital akibat kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat orangtua cemas, apa yang terjadi jika anak tanpa kontrol pegang gadget? Siapa yang menjadi generasi bangsa ini (tunjuklah anak-anak kita) aman dari bahaya gadget yang menyerang dari berbagai sisi? Psikologi, emosional, moralitas hingga spiritual. 

Nah, di sinilah solusi, tahfidzul quran menawarkan sebuah solusi untuk bunda, untuk menanamkan kembali nilai ketuhanan yang sudah dicontohkan generasi emas terdahulu. Kondisi eksternal pun akan bisa dihadapi dengan kalamullah yang terpatri dalam diri. 

Dalam konteks kebangsaan, sejak dulu, nilai ketuhanan sebenarnya sudah getol dicontohkan para pahlawan dalam berperilaku, baik di ranah politik, ekonomi, sosial dan budaya. Jadi, Pastikan tema yang diangkat harus bunda fahami. Supaya lebih maksimal dalam proses penulisannya nanti. 


Fraksi PKS Menunjukkan Tetap Concern dengan Persoalan Narasi Kebangsaan.

Tema yang diusung PKS ini tentang keumatan, kerakyatan dan nasionalisme Indonesia. Jadi, teman-teman...siapkan gagasan gagasan kalian jika ingin uji nyali dalam kompetisi menulis ini. Lomba tidak ditujukan untuk kader PKS namun untuk Umum, bahkan peserta disesuaikan dengan kategori masing masing (wartawan, pelajar, mahasiswa, umum, dan ibu rumah tangga).

Gagasan kalian akan disusun dalam bentuk buku, khususnya yang berasal dari juara 1 masing-masing kategori. Buku ini akan disebarluaskan ke seluruh jejaring Fraksi PKS di tingkat daerah. 

Ibu Rumah Tangga Bisa Berkontribusi Gagasan untuk Bangsa

Nah ini yang saya suka, dalam persyaratan lomba penulisan Esai Fraksi PKS DPR RI terdapat kategori ibu rumah tangga, sepertinya belum pernah saya jumpai di lomba menulis lain. Biasanya, cuma kategori umum. Kalau saya masuk kategori umum, sudah bisa ditebak, dikalahkan sama dosen-dosen yang benar-benar masih tercium aroma intelektual. Lah kalau emak-emak, yang tercium ya aroma kepulan asap atau sesekali aroma aspal jalanan karena bertugas jadi tukang ojek atau menjadi guru freelance. Hehe,



Terimakasih PKS, sudah memberi ruang meluapkan “kegundahan hati” untuk ibu rumah tangga. Secara status, memang kurang terpandang namun saya yakin sosok ibu baik yang bekerja di rumah atau di kantor selalu menyimpan gagasan berlian untuk Indonesia yang lebih baik. 

Bunda ingin berkontribusi di lomba Penulisan Esai selanjutnya? Yuk, kepoin websitenya, http://pks.id/ (Semoga diselenggarakan kembali) 


Menikmati Sajian Puncak Acara Tasyakuran Milad PKS Ke 19

Posted by with No comments

Alhamdulillah, Pukul 12.30 kami tiba di lokasi acara Hotel Grand Sahid Jakarta, Meski kursi di ballroom masih agak lengang, beberapa tamu undangan mulai berdatangan.

copyright by pks.id 

Lama diri ini mematung, Masih bengong, nggak percaya bisa menghadiri puncak acara Tasyakuran yang dirancang “keren”sedemikian rupa. Turut hadir pada petinggi partai PKS, Fraksi PKS DPR RI, Pasangan Calon gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan dan Sandiaga S.Uno, Dedy Mizwar, dan undangan spesial dari kader PKS.

Grand desain dari acara ini yakni gelar budaya, jadi konsep acaranya bernuansa kebudayaan, tidak hanya melibatkan kader PKS saja namun juga menghadirkan pengisi acara yang didatangkan dari kalangan profesional, seperti Inka Christie yang suara kece badai, Anto Baret & KPJ Jakarta, Orkestra 7, Immanissimo, Teater Kanvas, Sanggar Budaya Betawi ISBAT, Sinden Ghea, Videografer Garniyu Rijal, Bandung Juara Choirs, dan masih banyak lagi

copyright by pks.id

Konseptor acara ini ialah Irfan Hidayatullah, bagi beberapa penulis dari kalangan FLP tentu sudah tidak asing lagi, kan? Adapun team produksi terdiri dari show director, produser, art director, lighting director. Ish...ish....ishhh.....keren banget, kan?

Bagi orang kota, mungkin sudah biasa, tapi bagi emak ndeso macam saya ni melongo, liat acara kayak githu. Karena dulu pengalaman menggelar artshow ketika di pondok, jadi faham sedikit lah konsep suatu acara. 

Usai menulis daftar hadir di buku tamu, kita dijamu dulu, makanan di meja besar sudah siap, sebenarnya malu juga bawa suami dan anak-anak. 

“Duh, maaf mbak, jadi merepotkan nih?” kataku 

“nggak apa-apa ibu, nggak ada yang direpotkan, kami kan berkhidmat untuk masyarakat,” jawab panitia tersenyum,

Nyeeee....oke deh, lanjut donk kita serbu aneka makanan yang terhidang. Bersama undangan lainnya, kita tidak malu karena tidak ada yang kenal, terdengar riang suara beberapa anak kader yang turut hadir


Usai makan, wawancara (masuk tipi, tssaaah) kita langsung cushh ke acara inti. Melewati lorong-lorong hotel bikin saya termehek mehek. Hehe (maklum lah emak-emak belum pernah lihat hotel yang gede kayak gini.

Menikmati rangkaian acara milad ini dipenuhi warna warni nuansa hati, terbawa baper, di sini kami diingatkan lagi tentang Indonesia, kebudayaan dan kontribusi apa yang bisa kita berikan? 

Lebih detailnya, simak saja cuplikan video beberapa rangkaian acara berikut ini ya, ingin lengkap kunjungi channel Youtube PKS TV



Berikut ini video ketika pembacaan puisi



Cuplikan video tentang wayang orang

Cerita Perjalanan ke Jakarta Menghadiri Gelar Budaya MILAD PKS Ke 19

Posted by with No comments

5 Tahun yang lalu, Tahun 2012, saya bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba Blogger. Dan Kini, tahun 2017 juga bisa ke Jakarta karena memenangkan lomba menulis Esai. Alhamdulillah, maklum emak desa kayak gini, belum pernah merasakan namanya travelling lintas kota. Jadi, sensasinya wow, githu.

Senin, 02 Januari 2017

Banyuwangi, I am Coming

Posted by with 1 comment
Tepat diawal tahun baru 2017, saya dan keluarga pindah ke Banyuwangi. Ada rasa sedih dan senang. Terasa sedih ketika harus berpisah dengan keluarga besar Kediri. Senang, ketika kami berada dalam lingkungan baru yang sepertinya akan lebih menantang dan di sini banyak sekali objek wisata yang bisa dieksplorasi. Artinya, bisa jadi lumbung penghasilan ketika kita bisa membidik.

Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten yang ada di propinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Perkembangan Banyuwangi




Sejenak, melihat perkembangan Banyuwangi sangat luar biasa. Dulu ketika awal menikah, saya sempet ragu, betah nggak ya tinggal di kota yang kayak gini, ya kayak pegunungan, ndeso banget lah. Kebetulan memang rumah mertua, ndeso. semenjak ganti bupati pak Anas, semua berubah drastis. yang sangat menonjol adalah di sektor pariwisata, selain itu digitalisasi segala aktivitas pemerintahan hingga pelosok desa. Adanya jaringan internet yang bagus membuat saya semakin betah, karena memang pekerjaan saya selain ibu rumah tangga adalah berselancar di dunia maya. Ngumpulin dollar dollar yang berserakan. Pertumbuhan Banyuwangi yang baik akan menyejahterakan warga. Terbukti, di sini banyak sekali orang kaya, rumah bagus-bagus, banyak yang punya mobil dan sawah yang subur. Selain, kerja keras seseorang, saya ada kontribusi juga dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat PRO rakyat. 

Teluk Ijo Banyuwangi

Pulau Merah Banyuwangi

Raih Berbagai Award

Dikutip dari news.detik.com Banyuwangi meraih banyak prestasi atau pencapaian kinerja di bidang tata kelola pemerintahan diantaranya predikat sistem akuntabilitas kinerja Intansi pemerintah (SAKIP) meraih predikat A, dimana Banyuwangi menjadi yang pertama satu-satunya di Indonesia. Serta Indeks kepuasan masyarakat mencapai 82,05 persen. Banyuwangi terus mengembangkan Goverment Information System di berbagai bidang pemerintahan seperti e-gov, e-office, e-health, e-education, e-budgeting, e-village hingga e-audit. Berbagai event tingkat internasional maupun lokal juga sering diselenggarakan di Banyuwangi. 

Top Leader Pemerintahan

Ini nih Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas

Nah, siapa sih yang nggak demen, (artinya suka, bahasa gaul Banyuwangi) punya bupati yang keren, mampu menggerakkan aparat birokratnya untuk terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival, tanpa melibatkan Event Organizer (EO), antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bersinergi satu sama lain, baik dalam penyelenggaraan suatu acara maupun dalam menuntaskan pelayanan publik. Uniknya, koordinasi itu tidak lagi dalam bentuk surat menyurat, melainkan via aplikasi dalam smartphone. Selama ini, Bupati Anas memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan Facebook untuk menerima aduan tentang permasalahan kemiskinan dan permasalahan lain sebagainya. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat. Targetnya, hanya 4 jam masalah terselesaikan sejak mendapatkan laporan dari pengadu. Wow!

Nah, sip kan, coba nih ya, semua kota punya bupati yang berkarakter kayak pak Anas?Indonesia mah bisa kaya tanpa terbelit utang sana sini. Semoga Banyuwangi makin sukses ya, warga Banyuwangi makin sejahtera. Amin

Mungkin itu aja sih, ngobrolin seputar Banyuwangi. Ovel all, the next project adalah bikin blog dan channel youtube tentang keindahan Banyuwangi. (Belajar fotografi dulu ya)hihi


Selasa, 29 November 2016

Cara Mengajar PAUD untuk Pemula

Posted by with 8 comments
Cara mengajar anak paud yang menyenangkan, bagi seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan PAUD tentu tidak akan mengalami kesulitan ketika mengajar anak usia dini. Lantas, bagaimana jika teman-teman yang tidak pernah mengajar anak paud? Kali ini, saya ingin berbagi cerita pengalaman ketika mengajar PAUD. Semoga aja bermanfaat, 

Awalnya saya ragu bisa menjalani 'profesi' ini. Sama anak sendiri saja kadang masih gemes sebel kok, gimana mau ngajarin murid-murid yang usianya masih kecil banget. Bulan ini merupakan bulan ke ke-6 terjun di dunia PAUD. Sejak tahun lalu, beberapa kawan sudah ada rencana mendirikan sekolah, dimulai dari PAUD ini, berharap bisa berkembang ke tingkat dasar dan selanjutnya. 

Tak disangka, saya kena tunjuk juga untuk membantu di operasionalnya, hingga kini saya memegang kelas Play Group (PG) yang usianya mulai dari 2, 7 tahun hingga 4 tahun. Wow, masa golden age!

Tengok foto ini, hihi....kuecil kan? 

Tidak ada pilihan lain kala itu, padahal saya ingin sekali fokus di dunia online. Tapi ya, tidak ada salahnya dicoba. Pernah sih,  ingin memiliki sekolah yang dikelola sendiri, namun karena masih mengumpulkan modal ini itu, belum pede juga merealisasikannya. Siapa tahu kedepannya nanti ilmunya berguna. Okey, bagaimana cara mengajar anak paud yang menyenangkan? berikut ini caranya....

Kegiatan siswa PG Saat Sentra Persiapan, belajar melipat

Pede
Nggak hanya ngajar anak ABG, butuh pede. Ngajar anak super kecil itu juga butuh pede. Apalagi, awal sekolah masih ditunggu ayah ibu. Cara meningkatkan rasa percaya diri dengan praktek langsung, mengamati cara mengajar guru lainnya. Salahsatunya, temen-temen bisa menghafalkan beberapa lagu anak untuk dinyanyikan didepan anak-anak. 

Cari yel-yel untuk mengkondisikan anak-anak
Suka ngobrol sendiri, doyan rame, itulah ciri khas anak-anak. Saya pribadi biasanya kesulitan mengkondisikan mereka karena suara ini benar-benar tidak support untuk jadi guru TK. hihi, butuh teriakan lantang dan lagu simple untuk menarik perhatian anak. 

Amati gaya mengajar guru lain
Magang jadi solusi terbaik ketika kamu hendak mengajar. Upayakan minimal 1 bulan secara kontinyu, jika benar-benar ingin tahu berbagai 'kasus' ketika pembelajaran. Di sana nanti, temen-temen akan menjumpai karakter anak dan ilmu psikologi secara riil. 

Fahami karakter anak
Tiap anak berbeda dengan yang lainnya, meski kasusnya sama tapi cara penanganannya berbeda. Misalnya, ketika ada pertengkaran, ada anak yang cukup sekali dilerai dan memahamkan. anak yang lain, butuh berkali kali diingatkan supaya tidak memukul temannya. 

Temukan solusi permasalahan secara cepat
Mengajar anak kecil kesannya sangat sepela namun ada sisi emosional yang harus guru kuasai. Di masa golden age ini, tidak cukup hanya sisi kognitif yang disentuh. Namun, bagaimana pembiasaan baik juga ditanamkan. Jangan menunda permasalahan kecil, misalnya,  anak mengompol, jangan malah dibentak tapi sering diingatkan melalui lagu atau pembiasaan lain. 

Tingkatkan kreativitas
Kreativitas sangat dibutuhkan tenaga pengajar PAUD, saya pribadi karena guru amatiran. awalnya, ya meniru guru lain dan sarana internet bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Selalu Ceria saat bersama anak-anak 
Senyum dan ceria dihadapan anak-anak adalah cara terbaik untuk menyalurkan energi positif. Ketika memiliki masalah apapun di rumah, jangan pernah terbawa saat mengajar. Ini pernah lho terjadi, ketika saya dalam kondisi yang sangat capek dan lagi banyak masalah. Di sekolah pun, pelampiasannya ke anak-anak. Namun, ketika saya berusaha ceria dan senyum di depan mereka, aura positif semangat pun ada.

Secara pribadi mengajar PAUD itu menyenangkan. Bisa jadi alternatif untuk refreshing, polah tingkah anak-anak, kelucuan mereka akan selalu dirindukan. Namun, ketika durasi pembelajaran PAUD di sekolah tempat saya mengajar itu sampai pukul 13.00 (full day school). Bayangkan, jika tidak totalitas, titik jenuh itu akan pasti ada. Suatu saat nanti, kalau saya punya sekolah, nggak kuat kayakanya ngajar begitu lama. Hihi....

Apapun profesinya. Lakukan dengan bahagia dan totalitas....

Siswa TK Prima Cendekia Islamic School usia 4-5 tahun 

Sekolah ini berada di kawasan Grogol, Kediri, Jawa Timur

Ingin tahu kegiatan sekolah kami? Lihat di sini ya (Klik) PRIMA CENDEKIA ISLAMIC SCHOOL




Rabu, 05 Oktober 2016

Wisata Budaya di Nusa Dua

Posted by with 2 comments
Pantai Nusa Dua, Bali, terkenal dengan kebersihan dan keindahannya. Banyak hotel dan penginapan di Bali di tepian pantai, bahkan masing-masing resort memiliki pantai pribadi untuk para tamunya. Sejak tahun 1970, wilayah Nusa Dua termasuk ke dalam BTDC atau Bali Tourism Development Corporation milik Pemerintah yang dipisahkan lokasinya dari masyarakat di wilayah tersebut. 

Wisata pantai, sudah tentu menjadi tujuan utama para tamu. Akan tetapi, sebenarnya kita bisa melakukan wisata budaya di Nusa Dua, mengingat Bali adalah salah satu pulau yang sangat menjaga adat dan tradisinya. Begitu menjejakkan kaki di Bali, kita akan langsung melihat wajah tradisional Bali yang kental dengan nuansa Hindu, termasuk suasana di Nusa Dua. 

Tari-tarian tradisional khas Bali, seperti Tari Kecak berpadu dengan koreografi modern juga bisa Anda saksikan di sini. Ditampilkan juga tarian dari daerah lain, sebut saja Tari Saman asal Aceh. Anda yang merindukan tontotan tarian tradisional yang sudah amat jarang kita saksikan, harus memesan tiket Devdan Show dari jauh hari. Dengan begitu, kita akan menghargai kekayaan tradisi dan budaya bangsa. 

Tentu saja selain wisata budaya, Anda masih bisa mengunjungi tempat-tempat lain, seperti wisata belanja di Bali Collection, Pantai Nusa Dua yang bersih dan indah, atau bahkan cukup bersantai di hotel yang Anda pilih, seperti Sofitel Nusa Dua Bali, hotel bintang lima di kawasan Nusa Dua yang menjanjikan pengalaman menginap yang luar biasa, dengan arsitektur hotel yang menyerupai hutan tropis nan rimbun pepohonan hijau. Perjalanan Anda pasti akan menjadi amat berkesan, dan anda bisa langsung memesan hotel Sofitel Nusa Dua Bali melalui aplikasi Traveloka.


Foto 3: Sofitel Nusa Dua (sumber: luxviz.com) 

Setelah menyimpan barang di penginapan di Nusa Dua yang telah kita pesan, tentunya kita bisa langsung berwisata. Ini dia beberapa pilihan menarik obyek wisata yang bisa Anda kunjungi: 

Ø Museum Pasifika 

Bila kita ingin menyaksikan ratusan karya seni dari seniman-seniman yang berasal dari 25 negara, maka kita wajib melangkahkan kaki di Museum Pasifika ini. Masih berlokasi di dalam Kompleks BTDC Area Blok P Nusa Dua, Museum Pasifika memajang lukisan-lukisan indah karya pelukis-pelukis legendaris dari Indonesia maupun mancanegara. Sebut saja, Affandi, Nyoman Gunarsa, Anton Huang, Sudarso, dan lain-lain. 

Foto 1: Museum Pasifika (sumber: anythingbali.com) 

Museum yang luasnya 12.000 m2 ini buka dari jam 10.00-16.00 WITA akan memanjakan mata Anda, para pecinta seni. Tahun 2006, Moetaryanto dan Philippe Augier mendirikan museum ini yang kemudian menjadikannya sebagai museum seni terbesar di Asia Pasifik yang berada di jantungnya Bali. Koleksi lukisan yang ada di museum ini memang berasal dari wilayah Asia dan Pasifik. 

Tak hanya lukisan, museum ini juga menyimpan koleksi benda seni seperti patung, tekstil, dan lain-lain. Hebatnya lagi, museum ini meraih penghargaan Wonderful Indonesia Award 2011 dan Traveller's Choice 2013 dari sebuah situs rekomendasi tempat wisata. Masing-masing karya seni dikelompokkan menurut asal negaranya ke dalam bangunan berbentuk persegi panjang ini, dengan 8 paviliun dan 11 ruangan. 

Misalnya saja, karya yang berasal dari seniman Indonesia dimasukkan ke dalam ruangan Indonesian Artistik, sedangkan karya yang berasal dari seniman Belanda yang tinggal di Indonesia dimasukkan ke dalam ruangan Dutch Artist in Indonesia. Sayangnya, koleksi ini hanya bisa dinikmati di tempat dan tidak boleh diabadikan kecuali di ruangan 6 dan 9 (Temporary Exhibition dan Premier Art of Vanuatu and Pacifics Island). 

Jadi, memang Anda harus datang sendiri dan menikmati karya-karya seni legendaris ini dengan mata kepala sendiri. Kecantikan dan keindahan Bali akan tampak semakin sempurna meresap ke dalam jiwa Anda. 

Ø Devdan Show di Teater Nusa Dua 

Anda suka menyaksikan pertunjukan teater? Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan tarian Devdan yang merupakan perpaduan tari tradisional Indonesia dan modern kontemporer, diiringi dengan atraksi akrobatik yang menggunakan kostum memikat dan pencahayaan yang canggih. Tarian ini ditampilkan di Teater Nusa Dua, atau lebih lengkapnya lagi bernama Bali Nusa Dua Theatre Devdan Show. 

Foto 2: Devdan Show (sumber: devdanshow.com) 

Kapasitas gedung untuk 700 orang dengan empat kategori: VIP, A, B, dan C sesuai harga tiketnya. Pertunjukannya sendiri ditampilkan sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Anda akan dibuat terpukau selama kurang lebih 90 menit oleh aksi tari yang cantik, indah, dan energik. Yuk, siapkan diri Anda untuk mengenal lebih jauh seni dan budaya Bali lainnya. Happy trip!


Senin, 25 Juli 2016

Fashion Ethica, Sensasi "Sejuta Warna" Untuk Keluarga

Posted by with No comments
Kebersamaan, sejatinya kunci sederhana dari keluarga bahagia


Momen hangat lebaran bersama keluarga sudah hampir usai. Tak terasa ya, waktu begitu cepat berlalu. Sekarang kita sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala. Sibuk bekerja dan sekolah. Apa yang temen-temen rasakan ketika kumpul bareng keluarga? Pasti semua merasakan hal yang sama. 

BAHAGIA

Semua orang memiliki impian bisa mewujudkan keluarga bahagia. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara sederhana membuat keluarga bahagia. Seperti; sarapan bareng, makan malam bareng, belajar dan bermain bersama anak pada quality time, berbagi tugas membersihkan rumah bareng dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan keakraban, kebersamaan untuk memperkuat ikatan keluarga.

Pada dasarnya, semua keluarga memiliki masalah. Hanya saja, tidak semua keluarga mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Kebersamaan menjadi kunci kebahagiaan dalam keadaan apapun. Bahagia tidak diukur dari banyaknya harta namun seberapa banyak kita bersyukur atas karunia Sang Pencipta yang telah diberikan kepada kita dan keluarga. 

Ada juga cara sederhana yang bisa memberikan rasa kebersamaan keluarga, yakni dengan memakai kostum yang sama saat acara tertentu. Misalnya, lebaran, kondangan atau sedang bepergian. Memakai baju yang 'sama' warna bisa menimbulkan efek kekompakan satu sama lain. 

Baju Keluarga, Cara Sederhana Memberikan Nuansa Kebersamaan 

Saat berlebaran, banyak keluarga yang memilih kostum "baju keluarga". Pemandangan ini asyik dilihat karena terkesan kompak di mata orang lain. Dan, bagi si pemakai pun juga merasakan hal yang sama. Akhir-akhir ini banyak sekali brand fashion yang menyediakan baju couple atau baju keluarga, beberapa diantaranya menyasar segmen baju muslim keluarga. 

Trend fashion muslim akan terus berinovasi memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Banyak brand yang berlomba-lomba menyediakan aneka pilihan motif, desain dan masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Fashion muslim tidak akan pernah surut karena era sekarang banyak sekali muslim/muslimah terutama para hijabers yang sudah mulai memperhitungkan model baju yang dikenakan. 

"Cocok nggak baju ini aku pakai?"
"Match ngga warnanya?"
"Aiiihhh, kayaknya kok keliatan gemuk banget, pakai baju model ini!"
"Ini udah keliatan elegant belum yah pakai ini soalnya mau buat kondangan"
"Wah, asli.....nyaman banget pakai baju ini, bahannya adem. soft dan ngga bikin gerah!"

Dan, masih banyak lagi komentar para fashionista yang sudah menjajaki dunia fashion dan memperhatikan penampilan mereka'

Ethica, Fashion Muslim Punya Sensasi Kebersamaan Untuk Sahabat dan Keluarga


Dilihat dari tagline brand fashion ini sudah menunjukkan adanya kebersamaan. Apakah teman-teman sudah pernah mengenal brand ini? atau baru tau setelah baca postingan ini? 

Saya pribadi, sudah mengenal ethica sejak setahun yang lalu. Ada agen Ethica di tempat tinggal saya, Kota Kediri Jawa Timur. Perjumpaan saya dengan brand ini saat menghadiri sebuah seminar yang disponsori Ethica Kediri. Nah, karena memang baru kenal, saya langsung cuuuussh aja ke stand penjualan. Biasanya, brand fashion mengusung keunikan tersendiri begitu juga dengan Ethica. Menyajikan nuansa yang berbeda dengan brand fashion lain. 

Sekali melihat produk ethica langsung jatuh hati, perpaduan warna, motif dan model segeeeer banget di mata. Hihiii.......

5 hal yang disukai dari produk ETHICA

1. Punya Essential Items yang WAJIB dimiliki perempuan
Fashion itu permainan warna dan kreasi model, di Ethica saya banyak menemukan produk yang tergolong memiliki Essential items. Bagi temen-temen yang belum tahu apa itu essential items, bisa baca di sini ya Top Must Fashion Items Woman Should Own  

Kalau untuk baju muslim tentu berbeda lho gaees...Essential items itu bisa berkali kali di pake dengan perpaduan baju lain. dikreasikan,  tanpa orang lain tahu kalau itu sebenarnya baju yang lama. Di Ethica, saya beli baju ini...


Kaos pink ini bisa diganti baju apa saja yang penting warnanya mendekati merah marun

2. Punya Banyak Warna Netral
Era sosial media, banyak sekali perempuan suka "kabitaan" kalau melihat baju yang lagi nge-tren jadi pembicaraan. Baju seperti ini biasanya mendadak booming dan mendadak redup. Kalo fashion yang serba dadakan kayak gini hanya bertahan 2 bulan aja setelah itu numpuk di lemari. Makanya, kalau beli baju saya memilih warna yang netral saja, kapan saja bisa dipakai. Di Ethica banyaakk pilihan warna netralnya. hihi, Salah satunya, baju model ini : 



Bisa saya pake hangout, arisan atau acara resmi

3. Kualitas bagus, awet (bisa tahan lama)
Bagi beberapa orang, memilih baju yang harganya murah itu jadi pilihan karena bisa beli banyak dengan model yang beragam. Tumpukan baju di lemari berisi banyak sekali pilihan baju yang sudah kita beli. Namun, entah kenapa kadang perempuan jika hendak pergi menghadiri acara tertentu, bilang kalau nggak punya baju. Hihi...hayooo ngaku? siapa yang pernah begitu? 

Padahal, hanya butuh kreasi, MIX it dengan aksesoris yang kamu punya. Ngga harus beli baju baru, kan? Dulu, saya penggila baju 'pasaran'yang harganya mumer banget, bisa gonta ganti model kalau bosen. Tapiii....bener, baju nggak pernah bisa awet. Kalau diitung-itung bukannya hemat. eh malah boros! Udah hampir setahun saya beli Ethica, masih okey dipake. 

4. Ethica itu seni dan mengusung makna didalamnya 
Dilihat dari namanya, saya yakin ETHICA mengusung makna tertentu. Penyuka fashion jika hanya sekedar menikmati tren akan mudah terpengaruh dengan gaya sesaat dan terjangkiti virus gila diskon. Waaah, sangat membahayakan keuangan keluarga. Sampai kapan pun, tren fashion nggak akan pernah hilang selagi manusia butuh pakaian. So, nikmati fashion itu sebuah seni. Perpaduan motif dan makna yang diusung. Ethica berupaya menyuguhkan nuansa art dalam berpenampilan tapi tetap santun dan stylish. 

5. Support Brand Lokal
Sejak saya mengenal film The True Cost, cara pandang saya dalam berpakaian mulai berubah. Film dokumenter yang menguak dunia kelam dibalik gemerlapnya dunia fashion saat ini. Teman-teman bisa cek di sini www.truecostmovie.com  


Dalam film tersebut, tergambar jelas bagaimana sebuah industri fashion menjadi salah satu sumber penghasilan bagi jutaan manusia di dunia. Upah yang dibayarkan produsen pakaian ke karyawan itu merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika upah yang dibayarkan rendah, bagaimana kondisi perekonomian mereka? apakah karyawan sejahtera. Naaah, fast fashion yang biasanya dijual banjir diskon itu diproduksi secara massal, gaji yang diterima karyawan jauh dari UMR. Oleh karena itu, pentingnya kita bijak memilih pakaian sebelum membeli. Dengan membeli brand lokal kita turut berkontribusi menggerakan perekonomian bangsa. 

Keluarga bahagia, pintu meraih kesuksesan dunia akhirat

"Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)." (QS. Al Fath : 4)

Sebagai makhluk sosial, kita tentunya menemui banyak permasalahan, entah itu di sekolah, kampus, tempat kerja atau dimana pun kita berkumpul dengan manusia yang lain. Jika sudah menghadapi konflik di luar rumah, hanya rumah dan keluarga lah yang bisa membuat kita bahagia. Kebersamaan, kehangatan yang harmonis bersama suami, istri, anak... jadi pelepas penat. 

Memakai baju keluarga muslim tidak hanya semata mengikuti trend fashion muslim namun sebagai upaya mewujudkan Happy Family, cara sederhana yang dapat menimbulkan sensasi kebersamaan.

Nah, berikut beberapa pose keluarga yang kompak pakai baju muslim Ethica. 

Foto keluarga agen Ethica Kediri 

Foto Keluarga agen Ethica Kediri memakai baju keluarga Ethica Hafa Kode 12


Nggak hanya couple atau remaja yang cocok pakai ethica..........anak-anak pun juga tampak ceria pakai Ethica ^_^


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ethica Blogging Competition  #HAppyFAmilyByEthica 


Kamis, 23 Juni 2016

Tips Mudik Hemat

Posted by with No comments

Assalamualaikum, Teman-teman blogger ^^

Lama banget ya, saya tidak menulis celotehan renyah di sini. Biasalah, disibukkan dunia offline dan jualan. Jadinya agak mengabaikan dunia blogger. Kalo sudah kangen nulis. ya begini....siap-siap dah cuap-cuap. Berhubung bentar lagi kita mau lebaran, suasana mudik sudah mulai nih membanjiri timeline sosial media dan televisi. Apa yang ada di fikiran kamu ketika mau mudik?

Senang, berjumpa dengan keluarga besar?
"Uang lembaran baru, aroma khas habis dari percetakan? hihi
Capek? berjubel di bus 
Macet? 
Oleh-oleh?
Wisata?

Masih banyak lagi, kan? begitulah, selalu ada suka dan dukanya. 

Kali ini, saya mau sharing tentang Tips Mudik Hemat.

Pernah nggak sih, teman-teman merasa berraaat banget saat hendak mudik. Salah satunya uang yang harus dibutuhkan juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Meski demikian, teman-teman tidak perlu khawatir karena ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menekan biaya pengeluaran saat mudik. 


1. Beli Tiket Jauh-jauh hari

Tips pertama ini berlaku bagi temen-temen yang mudik menggunakan transportasi umum. Pesanlah tiket pemberangkatan dan kepulangan sejak dua bulan sebelumnya. Biasanya lebih murah, kan? Bagi yang menggunakan mobil pribadi, harus segera diperiksakan ke bengkel untuk di service supaya dalam perjalanan tidka terjadi kendala apapun.

2. Bikin anggaran secara detail dan cerman

Teman-teman bisa membuat list anggaran yang mau dikeluarkan saat mudik. Seperti; tiket, bensin, oleh-oleh, angpao, kebutuhan P3K anak saat dijalan dan yang lainnya. Jangan maksa membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan ya. Persiapkan uang cadangan untuk dipakai kebutuhan mendesak. 

3. Bawa Sedikit Barang

Tuh, percaya atau enggak, tips yang ketiga ini memang sulit banget dipraktekkin terutama bagi ibu muda kayak saya. Hehe. Membawa sedkit barang akan meringankan kita untuk mengontrol kondisi aman. kecuali jika bawa mobil sendiri, ya upayakan tidak membawa barang banyak. barang-barang yang ingin anda berikan ke sanak saudara bisa anda kirimkan melalui jasa pengiriman. 

4. Fahami rute perjalanan

Supaya anda tidak melewati banyak rute an menghabiskan banyak bensin. Teman-teman harus memahami rute yang mau dilewati

5. Siapkan Kondisi Fisik

Biasanya, mempersiapkan awal berangkat mudik. Pasti membuat fisik capek, oleh karena itu persiapkan kondisi fisik dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai rempong membeli obat obatan di jalan dan mendadak karena harganya lebih tinggi dari harga biasanya. 

6. Berdoa dan Tetap Memberi Kabar

Tips terakhir ini penting banget. Biasanya orang tua atau keluarga besar menanti kedatangan kita. Jangan lupa memberi kabar ketka berada di titik-titik persinggahan. Persiapkan baterai handphone penuh untuk mengantisipasi kemungkinan buruk seperti hape low bat yang bisa mengganggu komunikasi dengan keluarga. Jangan lupa, senantiasa berdoa agar perjalanan mudik lancar hingga kembali pulang dan mudik kita bernilai ibadah, membawa berkah. 

Hati-hati di jalan ya teman-teman, 
Saling mendoakan

Sahabatmu, 
Nurul Habeeba

Rabu, 13 April 2016

Sharing Tips Menulis di Event FLP Kediri

Posted by with No comments
Menulis kini menjadi salahsatu aktivitas kita selaku pemilik gadget. Mulai dari update status, curhat di blog, berselancar di beberapa website atau menulis karena tuntutan kerja. Hari Minggu, tanggal 3 April 2016 saya berkesempatan sharing ke beberapa anggota FLP Kediri tentang dunia kepenulisan. Acara dimulai jam 08.00 hingga 12.00 di BLC TELKOM Mojoroto Kediri. Info selengkapnya bisa baca di sini…


Pengalaman menjadi “keynote speaker”dalam sebuah forum memang baru pertama kalinya. Bermula dari paksaan teman-teman, semua bisa berjalan dengan lancar. Jika menengok dari perjalanan saya sebagai (penulis) kata orang sih, pernah menjuarai beberapa lomba menulis. Padahal, itu dulu niatnya yaa…sekedar coba-coba dan menguji kemampuan diri. Dari mengikuti beberapa lomba, saya menemukan banyak ilmu baru yang mendukung aktivitas sebagai blogger. Mulai mengenal template, berani merubahnya hanya berbekal nekad, bisa mengurus domain hosting, sedikit bisa photoshop dan masih banyak hal lain. 

Penyakit lama hingga sekarang pada diri sendiri adalah SULIT FOKUS. Karena banyak sekali “ujian” eksternal dari pihak kanan kiri yang membuat saya pribadi belum memiliki keleluasan dalam mengambil keputusan. **** tuh, sepertinya ini mecoba mengulik alasan yang tersembunyi. Hahaha…

Menulis itu menyenangkan. Sampai detik ini, ingin rasanya menuliskan banyak hal yang ingin saya lakukan. Ada kepuasan batin usai menceritakan sesuatu atau meluapkan hasil bacaan yang kita baca. Nah, gimana kalau sudah jarang membaca??? Pasti nulisnya *lebay bin jablay* , yaaa…begitulah hati bicara. ****uhuuuk

Sharing di FLP Kediri kali ini, seperti mengingatkan saya bahwa saya ternyata memiliki kemampuan yang unik, yang harus diasah terus menerus. Terimakasih banget buat FLP Kediri atas kesempatannya, semoga saling menyemangati dalam hal kebaikan untuk sesama.

Kamis, 03 Maret 2016

8 Manfaat Kacang Mete yang Jarang Diketahui

Posted by with 2 comments
Kacang mete menjadi camilan yang kerap diburu saat lebaran. Jenis kacang ini memang memiliki rasa yang sangat unik dan bisa dijadikan campuran jenis snack yang lain seperti taburan donat, minuman dan makanan lainnya. Kacang mete atau disebut kacang mede atau kacang mente berasal dari biji jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale). Makan kacang mete bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan terutama buat remaja yang konon kalau makan mete bakal jerawatan karena sebenarnya manfaat sekali manfaat kacang mete yang jarang diketahui, antara lain: 


1. Mencegah Kanker
Kacang mete merupakan salah satu kacang makanan sehat dan lezat. Kacang mete mengandung proanthocyanidins, jenis flavanol yang terbukti bisa mencegah sel kanker bereproduksi dan mematikan sel tumor. Bahkan hasil studi menunjukkan bahwa kadar tembaga yang tinggi pada mete juga membantu manangkal radikal bebas, sekaligus sumber phytochemical dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

2. Menutrisi Rambut dan Kulit
Tahukah anda, ternyata kacang mete kaya akan kandungan mineral tembaga yang merupakan komponen penting penyusun tirosinase. Enzim ini bertugas mengkonversi tirosin ke melanin, pigmen pemberi warna pada rambut dan kulit.

3. Menjaga Kesehatan Jantung
Kacang mete mengandung asam oleat yang berlimpah. Jenis lemak tak jenuh tunggal ini membantu meningkatkan kesehatan jantung serta mengurangi tingkat trigliserida. Selain itu, magnesium dalam kacang mete bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung. Risiko jantung koroner dan kardiovaskuler bisa ditekan dengan rutin mengkonsumsi kacang mete yang bebas kolesterol dan tinggi antioksidan.

4. Mencegah Batu Empedu
Menurut hasil studi oleh Nurses Health Study terhadap 80.718 wanita, diketahui bahwa wanita yang mengonsumsi setidaknya satu ons kacang setiap minggu, seperti kacang mete, memiliki risiko 25% lebih rendah terkena penyakit batu empedu.

5. Merawat Kesehatan Tulang
Kacang mete juga mengandung magnesium, zat selain kalsium sebagai penyusun tulang. Selain itu, tembaga dalam kacang mete memberikan fleksibilitas pada tulang dan sendi.

6. Baik untuk Saraf
Tidak hanya baik untuk tulang, kandungan magnesium pada kacang mete juga memberi manfaat pada aliran saraf dan otot. Magnesium menjaga pembuluh darah dan otot tetap rileks dengan cara memperlambat aliran kalsium ke sel-sel saraf.

Hasil penelitian membuktikan bahwa magnesium membantu mengurangi frekuensi serangan migrain, menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah serangan jantung. Sebaliknya, kekurangan magnesium dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, ketegangan otot, dan lelah.

7. Meningkatkan fungsi otak
Kacang mete bisa membantu meningkatkan oksigen ke otak. Kacang mete memainkan peran penting dalam meningkatkan memori. Hal ini dikarenakan lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal berkaitan dengan produksi sel otak. Otak bergantung pada kedua jenis lemak ini, dan kacang mete memiliki kandungan yang tinggi akan kedua lemak tersebut.

8. Menurunkan Berat Badan
Makan makanan yang berlemak tidak selalu mengalami kegemukan karena mengandung jenis lemak tak jenuh. Mereka yang mengkonsumsi kacang mete dua kali seminggu cenderung terhindar dari kegemukan. Sekitar 75 % lemak yang terkandung dalam kacang mete adalah lemak tak jenuh (unsaturated fats) yang merupakan lemak baik.

Selain itu, kacang mete mengandung serat dalam jumlah tinggi. Lemak baik membuat kacang mete dapat membantu menurunkan berat badan dan memberikan lebih banyak energi pada tubuh. Kacang mete juga membantu memperlancar metabolisme tubuh.



Jumat, 05 Februari 2016

Tepis Gaptek dengan Berani Bertanya

Posted by with 24 comments


Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah ini ternyata tidak hanya berlaku pada aktivitas offline seperti kita bertanya alamat seseorang. Dalam dunia online, seringkali kita juga diharuskan untuk bertanya pada seseorang. Apalagi hidup di era teknologi yang serba canggih seperti sekarang. Kalau nggak berani nanya, ya sudah ketinggalan informasi baru. Jadinya, kudet (Kurang update deh). Kalau malu-malu tanya, nggak bakal nemu solusi. Dan, ini pernah terjadi pada beberapa fase kehidupan yang saya jalani. Salah satunya, ketika baru melek dunia internet.

Cerita Perjalananku di dunia Internet

Pada tahun 2012, saya belum memiliki akun facebook. Eits, jangankan akun facebook bikin email saja saya tidak bisa. Waktu kuliah, saya selalu minta tolong ke teman untuk keperluan tugas kuliah. Parah banget, kan? Di saat lagi heboh sana sini tentang akun facebook, saya malu, "kok belum punya akun facebook?" yah meski ibu rumah tangga, setidaknya jangan kalah dong dengan teman lainnya yang sudah eksis di dunia maya, pikirku

Hingga suatu ketika, saya minta tolong ke adek yang baru saja lulus kuliah. Dia anak muda yang sudah familiar dengan dunia internet meski dia hanya baru bisa membuat email, blog, akun facebook dan twitter. Cuma butuh beberapa jam, semua selesai dengan mudah tanpa pusing dan ngedumel.  Hehe...

Sudah memiliki beberapa akun tersebut, saya hanya 'bisa' update status sekedarnya tanpa berupaya mengotak-atik setting, karena serba khawatir jika mendadak terjadi perubahan pada akun facebook. Begitu juga dengan blog, nyaris nggak pernah di update karena nggak bisa posting. Hihi...ini bener-benar-benar parah. Lagi-lagi, saya kembali merepotkan adek, minta diajari cara posting, mengatur template, widget dan lainnya.

Melek blogger, melek manfaat googling 

Melihat timeline FB dari teman-teman baru yang asyik nge-blog dan berseliweran menulis tips-tips blogging,saya makin penasaran. Membaca beberapa komentator dari status facebook, ternyata mereka juga pada bingung, dari situlah saya makin percaya diri bahwa saya tidak sendirian.

Banyak teman-teman pemula yang tidak tahu. Itulah perjumpaan saya dengan komunitas emak blogger untuk pertama kali, saya tidak segan berkenalan dengan mereka. Saya add friend dan saling menyapa melalui message facebook. Berbagai tips menulis, blogging dan cara menghasilkan uang dari internet melalui blog juga disampaikan. Di situlah, saya kembali optimis, semacam ada "cahaya"yang berkilauan di mata. Sebagai ibu rumah tangga, kan cocok banget buat hiburan, mengasah skill, dapat uang daripada ngerumpi atau nonton televisi.

Meski dilakukan secara online, saya merasa punya banyak teman dan saudara baru dari berbagai kota. Meski dilakukan di rumah, didepan laptop dengan bantuan jaringan internet "byar pet", pada waktu memang susah menemukan sinyal karena saya tinggal di desa. Jika tidak ada yang saya ketahui, melalui komunitas inilah saya banyak belajar hal baru, biasanya ada kelas online, bincang online dalam forum atau webinar.

Di sela-sela kesibukan saya bersama anak-anak, saya menyisihkan waktu untuk terus meng-upgrade ilmu, Dari sini pula, saya merasa "dekat"dengan google. Sekarang, jika ada yang tidak saya mengerti, saya langsung nyari di google, yah terkadang memang tidak menemukan jawaban, atau jawaban tidak sesuai harapan, barulah saya tanya ke teman facebook atau twitter.

Kenal dunia internet marketing (Imers) 

Tahun 2014, saya menghadiri sebuah seminar yang diadakan salah satu guru internet marketing di kota Kediri, Jawa Timur. Memiliki basic seorang blogger dan merasa jadi bagian internet junkie, saya kaget bukan kepalang ternyata kita bisa berjualan di internet dengan omset ratusan juta rupiah.

Weiiiii!!!

Selama ini saya "ngumpet" kemana??? user facebook dan blogger abal-abal yang masih setia dengan sebutan newbie. Hihi....

Di sinilah babak baru dimulai, memahami dunia internet marketing (Imers) yang mayoritas dihuni oleh kaum adam. Awalnya saya cuek saja, toh banyak juga emak-emak yang saya jumpai sebelumnya juga mengerti hal-hal berbau html, coding, search engine, SEO dan masih banyak lagi. Namun, karena orientasi tiap orang tenggelam di dunia internet berbeda, ya akhirnya masing-masing mereka memiliki keunikan ilmu yang berbeda pula.

Banyak Komunitas Imers Lebih Didominasi Kaum Adam

Perlahan saya memahami cara kerja toko online, meng-add friend para guru internet marketing yang sering tebar-tebar tips melalui status facebook. Guru internet marketing yang sudah berpenghasilan  ratusan hingga milyar, mereka disebut Mastah. Iya,,, (((( Mastah )))) dan pendatang baru disebut ((((newbie)))

Baiklah, posisi saya sekarang seorang newbie yang masih belajar tentang dunia internet marketing. Ada juga, mastih (guru internet marketing perempuan) yang berpenghasilan banyak duit dari toko online, adsense atau affiliate. Namun, selama perjalanan saya memahami banyak hal, saya lebih terlibat banyak dengan para mastah laki-laki. Hihi....karena di kota saya adanya juga mastah.


Nanya nggak ya? malu ih? Sungkan ah? Ntar dikira cerewet

Masih inget betul, selama 6 bulan pertama, saya pasang muka tebal, nahan malu untuk tanya ini itu melalui message facebook atau japri whatsapp. Ada beberapa dari mereka yang sabar, welcome banget, ada pula yang pelitnya minta ampun bagi ilmu, ada yang bilang saya ini cerewet hingga akhirnya ada yang bilang, saya nih sukanya nanya ini itu tapi nggak pernah praktek. Sama aja!!! Nggak bakal dapet duit!!!

Gpp lah, saya terima "semprotan" mereka.

Dunia internet marketing sangat luas, harus punya mental kuat untuk konsisten dan saya baru menjajaki dunia Imers hanya modal dengkul. Bukan background praktisi komputer atau desainer. Yup, google begitu luas menyajikan banyak ilmu, kepala rasanya mau pecah karena banyaknya ilmu (overload)  apalagi yang membuat diri terus tergoda dengan SS-Screen Shoot earning mereka yang masuk ke rekening mereka.

Sabar!
Sabar!

"Temukan kuncinya," batinku gemuruh, memendam semua rasa galau.  

Pentingnya bertanya,... 


Beberapa mastah emang para om-om ^^

Enam bulan kemudian saya sedikit mengurangi intensites bertanya, lebih banyak praktek. Dan, alhamdulillah sudah sedikit faham lah. Ketika ada hal yang tidak faham, saya diem, dan googline. Nah, uang hasil keuntungan jualan ini kemudian saya jadikan modal untuk membeli domain hosting, ebook, template, atau hal apapun yang menunjang penghasilan naik.

"Beli hosting dimana ya yang bagus?" Ah, kayaknya ini bagus, feeling sendiri
Ada promo kupon salah satu tool untuk mempercepat kerjaan, langsung saya beli.
Berseliweran ebook strategi adsense, saya beli
ih, sepertinya harus stok produk deh, gpp meski modal tinggal sedikit

Tanpa berfikir panjang dan tidak nanya ke beberapa mentor. Saya lakukan semuanya sampai modal benar-benar limited.

Hingga sampailah, pada titik jenuh...
Saya tidak menemukan solusi bahkan nyasar sampai kemana-mana, fokus yang tidak menentu.

Kini, saya menyadari bahwa bertanya apa yang memang tidak faham itu penting, daripada nyasar menghasilkan banyak modal. Asal tahu diri, intensitas bertanya harus diimbangi dengan praktek.

Andai Komunitas Belajar Internet Marketing Memiliki fitur hastag #AskIM seperti #AskBNI 

Hingga detik ini, perjalananku di dunia Imers masih misteri. Ribuan pertanyaan yang membuat saya penasaran harus mengulik jawaban sendiri dengan modal googling. Sesekali, harus memberanikan diri bertanya pada seseorang yang lebih meski kebanyakan orang imers itu laki-laki.

Ah, pasti sangat menyenangkan jika ada komunitas belajar Internet Marketing yang memiliki fasilitas untuk member bertanya seperti Bank Negara Indonesia yang menyediakan twitter @BNI46 dengan hastag #AskBNI.

Apa itu #AskBNI???

#AskBNI merupakan sebuah layanan yang diluncurkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berupa twitter @BNI46 dengan hastag. #AskBNI sebagai pusat informasi seputar BNI. Tanpa perlu ribet menjelaskan pertanyaan karena hanya kirim DM dan ketik hastag sesuai kata kunci, masalah akan terjawab.


Era digital seperti sekarang pengguna sosial memang cenderung menyukai hal-hal yang praktis dan cepat.  #AskBNI menjadi solusi digital bagi nasabah perbankan terutama kaum muda yang kesehariannya akrab dengan sosial media. Pemahaman tentang pelayanan BNI semua bisa terjawab dengan menuliskan beberapa keyword yang ingin diketahui.

Kemudahan dari #AskBNI ini sangat banyak, kita tidak perlu lagi repot ke kantor bank untuk menanyakan banyak keluhan, tidak pula menunggu waktu lama seperti kita menelpon CS Perbankan. Nah, berikut langka-langkah teknis untuk menikmati fitur #AskBNI



Bagaimana Cara Daftarnya?

1 >> Follow Twitter @BNI46  
2 >> Berikut ini balasannya : 


3. Lanjutkan dengan pertanyaan sesuai kebutuhan

Kirim DM ke @BNI46:
ketik #AskBNI [spasi] #Keyword

Ketik #AskBNI #Taplus

#KartuHilang
#BukuHilang
#DebitOnline
#Taplus
#TarifATM
#Passport
#BlokirATM

Gampang banget, kan? Nggak perlu lagi malu untuk bertanya, toh tinggal ketak ketik aja melalui smartphone.  Jika hal tersebut menjadi kebiasaan, ketika kita tidak mengerti suatu hal secara refleks ,bertanya itu akan jadi kebutuhan . jadi, jangan malu bertanya ya supaya tidak tersesat dii jalan.


Nggak Malu Nanya, Solusi Bagi Seseorang yang Gagap Teknologi 

Tidak ada salahnya kita mengobati rasa penasaran kita terhadap sesuatu hal dengan bertanya pada orang lain. Tanpa rasa malu untuk bertanya. Perjalanan saya di dunia online sejak tahun 2012 modal gaptek ternyata tidak jadi kendala untuk maju dan mengerti banyak hal. Saya bersyukur bertemu dengan teman-teman di media sosial yang bersedia menjawab "kebingungan"saya.

Gagap teknologi kini tidak lagi jadi momok yang menakutkan. Saya berusaha menepis gaptek dengan berani bertanya. Kalau pun tidak ada jawaban yang memuaskan, tinggal "googling" saja dan berusaha mencoba sendiri, belajar secara otodidak.



Kamis, 04 Februari 2016

KETIKA MAS GAGAH PERGI (2016) REVIEW : Cermin Pemuda Harapan Bangsa

Posted by with 6 comments
Usia remaja merupakan titik rawan dari proses pencarian jati diri. Muda tak melulu bicara kebebasan berekspresi, tidak juga hanya bicara soal kembang cinta pada lawan jenis. Saat muda inilah, seharusnya menjadi momen paling tepat membawa perubahan yang lebih baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar dan bangsa. 

Saat ini, film Indonesia kategori remaja yang menyuguhkan karakter cerdas anak muda sangatlah terbatas. Tema yang diangkat hanya seputar cinta monyet, gaul, romantisme dan mistis. Makin ke sini, sepertinya penonton juga mulai jenuh dan khawatir bagaimana generasi masa depan jika tiap hari dijejali film tidak bermutu.

Keresahan mulai terjawab dengan adanya film layar lebar hasil adaptasi dari sebuah novel populer. Setelah Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta,  Negeri 5 Menara, 5 cm, Ketika Cinta Bertasbih dan awal tahun 2016 ini, telah hadir film Ketika Mas Gagah Pergi yang mengajak anak muda dan keluarga Indonesia berubah ke arah yang lebih baik. Sejak tahun 1997, novellet legendaris karya Helvi Tiana Rosa "Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) sudah ramai diperbincangkan. Menunggu masa penantian lebih dari 20 tahun untuk difilmkan dengan menggandeng sutradara Firmansyah, diproduksi oleh PT Indobroadcast & Aksi Cepat Tanggap (ACT).



Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) bermula dari sebuah cerita pendek ini menceritakan tentang persaudaraan kakak beradik yang begitu akrab. Mas Gagah (Hamas Syahid) dan Adik Gita (Aquino Umar). Sejak kecil mereka selalu bersama, belajar atau bermain. Mas Gagah adalah sosok anak muda yang tampan, cerdas, baik, peduli dan penyayang. Gita selalu mengidolakan mas Gagah, apalagi semenjak kepergian sang Ayah, mas Gagah lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

Bagi Gita, menjalani hari-hari tanpa mas Gagah sangat tidak menyenangkan. Ditinggal mas Gagah selama 2 bulan ke Ternate untuk menyelesaikan tugas skripsi di sana, Gita merasa kesepian. Usai kepulangan mas Gagah dari Ternate, Gita merasa ada kejanggalan pada diri mas Gagah. Mas Gagah berubah, tidak seperti dulu. Gita tidak mau menerima perubahan mas Gagah yang begitu drastis.



Di Ternate, Mas Gagah bertemu dengan sosok kyai Gufron yang mengenalkannya pada kemuliaan Islam. Mas Gagah pulang dengan semangat baru menjadi lebih baik. Mas Gagah menerapkan aturan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan perubahan itu, banyak ujian yang datang, orang-orang yang dicintainya menghindar tanpa alasan. Termasuk Gita, yang sangat membenci perubahan mas Gagah. Kebaikan yang mas Gagah lakukan seakan tak dihargai.

Bersama teman-teman kampus, Mas Gagah berkontribusi membangun masyarakat dengan mendirikan rumah Cinta, rumah singgah penuh buku   di pinggiran Jakarta. Sosok pemuda keren lain dimunculkan pada sosok Yudi (Masaji Wijayanto) yang ramah, sederhana, peduli. Muda, berkhidmat. Muda peduli tak memandang golongan atau agama tertentu.

Sebagai anak ustazd, Yudi memilih menyampaikan kebenaran (berdakwah) seperti pengamen dari satu bus ke bus yang lain tanpa menerima uang sepeser pun. Yudi kerap membantu orang lain yang tidak ia kenal, kadang di jalan, terminal, tempat keramaian dan  dilakukan secara spontanitas. Ternyata, perjumpaan Gita pada Yudi di bus membawa sepercik makna kehidupan. Gita seperti menemukan cahaya, jawaban atas segala kegalauannya.


Muda identik dengan kesenangan atau huru hara, tidak tampak dalam film ini. Nilai keislaman yang disampaikan membaur dalam norma keseharian. Pemikiran khalayak tentang Islam dari sisi eksklusif atau fanatik terjawab sudah. Bahwa, ajaran dalam Islam yang sesuai Al Qurán dan As Sunnah itu penuh kedamaian dan cinta pada sesama. Adapun ciri khusus seperti; berjilbab, tidak bersalaman dengan lawan jenis, atau berjenggot bukanlah lambang seorang teroris yang kerap mencuat di permukaan. Dalam adegan film, hal tersebut dipaparkan begitu jelas bahwa semata menjadi bukti cinta pada Alloh dan rasulnya.

Karena film ini benar-benar dilakukan gotong royong para fans novel KMGP. Dalam proses pembuatanya melibatkan orang-orang yang memiliki visi sama, tak heran jika naskah skenario hampir sesuai dengan konten dari sumber asli. KMGP berani menawarkan premis cerita bernafaskan islami yang tidak biasa. Sebagai bentuk upaya membangkitkan semangat anak muda untuk fokus pada hal-hal kebaikan. Begitu juga mengajak kaum muda muslim untuk konsisten terhadap aturan syariat Islam. Semua tercermin jelas pada perilaku beberapa tokoh KMGP, Firmansyah sebagai sutradara berhasil mensinergikan semuanya.


Pesan-pesan yang ditulis Helvy Tiana Rosa dalam novelnya nyaris tersampaikan semua dalam film ini. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Dialog simbolik agama, penggalan ayat suci Al qurán juga diselipkan dalam adegan. Citra penampilan "kuno" seorang muslim berhasil dikemas apik dengan gaya modernitas anak muda yang santun. Kepedulian anak muda pada sesama seakan menunjukkan bahwa sejatinya begitulah karakter anak muda Indonesia.

Empat pemain utama dalam film ini terbilang baru menjajaki dunia acting. Hasil selektif melalui audisi ternyata tidak begitu mengecewakan. Meski didukung 30 aktris papan atas, sepertinya film ini kurang begitu "greget"secara totalitas. Ada beberapa adegan yang sangat 'kaku', Misalnya, tidak terlihat ikatan secara emosional antara anak dan mama (Wulan Gurtino). Sepak terjang Wulan dalam dunia acting tentu sudah tidak diragukan lagi namun dalam film ini, Wulan seperti sosok yang sangat asing. Mungkin saja karena memang tidak ada sentuhan fisik, Mas Gagah (Hamas Syahid) kurang begitu menghayati perannya sebagai anak.


Dalam dialog, Mas Gagah dan Yudi tidak ada keraguan menyampaikan landasan agama, mereka tegas dan begitu meyakinkan. Jika biasanya dalam film layar lebar sisi romantisme remaja menjadi bumbu utama. Justru di KMGP, sisi kemanusiaan anak muda menjadi bumbu sedap yang diracik begitu sedap. Terlebih, sisi kemanusiaan pada konflik Palestina yang sampai sekarang masih terjadi. Film ini mengingatkan kita pada jasa Palestina yang telah berkontribusi dalam meraih kemerdekaan.

Titik konflik pada KMGP versi pertama ini kurang begitu tampak seutuhnya karena sekedar konflik keluarga antara kakak adik. Selebihnya, pada KMGP 2 akan banyak pesan kehidupan yang bermanfaat untuk keluarga Indonesia dan anak-anak muda.

Salah satu pesan mas Gagah adalah “Jika kita tidak setuju dengan suatu kebaikan yang belum kita pahami, cobalah untuk bisa menghargainya." 

Film  KMGP merupakan film idealis buah karya Helvi Tiana Rosa yang dikemas realistis dengan dunia anak muda masa kini. Bagi yang belum nonton,  buruan beli tiket di bioskop kesayangan anda.



Ingin tahu seputar KMGP?
Kunjungi >> web FLP: www.flp.or.id dan web KMGP: www.kmgpthemovie.com